Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

modul mata kuliah

Dalam blog pengumuman-property ini terdapa juga beberapa modul mata kuliah, adapun bermacam jenis dan contoh modul mata kuliah yang ada saat ini di blog ini diantaranya:

modul mata kuliah untuk beberapa jurusan terutama jurusan komputer dalam hal instalasi jaringan akan dimuat di halaman berukutnya, kuliah komputer memang cenderung membutuhkan berbagai contoh modul pelengkap dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa. Inti dari jurusan komputer mungkin adalah instalasi, baik instalasi software maupun hardware. sedangkan programing juga bisa dikategorikan sebagai mata kuliah terpenting dalam kuliah komputer.

contoh modul bagi mahasiswa tentu amat berbeda dengan modul smk dimana anak smk jurusan komputer masih menggunakan modul-modul tingkat dasar. modul komputer dapat didownload di beberapa tempat terutama di sebuah situs / website belajar komputer (ilmu komputer) dot con. modul pembelajaran yang mereka sediakan umumnya berbentuk PDF file dan semua gratis didownload namun tidak boleh dikomersialisasi (commercial right).
Secara sepinta pengertian modul dapat diartikan sebagai bahan ajar yang dapat siswa atau mahasiswa peroleh dari guru atau dosen, tujuan diberikannya modul ini untuk mengefektifkan proses belajar dan mengajar. Dengan adanya modul maka dosen atau guru tidak lagi harus menjelaskan secara keseluruhan secara terperinci sebab siswa atau mahasiswa dapat saja membaca dan mengembangkannya sendiri dengan membaca modul yang ada.

Modul matematika memiliki keterkaitan dengan modul komputer, bahasa komputer adalah bahasa alogaritma yang dasar-dasarnya ada pada pelajaran matematika. Kebanyakan dari modul prtaktikum komputer akan kita temui rumus-rumus matematika. Untuk melengkapi sebuah pembelajaran yang baik tentang komputer maka sebaiknya juga belajar bahasa inggris karena bahasa yang digunakan dalam komputer adalah bahasa inggris utnuk itu lengkapi juga modul anda dengan modul bahasa inggris. sedangkan di program software yang paling penting dikuasai untuk kemudahan dalam dunia kerja adalah modul excel dan untuk teknisi sangat membutuhkan modul jaringan dalam melancarkan pekerjaan mereka.



PEMIMPIN

A.    Hakikat Pemimpin
Pemimpin pada hakekatnya adalah seseorang yg mempunyai kemampuan buat mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dgn menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan buat mengarahkan & mempengaruhi bawahan sehubungan dgn tugas-tugas yg mesti dilaksanakannya. Menurut Stoner, (1988)  semakin banyak jumlah sumber kekuasaan yg tersedia bagi pimpinan, akan makin besar potensi kepemimpinan yg efektif.

B.    Teori Kepemimpinan
1)    Pendekatan Sifat-sifat Kepemimpinan
Usaha yg pertama kali dilakukan oleh psikolog & peneliti buat memahami kepemimpinan yaitu mengenai karakteristik atau ciri-ciri para pemimpin yg berhasil.
Dalam mencari ciri-ciri kepemimpinan yg dapat diukur, para peneliti menggunakan dua pendekatan, yaitu: 1) Mereka berusaha membandingkan  ciri-cri dari dua orang yg muncul sebagai pemimpin dgn ciri-ciri yg tidak demikian, & (2) mereka membandingkan ciri pemimpin yg efektif dgn ciri-ciri pemimpin yg tidak efektif.

Apabila disimpulkan karakteristik pemimpin berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka seorang pemimpin mesti memiliki:
-    Kekuatan jasmani yg cukup
-    Kekuatan rohani yg cukup
-    Semangat buat mencapai tujuan
-    Penuh antusias
-    Ramah & penuh perasaan
-    Jujur & adil
-    Memiliki kecakapan teknis
-    Dapat mengambil keputusan
-    Cerdas
-    Punya kecakapan mengajar
-    Penuh keyakinan
-    Punya keberanian
-    Ulet & tahan uji
-    Suka melindungi
-    Penuh inisiatif
-    Memiliki daya tarik
-    Simpatik
-    Percaya diri
-    Intelegansi tinggi
-    Waspada
-    Bergairah dalam bekerja
-    Bertanggung jawab
-    Rendah hati
-    Objektif
Tentunya sifat-sifat itu sangat ideal & tidak mungkin semua sifat di atas dimiliki oleh seorang pemimpin, sebagian saja yg dimiliki & relevan dgn bidang kerja yg dipimpin termasuk kategori baik.

2)    Pendekatan Perilaku
Pendekatan perilaku memandang bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku, & bukan dari sifat-sifat (traits) pemimpin. Alasannya sifat seseorang relatif sukar buat diidentifikasikan.
Robert F Bales (Stoner, 1986) mengemukakan hasil penelitian, bahwa kebanyakan kelompok yg efektif mempunyai bentuk kepemimpinan terbagi (shared leadership), umpanya satu orang menjalankan fungsi tugas, & anggota lain melaksanakan fungsi sosial. Pembagian fungsi ini karena seseorang perhatian akan terfokus pada satu peran & mengorbankan peran lainnya.

3)    Pendekatan Situasional
Pendekatan situasional berpandangan bahwa keefektifan kepemimpinan bergantung pada kecocokan antara pribadi, tugsa, kekuasaan, sikap & persepsi. Cukup banyak pendukung pendekatan ini, diantaranya, model Kontingen Fiedler, Model Normatif Vroom Tetton, & Teori Jalur Tujuan (The Pat Goal Theory)
a)    Model Kontingensi
Field & Chemer (1974) mengembangkan teori kepemimpinan yg disebut dgn leadership contingency model.
b)    Model kepemimpinan Vroom Teton
Model normatif Vroom Teton menjelaskan bagaimana seorang pemimpin mesti memimpin dalam situasi yg bermacam-macam. Model ini menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yg dapat efektif diterapkan dalam semua situasi.
c)    Model Jalur Tujuan
Hampir sama dgn pendekatan kontignensi, model jalur tujuan mencoba memperkirakan keefektifan kepemimpinan dalam situasi yg berbeda. Model ini dikembangkan oleh Martin G. Evans (1970) & Robert J. House (1974) Stoner, 1986 yg didasarkan atas model pengharapan, menyatakan bahwa motivasi seseorang tergantung pada harapannya akan imbalan & nilai & memusatkan pemimpin sebagai sumber imbalan.

brCnbspnbspnbspFaktorfaktorYg MempengaruhiEfektivitasPemimpinbbrMenurutHJodephReitzfaktorfaktoryg mempengaruhiefektivitaspemimpinmeliputikepribadianpersonalitypengalamanmasalalu& harapanpemimpinnbspharapananperilakuatasankarakteristikharapan& perilakubawahan& harapan& perilakurekanFaktorfaktoritumempengaruhipimpinan& bawahansecaratimbalbalikdivdivclassbloggerpostfooterimgwidthheightsrchttpsbloggergoogleusercontentcomtracker?lpengumuman-propertyblogspotcomaltdiv

PENGANGGARAN KAS

5.5.1. Pengertian Anggaran Kas (Cash Budget)
Cash Budget menurut Weston & Copeland:
“Mencakup taksiran & estimasi yg terperinci mengenai peneriman & pengeluaran kas yg diantisipasi buat periode anggaran yg bersangkutan atau buat periode khusus lainnya.”
Cash Budget menurut Welsch, Hilton, Gordon:
“Anggaran kas menunjukkan arus uang masuk & keluar yg direncanakan, & posisi terakhir pada akhir periode interim tertentu, misalnya akhir bulan.”
Anggaran kas menyatakan jumlah kas bersih yg dimiliki perusahaan & buat berapa lama. Jadi sebagai dasar buat ramalan kas & persediaan kas. Selain anggaran kas, perusahaan juga membutuhkan saldo kas & perubahan saldo kas setiap han. Apabila perusahaan juga menginvestasikan sebagian uang kas dalam surat berharga, maka informasi tentang perkembangan surat-surat berharga setiap disaat juga perlu disediakan. Buat perusahaan yg cukup maju, informasi tersebut biasanya menggunakan komputer.

