Penilaian Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin

Penilaian Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin

oleh: dr. R. Dharma, dr S. Immanuel, dr R. Wirawan
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RSCM, Jakarta

Kadar hemoglobin

Terdapat bermacam-macam cara buat menetapkan kadar hemoglobin tetapi sering dikerjakan di laboratorium ; berdasarkan kolorimeterik visual cara Sahli dan
fotoelektrik cara sianmethemoglobin atau hemiglobinsianida. Cara Sahli kurang baik, karena tidak semua macam hemoglobin diubah menjadi hematin asam misalnya karboksihemoglobin, methemoglobin & sulfhemoglobin . Selain seperti itu alat buat pemeriksaan hemoglobin cara Sahli tidak dapat distandarkan, sehingga ketelitian dapat dicapai hanya ±10%.

. Cara sianmethemoglobin ; cara dianjurkan buat penetapan kadar hemoglobin di laboratorium karena larutan standar sianmethemoglobin sifatnya stabil, mudah diperoleh & pada cara seperti ini hampir semua hemoglobin terukur kecuali sulfhemoglobin. Pada cara seperti ini ketelitian dapat dicapai ± 2%.

. Berhubung ketelitian masing-masing cara berbeda, buat penilaian basil sebaiknya diketahui cara mana dipakai. Nilai rujukan kadar hemoglobin tergantung dari umur & jenis kelamin. Pada bayi baru lahir, kadar hemoglobin lebih tinggi dari pada orang dewasa yaseperti itu berkisar antara 13,6 - 19, 6 g/dl. Kemudian kadar hemoglobin menurun & pada umur 3 tahun dicapai kadar paling rendah yaseperti itu 9,5 - 12,5 g/dl. Setelah seperti itu secara bertahap kadar hemoglobin naik & pada pubertas kadarnya mendekati kadar pada dewasa yaseperti itu berkisar antara 11,5 - 14,8 g/dl. Pada pria dewasa kadar hemoglobin berkisar antara 13 - 16 g/dl sedangkan pada wanita dewasa antara 12 - 14 d/dl.

. Pada wanita hamil terjadi hemodilusi sehingga buat batas terendah nilai rujukan ditentukan 10 g/dl.

. Pada keadaan fisiologik kadar hemoglobin dapat bervariasi.
Kadar hemoglobin meningkat bila orang tinggal di tempat tinggi dari permukaan laut. Pada ketinggian 2 km dari permukaan laut, kadar hemoglobin kira-kira 1 g/dl lebih tinggi dari pada kalau tinggal pada tempat setinggi permukaan laut. Tetapi peningkatan kadar hemoglobin seperti ini tergantung dari lamanya anoksia, juga tergantung dari respons individu berbeda-beda. Kerja fisik berat juga dapat menaikkan kadar hemoglobin, mungkin hal seperti ini disebabkan masuknya sejumlah eritrosit tersimpan didalam kapiler-kapiler ke peredaran darah atau karena hilangnya plasma. Perubahan sikap tubuh dapat menimbulkan perubahan kadar hemoglobin bersifat sementara. Pada sikap berdiri kadar hemoglobin lebih tinggi dari pada berbaring. Variasi diurnal juga telah dilaporkan oleh beberapa peneliti, kadar hemoglobin tertinggi pada pagi hari & terendah pada sore hari.
Kadar hemoglobin kurang dari nilai rujukan adalah salah satu tkita dari anemia. Menurut morfologi eritrosit didalam sediaan apus, anemia dapat digolongkan atas 3 golongan yaseperti itu anemia mikrositik hipokrom, anemia makrositik & anemia normositik normokrom 5. Setelah diketahui ada anemia kemudian ditentukan golongannya berdasarkan morfologi eritrosit rata-rata. Buat mencari penyebab suatu anemia diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut.
Bila kadar hemoglobin lebih tinggi dari nilai rujukan, maka keadaan seperti ini disebut polisitemia. Polisitemia ada 3 macam yaseperti itu polisitemia vera, suatu penyakit tidak diketahui penyebabnya; polisitemia sekunder, suatu keadaan terjadi sebagai akibat berkurangnya saturasi oksigen misalnya pada kelainan jantung bawaan, penyakit paru & lain-lain, atau karena peningkatan kadar eritropoietin misal pada tumor hati & ginjal menghasilkan eritropoietin berlebihan; & polisitemia relatif, suatu keadaan terjadi sebagai akibat
kehilangan plasmanya misal pada luka bakar.

Laju endap darah

Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaseperti itu tahap pembentukan rouleaux, tahap pengendapan & tahap pemadatan.

Di laboratorium cara buat memeriksa laju endap darah sering dipakai ; cara Wintrobe & cara Weetergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan buat wanita 0 - 20 mm/jam & buat pria 0 - 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan buat wanita 0 - 15 mm/jam & buat pria 0 - 10 mm/jam.

Faktor-faktor dapat mempengaruhi laju endap darah ; faktor eritrosit, faktor plasma & faktor teknik. Jumlah eritrosit/ul darah kurang dari normal, ukuran eritrosit yang
lebih besar dari normal & eritrosit mudah beraglutinasi akan menyebabkan laju endap darah cepat. Walau pun demikian, tidak semua anemia disertai laju endap darah cepat. Pada anemia sel sabit, akantositosis, sferositosis serta poikilositosis berat, laju endap darah tidak cepat, karena pada keadaan-keadaan seperti ini pembentukan rouleaux sukar terjadi.

Pada polisitemia dimana jumlah eritrosit/µl darah meningkat, laju endap darah normal.

Pembentukan rouleaux tergantung dari komposisi protein plasma. Peningkatan kadar fibrinogen & globulin mempermudah pembentukan roleaux sehingga laju endap darah cepat
sedangkan kadar albumin tinggi menyebabkan laju endap darah lambat.

Laju endap darah terutama mencerminkan perubahan protein plasma terjadi pada infeksi akut maupun kronik, proses degenerasi & penyakit limfoproliferatif. Peningkatan laju endap darah adalah respons tidak spesifik terhadap kerusakan jaringan & adalah petunjuk adanya penyakit.

Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai buat menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis & nefritis. Laju endap darah yang
cepat menunjukkan suatau lesi aktif, peningkatan laju endap darah dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses meluas, sedangkan laju endap darah menurun
dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan.

Selain pada keadaan patologik, laju endap darah cepat juga dapat dijumpai pada keadaan-keadaan fisiologik seperti pada waktu haid, kehamilan setelah bulan ketiga & pada orang tua.

& akhirnya perlu diperhatikan ; faktor teknik dapat menyebabkan kesalahan dalam pemeriksaan laju endap darah. Selama pemeriksaan tabung atau pipet harus tegak lurus; miring 3 dapat menimbulkan kesalahan 30%. Tabung atau pipet tidak boleh digo atau bergetar, karena seperti ini akan mempercepat pengendapan. Suhu optimum selama pemeriksaan ; 20 C, suhu tinggi akan mempercepat pengendapan & sebaliknya suhu rendah akan memperlambat. Bila darah diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam
setelah pengambilan darah, karena darah dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk rouleaux & hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat.

Hitung leukosit

Terdapat dua cara buat menghitung leukosit dalam darah tepi. pertama ; cara manual dgn memakai pipet leukosit, kamar hitung & mikroskop. Cara kedua ; cara semi automatik dgn memakai alat elektronik. Cara kedua seperti ini lebih unggul dari cara pertama karena tekniknya lebih mudah, waktu diperlukan lebih singkat & kesalahannya lebih kecil yaseperti itu ± 2%, sedang pada cara pertama kesalahannya sampai ± 10%.

Keburukan cara kedua ; harga alat mahal & sulit buat memperoleh reagen karena belum banyak laboratorium di Indonesia memakai alat ini.

Jumlah leukosit dipengaruhi oleh umur, penyimpangan dari keadaan basal & lain-lain .

Pada bayi baru lahir jumlah leukosit tinggi, sekitar 10.000 - 30.000/µl. Jumlah leukosit tertinggi pada bayi umur 12 jam yaseperti itu antara 13.000 - 38.000 /µl. Setelah seperti itu jumlah leukosit turun secara bertahap & pada umur 21 tahun jumlah leukosit berkisar antara 4500 - 11.000/µl. Pada keadaan basal jumlah leukosit pada orang dewasa berkisar antara 5000 - 10.0004/µ1. Jumlah leukosit meningkat setelah melakukan aktifitas fisik sedang, tetapi
jarang lebih dari 11.000/µl.

Bila jumlah leukosit lebih dari nilai rujukan, maka keadaan tersebut disebut leukositosis. Leukositosis dapat terjadi secara fisiologik maupun patologik. Leukositosis fisiologik
dijumpai pada kerja fisik berat, gangguan emosi, kejang, takhikardi paroksismal, partus & haid.

Leukositosis terjadi sebagai akibat peningkatan seimbang dari masing-masing jenis sel, disebut balanced leokocytosis. Keadaan seperti ini jarang terjadi & dapat dijumpai pada hemokonsentrasi. lebih sering dijumpai ; leukositosis disebabkan peningkatan dari salah satu jenis leukosit sehingga timbul istilah neutrophilic leukocytosis atau netrofilia, lymphocytic leukocytosis atau limfositosis, eosinofilia & basofilia. Leukositosis patologik selalu diikuti oleh peningkatan absolut dari salah satu atau lebih jenis leukosit.

Leukopenia ; keadaan dimana jumlah leukosit kurang dari 5000/0 darah. Karena pada hitung jenis leukosit, netrofil ; sel paling tinggi persentasinya hampir selalu leukopenia disebabkan oleh netropenia.

Hitung jenis leukosit

Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. Buat mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah leukosit total (sel/µl).

Hitung jenis leukosit berbeda tergantung umur. Pada anak limfosit lebih banyak dari netrofil segmen, sedang pada orang dewasa kebalikannya. Hitung jenis leukosit juga bervariasi dari satu sediaan apus ke sediaan lain, dari satu lapangan ke lapangan lain. Kesalahan karena distribusi seperti ini dapat mencapai 15%.

Bila pada hitung jenis leukosit, didapatkan eritrosit berinti lebih dari 10 per 100 leukosit, maka jumlah leukosit/µl perlu dikoreksi.

Netrofilia

Netrofilia ; suatu keadaan dimana jumlah netrofil lebih dari 7000/µl dalam darah tepi. Penyebab biasanya ; infeksi bakteri, keracunan bahan kimia & logam berat, gangguan metabolik seperti uremia, nekrosia jaringan, kehilangan darah & kelainan mieloproliferatif.

Banyak faktor mempengaruhi respons netrofil terhadap infeksi, seperti penyebab infeksi, virulensi kuman, respons penderita, luas peradangan & pengobatan. Infeksi oleh bakteri seperti Streptococcus hemolyticus & Diplococcus pneumonine menyebabkan netrofilia berat, sedangkan infeksi oleh Salmonella typhosa & Mycobacterium tuberculosis tidak menimbulkan netrofilia. Pada anak-anak netrofilia biasanya lebih tinggi dari pada orang dewasa. Pada penderita lemah, respons terhadap infeksi kurang sehingga sering tidak disertai netrofilia. Derajat netrofilia sebanding dgn luasnya jaringan meradang karena jaringan nekrotik akan melepaskan leukocyte promoting substance sehingga abses luas akan menimbulkan netrofilia lebih berat daripada bakteremia ringan. Pemberian adrenocorticotrophic hormone (ACTH) pada orang normal akan menimbulkan netrofilia tetapi pada penderita infeksi berat tidak dijumpai netrofilia.

Rangsangan menimbulkan netrofilia dapat mengakibatkan dilepasnya granulosit muda keperedaran darah & keadaan seperti ini disebut pergeseran ke kiri atau shift to the left.

Pada infeksi ringan atau respons penderita baik, hanya dijumpai netrofilia ringan dgn sedikit sekali pergeseran ke kiri. Sedang pada infeksi berat dijumpai netrofilia berat & banyak ditemukan sel muda. Infeksi tanpa netrofilia atau dgn netrofilia ringan disertai banyak sel muda menunjukkan infeksi tidak teratasi atau respons penderita kurang.

Pada infeksi berat & keadaan toksik dapat dijumpai tkita degenerasi, sering dijumpai pada netrofil ; granula lebih kasar & gelap disebut granulasi toksik. Disamping seperti itu dapat dijumpai inti piknotik & vakuolisasi baik pada inti maupun sitoplasma

Eosinofilia

Eosinofilia ; suatu keadaan dimana jumlah eosinofil lebih dari 300/µl darah. Eosinofilia terutama dijumpai pada keadaan alergi. Histamin dilepaskan pada reaksi antigen-antibodi adalah substansi khemotaksis menarik eosinofil. Penyebab lain dari eosinofilia ; penyakit kulit kronik, infeksi & infestasi parasit, kelainan hemopoiesis seperti polisitemia vera & leukemia granulositik kronik.

Basofilia

Basofilia ; suatu keadaan dimana jumlah basofil lebih dari 100/µl darah. Basofilia sering dijumpai pada polisitemia vera & leukemia granulositik kronik. Pada penyakit alergi seperti eritroderma, urtikaria pigmentosa & kolitis ulserativa juga dapat dijumpai basofilia. Pada reaksi antigen-antibodi basofil akan melepaskan histamin dari granulanya.

Limfositosis

Limfositosis ; suatu keadaan dimana terjadi peningkatan jumlah limfosit lebih dari 8000/µl pada bayi & anak-anak serta lebih dari 4000/µl darah pada dewasa. Limfositosis
dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti morbili, mononukleosis infeksiosa; infeksi kronik seperti tuberkulosis, sifilis, pertusis & oleh kelainan limfoproliferatif seperti leukemia limfositik kronik & makroglobulinemia primer.

Monositosis

Monositosis ; suatu keadaan dimana jumlah monosit lebih dari 750/µl pada anak & lebih dari 800/µl darah pada orang dewasa. Monositosis dijumpai pada penyakit mieloproliferatif seperti leukemia monositik akut & leukemia mielomonositik akut; penyakit kollagen seperti lupus eritematosus sistemik & reumatoid artritis; serta pada beberapa penyakit infeksi baik oleh bakteri, virus, protozoa maupun jamur.

Perbandingan antara monosit : limfosit mempunyai arti prognostik pada tuberkulosis. Pada keadaan normal & tuberkulosis inaktif, perbandingan antara jumlah monosit dgn limfosit lebih kecil atau sama dgn 1/3, tetapi pada tuberkulosis aktif & menyebar, perbandingan tersebut lebih besar dari 1/3.

Netropenia

Netropenia ; suatu keadaan dimana jumlah netrofil kurang dari 2500/µl darah. Penyebab netropenia dapat dikelompokkan atas 3 golongan yaseperti itu meningkatnya pemindahan netrofil dari peredaran darah, gangguan pembentukan netrofil & terakhir tidak diketahui penyebabnya.

Termasuk dalam golongan pertama misalnya umur netrofil memendek karena drug induced. Beberapa obat seperti aminopirin bekerja sebagai hapten & merangsang pembentukan antibodi terhadap leukosit. Gangguan pembentukan dapat terjadi akibat radiasi atau obat-obatan seperti kloramfenicol, obat anti tiroid & fenotiasin; desakan dalam sum-sum tulang oleh tumor. Netropenia tidak diketahui sebabnya misal pada infeksi seperti tifoid, infeksi virus, protozoa & rickettisa; cyclic neutropenia, & chronic idiopathic neutropenia.

Limfopenia

Pada orang dewasa limfopenia terjadi bila jumlah limfosit kurang dari 1000/µl & pada anak-anak kurang dari 3000/µl darah. Penyebab limfopenia ; produksi limfosit menurun seperti pada penyakit Hodgkin, sarkoidosis; penghancuran meningkat dapat disebabkan oleh radiasi, kortikosteroid & obat-obat sitotoksis; & kehilangan meningkat seperti pada thoracic duct drainage & protein losing enteropathy.

Eosinopenia & lain-lain

Eosinopenia terjadi bila jumlah eosinofil kurang dari 50/µl darah. Hal seperti ini dapat dijumpai pada keadaan stress seperti syok, luka bakar, perdarahan & infeksi berat; juga dapat terjadi pada hiperfungsi koreks adrenal & pengobatan dgn kortikosteroid.

Pemberian epinefrin akan menyebabkan penurunan jumlah eosinofil & basofil, sedang jumlah monosit akan menurun pada infeksi akut. Walaupun demikian, jumlah basofil, eosinofil & monosit kurang dari normal kurang bermakna dalam klinik. Pada hitung jenis leukosit pada pada orang normal, sering tidak dijumlah basofil maupun eosinofil.

sumber: http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_PenilaianHasilPemeriksaan.pdf/10_PenilaianHasilPemeriksaan.html

"

we hope Penilaian Hasil Pemeriksaan Hematologi Rutin are solution for your problem.

If you like this article please share on:

Archives

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet