Showing posts with label virus. Show all posts
Showing posts with label virus. Show all posts
Klasifikasi Virus dalam biologi
Klasifikasi Virus
Klasifikasi dan penamaan virus telah dirintis sejak 1966 oleh International Commitee on Taxonomy of Viruses (ICTV) dan terpisah dari klasifikasi makhluk hidup. Taksonomi virus terdiri atas empat tingkat, yaitu ordo, famili, genus, dan spesies. Taksonomi adalah ilmu klasifikasi makhluk hidup, mengelompokkannya secara berurut sesuai dengan derajat persamaan dan perbedaan antara mereka, lalu memberinya nama ilmiah. Berikut contoh klasifikasi virus ebola berdasarkan ICTV.
Tahap injeksi
Rekombinasi
Hasil reproduksi
dalam tubuh bakteri
Pengaktifan proses
lisogenik
Dinding
bakteri lisis
Bakteriofage yang melakukan
siklus lisogenik. Apa bedanya dengan siklus litik?
Virus dan Kingdom Monera 27
• Ordo : Mononegavirales
• Famili : Filoviridae
• Genus : Filovirus
• Spesies : Ebola virus zaire
Sebagian ahli mengelompokkan virus berdasarkan jenis asam nukleat yang dimilikinya. Berikut adalah pengelompokan virus berdasarkan asam nukleat yang dimilikinya.
a. Ribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA (Gambar 2.6a). Contoh virus yang termasuk kelompok ribovirus adalah
1. virus toga (penyebab demam kuning dan ensefalitis);
2. virus arena (penyebab meningitis);
3. virus picorna (penyebab polio);
4. virus orthomyxo (penyebab influenza);
5. virus paramyxo (penyebab pes pada ternak);
6. virus rhabdo (penyebab rabies);
7. virus hepatitis (penyebab hepatitis pada manusia); 8. retrovirus (dapat menyebabkan AIDS).
Klasifikasi Virus dalam biologi
b. Deoksiribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA (Gambar 2.6b). Contoh virus jenis deoksiribovirus adalah
1. virus herpes (penyebab herpes);
2. virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma, ada pula yang menyebabkan AIDS);
3. virus mozaik (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau);
4. virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma).
Klasifikasi Virus dalam biologi
Klasifikasi dan penamaan virus telah dirintis sejak 1966 oleh International Commitee on Taxonomy of Viruses (ICTV) dan terpisah dari klasifikasi makhluk hidup. Taksonomi virus terdiri atas empat tingkat, yaitu ordo, famili, genus, dan spesies. Taksonomi adalah ilmu klasifikasi makhluk hidup, mengelompokkannya secara berurut sesuai dengan derajat persamaan dan perbedaan antara mereka, lalu memberinya nama ilmiah. Berikut contoh klasifikasi virus ebola berdasarkan ICTV.
Tahap injeksi
Rekombinasi
Hasil reproduksi
dalam tubuh bakteri
Pengaktifan proses
lisogenik
Dinding
bakteri lisis
Bakteriofage yang melakukan
siklus lisogenik. Apa bedanya dengan siklus litik?
Virus dan Kingdom Monera 27
• Ordo : Mononegavirales
• Famili : Filoviridae
• Genus : Filovirus
• Spesies : Ebola virus zaire
Sebagian ahli mengelompokkan virus berdasarkan jenis asam nukleat yang dimilikinya. Berikut adalah pengelompokan virus berdasarkan asam nukleat yang dimilikinya.
a. Ribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA (Gambar 2.6a). Contoh virus yang termasuk kelompok ribovirus adalah
1. virus toga (penyebab demam kuning dan ensefalitis);
2. virus arena (penyebab meningitis);
3. virus picorna (penyebab polio);
4. virus orthomyxo (penyebab influenza);
5. virus paramyxo (penyebab pes pada ternak);
6. virus rhabdo (penyebab rabies);
7. virus hepatitis (penyebab hepatitis pada manusia); 8. retrovirus (dapat menyebabkan AIDS).
Klasifikasi Virus dalam biologi
b. Deoksiribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA (Gambar 2.6b). Contoh virus jenis deoksiribovirus adalah
1. virus herpes (penyebab herpes);
2. virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma, ada pula yang menyebabkan AIDS);
3. virus mozaik (penyebab bercak-bercak pada daun tembakau);
4. virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma).
Klasifikasi Virus dalam biologi
Cara reproduksi virus
Reproduksi Virus. Virus cuma bisa bereproduksi pada sel hidup atau jaringan hidup lain. Cara reproduksi (perkembang biakan) virus terdiri dari dua macam, yakni dengan daur litik dan daur lisogenik.
a. Daur Litik
Daur litik pada virus adalah sebagai berikut
Keterangan gambar cara reproduksi virus dengan daur litik
Tidak semua virus yang masuk ke dalam sel makhluk hidup lain langsung menghancurkan dinding sel tersebut dan membuat sel tersebut lisis. DNA virus yang masuk dalam bakteri menjadi bagian DNA inang melalui
rekombinasi. Meskipun menjadi bagian DNA inang, namun virus tidak langsung mengambil alih metabolisme sel inang. Siklus seperti ini disebut daur lisogenik
baca ciri-ciri virus
Keterangan gambar daur lisogenik pada virus:
a. Daur Litik
Daur litik pada virus adalah sebagai berikut
![]() |
| dur litik virus |
Keterangan gambar cara reproduksi virus dengan daur litik
- Virus menempel di bakteri.
- Dinding sel bakteri dilarutkan dengan enzim virus. Melalui lubang yang telah dilarutkan oleh enzim virus itu, DNA virus dimasukkan ke bakteri. Disebut penetrasi.
- DNA virus mengambil kontrol tugas DNA bakteri serta memanfaatkan metabolik bakteri untuk menghasilkan bagian-bagian virus, seperti kapsid, ekor, serabut ekor, dan kepala. Setiap komponen fage selanjutnya menyatu pada proses pematangan. Virus baru yang terbentuk mampu mencapai jumlah 200–1.000 virus.
- Virus yang baru mengeluarkan enzim lisozimnya dan menghancurkan dinding sel bakteri. Setelah dinding bakteri hancur (lisis), virus baru keluar dan dapat menyerang sel-sel bakteri lainnya. Maka, bakteri akan mati. Virus yang sudah menginfeksi sel lain pun mengulangi siklus litiknya kembali. Proses dari siklus reproduksi virus ecara daur litik ini hanya memakan waktu kurang dari 20 menit.
Tidak semua virus yang masuk ke dalam sel makhluk hidup lain langsung menghancurkan dinding sel tersebut dan membuat sel tersebut lisis. DNA virus yang masuk dalam bakteri menjadi bagian DNA inang melalui
rekombinasi. Meskipun menjadi bagian DNA inang, namun virus tidak langsung mengambil alih metabolisme sel inang. Siklus seperti ini disebut daur lisogenik

Keterangan gambar daur lisogenik pada virus:
- virus hidup pada area yang spesifik pada permukaan tubuh sel bakteri. sesudah melisiskan dinding sel, virus lakukan penetrasi materi genetik dna ke didalam tubuh bakteri.
- dna lantas menyisip ke didalam dna bakteri serta membentuk profage.
- bila bakteri membelah diri, profage turut membelah hingga anakan sel bakteri lalu memiliki kandungan profage. perihal ini berlangsung terus-menerus hingga jumlah bakteri yang memiliki kandungan profage jadi amat banyak. bila kondisi lingkungan beri dukungan, virus dapat alami pematangan hingga memasuki kondisi litik.
- virus-virus baru lalu dibentuk serta siap menyerang beberapa sel yang lain.