5.5.2. Unsur-Unsur Anggaran Kas (Cash Budget) Unsur Anggaran Kas Unsur Anggaran Kas adalah antara lain:
1)      Penerimaan Kas
2)      Pengeluaran Kas,
3)      Net Cash Flow;
4)      Beginning Balance (Saldo Awal),
5)      Ending Balance (Saldo Akhir)

5.5.3. Tahapan Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget)
Tahapan penyusunan Budget Kas adalah sebagai berikut:
1)        Menyusun estimasi penerimaan. & pengeluaran menurut rencana operasional perusahaan. Transaksi-transaksi ini merupakan transaksi operasional (operating transaction). Pada tahap ini dapat diketahui adanya defisit atau surplus.
2)        Menyusun perkiraan atau estimasi kebutuhan dana atau kredit & bank atau sumber dana lainnya.
3)        Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan & pengeluaran setelah adanya transaksi finansial & budget kas yg final.
5.5.4. Tujuan Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget) Tujuan penyusunan Cash Budget antara lain untuk:
1)      Memberikan taksiran posisi kas pada setiap akhir periode sebagai hasil & operasi yg dijalankan
2)      Mengetahui kelebihan/kekurangan kas pada waktunya
3)      Menentukan kebutuhan pembiayaan & atau kelebihan kas menganggur buat investasi
4)      Menyelaraskan kas dgn total modal kerja, pendapatan penjualan, biaya, investasi, hutang
5)      Menetapkan dasar yg sehat buat pemantauan posisi kas secara terus-menerus
Dgn demikian perencanaan Anggaran Kas (Cash Budget) akan menunjukkan:
a)      Kebutuhan buat membiayai kekurangan kas yg mungkin terjadi atau
b)      Kebutuhan terhadap perencanaan investasi yaitu buat menandakan kelebihan uang pada penggunaan yg menguntungkan.

5.5.5. Manfaat Penyusunan Anggaran Kas (Cash Budget)
Anggaran Kas (Cash Budget) memiliki manfaat pokok antara lain sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, & sebagai alat pengawasan kerja.
a.       Sebagai Pedoman Kerja
Budget berfungsi sebagai pedoman kerja & memberikan arah beserta sekaligus memberikan target-target yg mesti dicapai oleh kegiatan perushaan di waktu yg akan datang.
b.      Sebagai Mat Pengkoordinasian Kerja
Budget berfungsi sebagai alat buat pengkoordinasian kerja agar semua bagian-bagian yg terdapat di dalam perusahaan dapat saling menunjang, saling bekerja sama dgn baik, buat menuju sasaran yg telah ditetapkan. Dgn demikian kelancaran jalannya perusahaan akan Iebih terjamin.
c.       Sebagai Alat Pengawasan Kerja
Budget berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pemanding buat menilai (evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan nanti. Dgn membandingkan antara apa yg tertuang di dalam budget dgn apa yg dicapai oleh realisasi kerja perusahaan, dapatlah dinilai apakah perusahaan telah sukses bekea ataukah kurang sukses bekerja. & perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-penyebab penyimpangan antara budget & realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelebihan & kelemahan & kekuatan-kekuatan yg dimiliki perusahaan. Perihal ml akan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yg sangat berguna buat menyusun rencana-rencana (budget) selanjutnya secara lebih matang & lebih akurat.

PRINSIP MANAJEMEN KAS

Ide umum manajemen kas adalah mempercepat pengumpulan penerimaan kas & memperlambat pembayaran kas. Perusahaan ingin mempercepat pengumpulan piutang dagang sehingga dapat memanfaatkan uang tersebut lebih cepat. Sebaliknya, perusahaan ingin memperlambat pembayaran hutang dagang tapi tanpa mengurangi credit standing perusahaan dimata para pemberi kredit Sekarang ini banyak perusahaan yg menggunakan teknik yg canggih buat mempercepat pengumpulan penerimaan kas & mengontrol secara ketat pengeluaran kas kita.
Pertimbangan pertama adalah mempercepat pengumpulan piutang, dimulai & langkah yg diambil perusahaan tentang waktu menjual produk atau jasa sampai piutang & pelanggan dapat dikumpulkan menjadi dana perusahaan yg siap buat digunakan.
Beberapa metode yg didisain buat mempercepat proses pengumpulan piutang adalah:
1.        Mempercepat persiapan & pengiriman “invoice” (kertas tagihan da penjual kepada pembeli, berisi catatan produk yg dibeli, harganya & tenggang waktu pembayarannya).
2.        Mempercepat pengiriman pembayaran & para pelanggan kepada perusahaan.
3.        Mengurangi waktu disaat pembayaran diterima oleh perusahaan yg tetap merupakan dana yg belum terkumpul.
Cara kedua & ketiga & metode di atas secara bersama-sama menggambarkan “collection float”, total waktu antara pengiriman cek atau uang & pelanggan & diterimanya kas tersebut oleh perusahaan. Cara kedua mengacu pada “mail float” yaitu waktu dimana cek ada dalam pengiriman. Cara ketiga adalah menggambarkan “deposit float” yaitu waktu yg digunakan perusahaan buat memproses cek-cek tersebut secara internal. Jarak waktu ni merupakan jarak waktu & disaat cek diterima sampai disaat uang sudah disimpan dalam rekening perusahaan di bank. Kedua adalah “availability float” yaitu waktu yg dipergunakan dalam “clearing cheque” cek tersebut melalui sistem perbankan. Cek akan menjadi dana yg terkumpul bila sudah dibayar oleh bank tersebut.
“Collection float” tersebut penting bagi manajer keuangan karena perusahaan biasanya mesti menunggu sampai cek dikirim oleh pelanggan, akhirnya ditransfer dgn sistem perbankan sebelum kas tersebut slap digunakan perusahaan. Buat itu manajer keuangan mesti mengurangi “collection float” semaksimal mungkin.
Adapun beberapa cara buat mempercepat proses pengumpulan dalam rangka memiliki lebih banyak dana yg siap digunakan adalah:

A.    Earlier Billing
Cara mempercepat pengumpulan piutang dgn mengirimkan tagihan kepada pelanggan lebih awal. Pelanggan umumnya memiliki kebiasaan membayar kepada perusahaan secara berbeda. Beberapa pelanggan membayar tagihan mereka tepat waktu atau lebih cepat & jatuh temponya. Sementara yg lain membayar segera setelah menerima tagihan. Dalam setiap kejadian persiapan mempercepat & mengirim tagihan lebih awal akan menghasilkan pembayaran yg lebih cepat, karena penerimaan tagihan lebih awal & menghasilkan discount beserta tanggal seharusnya lebih awal. Komputerisasi tagihan dapat digunakan buat mencapai perihal itu dgn sukses.
Tagihan dapat dihilangkan seluruhnya melalui penggunaan “pre authorized debit” yaitu transfer dana & rekening bank pelanggan kepada rekening bank perusahaan. Pelanggan menandatangani perjanjian dgn perusahaan buat mengizinkan perusahaan secara otomatis mendebitkan rekening pelanggan di bank pada tanggal yg ditentukan & mentransferkannya ke bank perusahaan.

B.     Lox Box System
Perusahaan menyewa kotak pos lokal memberi kuasa kepada banknya buat mengambil kiriman uang di dalam kotak tersebut. Pelanggan dikirimi tagihan dgn perintah buat mengirimkan pembayarannya ke dalam kotak pos tersebut.

C.    Concentration Banking
Caranya adalah perusahaan menentukan berbagal pusat pengumpulan pembayaran diberbagai wilayah sesuai dgn penyebaran penjualannya. Tujuannya adalah buat mempersingkat waktu antara disaat pelanggan membayar dgn disaat perusahaan menggunakan uang tersebut. Pusat pengumpulan adalah bank yg ditunjuk oleh perusahaan. Pelanggan di setiap wilayah diperintahkan buat membayar kepada bank pengumpul di wilayah masing-masing. Buat itu perusahaan mesti membuka rekening di bank-bank tersebut.

D.    Memperlambat Pengeluaran Kas
Catatan kas yg ada dalam pembukuan perusahaan jarang menunjukkan sama dgn jumlah yg tersedia di bank dimana perusahaan memiliki rekening kas di bank torgebul. Pada umumnya dana tersedia di bank lebih besar dari saldo kas yg ada di dalam catatan buku perusahaan.

E.     Saldo Kas yg Dipertahankan
Sebagian besar perusahaan menentukan jumlah kas yg mesti dipelihara. Mereka tidak ingin memiliki saldo kas yg terlalu besar karena kelebihan kas ini dapat diinvestasikan dalam surat berharga buat dapat menghasilkan bunga. Semakin bear tingkat bunga surat berharga berarti semakin besar “opportunity cost” yg mesti ditanggung perusahaan karena saldo kas yg menganggur.



Tingkat kas yg optimal harusnya lebih besar dan:
1.      Saldo Transaksi yg diperlukan apabila manajemen kasnya efisien.
2.      Saldo Kas Minimal yg dikehendaki bank tempat perusahaan menjadi nasabahnya.

F.     Model Inventory. Model EOQ (Economic Order Quantity)
EOQ yg digunakan dalam manajemen persediaan dapat juga digunkan buat menentukan saldo kas optimal. Model ini menyediakan kerangka konseptual yg digunakan buat memecahkan masalah manajemen kas. Dalam model tersebut biaya penyimpanan kas (bunga yg hilang) diseimbangkan dgn biaya transaksi yg tetap yaitu dgn mengubah surat berharga menjadi kas atau sebaliknya.
Biaya Total = i( c/2)+b(T/c)

Dimana:
i           = Tingkat Bunga Surat Ber Harga (Konstan)
b          = Biaya Transaksi Tetap
T          = Total Kebutuhan Kas Selama Periode Waktu Tertentu
c/2       = Rata-Rata Saldo Kas
T/c       = Jumlah Transaksi Selama Periode Tertentu
Semakin besar nilai C, semakin besar pula rata-rata saldo kas & semakin kecil rata-rata investasi dalam surat berharga & pendapatan bunganya. Jadi semakin besar laba yg hilang karena memiliki kas. Bagaimanapun juga, semakin besar nilai C, maka jumlah transaksi (T/c) semakin kecil yg artinya semakin rendah biaya transfernya. Tujuannya adalah menyeimbangkan kedua biaya tersebut sehingga total biayanya minimum.



Pada tingkat optimal & nilai C adalah:
C =
Dimana:
C =  Jumlah efek yg diubah menjadi kas
i  = Tingkat Bunga Surat Berharga (Konstan)
b = Biaya Transaksi Tetap
T = Total Kebutuhan Kas Selama Peniode Waktu Tertentu


G. Model Miller & Orr
Model ini cocok buat saldo kas yg berfluktuasi secara random. Pada awalnya manajer keuangan mesti menentukan batas atas & batas bawah jumlah saldo kas yg dimiliki perusahaan.
Apabila saldo kas mendekati batas bawah, perusahaan mesti menjual surat berharga buat menambah saldo kasnya. Sedangkan apabila saldo kas mendekati batas atas perusahaan mesti membeli surat berharga buat mengurangi saldo kasnya. Selama saldo kas berada diantara batas atas & batas bawah, perusahaan tidak melakukan transaksi.
Seberapa tinggi batas atas tersebut tergantung pada biaya tetap buat transaksi & biaya pemilikan uang kas. Diasumsikan bahwa biaya-biaya tersebut bahwa dapat diperkirakan beserta biaya menjual & membeli surat berharga adalah sama. Tujuan model ini adalah menyediakan saldo kas dgn biaya total yg minimal. Miller & Orr menentukan batas atas (h) rupiah & batas bawah nol rupiah.
Apabila saldo kas mendekati batas atas antara Z & h, maka surat berharga dibeli sehingga saldo menjadi Z rupiah. Apabila saldo kas mendekati nol rupiah, maka surat berharga dijual senilai h rupiah sehingga saldo kas menjadi Z rupiah lagi. Apabila ada tenggang waktu antara menjual surat berharga dgn menerima uang kasnya, maka batas bawah dapat ditentukan di atas nol rupiah. Dari contoh diatas kita menggunakan nol rupiah sebagai batas bawah
Nilal h & Z yg optimal tergantung biaya transaksi, biaya pemilikan kas, & tingkat fluktuasi saldo kas. Nilai Z yg optimal adalah:
z =

Dimana:
b   =  Biaya Tetap Transaksi Surat Berharga
 = Variance Aliran Kas Masuk Bersih Harian (Suatu Pengukur Penyebaran Aliran Kas)
i   =  Bunga Harian Surat Berharga
Nilai h yg optimal adalah 3Z. Dengar batas pengendalian ini, modal tersebut meminimumkan biaya total manajemen kas. Sekali lagi, asumsi dalam model ini bahwa aliran kas bersifat random. Rata-rata saldo kas tidak dapat ditentukan secara akurat lebih dahulu, tapi kira-kira sebesar (Z+h)/3.

PENGELOLAAN KAS PERUSAHAAN

Setiap perusahaan selalu membutuhkan uang kas buat membiayai kegiatan operasionalnya beserta investasinya, sehingga pengelolaan kas merupakan salah satu faktor terpenting dalam perusahaan.
Pengendalian investasi yg lancar dimulai dgn manajemen kas yg balk. Manajemen kas melibatkan pengelolaan uang kas perusahaan dalam usaha memaksimalkan ketersediaan kas & pendapatan bunga & setiap dana yg menganggur.

Menurut Martin, Petty, Keown & Scott Jr, Risk return trade off dapat diperkecil menjadi 2 tujuan utama buat sistem manajemen kas perusahaan, yaitu:
1. Mesti terdapat cukup kas buat memenuhi kebutuhan pengeluaran timbul dalam menjalankan bisnis.
2. Investasi pada saldo kas menganggur mesti dikurangi sampai tingkat minimum.

& pendapat di alas, dapat diketahui bahwa disamping bertujuan buat menghasilkan uang kas yg cukup bagi perusahaan, manajemen kas juga berkaitan dgn cara menginvestasikan kelebihan uang kas yg menguntungkan bagi perusahaan.

Fungsi manajemen kas dimulai pada disaat uang kas mengalir masuk ke perusahaan, yg terutama berasal & pembayaran pelanggan & juga sumber lain yaitu investasi pemilik & pinjaman & kreditur.

Fungsi tersebut berakhir ketika perusahaan mengeluarkan kas buat membayar biaya-biaya atau utang-utangnya kepada karyawannya, pemerintah & suplaier.

MOTIF PENYIMPANAN KAS

Pada umumnya ada tiga motif buat menyimpan uang kas yaitu motif transaksi, motif spekulasi & motif berjaga-jaga.
1.        Motif Transaksi, adalah kebutuhan uang kas buat memenuhi pembayaran dalam bisnis perusahaan seperti pembelian, pembayaran upah, pajak, dividen & sebagainya.
2.        Motif Spekulasi, adalah orang atau perusahaan memegang uang kas buat digunakan mencari keuntungan & adanya peluang karena terjadi perubahan dalam harga seperti penurunan mendadak & harga bahan mentah, penurunan harga surat berharga & sebagainya.
2.3. Motif Berjaga-Jaga, disini orang menahan uang kas buat berjaga-jaga terhadap pengeluaran kas. Semakin besar pemasukan kas perusahaan semakin sedikit kebutuhan uang kas buat berjaga-jaga. Kemampuan perusahaan buat meminjam uang dgn mendadak buat mengatasi keadaan darurat juga dapat mengurangi kebutuhan kas buat berjaga-jaga.
Penting buat diketahui bahwa tidak semua perusahaan membutuhkan saldo kas semata-mata. Sebagian & uang kas tersebut mungkin dibelikan surat berharga buat mendapatkan penghasilan bunga atau laba & penjualan surat berharga tersebut.
Bagi perusahaan yg penting adalah kemampuan perusahaan buat selalu memiliki kas pada disaat diperlukan. Jadi saldo kas perusahaan dapat menjadi nol pada disaat tidak memerlukan kas.
Manajemen kas meliputi efisiensi pengumpulan kas & pembayaran kas beserta kas temporer pada disaat belum dibutuhkan. Tugas manajemen tersebut biasa dilaksanakan oleh manajer keuangan perusahaan.

PENGERTIAN KAS

Kas adalah modal kerja yg sangat likuid. Semakin besar jumlah kas yg ada dalam suatu perusahaan berarti makin tinggi tingkat likuiditasnya. Ini berarti bahwa perusahaan mempunyai resiko yg lebih kecil buat tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Tapi ini tidak berarti bahwa perusahaan mesti berusaha buat mempertahankan persediaan kas yg sangat besar, karena semakin besar kas berarti semakin besar dana yg menganggur & akan memperkecil laba yg yg akan diperoleh.
Sebaliknya jika perusahaan hanya akan mengejar keuntungan saja tanpa memperhitungkan faktor-faktor lain maka semua kas akan dalam keadaan bekerja. Jika perihal itu terjadi artinya perusahaan akan berada di posisi illikuid apabila suatu disaat ada penagihan hutang atau ada hutang yg jatuh tempo tapi perusahaan tidak mampu membayar karena tidak ada persediaan kas balk di bank ataupun di perusahaan.
Pengertian Kas menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam buku satu Standar Akuntansi Keuangan adalah:
“Kas terdiri & saldo kas (Cash On Hand) & rekening giro, setara kas (Cash Equivalent) adalah investasi yg sifatnya sangat likuid, berjangka pendek & yg dgn cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilal yg signifikan”.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa kas adalah jenis aktiva yg paling likuid bagi perusahaan & merupakan sejumlah dana yg dipersiapkan buat membayar kemajuan perusahaan yg segera jatuh tempo & juga buat menuntun pergeluaran-pengeluaran yg tidak dapat diperkirakan sebelumnya yg mungkin terjadi dalam perusahaan ketika memerlukan kas buat menjalankan kegiatan operasionalnya. Kas merupakan salah satu sumber dana perusahaan pada waktu perusahaan pertama kali didirikan, kas dihasilkan & penjualan atau pmnjaman atau gabungan keduanya.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

A.    DASAR HUKUM

1.      Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Biasa

3.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Pendidikan, sebagaimana telah diubah dgn peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2000

B.     TUJUAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN LUAR BIASA

1.      Tujuan Penyelenggaraan Pendidikan Luar Biasa

Pendidikan Luar Biasa (PLB) bertujuan membantu pebeserta didik yg menyandang kelainan fisik & atau mental, perilaku & sosial, agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan, & keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dgn lingkungan sosial, budaya, & alam sekitar beserta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjut.

2.      Tujuan Setiap Satuan PLB

Tujuan setiap satuan PLB sebagai berikut:

a.       Penyelenggaraan Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB) bertujuan membantu meletakkan dasar kearah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, & daya cipta yg diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dgn lingkungan & buat pertumbuhan beserta perkembangan selanjutnya sesuai dgn tingkat kelainan beserta memperoleh kesiapan fisik, mental, perilaku, & sosial buat mengikuti pendidikan yg lebih tinggi (SDLB/SD).

b.      Penyelenggaraan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) bertujuan memberikan kemampuan dasar, pengetahuan dasar, keterampilan dasar, & sikap yg bermanfaat bagi siswa sesuai dgn kelainan yg disandang & tingkat perkembangan, beserta mempersiapkan mereka utuk mengikuti pendidikan yg lebih tinggi (SLTPLB/SLTP)

c.       Penyelenggaraan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Luar Biasa (SLTPLB) bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar yg merupakan perluasan beserta peningkatan pengetahuan dasar & sikap beserta keterampilan yg diperoleh di SDLB yg bermanfaat bagi sisiwa buat mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, & warga negara sesuai dgn kelainan yg disandangnya & tingkat perkembangannya, beserta mempersiapkan mereka buat mengikuti pendidikan pada SMLB.

d.      Penyelenggaraan Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB) bertujuan memberikan bekal kemampuan yg merupakan perluasan beserta peningkatan pengetahuan, keterampilan, & sikap yg diperoleh di SLTPLB yg bermanfaat bagi siswa buat mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, & warga negara sesuai dgn kelainan yg disandangnya & tingkat perkembangannya.

C.    STANDAR KOMPETENSI

    Pebeserta didik PLB memiliki akhlak & budi pekerti yg luhur

2)      Anak didik TKLB memiliki kesiapan fisik, mental, perilaku, & sosial buat mengikuti pendidikan pada SDLB/SD

3)      Siswa SDLB memiliki pengetahuan, keterampilan, & sikap sesuai dgn tuntutan kurikulum PLB yg berlaku; kecerdasan, keterampilan, kesehatan jasmani & rohani, beserta berbudi pekerti luhur, & memiliki kemampuan buat melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTPLB/SLTP.

4)      Siswa SLTPLB memiliki kesiapan dalam kehidupan pribadi sebagai anggota masyarakat & warga negara sesuai dgn kelainan yg disandang, beserta buat mengikuti pendidikan pada SMLB.

5)      Siswa SMLB memiliki bekal kemampuan yg merupakan perluasan beserta peningkatan pengetahuan, keterampilan, & sikap yg diperoleh di SLTPLB yg bermanfaat bagi siswa buat hidup mandiri sesuai dgn kelainan yg disandang & tingkat perkembangannya.

D.    KURIKULUM

1.      Susunan program pengajaran

a.       Jenis kegiatan pada TKLB terdiri atas:

1)      Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yg terwujud dalam kegiatan sehari-hari, meliputi moral Pancasila, agama, disiplin, perasaan/emosi, & kemampuan bermasyarakat

2)      Pengembangan kemampuan berbahasa, daya pikir

3)      Program khusus sesuai dgn jenis kecacatan

b.      Mata pelajaran pada SDLB terdiri atas:

1)      Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan

2)      Pendidikan Agama

3)      Bahasa Indonesia

4)      Matematika (berhitung)

5)      Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

6)      Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

7)      Kerajinan Tangan & Kesenian

8)      Pendidikan Jasmani & Kesehatan

9)      Program khusus sesuai dgn jenis kecacatan

10)  Program muatan lokal (sejumlah mata pelajaran)

c.       Mata pelajaran pada SLTPLB terdiri atas

1)      Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan

2)      Pendidikan Agama

3)      Bahasa Indonesia

4)      Matematika (berhitung)

5)      Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

6)      Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

7)      Kerajinan Tangan & Kesenian

8)      Pendidikan Jasmani & Kesehatan

9)      Bahasa Inggris

10)  Program khusus sesuai dgn jenis kecacatan

11)  Program muatan lokal (sejumlah mata pelajaran)

12)  Program pilihan (paket keterampilan; rekayasa, pertanian, usaha & perkantoran, kerumah tanggaan, & kesenian).

d.      Mata Pelajaran pada SMLB terdiri atas:

1)      Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan

2)      Pendidikan Agama

3)      Bahasa Indonesia

4)      Matematika (berhitung)

5)      Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

6)      Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

7)      Kerajinan Tangan & Kesenian

8)      Pendidikan Jasmani & Kesehatan

9)      Bahasa Inggris

10)  Program pilihan keterampilan (paket keterampilan; rekayasa, pertanian, usaha & perkantoran, kerumah tanggaan, & kesenian).

2.      Materi pengajaran

Program pengajaran PLB mengacu pada kurikulum yg berlaku, yaitu kurikulum yg ditetapkan secara nasional & kurikulum muatan lokal.

3.      Strategi belajar mengajar

a.       Lama Pendidikan

1)      TKLB berlangsung antara 1 sampai dgn 3 tahun

2)      SDLB berlangsung selama 6 tahun

3)      SLTP berlangsung selama 3 tahun

4)      SMLB berlangsung selama 3 tahun

Masing-masing satuan pendidikan tersebut dapat menyelenggarakan satu jenis kelainan atau lebih dari jenis-jenis kelainan tunanetra, tunarungu, tunagrahita dengan, tunagrahita sedang, tunadaksa, tuna laras, tuna ganda, & jenis-jenis kelainan lainnya.

b.      Waktu Belajar

Jumlah hari belajar efektif dalam satu tahun ajaran sekurang-kurangnya 240 hari belajar efektif termasuk waktu bagi penyelenggaraan kegiatan, kemajuan, & hasil belajar pebeserta didik. Dalam penyelenggaraan pendidikan digunakan sistem catur wulan, yg membagi waktu belajar satu tahun menjadi tiga catur wulan

c.       Alokasi Waktu

1)      TKLB setiap jam kegiatan lamanya 30 menit, dgn waktu kegiatan bermain & belajar sekurang-kurangnya 3 jam kegiatan perhari atau 18 jam kegiatan setiap minggu.

2)      SDLB kelas I & II setiap jam pelajaran lamanya 30 menit dgn beban belajar sekurang-kurangnya 30 jam pelajaran setiap minggu. SDLB kelas III & IV setiap jam pelajaran lamanya 40 menit dgn beban belajar sekurang-kurangnya 38 & 40 jam pelajaran setiap minggu. SDLB kelas V & VI setiap jam pelajaran lamanya 40 menit dgn beban belajar sekurang-kurangnya 42 jam pelajaran setiap minggu

3)      SLTPLB & SMLB kelas I, II & II setiap jam pelajaran lamanya 45 menit dgn beban belajar sekurang-kurangnya 42 jam pelajaran setiap minggu

Kebutuhan jam pelajaran setiap mata pelajaran disesuaikan dgn kebutuhan daerah.

d.      Sistem Pengajaran

1)      Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dgn sistem klasikal dgn mempertimbangkan bakat, minat, kemampuan, & kelainan pebeserta didik menerima mata pelajaran dari guru dalam mata pelajaran yg sama dalam waktu & tempat yg sama. Bila diperlukan dapat dibentuk pengelompokan atau bentuk pengajaran yg lain sesuai dgn tujuan & keperluan pengajaran.

2)      Kegiatan belajaran mengajar menggunakan sistem guru kelas pada TKLB & SDLB, beserta guru mata pelajaran pada SLTPLB & SMLB.

3)      Kegiatan belajar mengajar diarahkan buat mengembangkan kemampuan fisik secara optimal, intelektual, emosional, okupasi, & sosial pebeserta didik

4)      Program bimbingan klinis ditujukan buat memberikan terapi pada pebeserta didik, meningkatkan prestasi pebeserta didik, menyiapkan siswa buat melanjutkan ke lembaga pendidikan lanjutan, & menyiapkan pebeserta didik buat hidup mandiri dalam masyarakat.

5)      Mengingat aneka ragamnya mata pelajaran, cara penyajian pelajaran hendaknya memanfaatkan berbagai sarana penunjang seperti perpustakaan, alat peraga, lingkungan alam & budaya, beserta masyarakat & nara sumber.

e.       Bahasa Pengantar

Bahasa pengantar di PLB menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa daerah dapat digunakan sebagai bahasa pengantar dalam tahap awal pendidikan & sejauh diperlukan, terutama pada tahun-tahun awal di TKLB & SDLB kelas I sampai dgn III.

f.       Penilaian

Buat mengetahui tingkat kemajuan & keberhasilan belajar pebeserta didik dilakukan penilaian hasil belajar secara berkelanjutan melalui ulangan/ujian ha& & tugas-tugas mingguan, bulanan, maupun penilaian akhir tahun pelajaran beserta penilaian pada akhir satuan pendidikan. Penilaian dgn menggunakan standar nasional dapat dilakukan dalam rangka mengetahui gambaran mutu hasil belajar pebeserta didik.

E.     PEBESERTA DIDIK

1.      Sasaran

Sasaran PLB adalah anak-anak cacat (anak berkelainan) usia 4 – 18 tahun & setinggi-tingginya berusia 22 tahun.

2.      Daya Tampung

Jumlah pebeserta didik dalam satu kelas/rombongan belajar buat TKLB maksimal 5 anak didik & buat SDLB, SLTPLB, & SMLB maksimal 8 pebeserta didik.

Ratio guru dibanding jumlah siswa dalam satu kelas/rombongan belajar 1 : 3 sampai dgn 5 buat TKLB, & 1 : 5 sampai 8 buat SDLB, SLTPLB & SMLB.

3.      Persyaratan Pebeserta Didik

Pebeserta didik pada PLB adalah pebeserta didik yg menyandang kelainan fisik & atau mental beserta kelainan tingkah laku & sosial, yg meliputi kelainan tunanetra, tunarungu, tunagrahita ringan, tunagrahita sedang tunadaksa, tunalaras, & tunaganda dgn ketentuan:

a.       Pebeserta didik pada TKLB adalah anak cacat yg sekurang-kurangnya berusia 4 tahun.

b.      Pebeserta didik pada SDLB adalah anak cacat yg sekurang-kurangnya berusia 6 tahun atau lebih.

c.       Pebeserta didik pada SLTPLB adalah anak cacat yg telah tamat SDLB atau sederajat.

d.      Pebeserta didik pada SMLB adalah anak cacat yg telah tamat SLTPLB atau yg sederajat.

4.      Pakaian Pebeserta Didik

Pakaian seragam pebeserta didik pada PLB secara nasional mengikuti seragam sekolah umum yg sederajat. Namun sekolah dapat menetapkan pakaian lainnya sesuai dgn agama, budaya, & aspirasi daerah masing-masing yg disepakati antara sekolah, orang tua, Ba& Peranserta. Masyarakat/Komite Sekolah/BP3 & pemerintah daerah.

5.      Unit Kegiatan Pebeserta Didik

Unit kegiatan pebeserta didik seperti OSIS, PMR, UKS, Pramuka, & lain-lain, dapat dibentuk di sekolah buat menjamin agar setiap pebeserta didik dapat menerima pelayanan & perlakuan sesuai dgn bakat, minat & kemampuan.

F.     KETENAGAAN

1.      Jenis Tenaga

a.       Kepala sekolah

b.      Guru kelas, guru program khusus, guru mata pelajaran/pendidikan keterampilan, & guru bimbingan klinis/bimbingan kader.

c.       Tata Usaha

d.      Tenaga penjaga/kebersihan sekolah

e.       Tenaga ahli PLB

f.       Pustakawan

g.      Tenaga pengurus asrama siswa

2.      Persyaratan Guru

a.       Guru kelas pada TKLB & SDLB sekurang-kurangnya tamatan SGPLB

b.      Guru program khusus sekurang-kurangnya tamatan SGPLB & telah mengikuti pelatihan sesuai dgn bidang kekhususan yg menjadi tanggungjawabnya

c.       Guru mata pelajaran/pendidikan keterampilan sekurang-kurangnya tamatan SGPLB & telah mengikuti pelatihan bidang studi/keterampilan sesuai dgn tanggung jawanya.

d.      Guru bimbingan klinis/bimbingan karir sekurang-kurangya tamatan S1 program BP atau PLB atau psikologi pendidikan

e.       Guru agama mesti beragama sesuai dgn agama yg diajarkan

f.       Berkepribadian & berakhlak mulia

3.      Jam Mengajar

Setiap tenaga guru memiliki jam wajib mengajar minimal 18 jam pelajaran per minggu, & setiap tenaga kependidikan lainnya di sekolah memiliki jam kerja yg diatur sesuai tata tertib da aturan yg berlaku. Sekolah dapat mengembangkan tambahan jam kerja pada sore hari dalam bentuk program ekstrakurikuler maupun kurikuler melalui kesepakatan bersama dewan guru & ba& Peranbeserta Masyarakat/Komite Sekolah/BP3.

G.    SARANA & PRASARANA

Sarana & prasarana PLB secara umum buat semua jenis kelainan/kecacatan.

1.      Lahan

Luas lahan minimal yg dibutuhkan utuk PLB dihitung berdasarkan faktor koefisien dasar bangunan (building coverage) sesuai ketentuan tata kota yg mengaturnya. Nilai kepadatan bangunan dapat diperhitungkan sampai dgn 15% pada daerah dgn kepadatan bangunan yg rendah.

2.      Ruang Terdiri Atas

a.       Ruang kelas

b.      Ruang aula

c.       Ruang Konsultasi

d.      Ruang observasi

e.       Ruang perpustakaan

f.       Ruang keterampilan

g.      Laboratorium/bengkel kerja buat siswa SLTPLB & SMLB

h.      Fasilitas olahraga

i.        Ruang BP

j.        Ruang kepala sekolah

k.      Ruang tata usaha

l.        Ruang guru

m.    Ruang tamu

n.      Ruang ibadah

o.      Ruang medis/UKS

p.      Kamar mandi/WC guru & siswa

q.      Gudang

r.        Ruang koperasi

3.      Perabot, terdiri atas

a.       Perabot ruang belajar

1)      Perabot ruang kelas

2)      Perabot ruang aula

3)      Perabot ruang konsultasi

4)      Perabot ruang observasi

5)      Perabot ruang perpustakaan

6)      Perabot ruang keterampilan

7)      Perabot laboratorium/bengkel kerja buat siswa SLTPLB & SMLB

8)      Perabot ruang BP

b.      Perabot ruang kantor

1)      Perabot kepala sekolah

2)      Perabot ruang tata usaha

3)      Perabot ruang guru

4)      Perabot ruang tamu

c.       Perabot ruang penunjang

1)      Perabot ruang ibadah

2)      Perabot ruang medis/UKS

3)      Kamar mandi/WC guru & siswa

4)      Gudang

5)      Ruang koperasi

4.      Alat & Media Pendidikan

Setiap unit pelaksanaan teknis PLB sekurang-kurangnya memiliki alat & media pendidikan berupa:

a.       Peralatan praktek laboratorium

b.      Peralatan bengkel kerja sesuai dgn jenis keterampilan & kecacatan/kelainan pebeserta didik

c.       Alat peraga/praktek IPA

d.      Alat peraga/praktek IPS

e.       Alat peraga/praktek matematika

f.       Media pengajaran mata pelajaran lain

5.      Buku

Setiap sekolah mesti memiliki:

a.       Buku pelajaran pokok. Sekolah sekurang-kurangnya memiliki satu buku pelajaran pokok buat setiap mata pelajaran buat setiap siswa

b.      Buku lengkap

c.       Buku bacaan

6.      Sarana Penunjang, terdiri atas;

a.       Lapangan upacara/bermain/olahraga

b.      Tiang bendera

c.       Asrama siswa

7.      Sarana & Prasarana Khusus

Sarana prasarana PLB yg secara khusus disesuaikan dgn jenis kelainan dapat diuraikan sebagai berikut:

1)      Tunanetra, terdiri atas;

a.       Ruang OM & perlengkapan kemudahan anak tunanetra (assessibility)

b.      Regiet & pena

c.       Kertas braille

d.      Komputer brailler

e.       Mesin tik brailler

f.       Alat olahraga khusus buat tunanetra

g.      Tingkat putih

h.      Denah-denah

i.        Penggaris brailler

j.        Penata timbul

k.      Globe timbul

l.        Bangun-bangun geometri

m.    Magnifier/loupe

2)      Tunarungu, terdiri atas;

a.       Ruang & peralatan bina wicara & persepsi bunyi

b.      Ruang kedap suara & peralatan latih mendengar

c.       Audiometer

d.      Hearing said

e.       Speech trainer

f.       Group hearing aid

g.      Dram/tambur

3)      Tunagrahita, terdiri atas;

a.       Alat-alat latihan sensomotorik halus & kasar

b.      Alat-alat activity daily living (ADL)/kegiatan sehari-hari

c.       Alat-alat buat playtherapy

4)      Tunadaksa, terdiri atas;

a.       Ruang & peralatan therapy musik

b.      Ruang & peralatan therapy bicara

c.       Ruang & peralatan occuptational therapy

d.      Perlengkapan hydrotherapy

e.       Kruk

f.       Kursi roda

5)      Tunalaras, terdiri atas

a.       Peralatan behavior therapy (terapi tingkah laku)

b.      Peralatan play therapy

6)      Tunaganda

Peralatan pendidikan khusus anak tunaganda disesuaikan dgn gabungan jenis kelainan anak.

H.    ORGANISASI

1.      Susunan organisasi PLB terdiri atas:

a.       Kepala sekolah

b.      Urusan tata usaha

c.       Tenaga ahli PLB sesuai dgn jenis kecacatan yg ada pada PLB

d.      Koordinasi satuan pendidikan buat TKLB, SDLB, SLTPLB, & SMLB

e.       Tenaga pendidikan buat TKLB, SDLB, SLTPLB, & SMLB

f.       Penjaga sekolah/tenaga kebersihan

g.      Pustakawan

h.      Petugas asrama siswa/i

2.      Bagan organisasi PLB

Kepala Sekolah

Urusan Tata Usaha

Perpustakaan

Tenaga Ahli

Asrama

Dewan Guru

Ba& Pranbeserta Masyarakat/Komite Sekolah/BP



I.       Pembiayaan

1.      Sumber Pembiayaan

Pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dapat bersumber dari:

a.       Pemerintah daerah yg menyediakan anggaran buat PLB negeri & memberikan subsidi bagi PLB swasta

b.      Dana masyarakat. Dana ini buat membiayai kegiatan peningkatan mutu, program pengayaan, & program remedial teaching (program perbaikan)

c.       Yayasan/ba& penyelenggara PLB swasta bertanggung jawab atas biaya yg diperlukan bagi penyelenggaraan PLB swasta & wajib memperhatikan kesejahteraan gurunya.

d.      Sumber lain sesuai dgn ketentuan peraturan perundang-undangan

2.      Komponen Pembiayaan

Komponen yg perlu dibiayai antara lain:

a.       Kegiatan teknis edukatif termasuk proses belajar mengajar (kegiatan kurikuler), evaluasi, & kegiatan bimbingan klinis

b.      Kegiatan penunjang seperti kegiatan kemasyarakatan, rehabilitas, & kegiatan ekstra kurikuler

c.       Perawatan alat pendidikan & media pendidikan

d.      Perawatan gedung, perabotan, & lingkungan sekolah

e.       Konsumtif (barang habis pakai)

f.       Gaji & kesejahteraan guru & tenaga lainnya (kelebihan jam mengajar, insentif)

g.      Langganan daya & jasa (listrik, telepon, air, & lain-lain)

h.      Kegiatan lain yg mengacu pada peningkatan mutu

3.      Satuan Biaya

Satuan biaya dapat dihitung berdasarkan biaya satuan peranak didik/siswa pertahun atau biaya persekolahan pertahun sesuai dgn kebutuhan kegiatan belajar mengajar pada PLB tersebut.

4.      Penentuan Biaya

Penentuan biaya yg dibebankan pada masyarakat/orangtua ditentukan berdasarkan persetujuan pemerintah daerah atas usul dari kepala sekolah bersama ba& peranbeserta masyarakat.

5.      Pengelolaan

Pengelolaan dana pendidikan dilakukan oleh sekolah secara mandiri & transparan beserta dipertanggungjawabkan penggunaannya setiap tahun kepada ba& Peranbeserta Masyarakat/Komite Sekolah/BP3 & pemerintah daerah

6.      Rencana Anggaran Pendanaan & Belanja Sekolah (RAPBS)

Setiap satuan pendidikan wajib menyusun RAPBS melibatkan stakeholder (BP3, tokoh masyarakat, & semua pihak yg berkepentingan terhadap sekolah). Sumber-sumber pembiayaan sifatnya transparan & accountable (dapat dipertanggungjawabkan)

7.      Pemeriksaan Pembiayaan (accounting)

Setiap pemasukan & pengeluaran agar diaudit secara tertib & teratur.

8.      Pelaporan Pembiayaan

Setiap pelaporan dilaksanakan secara tertib & teratur.

J.      PERAN BESERTA MASYARAKAT

Peran beserta masyarakat dalam rangka peningkatan mutu pelayanan pendidikan mutlak diperlukan agar kondisi diatas standar minimal & peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai. Disetiap PLB dapat dibentuk organisasi seperti ba& peranbeserta masyarakat atau organisasi yg memiliki tujuan:

1.      Ikut membantu kelancaran pendidikan di sekolah

2.      Memelihara, meningkatkan, mengembangkan

3.      Memantau, & mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah (kinerja sekolah).

K.    Manajemen Sekolah

1.      Setiap unit teknis pelaksana PLB menerapkan prinsip manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah

2.      Dalam sistem ini setiap PLB

a.       Merumuskan visi & misi, yg jelas & terarah sesuai visi, misi, & standar mutu pendidikan nasional

b.      Merencanakan program peningkatan mutu

c.       Melaksanakan program yg telah ditetapkan

d.      Memonitor & mengevaluasi program

e.       Merumuskan target mutu baru

f.       Melaporkan kemajuan kepada pihak yg terkait

3.      Kontrol kegiatan dilakukan melalui pemantauan & pengawasan internal & eksternal, transparansi manajemen, beserta akuntabilitas publik.

4.      Evaluasi dilakukan buat mengetahui tingkat efisien & efektifitas penyelenggaraan pendidikan, pelaksanaan kurikulum, & penilaian kerja sekolah sebagai satu kesatuan secara menyeluruh.

L.     INDIKATOR KEBERHASILAN

Buat mengetahui apakah standar pelayanan minimum (SFIM) telah diimplementasikan dgn baik & benar, diperlukan satu indikator keberhasilan. Dalam indikator keberhasilan ini tertuang berbagai indikantor & ukuran ketercapain minimal sesuai dgn komponen yg ada dalam SPM. Indikator keberhasilan tersebut secara rinci sebagaimana matrik.

PROGRAM ASURANSI BUAT SI GENDUT

        Akhir-akhir ini di tanah air sering terjadi perubahan cuaca ekstrim, yg tidak menentu & berakibat pada melemahnya sistem ketahanan tubuh sehingga banyak masyarakat yg terserang penyakit seperti gatal-gatal, diare, mual, muntah, flu, bahkan penyakit menular lainnya seperti muntaber & malaria akibat seringnya pergantian cuaca yg tidak menentu. Tentunya penyakit-penyakit tersebut sudah banyak terjadi di tanah air khususnya di daerah terpencil seperti perkampungan atau bahkan di perkotaan yg kondisi dehedrainasenya tidak bagus atau di kota-kota besar seperti Jakarta, dgn kondisi kebersihan yg minim, & sering terjadi langganan banjir sehingga penyakit-penyakit seperti dijelaskan di atas tidak sedikit menyerang masyarakat di sekitarnya.
        Penyakit-penyakit akibat bencana alam, limbah pabrik, kondisi perairan yg kotor atau kondisi pemukiman yg kurang sehat menjadi penyebab banyaknya masyarakat mesti memilih resep ke dokter buat berobat, bisa jadi mereka sembuh dgn berusaha berobat ke rumah sakit atau puskesmas, tapi tidak jarang yg tidak cocok atau tidak sembuh hanya dgn satu dua kali berobat. Butuh waktu & juga biaya yg tidak sedikit buat satu kali berobat apalagi ke rumahsakit, sementara bagi orang-orang atau masyarakat tidak mampu, sakit merupakan suatu musibah yg sangat memberatkan, di samping penyakit yg diderita juga biaya yg sangat maperihal menjadi satu faktor penyebab mereka enggan mendatangi rumahsakit atau puskesmas sekalipun, sementara ketika mereka sakit ternyata lebih memilih buat berobat ke dokter atau dukun kampung, atau diobati secara manual atau bahkan didiamkan saja sampai mereka merasa sembuh sendiri.
        Sakit & sekolah merupakan dua perihal yg sangat berbeda tapi sangat bersentuhan satu sama lain, apabila seseorang dalam keadaan sedang tidak sehat atau sakit ba& tentu tidak dapat melakukan aktivitas atau rutinitas keseharian sebagaimana mestinya termasuk sekolah atau belajar sementara belajar membutuhkan ba& yg fit sehat pikiran, akan tapi bagaimana jika kita memiliki ba& yg sehat tapi akal pikiran tidak stabil atau sedang kacau? Tentu ini juga merupakan perihal yg sangat perlu diwaspadai. Kesehatan & pendidikan sama-sama penting & sama-sama maperihal & butuh waktu buat mendapatkannya.
        Pembangunan kesehatan adalah sebagai bagian dari pembangunan nasional, dalam pembangunan kesehatan tujuan yg ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yg optimal.  Kenyataan yg terjadi sampai disaat ini derajat kesehatan masyarakat masih rendah khususnya masyarakat miskin, perihal ini dapat digambarkan bahwa angka kematian ibu & angka kematian bayi bagi masyarakat miskin tiga kali lebih tinggi dari masyarakat tidak miskin. Salah satu penyebabnya adalah karena mahalnya biaya kesehatan sehingga akses ke pelayanan kesehatan pada umumnya masih rendah.  Derajat kesehatan masyarakat miskin berdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB) & Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 35 per 1000 kelahiran hidup (Susenas, 2003) & AKI sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003).
        Banyak faktor yg menyebabkan ketimpangan didalam pelayanan kesehatan terutama yg terkait dgn biaya pelayanan kesehatan, ketimpangan tersebut diantaranya diakibatkan perubahan pola penyakit, perkembangan teknologi kesehatan & kedokteran, pola pembiayaan kesehatan berbasis pembayaran swadana (out of pocket). Biaya kesehatan yg maperihal dgn pola pembiayaan kesehatan berbasis pembayaran out of pocket semakin mempersulit masyarakat buat melakukan akses ke palayanan kesehatan.
        Selama ini dari aspek  pengaturan masalah kesehatan baru di atur dalam tataran Undang-Undang & peraturan yg ada dibawahnya, tapi sejak Amandemen UUD 1945 perubahan ke dua dalam Pasal 28H Undang–Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yg menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir & batin, bertempat tinggal, & mendapatkan lingkungan hidup yg baik & sehat beserta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Dalam Amandemen UUD 1945 perubahan ke tiga Pasal 34 ayat (3) dinyatakan bahwa Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan & fasilitas umum yg layak.
Buat memenuhi & mewujudkan hak bagi setiap warga negara dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yg layak & kewajiban pemerintah penyediaan fasilitas kesehatan sebagai amanat UUD 1945 serta  kesehatan adalah merupakan kesehatan merupakan Public Good maka dibutuhkan intervensi dari Pemerintah.
        Sejak awal agenda 100 hari Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid satu telah berupaya buat mengatasi hambatan & kendala terkait dgn pelayanan kesehatan khusunya pelayanan kesehatan bagi  masyarakat miskin & tidak mampu yaitu  kebijakan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin. Program ini diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan melalui penugasan kepada PT Askes (Persero) berdasarkan SK Nomor 1241/Menkes /SK/XI/2004, tentang penugasan PT Askes (Persero) dalam pengelolaan program pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat sangat miskin, miskin & tidak mampu dgn nama Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (ASKESKIN). PT Askes (Persero) dalam pengelolaan Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (ASKESKIN).
Penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat sangat miskin, miskin & tidak mampu dgn mana program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) mengacu pada prinsip-prinsip asuransi sosial
  1. Dana amanat & nirlaba dgn pemanfaatan buat semata-mata peningkatan derajat kesehatan masyarakat sangat miskin, miskin & tidak mampu.
  2. Menyeluruh (komprehensif) sesuai dgn standar pelayanan medik yg cost effective & rasional.
  3. Pelayanan Terstruktur, berjenjang dgn Portabilitas & ekuitas.
  4. Transparan & akuntabel.
        Pada semester I tahun 2005, penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin dikelola sepenuhnya oleh PT Askes (Persero) meliputi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas & jaringannya beserta pelayanan kesehatan rujukan di RS dgn sasaran sejumlah 36.146.700 jiwa sesuai data BPS tahun 2004. Dalam perjalanannya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di semester I tahun 2005, ditemukan permasalahan yg utama yaitu perbedaan data jumlah masyarakat miskin BPS dgn data jumlah masyarakat miskin di setiap daerah disertai beberapa permasalahan lainnya antara lain: program belum tersosialisasi dgn baik, penyebaran kartu pebeserta belum merata, keterbatasan sumber daya manusia PT Askes (Persero) di lapangan, minimnya biaya operasional & manajemen di Puskesmas, kurang aktifnya Posyandu & lain-lain.Dgn pertimbangan pengendalian biaya pelayanan kesehatan, peningkatan mutu, transparansi & akuntabiltas, beserta mengingat keterbatasan pendanaan, dilakukan perubahan pengelolaan program Askeskin pada tahun 2008, dgn memisahkan  fungsi pengelolaan dgn fungsi pembayaraan dgn didukung penempatan tenaga verifikator di setiap Rumah Sakit. Selain itu mulai di berlakukannya Tarif Paket Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Rumah Sakit dgn nama program berubah menjadi Jaminan Kesehatan Masyaraka (JAMKESMAS).
        Buat mencapai Universal Coverage pada tahun 2014 maka perlu ada sinergi antara Pemerintah Pusat & Pemerintah Daerah, perihal yg paling penting dalam mensinegikan jaminan kesehatan antara Pemerintah Pusat & Pemerintah Daerah adalah masalah pembiayaan.  Masyarakat miskin & tidak mampu yg terdapat dalam Keputusan Bupati/Walikota akan dibiayai dari APBN, Masyarakat miskin & tidak mampu diluar kuota ditanggung oleh Pemerintah Daerah dgn sumber biaya dari APBD, Kelompok Pekerja dibiayai dari institusi masing-masing ( PNS, ASABRI, JAMSOSTEK) & kelompok individu (kaya & sangat kaya) membiayai diri sendiri dgn asuransi kesehatan komersial atau asuransi kesehatan lainnya. (sumber, http://sanglahhospitalbali.com).
        Sementara kesehatan baru-baru ini banyak sekali masalah yg bersentuhan terkait kesehatan baik faktor infrastruktur, fasilitas sampai pada pelayanan yg tidak atau kurang optimal di pelbagai tempat khususnya di daerah bahwa tidak semua daerah mendapatkan fasilitas kesehatan secara mudah, murah & cocok. Di pelbagai daerah pelosok negeri ini seperti daerah Pandeglang, Rangkasbitung-Lebak, akses buat memperoleh kesehatan dgn laik sangat terbatas & bangunan yg tidak ada atau kurang beserta keberdayaan pelayanan rumahsakit seperti bidan, atau dokter selain terbatas juga kadang tidak ada di ruangannya, sehingga ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah penyelenggara kesehatan di Indonesia.
        Khusus pelayanan di rumahsakit sungguh memprihatinkan penjaminan kesehatan bagi masyarakat miskin belum sepenuhnya optimal bahkan di banyak rumahsakit di daerah & kota-kota besar bersikap asimpati terhadap keluarga yg berobat dari golongan tidak mampu, banyak diberitakan di pelbagai media penolakkan pelayanan  bagi keluarga yg berkantong tidak tebal. Bahkan, jaminan kesehatan (Jamkesmas) tidak mempan digunakan oleh masyarakat kecil itu. Asuransi kesehatan ibarat karcis yg sudah ekspayer bagi mereka sehingga ketidakpercayaan pada pemerintah kian menyulut. Asuransi jeminan kesehatan hanya berlaku itupun di pedesaan saja, dgn fasilitas puskesmas yg serba terbatas. Dana APBN buat kesehatan sudah dianggarkan akan tapi tidak berlaku dilapangan, yg berkuasa tetap memegang kendali, entah itu dana yg disunat atau boroknya birokrasi pemerintah sehingga membiarkan warganya berjuang dalam kesakitan bahkan kematian.
Jamkesmas Produk Gagal
"Kalau kita lihat secara makro, saya berani katakan Jamkesmas dari segi pendataan gagal," ujar anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka disaat talk show di gedung DPD, Sebenarnya, kata Rieke, program ini memiliki tujuan yg sangat baik, yaitu buat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, karena banyaknya penyelewengan & pengelolaan data tak transparan, tujuan itu tidak kesampaian. Selain itu, program ini juga membebani APBD kabupaten/kota. Perihal itu dikarenakan banyak masyarakat yg kurang mampu tapi tidak terlindungi program ini akibat pendataan yg tidak tepat sasaran. Ada juga kasus dimana anggota Jamkesmas tak bisa berobat karena tak punya kartu peserta. Alhasil mereka mesti ditanggung program Jamkesda yg didanai APBD.
        “Kami tidak tahu kesalahan program ini ada di mana. Apakah ada kesalahan pendataan, kebocoran anggaran, atau persoalan lain. Karena faktanya anggaran yg sudah disediakan buat program ini banyak yg tidak terserap & itu artinya jika program ini tidak berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat & mesti dievaluasi,"Jumat (13/5/2011-okezone.com).
        Kegagalan jamkesmas bukan satu-satunya program pemerintah yg kurang berhasil sebelumnya, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga mengalami banyak kendala & bahkan korban jiwa karena ketidakprofesionalan pengelola program tersebut. Jamkesmas memiliki peranan yg sebenarnya sangat bagus bagi kesejahteraan masyarakat dalam menanggung biaya kesehatan, namun apabila tidak dibarungi usaha yg keras dari pemerintah mengenai penanganan secara masif, buat masalah penyelenggaraannya sendiri maka jamkesmas hanya akan menjadi korban kegagalan program-program sebelumnya, & pada akhirnya akan menjadi semacam senjata makan tuan bagi pemerintah karena banyak kekecewaan bahkan hujatan dari masyarakat.
        Solusinya kinerja mesti ditingkatkan secara professional & proporsional, khususnya program kontinyu seperti jamkesmas. Pemerintahan yg baik bukan seberapa banyak mengeluarkan program kerja asal banyak namun mesti proporsional & juga mampu diterapkan di segala medan, khususnya mengenai pengawasan itu lebih utama.

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids air tanah anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain di jual diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sertifikat tanah sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet