Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

contoh cerpen mandarin

Contoh cerpen mandarin yang bisa direkomendasikan untuk tugas bahasa mandarin sekolah maupun kuliah haruslah berupa contoh cerpen mandarin yang baik, untuk itu kesempatan kali ini akan dimuat sebuah cerpen dalam bahasa mandari di blog ini tentu saja dikutip dari sumber lain. Pada dasarnya membuat sebuah cerpen mandarin sama saja dengan membuat cerpen dalam bahasa Indonesia, apalagi sebuah cerpen dimana aturan penulisannya tidak harus selalu baku.

berikut ini contoh cerpen mandarin yang singkat :
silahkan download dengan menggunakan url dibawah ini


www. ziddu .com/download/11086023/01RahasiaKunciWasiat .docx.html

Kritik Cerpen Hikayat Siti Rahima Yg Diambil Dari Antologi Cerpen Zen Hae "Rumah Kawin"

Mencari Kritik yg Tepat Buat Cerpen Hikayat Siti Rahima yg Diambil Dari Antologi Cerpen Zen Hae “Rumah Kawin”

Zen Hae (Nur Zain Hae) lahir di kembangan, Jakarta Barat, 12 April 1970. anak betawi ini lulus dari jurusan Bahasa & Sastra Indonesia IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta) pada 1994. Aktif menulis puisi, cerpen, & tinjauan sastra. Sejumlah puisinya sempat menjadi juara & nominator lomba cipta puisi di beberapa kota di Indonesia. Pernah bekerja, sebagai wartawan & bergiat di LSM. Kini sepenuhnya penulis lepas. Rumah kawin ini adalah buku ceritanya yg pertama. “ Zen Hae termasuk pengarang yg berhasil mendayagunakan kependekan : cerita pendek bukan lagi ringkasan dari risilah panjang, tapi mikrokosmos di mana kita bisa bermain tangkap-dan-lari dgn tokoh. Pengarang bukan lagi tukang khotbah, tapi benar-benar menjelma narator. Disitulah watak sadar diri maupun efek penjarakan membuat pembaca sebagai “pencipta kedua” yg ikut memperkaya atau melengkapkan kisah (Nirwan Dewanto).

Berikut Pemaparan Mengenai Unsur Instrinsik yg Terdapat Pada Cerpen “ Hikayat Siti Rahima” Karya Zen Hae

1. Sinopsis Cerpen

Seorang gadis yg sedang berputus asa, karena ia tidak lagi suci. Siti Rahima nama gadis itu mengandung benih dari seorang pria yg bekerja sebagai kontraktor jalan. Akhirnya Siti Rahima diusir oleh keluarganya, karena telah mencoreng nama baik keluarga & masyarakat kampungnya. Dgn keputus asaan Siti Rahima berjalan mencari lelakinya itu. Tiba di sebuah tempat, di bawah sebuah pohon besar. Pohon asam, Siti Rahima duduk buat sekedar beristirahat. Keesokan harinya, warga kampung menemukan Siti Rahima tanpa nyawa. Siti Rahima mati, masuk & tumbuhnya menyatu ke dalam Pohon Asam

2. Tema Cerpen

Menurut Brook & Waren dalam Guntur (93:125) menyatakan tema adalah unsur atau makna suatu cerita atau novel. Sedangkan disatu sisi yg berbeda Brooks, Waren, & Purser menyatakan tama adalah pandangan hidup yg tertentu atau perasaan tertentu mengenai kehidupan atau rangkaian nilai-nilai tertentu yg membentuk atau membangun dasar atau gagasan utama dari suatu bentuk karya tulis. Tema merupakan gagasan pokok yg terdapat adalm sebuah wacana. Tema yg bisa diangkat dari Hikayat Siti Rahima adalah : “ Perjuangan seorang gadis dalam mempertahankan kisah hidupnya di dunia fana”.

3. Setting Cerpen

sendiri adalah waktu, tempat, atau suasana yg terjadi dalam cerita. Setting kadangkala diangkat tidak jauh dari latar belakang penulis sebuah karya sastra, maksudnya sebagian besar setting dari sebuah karya sastra merupakan tempat dari pengalaman penulis yg sangat berkesan. Dalam Cerpen Hikayat Siti Rahima berlatar belakang setting di sebuah kampung dipinggiran kota yg berbatasan langsung dgn Ibukota Negara Jakarta,

“ Dulu aku manusia juga. Seorang perempuan. Tetapi, itu duli, sudah lama sekali. Jauh sebelum jalan lingkar luar ini dibangun oleh konsorsium kontraktor Jepang-Indonesia. Ketika sewah & kebun sayur membujur, ke utara & timur laut, mengikuti alaur sungai Kali Angke. Di sebelah timurnya, setelah hamparan sawah & kebun sayur, rumah-rumah orang kampungku…”

4. Tokoh-Tokoh Cerpen

Tokoh menempatkan urutan pertama dari setiap karya sastra. Tanpa adanya tokoh sebuah karya sastra tidak akan hidup.

Tokoh merupakan orang-orang yg diceritakan dalam sebuah karya sastra. Setiap tokoh dalam novel memiliki karakter yg berbeda-beda. Penggambaran watak tokoh dalam novel sangat detail, sehingga pembaca bisa memilai ,masing-masing tokoh tersebut. (Bahasa Indonesia, Tim Pengembangan Kurikulum ; 10). tokoh-tokoh yg terdapat dalam cerpen Hikayat Siti Rahima yaitu :

Siti Rahima

Seorang wanita yg terlahir dari keluarga sederhana. Kembang kampung yg baru merasakan jatuh cinta kepada seorang konsorsium kontrkator jalan. Wanita tegar, yg lagi berputus asa dalam pencarian sang lelaki pujaan hati yg pergi entah ke mana. Wanita yg penuh gairah & agresif. Wanita yg selal lapang dada menerima perlakuan & takdir dari sang Kuasa.

Pria yg menjadi pacar Rahima ( seorang Konsorsium Kontrkator Jalan)

Pria pekerja keras, pria yg tidak bertanggung jawab. Pria yg meninggalkan Siti Rahima setelah ia meraih hati & tubuh gadis itu, sampai sang gadis mengandung benih cinta mereka.

Ayah

Pria yg tegas, berwibawa, taat pada ajaran agamanya. Pria yg mengusir anaknya gadisnya karena telah mencoreng nama baik keluarga.

Ibu

Seorang wanita yg lembut, lemah, wanita yg sangat taat pada suaminya. Dia tidak bisa menetang ayah, ketika beliau mengusir Rahima dari rumah.

Orang-orang kampung

Orang-orang yg kurang mengecam pendidikan. Masih menganut sistem yg sangat tradisional. Masih percaya kepada yg namanya dukun & percaya kepada mitos. Orang-orang kampung yg tidak bisa mengusir para konsorsium kontraktor yg telah merusak alam kampung mereka.

5. Alur yg Digunakan Dalam Cerpen

Alur adalah struktur yg terdapat dalam fiksi atau drama (Brook dalam Guntur 1995:126). Artinya sebuah karya novel bergerak maju dari suatu permulaan (beginning), melalaui suatu pertengahan (middle), & akhirnya menuju kesuatu akhir cerita (ending).alur dalam cerpen Hikayat Siti Rahima Yaitu alur maju. & diakhiri dgn pencarian tempat kehidupan oleh Rahima, agar dia dia bisa diterima di surga atau neraka.

6. Gaya Bahasa yg dipakai dalam Cerpen

Sebuah gaya bahasa yg baik haruslah mengandung tiga unsur seperti berikut ini; Kejujuran, yaitu mengikuti aturan-aturan, kaidah-kaidah yg baik & benar dalam berbahasa. Sopan santun, yaitu memberi penghargaan atau menghormati orang yg di ajak bicara, khususnya pendengar atau pembaca. & Menarik, yaitu gaya bahasa dikatakan menarik apabila bervariasi, memiliki humor yg sehat, pengertian yg baik, penuh dgn tenaga hidup (vitalitas), & penuh daya khayal (imajinasi). Gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa, style atau gaya bahasa dapat dibatasi sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yg memperlihatkan jiwa & kepribadian penulis. Gaya bahasa yg dipakai dalam cerpen Hikayat Siti Rahima adalah :

Ø Anastrof/inverse adalah semacam gaya retoris yg diperoleh dgn pembalikan susunan kata yg biasa dalam kalimat.

“ Esok paginya orang-orang kampung ,menemukan tubuhku tergeletak kaku, dgn lidah yg terjulur di dalam gerowong pohon asam. Rahima bunuh diri, kata orang. Dibunuh orang, kata yg lain. Pendek kata, aku sudah mati. Tapi arwahku tidak pergi dari pohon ini…”

Ø Asidenton Adalah suatu gaya yg merupakan kebalikan dari pasidenton. Beberapa kata, frasa atau klausa yg berurutan dihubungkan satu sama lain dgn kata-kata sambung.

“ Pejamkan matamu, Tong. Matahari akan hilang. Hujan pertama akan datang. Tubuhku akan dingin, menggil, meliuk. Lidah-lidah air yg menjilati tubuhku, tanah & pepohonan, adalah lidah para lelaki yg kehausan…”

Ø Hiperbol, semacam gaya bahasa yg mengadung suatu pernyataan yg berlebihan dgn membesar-besarkan sesuatu hal.

“ namun, lelaki itu tidak hanya mengukur, mengeker, & mencatat. Ia memindai percik api dimataku. Dam aku merasakan debur ombak di dadanya. Lalu sapaan, rayuan gombal. Ahai… jilatan lidah ombak pada pasir panas. Tubuh-tubuh bergetar. Menggelinjang. Desah panjang. Percik darah….”

7. Amanat yg Terdapat Dalam Cerpen

Amanat yg disampaikan melalui cerpen Hikayat Siti Rahima adalah bahwa kita manusia jangan terlalu mengutamakan kehidupan dunia saja, apalagi yg bisa menjerumuskan kita kedalam dunia penuh dosam seperti free sexs. Kita mesti menyeimbangkan antara kehidupan dunia & akhirat. Jangan mudah berputus asa, apaun masalah yg lagi kita hadapi. Penyebab Tuhan tidak akan memberikan sebuah cobaan melebihi kemampuan umatnya. Yg paling penting kita tetap menjaga sopan sntun kita kepada kedua orang tua dgn menghormati mereka.

8. Kritik yg Cocok Buat Cerpen Hikayat Siti Rahima


Kritik adalah pengamatan yg teliti, perbandingan yg tepat beserta pertimbangan yg adil terhadap baik buruknya kualitas, nilai keberadaan sesuatu. Sedangkan kritik sastra ialah pengamatan yg teliti, perbandingan yg tepat beserta pertimbangan yg adil terhadap karya sastra (Tarigan 1993 : 188). Jadi secara sederhana, kritik sastra dapat diartikan sebagai penilaian terhadap mutu karya sastra berdasarkan kriteria & pendekatan tertentu. Buat dapat menetukan apakah suatu karya sastra itu mutunya baik atau buruk, seorang penilai tentu mesti membaca karya itu terlebih dahulu. Pada cerpen ini Kritik yg dapat diangkat yaitu, kritik mitopoik ini adalah kritik yg paling baru & yg paling ambisius dianta pendekatan-pendekatan kritik konterporer yg barang kali juga yg paling profokatif dalam tindakan-tindakan & kemungkinannya. Kritikus mitopoik pun mendapatkan fakta-fakta yg dikumpulkan dari hasil riset histories & kuantitatifnya dalam mitos, menjadi petunjuk jalan yg telah hampir hilang dalam perjalan kritik ke dalam sastra. Cerpen Hikayat Siti Rahima mengangkat kritik tentang mitopoik, di dalam novel ini Zen Hae menceritakan tentang penduduk kampung yg masih memegang erat tentang mitos dalam kehidupan. “Akhirnya mereka panggil seorang lelaki tua bermisai panjang & bermata picak. Di hari yg ditentukan, sang dukun membakar dupa & membaca mantra di depan gerowong tubuhku. “ dut serudut ular kadut. Yg nyangkut ngoyor kelaut. Aer manek aer sagu. Setan Rahima jangan ngeganggu. Puh!” aku tertawa mendengarnya. Begitu kental mitos yg ada di kampung itu sehingga pohon itu dijadikan tempat sacral pemujaan.

Arus Balik dalam Hidup Pramoedya Ananta Toer

Tulisan ini dimuat buat mengenang sastrawan kita Pramoedya Ananta Toer. Berikut ini artikel yg ditulis oleh Linda Christanty tentang Pramoedya

PRIA 68 tahun itu sudah digerogoti uban, setengah botak. Namun, ingatannya masih tajam. Nada bicaranya tegas. Terkadang dia berapi-api, lalu menyurut sedikit buat soal-soal yg memedihkan hati & sepasang mata tuanya ikut merah berkaca-kaca. Gendang telinga pria ini sudah rusak dihantam popor senapan, sehingga membuat orang mesti berbicara keras padanya. Dia tuli. Buat lebih aman, biarkan dia saja yg bercerita. Suaranya lantang, lebih agar dia sendiri bisa mendengar ketimbang tamu-tamunya yg berpendengaran normal.

“Nasution (Jenderal Abdul Haris Nasution yg dianugerahi bintang lima di masa Soeharto, kini sudah almarhum) telah membunuh teman saya, membuat teman saya mati. Waktu itu kami sedang mempertahankan Bekasi, tepatnya di daerah Lemah Abang. Nasution & Soeharto itu sama saja, sama-sama KNIL,” tuturnya, pahit, teringat pengalaman berjuang melawan Belanda.

Di tengah emosi yg campur-aduk tadi tak bisa disembunyikannya rasa benci terhadap penguasa Orde Baru yg telah mengirimnya ke Pulau Buru, tanpa pengadilan, & memaksanya hidup seperti Rubashov, seorang Bolshevik yg dihukum partainya sendiri. Rubashov tak lain tokoh dalam novel Arthur Koestler, Gerhana Tengah Hari. Pram, pria tua itu, menyukai novel tersebut.

Pada September 1965 pertikaian Angkatan Darat dgn Partai Komunis Indonesia mencapai puncak. Sejumlah perwira tinggi tiba-tiba diculik. Partai Komunis Indonesia dituding bertanggung jawab. Ketika itu presiden Soekarno sendiri kurang mesra dgn tentara & dianggap bersimpati pada sayap kiri di parlemen. Di tengah pertikaian elite politik inilah intrik & kasak-kusuk terjadi. Soeharto—seorang jenderal Angkatan Darat—memancing di air keruh, merebut kekuasaan & memerintahkan pembersihan terhadap orang-orang partai komunis di Indonesia. Pram yg menjadi pengurus lembaga kebudayaan partai itu ikut diburu.

Empat belas tahun dia menjalani hukuman, mulai dari sel penjara Salemba, Nusakambangan, sampai daerah gersang Buru. Sudah ditulisnya dua jilid otobiografi berdasarkan catatan pribadi selama di Buru, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu. Catatan ini berbentuk surat pada putrinya yg baru saja menikah disaat dia akan dibuang ke pulau tersebut, surat-surat yg tiada pernah terkirim. Barangkali, hidup tanpa hak-hak layak sebagai manusia membuat Pram ingat pada Rubashov, tokoh novel Koestler. & ternyata, penindasan ada dalam sistem manapun, kapitalisme juga sosialisme yg korup.

Dalam rumah beton dua lantai yg dibangun dari buku-bukunya yg laris di luar negeri, Pram belum bisa tidur nyenyak. Dia masih diawasi, wajib lapor, & tak bisa pergi ke luar negeri buat menerima penghargaan terhadap novel-novelnya. Di Indonesia, tahun 1993, tak satu pun buku Pram boleh beredar. Buku-bukunya dituduh mengandung ajaran Marxisme-Leninisme. Buat membaca buku Pram orang mesti sembunyi-sembunyi. Buku-bukunya beredar dari tangan ke tangan. Tiga aktivis pernah mendekam di sel gara-gara menyebarluaskan karya-karya Pram. Namun, Pram termasuk beruntung. Dia panjang umur, bisa memperjuangkan kemanusiaan lewat tulisan, & menjadi saksi dari berbagai zaman. Ratusan kawan senasibnya mati di kamp kerja paksa Buru & yg selamat, sebagian sakit jiwa; tinggal seonggok daging bernyawa tempat jiwa membusuk. Lebih sial lagi, nasib mereka yg terjebak di luar negeri. Pemerintah Soeharto sudah siap menangkap mereka yg kembali. Namun, di atas segala derita, rakyat kebanyakanlah yg paling naas. Jutaan mereka tumpas dibunuh tentara & tangan-tangan pemuda yg menjadi kacung. Barangkali, buat mereka yg terakhir inilah novel-novelnya dipersembahkan.

Tokoh-tokoh utama dalam novel-novel Pram selalu orang biasa, rakyat jelata, & bahkan, mereka yg hanya dikategorikan “massa” dalam sejarah resmi Indonesia. Orang-orang ini tak bakal ditemukan namanya dalam buku-buku pelajaran sejarah kita, yg hanya mencatat nama raja, pangeran, pejabat, atau jenderal belaka sebagai pahlawan atau pengkhianat. Sejarah Indonesia adalah sejarah penguasa, bukan sejarah kuli yg mendirikan candi atau serdadu yg memberontak & memimpin pasukan. Pram mencoba berbicara tentang sejarah dari sisi lain, melalui gundik (Bumi Manusia), anak petani (Arus Balik), ataupun pelacur (Larasati). Dia ingin berkata bahwa kaum yg hina itu juga punya andil buat tanah yg merdeka di beragam zaman.

Soekarno, tokoh perjuangan sekaligus presiden pertama Indonesia yg Pram kagumi, pernah berucap tak ada perubahan besar di muka bumi ini tanpa melibatkan massa. Jangan pernah meremehkan massa. Dari sanalah kekuatan perubahan berpusat & menyebar. Pramoedya Ananta Toer tentu memahami ucapan Soekarno, mungkin melebihi siapa pun. Dia kemudian menulis tentang mereka.

Dalam tetralogi Bumi Manusia, Nyai Ontosoroh—gundik seorang Belanda—menampilkan sosok pribumi pantang menyerah. Ontosoroh mengangkat martabat hidupnya yg setaraf budak menjadi perempuan yg menguasai ilmu dagang, pintar menulis & bercakap dalam bahasa penjajahnya. Ada pula tokoh pelarian dari negeri Cina, perempuan yg mengajari Minke—tokoh utama novel ini—tentang perlawanan terorganisasi, bernama Ang San Mei.

Ontosoroh sekuat tenaga melawan hukum-hukum Belanda yg sah merebut anak perempuannya & semua harta dari kerja kerasnya. Ang San Mei ikut gerakan bawah tanah melawan kaisar perempuan Ye Si yg disokong penjajah Barat di Tiongkok. Ontosoroh kalah. Ang San Mei meninggal dunia di tanah pelarian. Namun, yg terpenting mereka sudah melawan.

Selain tetralogi Bumi Manusia yg melegenda itu, ada satu lagi novel Pram yg selalu diingat orang, Arus Balik. Novel ini berlatar abad ke-16 & Pram kembali menokohkan orang biasa di dalamnya; Wiranggaleng, pemuda desa, juara gulat kadipaten Tuban.

Wiranggaleng dikisahkan punya pacar cantik, juara tari, bernama Idayu. Kedua anak muda desa Awis Krambil ini terlempar ke tengah hiruk-pikuk kekuasaan ketika Adipati Tuban, Wilwatikta, mengangkat Galeng sebagai syahbandar muda Tuban. Galeng & Idayu menetap di Tuban, padaperihal mereka cuma bercita-cita punya huma di desa.

Tuban, kota pelabuhan yg telah seribu tahun dikunjungi kapal-kapal dari barat, timur, & utara. Para pedagang membawa rempah-rempah dari Maluku & cendana dari Nusa Tenggara Barat, lalu mengambil beras, gula, garam, & minyak tumbuhan dari bumi Tuban. Dulu Tuban taklukan Majapahit, tapi setelah kerajaan itu runtuh akibat intrik & perang saudara, Tuban merdeka, bahkan meluaskan wilayah sampai Jepara. Konon, Wilwatikta, ikut bersekongkol menjatuhkan Majapahit. Dia keturunan Ranggalawe, gubernur Tuban yg memberontak pada Majapahit.

Pada 1511 terjadi perubahan arus modal & perniagaan di Nusantara. Malaka, bandar besar di Asia, jatuh ke tangan Portugis. Malaka adalah wilayah strategis di Semenanjung yg pernah dikuasai dua kerajaan besar, Sriwijaya & Majapahit. Kejatuhan Malaka bukan sekadar hilangnya sebuah wilayah, tapi menandai perubahan arus perdagangan dunia di Asia. Kapal-kapal niaga dari Arab, Eropa, & India tak berani singgah di bandar itu lagi, menghindari Portugis. Ini berarti ancaman juga buat Tuban. Kapal-kapal dagang asing tak berlabuh lagi di pelabuhan Tuban. Lalu-lintas dagang mereka telah diputus Portugis di Malaka.

Dua tahun setelah Malaka jatuh, Adipati Unus, putra Raden Fatah dari Demak, mencoba merebut bandar tersebut dgn mempersatukan Nusantara. Wilwatikta menolak membantu, karena Adipati Unus sebelumnya telah merampas Jepara & menjadikan kota pelabuhan itu wilayah taklukan Demak. Adipati Tuban sengaja memperlambat kiriman pasukannya. Ketika gabungan pasukan Tuban-Banten datang, dua puluh ribu tentara laut Aceh-Jambi-Riau-Demak-Jepara yg dipimpin Adipati Unus telah kalah dihajar meriam Portugis di perairan Semenanjung itu.

Wiranggaleng, kepala gugusan Tuban, tak habis pikir. Penyebab kekalahan itu masih samar baginya. Namun, lama-kelamaan dia mengerti. Konflik-konflik internal di Nusantara telah memecah-belah kekuatan mereka. Aceh disebutkan ingin memiliki Malaka buat diri-sendiri. Tuban mengingkari janji lantaran kasus Jepara, terlambat lima hari sampai di Semenanjung. Kekalahan Adipati Unus justru menerbitkan rasa kagum Wiranggaleng, pemuda desa yg lugu, buta politik, yg semata-mata orang suruhan penguasa Tuban.

Adipati Unus satu-satunya orang yg berani berusaha mempersatukan kekuatan melawan Portugis, & berani melaksanakan penyerangan. Kekalahan yg terjadi bukan kekalahan perang, tapi kegagalan dalam mengatur kekuatan sendiri. Kemudian ia menyimpulkan: armada gabungan itu semestinya tidak kalah. (hlm. 206)

Arus Balik mengungkap seputar intrik & permainan politik yg berujung pada runtuhnya kejayaan Tuban. Letupan-letupan konflik agama lama, Hindu-Budha, & agama baru, Islam juga muncul. Wiranggaleng tidak ingin perbedaan agama membuat orang merestui penindasan terhadap yg lain. Adipati Tuban sudah memeluk Islam, sedang Galeng beragama Hindu.

Suatu hari, seorang mata-mata Portugis, Sayid Habibullah Almasawa, datang ke Tuban & berkat kelicikannya dia diangkat menjadi syahbandar. Adipati Tuban nekad memelihara musuh yg tengah dicari-cari utusan Sultan Mahmud Syah, penguasa lama Malaka, diincar orang-orang Demak-Jepara & pedagang-pedagang Cina Lao Sam—daerah otonomi khusus orang-orang Cina. Baginya, kehadiran Almasawa yg fasih bahasa Portugis & Spanyol itu bisa membuka kontak dagangnya dgn Portugis, bisa menguntungkan Tuban beserta menghidupkan kembali pelabuhan yg sepi. Baginya, Tuban mesti makmur. Persetan wilayah atau kota lain. Watak Adipati Tuban yg lokalis ini berakibat fatal di kemudian hari.

Di Jepara tengah terjadi pergantian kepemimpinan. Adipati Unus mangkat. Dia digantikan Trenggono, adik kandungnya. Trenggono punya ambisi berbeda dgn Unus. Dia menjadikan strategi merebut Malaka sebagai kamuflase tujuan sejatinya buat merebut Sunda Kelapa, Cimanuk, Cirebon, bahkan Tuban, kota-kota pelabuhan di Jawa. Trenggono mencetuskan perang saudara. Ratu Aisah, sang ibunda, menentang putranya & tak digubris Trenggono. Adipati Tuban yg terkecoh oleh muslihat Trenggono kembali mengirim Wiranggaleng & pasukannya ke Semenanjung. Tetapi, kali ini Demak-Jeparalah yg berkhianat. Tentara Demak justru menyerang Tuban ketika pasukan Tuban tengah terombang-ambing di laut menuju Malaka. Trenggono memimpin langsung pasukan Demak menyerbu kadipaten Tuban.

Di lain pihak, armada Portugis bergerak ke Maluku & Nusa Tenggara Barat, membinasakan armada dagang Tuban & Blambangan yg selama ini memonopoli Maluku. Portugis ingin menguasai sumber rempah-rempah. Sementara itu, kapal Portugis juga mulai masuk ke perairan Jawa, mendirikan benteng di Pamanukan & mengintai Tuban. Arus sudah berbalik. Masa kejayaan kerajaan Nusantara telah lewat, ekspansi-ekspansi melewati samudra telah berhenti. Sebagai gantinya, armada laut asing muncul dari ujung selatan & memasuki wilayah Nusantara, merebut kota-kota pelabuhan & niaga. Inilah babak awal kapitalisme perdagangan di Nusantara.

Wiranggaleng, senapati Tuban, sebenarnya punya peluang buat menahan arus balik itu. Dia memperoleh restu Ratu Aisah dari Jepara, ibunda Adipati Unus. Dia berhubungan baik dgn penguasa Lao Sam. Dia sudah mengusir Demak dari Tuban. Tetapi, Galeng justru memilih tinggal di desa & menjadi petani. Dia tak mau jadi raja. Di hadapan pasukannya yg berharap, Galeng membuat keputusan.

“Telah aku baktikan masa mudaku & tenagaku & kesetiaanku. Biar pun hanya secauk pasir buat ikut membendung arus balik dari utara. Arus balik itu ternyata tak dapat dibendung. Kekuatan buat itu ada pada Trenggono, & Sultan Demak itu tidak bisa diyakinkan buat menggunakannya. Arus tetap datang dari utara, yg selatan tetap tertindih. Ya, Dewa Batara, kau tak beri aku kekuatan buat menyedarkan raja & sultan sehingga jadi gelombang raksasa, bukan sekedar mendesak arus balik dari utara, bukan saja buat jaman kemerosotan ini, juga kelangsungannya buat selama-lamanya. Gajah Mada, anak desa itu telah berhasil. Ia gerakkan tangannya & semua jadilah yg dipegangnya, semua bangun yg disentuhnya. Pergilah dia, pergi buat selama-lamanya, meninggalkan kebesaran & arus besar yg mengimbak-imbak megah berpendaran damai ke utara. Aku bukan Gajah Mada. Tiada sesuatu hasil apalagi kebesaran kutinggalkan kecuali kesakitan & kekecewaan dalam diri & terhadap diri-sendiri.” (hlm. 749)

Tetapi, tahukah Galeng bahwa Gajah Mada pun telah dibinasakan kekuasaan? Patih Majapahit ini dibunuh Hayam Wuruk gara-gara peristiwa Bubat. Banjir darah di Bubat terjadi setelah Raja Padjadjaran menolak mempersembahkan putrinya (Dyah Pitaloka) sebagai upeti, melainkan sebagai wanita yg hendak dipersunting Hayam Wuruk. Pasukan Gajah Mada membunuh sang raja yg tak mau tunduk berbeserta pengikutnya. Asal-usul Patih Gajah Mada sengaja disembunyikan penulis babad agar keluarganya tak ikut dihabisi penguasa Majapahit itu.

Arus Balik sering disebut-sebut sebagai karya terbesar Pram. Namun, novel ini bukan tanpa cacad. Dalam karya yg dijuluki “literatur maritim Nusantara” tadi, Pram justru bertolak dari kota pelabuhan Tuban, yg tak sebanding dgn kebesaran Majapahit apalagi Sriwijaya. Novel ini seolah mengatakan seluruh perubahan iklim modal & politik Nusantara bertumpu pada sebuah kota kadipaten.

Pram juga terlalu melebih-lebihkan Majapahit sebagai kerajaan laut terbesar di Nusantara. Apakah lantaran dia meminjam mulut Wiranggaleng, pemuda desa, sehingga penjelasannya yg sembarangan ini bisa diterima? Apakah lantaran tokoh rekaannya itu cuma orang desa yg tak punya pengetahuan luas, sehingga pernyataannya bisa dimaklumi? Jelaslah di sini betapa kejayaan Nusantara dipandang dari sudut orang desa pedalaman Jawa.

“Tunggu,” tegah Wiranggaleng, “biar aku ceritai kalian. Dahulu, di jaman kejayaan Majapahit, arus bergerak dari selatan ke utara, dari Nusantara ke Atas Angin. Majapahit adalah kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di muka bumi ini …” (hlm. 746)

Pram lupa bahwa kerajaan Majapahit yg mulai berdiri pada abad ke-13 tersebut hanya mengalami 70 tahun masa jaya. Sriwijaya yg menguasai samudra sejak abad ke-7 sampai awal abad ke-13 tak disinggung sebagaimana mestinya. Tahukah Pram bahwa perang laut terbesar di Asia Tenggara terjadi ketika Sriwijaya mengerahkan seratus ribu tentara laut melawan Funan?


Namun, selebihnya Pram cukup jeli menghadirkan situasi sesuai zaman. Kosa kata bahasa Melayu yg jadi lingua franca waktu itu muncul di sana-sini, seperti seluar (celana), ditunu (dibakar), para-para (lekukan kayu di dinding), tegah (cegah), & sebagainya. Ini juga jejak-jejak Sriwijaya, bukan?

Ah, pria itu kini menjelang 78 tahun usianya. Dia sudah pindah dari rumah beton berlantai dua. Tentu saja ke rumah yg lebih megah, berlantai lima, dekat kota hujan Bogor. Dia sudah bebas ke luar negeri sekarang, karena pemerintah Soeharto tumbang lima tahun lalu. Buku-bukunya bebas dicetak ulang. Dia sudah kaya-raya. Dia sudah menang.

“Apa rahasia Pak Pram menjaga stamina?” tanyaku, hampir sepuluh tahun lalu.

“Berolah raga teratur. & kamu kenapa kurus begitu? Jaga kesehatan, makan vitamin C 500 miligram sehari. Kalau ba& lemah, bagaimana bisa menang lawan Soeharto,” jawabnya, terkekeh.

Lupa kutanyakan mengapa dia menulis begitu banyak buku & tebal-tebal. Namun, terbersit juga sebaris kalimat catatan harian Rubashov dalam novel Koestler itu: Tiap pikiran salah yg kita turut berarti kejahatan terhadap generasi-generasi yg akan datang. Barangkali, itulah penyebab dia menulis, ingin mengungkap apa yg dulu disembunyikan atau tersembunyi dari pengetahuan angkatan yg kemudian.

Source: http://aboutlindachristanty.wordpress.com/2007/03/20/arus-balik-dalam-hidup-pramoedya-ananta-toer/

TANTRA, ILMU PEMBEBASAN



Tantra adalah ilmu pengetahuan kerohanian yg buat pertama kalinya diajarkan di India 7000 tahun silam. Tan barasal dari akar kata Sansekerta yg berarti “perluasan”, & Tra berarti “pembebasan”. Dgn demikian Tantra merupakan latihan rohani yg mengangkat manusia ke dalam suatu proses yg memperluas pikirannya. Tantra menghantar manusia dari suatu keadaan tidak sempurna menjadi sempurna, dari keadaan kasar menjadi halus, dari kemelekatan menjadi terbebaskan.

Perkembangan Tantra berjalin dgn perkembangan peradaban di India kuno. Pada disaat Tantra tumbuh menjadi latihan rohani yg utama, India sedang mengalami suatu masa persimpangan sejarah. Di barat laut suku-suku pengembara dari Asia tengah, yaitu Arya, mulai memasuki India yg mereka namakan Bharata Varsha (tanah yg menghidupi & mengembangkan umat manusia). Meskipun mereka adalah bangsa pengembara dgn kebudayaan perang, di kalangan mereka ada juga para bijak yg dikenal sebagai Rishi yg mulai mengungkapkan berbagai pertanyaan mendasar tentang asal mula & tujuan alam semesta.

Para bijak itu menyampaikan ajaran-ajarannya dari mulut ke mulut, & belakangan mereka mengumpulkannya menjadi buku yg dikenal dgn nama Veda. Dalam ajaran-ajaran ini mereka mengemukakan pemikiran tentang Kesadaran Yg Maha Tinggi, jauh lebih maju daripada berbagai konsep yg sebelumnya ada di dunia ini mengenai para dewa yg dianggap menghidupi kekuatan alam. Mereka juga mengembangkan sistem doa & puja agar dapat memasuki keterhubungan dgn Kesadaran Agung, namun kebanyakan bentuknya masih bersifat eksternal, ritual belaka.

Di India suku bangsa Aria berhadapan & bertempur dgn penduduk pribumi - bangsa Austrik, bangsa Mongolia, & bangsa Dravidia. Bangsa Aria menganggap para pribumi ini merupakan bangsa yg lebih rendah, & dalam dongeng India seperti Ramayana, bangsa-bangsa itu dilambangkan seperti para monyet & hantu.

Meskipun dianggap rendah, namun bangsa Arya sangat tertarik pada latihan rohani yg dipraktikkan para pribumi. Pendekatan rohani yg dianut mereka yg bukan Arya adalah Tantra, & itu sangat berbeda dgn syariat Veda milik kaum Arya, karena Tantra pada dasarnya adalah proses introvers, masuk ke dalam, bukan sekedar upacara eksternal saja. Banyak orang Arya yg mulai mempelajari cara pengembangan rohani Tantra, & pada masa kemudian buku-buku Veda sangat dipengaruhi oleh Tantra.

Dalam masa peperangan antara suku bangsa Arya & non-Arya, lahirlah seorang agung. Namanya Sadashiva, artinya “dia yg selalu terserap dalam kesadaran” & “dia yg sumpah satu-satunya hanyalah buat memajukan kesejahteraan menyeluruh semua kehidupan”. Sadashiva, dikenal juga sebagai Shiva, adalah seorang Guru rohani yg istimewa. Meskipun Tantra sudah dipraktikkan sejak sebelum kelahirannya, namun beliaulah yg pertama kali mengungkapkan perkara rohani secara sistematis bagi umat manusia.

Bukan saja beliau adalah seorang guru spiritual, namun beliau juga pelopor sistem musik & tari India, dari penyebab itu beliau terkadang dikenal pula sebagai Nataraj (Tuhan Penata Tari). Shiva juga merupakan pelopor ilmu pengobatan India, & menurunkan suatu sistem yg terkenal dgn nama Vaedya Shastra.

Dalam bidang sosial Shiva juga memainkan peranan penting. Beliau memelopori sistem pernikahan, yaitu kedua mempelai menerima saling tanggung jawab demi keberhasilan perkawinan, tanpa memandang kasta atau suku. Shiva sendiri melakukan perkawinan campur, & dgn mengawini seorang putri Arya beliau membantu menyatukan berbagai pihak di India yg sedang saling berperang & memberikan bagi mereka suatu sudut pandang sosial yg lebih universal. Karena kepeloporan sosial ini Shiva dikenal juga sebagai “Bapa peradaban manusia”.

Sumbangan terbesar dari Shiva pada kelahiran peradaban yg baru adalah pengenalan konsep dharma. Dharma adalah suatu kata Sansekerta yg berarti “sifat dari sananya” milik sesuatu hal. Apakah yg menjadi sifat alamiah & kekhasan manusia? Shiva menerangkan bahwa manusia selalu menginginkan lebih, lebih daripada kenikmatan yg diperoleh dari kepuasan inderawi. Beliau mengatakan bahwa manusia berbeda dgn tanaman atau binatang karena apa yg sangat diinginkan oleh manusia adalah kedamaian mutlak. Itu adalah tujuan hidup manusia, & ajaran rohani Shiva ditujukan buat memberdayakan manusia buat mencapai tujuan itu.

Seperti halnya dgn berbagai ajaran kuno lainnya, ajaran Shiva disampaikan dari mulut ke mulut, & baru kemudian dituliskan ke dalam buku. Isteri Shiva, Parvati, sering bertanya pada beliau mengenai berbagai pengetahuan rohani. Shiva memberikan jawabannya, & kumpulan tanya jawab ini dikenal sebagai Tantra Shastra (kitab suci Tantra). Ada dua macam buku. Prinsip-prinsip Tantra terdapat dalam buku bernama Nigama, sedangkan praktik-praktiknya dalam buku Agama.

Sebagian buku-buku kono itu telah hilang & sebagian lagi tak dapat dimengerti karena tertulis dalam tulisan rahasia buat menjaga kerahasiaan Tantra terhadap mereka yg tak memperoleh inisiasi, namun dgn demikian pemikiran-pemikiran Tantra tak pernah terungkapkan dgn jelas.

Guru & Murid

Dalam berbagai ulasan mengenai Tantra Shastra & dalam bukunya mengenai kehidupan & ajaran Shiva, Shrii Shrii Anandmurti mengemukakan beberapa pemikiran dasar bersumber dari ajaran-ajaran kuno itu. Salah satu unsur utama dalam Tantra adalah hubungan antara Guru & murid. Guru berarti “seseorang yg dapat menyingkirkan kegelapan” & Shiva menjelaskan bahwa agar diperolehnya keberhasilan rohani mesti ada seorang guru yg baik & seorang murid yg baik.

Shiva menjelaskan bahwa ada tiga jenis Guru. Golongan pertama adalah guru yg memberikan sedikit pengetahuan namun tidak menindaklanjuti pengajarannya. Jadi mereka pergi & meninggalkan murid tanpa pengarahan. Kelompok kedua atau tingkat menengah adalah mereka yg mengajar & mengarahkan para muridnya sebentar namun tidak selama masa yg diperlukan murid buat mencapai tujuan akhirnya. Jenis guru yg paling baik menurut Tantra adalah yg memberikan pengajaran & kemudian mengupayakan terus menerus agar muridnya mengikuti semua petunjuk & sampai menyadari tujuan akhir kesempurnaan manusia.

Ciri guru yg istimewa ini lebih jauh diperinci dalam Tantra Shastra. Guru adalah yg tenang, dapat mengendalikan pikirannya, rendah hati, & berpakaian sederhana. Dia memperoleh penghidupannya secara layak, & berkeluarga. Dia fasih dalam filsafat metafisik & matang dalam seni meditasi. Dia juga tahu teori & praktik pengajaran meditasi. Dia mencintai & menuntun para muridnya. Guru yg demikian disebut Mahakoala.

Namun meskipun ada seorang guru yg hebat, tetap saja mesti ada sesorang yg dapat menyerap pelajarannya. Tantra Shastra menguraikan tiga kelompok murid. Jenis pertama dapat dibandingkan dgn sebuah gelas yg dibenamkan ke air dgn mulut kebawah. Meskipun berada di dalam air & tampak penuh, namun bila dikeluarkan dari air akan tetap kosong. Ini seolah seorang murid yg berlaku baik di depan gurunya, namun begitu gurunya pergi, murid itu tidak melanjutkan latihannya & tidak dapat menerapkan pelajarannya dalam keseharian.

Kelompok murid kedua adalah seperti gelas yg dicelupkan miring ke dalam air. Tampaknya memang penuh disaat terbenam namun ketika diangkat akan kehilangan banyak air. Murid seperti ini adalah yg tekun disaat kehadiran gurunya namun perlahan-lahan akan berkurang bahkan meninggalkan latihannya sama sekali.

Kelompok murid yg terbaik dilambangkan dgn gelas yg dibenamkan dalam air dgn posisi tegak. Disaat dalam air gelas itu penuh & disaat diangkat keluar air tetap penuh. Murid seperti ini tekun berlatih di hadirat gurunya & terus bertekun biarpun secara fisik terpisah jauh dari gurunya.

Hubungan guru murid sangat penting & merupakan ciri kunci dalam Tantra. Jalan rohani sering disamakan dgn sisi tajam pisau cukur. Mudah sekali keluar dari jalur & dgn demikian memang sulit memperoleh pembebasan. Sang guru selalu hadir buat mencintai & menuntun si murid pada setiap tahap upayanya.

Shiva adalah Mahakoala, namun sejak kematiannya tak ada guru yg sepa& lagi dengannya & Tantra mengalami surut. Berbagai ajarannya hilang & sebagian lagi terpelintir. Kini Tantra terselubung misteri & banyak sekali salah pengertian mengenainya.

Meraih pengertian tentang M

Buat mengerti sumber salah pengertian itu, patut kita teliti mengenai 5M, yaitu beberapa latihan rohani yg dinamai dgn huruf mula M. Shiva mulai mengajarkannya sepa& dgn kemajuan murid. Beliau mengamati bahwa orang terntentu masih pada tingkat terkuasai oleh nafsu hewani & sebagian lain sudah berkembang lebih tinggi. Beliau memberikan latihannya tergantung pada sifat muridnya.

Huruf M pertama adalah Madya. Artinya ada dua. Salah satu arti madya adalah “anggur”. Bagi mereka yg masih dikuasai oleh insting ragawi Shiva menganjurkan mereka buat tetap minum anggur, namun beliau menunjukkan jalannya buat mengendalikan kebiasaan itu & akhirnya meninggalkannya.

Bagi mereka pada tingkat yg lebih tinggi, madya mempunyai arti yg berbeda. Artinya bukan anggur melainkan “madu ilahi”. Sepanjang waktu kelenjar pineal mengeluarkan cairan yg disebut amrta. Seorang yogi yg telah membersihkan pikirannya & berlatih puasa dapat mencicipi cairan ini & mengalami kedalaman akibat cairan ini pada seluruh dirinya, yg sering disebut sebagai penuh kebahagiaan. Jadi, ada dua pengetian madya, yg kasar & materiil, & pengertian yg lebih halus & rohani.

Huruf M berikutnya adalah Mamsa. Salah satu artinya adalah daging. Bagi mereka yg makan banyak daging, Shiva menganjurkan buat meneruskannya namun dgn pemikiran rohani & akhirnya mengendalikan beserta meninggalkan kebiasaan itu. Bagi praktisi Tantra yg lebih halus, mamsa berarti lidah & berhubungan dgn latihan rohani pengendalian ucapannya.

Matsya, huruf M yg ketiga, berarti ikan. Bagi praktisi yg masih berpikir ragawi, Shiva mengajarkan perihal yg sama seperti anggur & daging. Pada tingkat Tantra rohani atau halus, ikan berarti dua jalur halus yg menelusuri tubuh dari ujung tulang belakang yg saling menjalin & berakhir di kedua lubang hidung. Kedua jalur ini dikenal sebagai ida & pingala. Dgn pengetahuan pengendalian napas, Pranayama, aliran dalam kedua jalur itu dikendalikan & pikiran menjadi tenang agar mudah meditasi. Ini adalah bentuk matsya bagi praktisi spiritual.

Huruf M berikutnya adalah Mudra. Mudra hanya mempunyai arti spiritual & tak ada hubungannya dgn praktik yg lebih kasar. Mudra berarti memelihara hubungan dgn semua yg membantu kita memperoleh kemajuan rohani & menghindarkan diri dari kehadiran semua perihal yg dapat mengganggu kemajuan kita.

Huruf M terakhir adalah Maethuna, & ini yg banyak menimbulkan kerancuan mengenai Tantra. Maethuna berarti persatuan. Pada pengertian yg rendahan berarti persatuan seksual. Bagi mereka yg masih dikuasai oleh insting seksual, Shiva menganjurkan bahwa seks dilakukan dgn ideasi rohani & secara perlahan mesti dikendalikan.

Bagi para praktisi yg lebih maju, yaitu mereka yg telah mempraktikkan Tantra yg lebih rohani & lebih halus, Shiva mengajarkan praktik Maethuna yg lain. Dalam perihal ini, “persatuan” berarti menyatukan kesadaran seseorang dgn Kesadaran Mahatinggi. Dalam perihal ini enersi spiritual manusia, yg diam tertidur di ujung tulang belakang, dibangkitkan sampai naik mencapai pusat enersi yg paling tinggi (dekat kelenjar pineal), mengakibatkan praktisi mengalami persatuan dgn Yg Mahatinggi.

Persatuan yg halus

Salah satu ciri khas dari Tantra yg halus adalah metode meditasinya yg introvers, masuk ke dalam. Konsep mantra memiliki tempat yg penting dalam paham meditasi Tantra. “Man” berarti “pikiran” sedangkan “tra” berarti “yg membebaskan”. Maka mantra adalah getaran tertentu yg membebaskan pikiran.

Para yogi jaman dahulu bereksperimen dgn berbagai getaran suara & mulai menggunakan suara-suara khusus yg mereka anggap berguna bagi perluasan pikiran. Mereka menemukan bahwa ada tujuh pusat enersi psycho-spiritual yg utama dalam tubuh manusia. Mereka selanjutnya menemukan bahwa ada 50 macam suara keluaran dari pusat-pusat enersi itu. Suara-suara ini terdapat dalam abjad Sansekerta, & kombinasi dari suara-suara itu dipergunakan pada jaman dahulu dalam proses konsentrasi & meditasi.

Selama meditasi Tantra, seorang meditator akan berkonsentrasi pada mantra & mengupayakan satu getaran suara saja (& ideasi yg berhubungan dengannya) dalam pikirannya. Pengulangan mantra secara menerus akan mengangkat kesadaran praktisi pada tingkat yg lebih tinggi.

“Tidak sembarang suara secara acak dapat dipergunakan buat meditasi, namun memang ada beberapa ciri yg mesti dimiliki mantra agar bermanfaat. Pertama, setiap mantra haruslah berdenyut sifatnya, yaitu mempunya dua suku kata yg dirapal ulang seiring tarikan & hembusan napas. Selanjutnya mantra mesti berkaitan dgn suatu ideasi. Paham umum yg digunakan mantra dalam meditasi adalah “Aku menunggal bersama Kesadaran Mahatinggi”. Mantra yg demikian membantu mengkaitkan kesadaran praktisi pada keseluruhan kesadaran alam semesta.

Ciri terakhir dari mantra adalah mantra mesti memiliki getaran tertentu yg dapat menghubungkan getaran si meditator dgn getaran Kesadaran Agung. Karena setiap orang tidak sama, maka mantra yg digunakan juga tidaklah sama bagi setiap orang. Guru meditasi akan memilihkan mantra yg sesuai dgn getaran tertentu seseorang & dapat menghubuingkan getarannya dgn irama semesta Kesadaran Agung. (Lihat juga “Mantra)”.


Tantra bukan saja merupakan kumpulan teknik meditasi atau yoga belaka. Ada paham-paham mengenai dunia yg terkandung di dalamnya. Menurut Tantra, perjuangan adalah sari hidup. Upaya penuh perjuangan mengatasi berbagai kendala & maju dari keadaan tak sempurna menuju yg sempurna adalah semangat sejati dari Tantra.

Dalam upaya maju dari ketidaksempurnaan menuju kesempurnaan, ada tiga tingkat yg mesti dilalui. Tingkat pertama, seseorang masih dikuasai oleh insting hewaninya, namun pada tingkat berikutnya dia berhasil mengendalikan insting-insting itu & mencapai tingkat perkembangan sebagai manusia sejati. Akhirnya, dgn upaya & perjuangan yg berkelanjutan, suatu tingkat (kosa) akan tercapai disaat seseorang bagaikan dewata. Tantra dgn demikian memiliki sudut pandang dunia yg sangat optimistik. Tantra menunjukkan bagaimana seseorang maju dalam lingkaran kosmik (”Brahmacakra“) dgn kesadaran yg kurang, maju menuju yg jauh sangat lebih tinggi. [Tulisan ini merupakan petikan dari The Wisdom of Yoga karya Acarya Vedaprajinananda Avadhuta, Nanda Marga Publications, Singapore, 1990]

Source: http://anandamarga.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=123&Itemid=26

CINTA ORANG-ORANG GAGAH


Assalamualaikum…!!!



Ada 2 sahabat hadir disini. Keduanya adalah orang – orang yg benar – benar kuinginkan ada di sini. Di dada ini. Meskipun suatu waktu aku tiada lagi entah kemana.

Gadis manis belia yg mencoba menjadi dewasa.
Yg sekarang mau ku tahu adalah…apa arti dewasa bagimu ?
Apakah jika kamu tak lagi mengandalkan tangan orang lain ?
Atau karena umur kamu yg masih belia, maka timbul kebimbangan tentang kedewasaan ?
Hai gadis manis..!!
3 bulan lalu aku pernah bertemu dgn lelaki garang berumur 30 an. aku tertawa lepas dalam hati sambil berkata : huahahhaha ini rupanya jiwa seorang bocah yg terkurung dalam tubuh berbulu itu ..!!
…………………………………………………………
Apa kabar dgn usia ?
…………………………………………………………
Buat kau tahu.
Lupakan sejenak apa yg ku ungkapkan tadi. Maka sebenar – benarnya ada sebuah sisi kedewasaan yg sudah kau miliki…!!
Walaupun aku tahu bukan dari mulut mungilmu yg mengatakan.
Kadang kau & aku seperti dua manusia yg berdiri kaku & saling sapa seperlunya.
Jangan lagi seperti ini ! setuju ?
Aku belum menjadi apa – apa. Tapi kuusahakan yg kubisa buat membantumu.

Akhhhhhhhhh…..kamprettttttt…si lelaki tampan dgn rambut brondong jagong..huahahhahahah..!!!
Kau mempunyai beberapa perihal yg kuinginkan ada dalam diri ini.
Jangan Tanya..!! aku lagi terburu – buru !
Akh…aku teringat canda kita tentang sebuah film.
Judulnya “ Poho deui “.
Aku adalah pemeran utama film ini. Kau hanya sekedar piguran, tapi kau bisa menjadi pemeran utama di film ini.
Tetaplah ada dalam setiap adegan. Jangan menjauh. Karena skenario film ini bukan hanya butuh Voice Over. Mesti ada dialog & parenthetical yg penuh penghayatan.
Mampus luhhhhhhhhh!!!! Kagak ngarti..!!!!!!!!!! ( becanda, fren ! )

……………………………………………………………………………………………………………
Seperti juga aku.
Ingin menjadi pemeran utama dalam filmmu yg berjudul “ hentai only “.
Ya ! kita mencumbu kisah hidup ( film ) yg mau menjadi satu.

Sebentar !
Aku hisap dulu rokokku.
Kuteguk dulu hangatnya bir kaleng ini.

Cinta……!!:heart: :love:
Cinta sejati seperti angin yg membelaimu tak terasa… karena kau biasa.
Tak terasa
Karena kau biasa
Karena kau terbiasa
Tanpa terduga..tanpa di duga – duga.
Kebenaran rasa hadir dari saling menyelami buah hatinya masing – masing.
Saling tahu tanpa mau tahu
Karena kejujurannya lekas – lekas bakal datang
Saling membutuhkan tanpa ada niat ingin merasa dibutuhkan
Saling merindukan. Rindu yg terikat pada sepasang kaki merpati.
Saling membenahi diri
Percintaan yg baik adalah para pelakunya menjadi baik pula
Terimalah salam hormatku buat kalian berdua!
Semoga dalam kebersamaan kalian dilindungi & diberkati Yg Maha Kuasa !
Amien Ya Robal Alamin

Kasih tahu aku apa nanti yg membuat bahagia
Kasih tahu aku apa nanti yg menjadikan kesedihan
Kasih tahu aku apa nanti yg menjadikan perselisihan
Kasih tahu aku apa nanti……aku masih ada dalam diri kalian ?
Ceritakan padaku apa yg terjadi nanti & hari ini

Jangan jauh dari diriku
Ada rasa tak ingin dilupakan yg berkecamuk di hati kabut mahameru
Semoga kalian menjadi orang – orang yg menunjukkan sosok aku yg ada di sana.
Di sana…di atas bukit, & matanya memandang penuh arti pada pulau rahasia miliknya.

Assalamualaikum…!!!

penceritaan ulang dari novel berdebu yg di daur ulang
" Cinta Orang - Orang Gagah "
copy:http://my.opera.com/ibenk_sablenk/archive/monthly/?startidx=5

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids air tanah anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain di jual diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sertifikat tanah sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet