Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

PUISI GURU >> Kumpulan Puisi Guru 2012

PUISI GURU >> Kumpulan Puisi Guru 2012

Kumpulan Puisi Guru 2012 berjudul Pahlawan Pendidikan

Jika dunia kami yang dulu kosong
tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana
Tapi kini dunia kami penuh warna
Dengan goresan garis-garis, juga kata
Yang dulu hanya jadi mimpi
Kini mulai terlihat bukan lagi mimpi
Itu karena kau yang mengajarkan
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus dilukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Terimakasih guruku dari hatiku
Untuk semua pejuang pendidikan
Dengan pendidikanlah kita bisa memperbaiki bangsa
Dengan pendidikanlah nasib kita bisa dirubah
Apa yang tak mungkin kau jadikan mungkin
Hanya ucapan terakhir dari mulutku
Di hari pendidikan nasional ini
Gempitakanlah selalu jiwamu
wahai pejuang pendidikan Indonesia
Terimah kasih guru
Kaulah pembimbingku……
Kaulah pengajarku……
Kaulah pendidikku……
Guru……
Itulah julukanmu……
Yang tak pernah bosan dalam……
Mengajar dan membimbingku
Guru……
Tanpa dirimu aku akan hancur……
Tanpa dirimu aku akan sengsara……
Tanpa dirimu aku akan sesat……
Guru……
Terima kasih……
Atas segala jasa-jasamu……
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guru
Yang mendidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar
Senyummu memberikan semangat untuk kami
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu
Menandakan sebuah perjuangan yang sangat besar
Untuk murid-muridnya
Terima kasih Guru
Perjuanganmu sangat berarti bagiku
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini
Akan selalu ku panjatkan doa untukmu
Terimakasih Guruku

Majulah Terus Siswa Indonesia
Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan
Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan arus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan
Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Nasib bangsa engkau yang menentukan
Di Antara Dua
Di antara dua, aku harus memilih
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya

Di antara dua, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya

Di antara dua,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah

GURU
Oleh Zaneta.N.A.J

Guru...
enkau membimbing ku setiap hari
setiap waktu dan setiap saat
hatimu sunguh mulia
enkau adalah orang tua ku yang ke2 dalam hidup ku

Setiap hari
kau curahkan ilmu
untuk bekalku nanti
enkau adalah patriot pahlawan bangsa

Terima kasih guruku
karna enkau lah aku menjadi pintar
enkau ku sebut
pahlawan tanpa tanda jasa


Untuk Guru Cerme1 dan Cerme2 Kediri



PUISI GURU >> Kumpulan Puisi Guru 2012 berjudul: GURUKU PAHLAWANKU
Oleh Upee

Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
pelangi tiada akan pernah terpancar
kehidupan tiada akan pernah terlaksana
Disaat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang nampak dari sudut-sudut bibirmu
Dan gerak-gerik tubuhmu
Engkau sinari jalan-jalan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa sepan kami
Engkau terangi kami dengan lentera ilmu mu
Yang tiada akan pernah sirna di terpa angin usia

Guru........
Engkau pahlawan yang tak pernah mengharapkan balasan
Disaat kami tak mendengarkan mu
Engkau tak pernah mengeluh dan menyerah
Untuk mendidik kami
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang mana warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tentang kata yang harus dibaca
Engkau membuat hidup kami berarti

Guru......
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasa mu akan kami semat abadi sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku, engkau pahlawan ku

TERIMAKASIH GURUKU juga termasuk PUISI GURU >> Kumpulan Puisi Guru 2012
Oleh Anggita Nurul Taeyeon

Guru… …
Kaulah pembimbingku……
Kaulah pengajarku……
Kaulah pendidikku……

Guru……
Itulah julukanmu……
Yang tak pernah bosan dalam……
Mengajar dan membimbingku……

Guru......
Kau bagaikan cahaya……
Yg menerangi jiwa dari segala gelap dunia……
Kau adalah setetes embun yg mnyejukan hati……

Guru.....
Kau adalah pahlawan yg tidak mengharapkan balasan……
Dari segala yg kau lakukan……
Kau lakukan dengan rasa ikhlas ……

Guru……
Tanpamu aku akan hancur……
Tanpamu aku akan sengsara……
Tanpamu aku akan sesat……

Guru……
Tanpamu aku tidak bisa menulis……
Tampamu aku tidak bisa membaca……
Tampamu aku tidak bisa berhitung……

Guru……
Terima kasih ku ucapkan kepadamu……
Atas segala jasa-jasa yang kau berikan……
Selama aku belajar di sekolah ini……

Kumpulan Puisi Guru 2012

sumber puisi Kumpulan Puisi Guru 2012 ini diambil dari www.lokerseni.web.id

Cerpen Wilson Nadeak "Dalam Hening Waktu"

Cerpen Wilson Nadeak "Dalam Hening Waktu" - Buseet dah, artikel banyak di rampas autoblog si anefcinta, dan ini merupakan salah satu artikel dia, copas juga ah judulnya adalah Cerpen Wilson Nadeak "Dalam Hening Waktu" Dalam hening waktu aku tidak mau diganggu. Lepas subuh aku mengambil saat teduh dan mencoba merenungkan sesuatu dan membiarkan pikiran, hati, dan kalbuku mengembara. Kurasakan suatu suasana gairah bertemu dengan Sang Tuhan dan berdialog dengan-Nya setelah menjelajah angkasa mahaluas yang biru. Sebuah suasana syahdu menggelegak dalam kalbu.

Saat teduhku terkadang terentak membuat tubuhku seolah-olah terangkat, mengapung tanpa berat, ketika dering telepon pagi itu berdering. Aku mengadakan konsentrasi lagi, tidak mengabaikan dering telepon yang bertalu-talu, ketika pikiranku mengelana ke batas ruang dan waktu, dan
tubuhku terhempas ke padang rumput yang hijau. Suasana nyaman tiba-tiba terganggu lagi, juga, oleh bunyi telepon itu. Aku tidak mengangkatnya. Telah kutetapkan dalam hati, setiap pagi lepas subuh, aku tidak mau diganggu oleh siapa dan oleh apa pun! Mengapa aku tidak bisa menjadi diriku sendiri, bebas dari usikan orang-orang di sekelilingku?

Untuk ketujuh kalinya saat teduhku terganggu lagi. Ah, Jakarta! Jakarta lagi! Mengapa aku terhempas ke Jakarta ini? Di luar hiruk pikuk kendaraan yang tidak ada putus-putusnya. Siang malam jalan-jalan raya padat kendaraan berbagai macam. Orang-orang yang mengejar waktu, mengejar kendaraan, dan dikejar waktu yang tidak berkesudahan membuat diriku terpenjara di belantara gedung-gedung pencakar langit ini. Mengapa mereka menarik aku ke kota yang tidak mengenal batas waktu ini? Di jemaatku di pedesaan, orang-orang ramah kepadaku. Mereka datang ke rumahku atau aku mendatangi rumah mereka, tanpa bunyi telepon segala. Saat teduhku sangat tidak terganggu. Aku dapat membuka jendela dan menghirup udara pegunungan yang segar. Aku dapat menatap puncak gunung dan menyaksikan rombongan burung gagak terbang riuh pada senja hari dan kemudian sepi menyentuh kalbu. Air pegunungan yang jernih, dingin, bersih, melebihi kemurnian air aqua yang tersedia di balik bangunan tinggi ini. Udara pegunungan jauh lebih sejuk daripada AC yang terus-menerus merayapi ruangan tinggalku di tingkat tiga ini. Sempurna sudah keterperangkapanku di udara Jakarta yang menyesakkan ini.

Dering telepon lagi untuk kedelapan kalinya. Suasana hening kulepaskan dari benakku. Aku turun ke kantor di lantai satu. Barangkali ada anggota jemaatku yang betul-betul memerlukan pertolonganku. Keterlaluan telepon itu. Tetapi, siapa tahu ada anggota jemaat yang meninggal dunia dan memerlukan simpati dan doa-doa yang lebih hidup daripada "saat teduhku" ini? Kuturuni tangga dan kucoba menghalau pikiran buruk dari benakku. Biasanya panggilan telepon pagi hari memang bersuasana duka. Sama seperti dering telepon tengah malam.

"Halo? Saya berbicara dengan siapa? Ada sesuatu yang dapat kutolong?" tanyaku.

Di seberang sana hening sejenak, lalu kemudian diikuti desah isak yang tertahan. Aku menunggu dengan ragu-ragu. "Siapa? halo?"

Setelah berlalu hening dalam beberapa detik, kudengar suara perempuan, "Halo? Pak Pendeta?"

"Ya, ada apa, Bu?"

"Bolehkah saya mengganggu?"

"Ya, tidak apa-apa. Ada yang dapat kubantu?"

"Boleh saya datang ke kantor Pendeta?"

"Ya. Tentu. Tentu."

Kudengar isakan dan kemudian disusul suara serak.

"Pak Pendeta, di tangan kananku ada botol Baygon, sudah lama hendak kuminum dalam ragu…."

"Bu, kedatangan Ibu kutunggu. Datanglah segera. Lepaskan Baygon itu. Datanglah! Saya akan mendengar keluhan Ibu. Sungguh, kutunggu."

"Baiklah," jawabnya pelahan. Terdengar bunyi botol diletakkan di atas meja. Lalu, gagang telepon yang ditaruh kembali.

Gawat! Gawat! kataku kepada diriku sendiri. Di pedalaman, jarang ada anggota jemaatku menggantung diri sekalipun kemarau panjang atau hama wereng menggasak padi mereka, atau tikus yang merajalela dan merusak padi yang sedang membesar. Aku tidak tahu seberapa jauh ia dari tempatku tinggal. Ibu itu tidak menyebut namanya dan itu hal biasa karena setiap anggota jemaat menyangka pendeta pastilah mengenali suara anggota jemaatnya. Tak peduli aku sebagai orang baru di kota ini.

Sejam kemudian terdengar bunyi bel pintu. Kubuka pintu dan tampak di depanku seorang ibu berusia kira-kira empat puluhan. Berpakaian rapi. Rupanya manis dan lembut. Pastilah ia seorang ibu yang baik di dalam keluarga.

"Masuklah, Bu," kataku.

"Saya Dian, Pak Pendeta. Ibu Dian Kesuma."

"Oh ya! Saya tahu. Saya ingat sekarang," kataku sambil mengingat-ingat kembali bahwa selang beberapa bulan yang lalu, aku bertemu dengan suaminya di gereja, dan istrinya di sampingnya. Kesan pertama yang kuperoleh, pastilah mereka keluarga bahagia. Dua anak mereka yang masih duduk di bangku SD juga duduk di samping mereka.

"Ada apa, Bu Dian?"

Bu Dian mengeluarkan saputangannya dan menutupi wajahnya dengan saputangan itu. Ia menahan isak. Lama suasana hening. Ia menangis.

Setelah tangisnya reda, kudengar suaranya mulai normal.

"Pak Pendeta. Telah berkali-kali Pak Pendeta kutelepon pagi hari, tetapi tidak ada yang mengangkat. Apakah saya mengganggu?" tanyanya.

Aku mengingat kembali saat teduhku, saat aku tidak mau diganggu. Ketika hening waktu aku bergumul dengan perasaanku sendiri dan mencari keteduhan di bawah sayap Yang Mahakuasa. Pada saat yang bersamaan, di sini ada seorang anak manusia yang memerlukan pertolongan dariku. Tuhan, ampuni aku, kataku kepada diriku sendiri. Betapa egois sikapku. Aku merasa bersalah.

"Maafkanlah saya, Bu Dian," jawabku, "Ibu tidak mengganggu."

"Saya mempunyai masalah, Pak Pendeta. Bolehkah saya menceritakannya?"

"Saya akan mendengar," jawabku. Aku selalu siap untuk mendengar dan memang itulah tugas penting yang diberikan Tuhan kepadaku. Mendengar dan mendengar. Mamahami, menaruh simpati, dan sedikit berkata-kata.

"Pak Pendeta, tadi pagi saya sudah bertekad untuk meminum Baygon kalau telepon kali terakhir itu tidak diangkat. Saya mengatakan kepada Tuhan apabila telepon pendeta ini tidak diangkat sama sekali berarti niatku harus kulaksanakan. Itulah sebuah pertanda bahwa tidak ada lagi gunanya aku hidup di dunia ini.

Tetapi, ketika dering telepon yang terakhir diangkat, saya meletakkan Baygon di atas meja dan buru-buru datang kemari. Tidak ada lagi tempatku mengadu, tidak ada. Pertama kali saya ketahui bahwa suamiku jatuh cinta lagi kepada seorang sahabatku yang karib, kuberitahukan kepada mertuaku, tetapi mereka mengatakan bahwa itu fitnah. Saya tanyakan gosip itu kepada suamiku, dijawabnya tidak ada apa-apa. Hubunganku dengan pihak keluarga suami menjadi retak. Mereka mengatakan bahwa saya menantu yang tidak tahu diri. Hal ini pun kuberitahukan kepada pihak keluargaku, mereka mengerti keadaanku dan memahami persoalanku, tapi mereka mengatakan bahwa mereka tidak dapat melakukan sesuatu karena kami menikah atas dasar suka sama suka sekalipun mereka tidak merestuinya. Hari demi hari kulalui dengan perasaan yang campur aduk. Suamiku bersikap biasa-biasa saja. Kalau ia pergi ke luar kota karena dinas, ia memberitahukan sebagaimana adanya. Kecurigaanku tidak mungkin kuceritakan kepada temanku yang paling dekat pun karena mereka pun dekat dengan perempuan yang kucurigai. Tetapi, hati nuraniku mengatakan lain.

Kerap kali kami bertengkar ketika anak-anak sudah tidur, hanya karena soal-soal kecil saja. Di mata suamiku, saya mendapat kesan, saya seperti penghalang bagi dirinya. Entah mengapa saya beroleh kesan seperti itu, saya tidak tahu. Sering ia marah-marah tanpa alasan. Kucoba mengalah, berdamai dengan diriku sendiri. Semua prasangka burukku kuhalau dari kalbu. Saya berusaha menjadi ibu yang baik kepada anak-anakku. Segala kasih sayangku kucurahkan kepada kedua anakku. Merekalah tumpuan harapanku. Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi antara saya dan ayah mereka. Berbulan-bulan saya berusaha mendamaikan diriku sendiri.

Tetapi, belakangan saya sering mendapat telepon entah dari siapa. Dari seorang perempuan yang selalu bertanya di mana suamiku. Saya merasa risau mengapa ia begitu peduli dengan suamiku. Kukatakan hal ini kepada suamiku, tetapi ia mengatakan supaya hal itu dilupakan saja. 'Sekarang ini banyak perempuan iseng yang sekadar mengganggu keluarga orang.' Akan tetapi, saya justru bertanya-tanya kepada diri sendiri, mengapa perempuan itu menanyakan suamiku pada jam-jam kantor ke rumah. Pastilah ia tahu bahwa suamiku ada di kantornya. Beberapa waktu belakangan ini, telepon dari perempuan yang sama (walaupun volume suara yang agak berbeda) menanyakan di mana suamiku dan ia ingin meminta pertanggungjawaban. 'Pertanggungjawaban apa?' tanyaku. 'Atas perbuatannya!' jawabnya singkat, lalu memutus telepon.

Malam hari kutanyakan hal itu kepada suamiku. Tampaknya ia grogi dan berdiam diri. Kali ini tidak bereaksi dengan kemarahan seperti biasanya. Malah ia berdiam diri, sampai akhirnya saya mendesaknya. Ajaib, kali ini ia minta maaf kepadaku. 'Maafkanlah saya, Dian. Terlalu lama saya bersandiwara denganmu. Maafkanlah saya!' 'Apa yang harus kumaafkan? Kau terlibat dengan perempuan yang kucurigai itu?' 'Ya,' jawabnya perlahan. Saya merasa tanah tempatku berpijak runtuh, menganga, dan saya tenggelam ke dalamnya. Saya menangis sejadi-jadinya. Semalam-malaman air mataku membasahi bantalku. Saya tidak tahu hendak berbuat apa. Suamiku dengan terus terang mengakui kesalahannya kali ini dan memohon kepadaku maaf. Tetapi, maaf apa yang hendak kuberikan kepadanya? Haruskah saya melupakan peristiwa itu, sementara teror telepon datang dari waktu ke waktu?

Pak Pendeta, beberapa waktu yang lalu, ketika bangun pagi, saya menemukan sebuah surat di atas meja. Kubuka surat itu. Isinya? Aduh, dunia sudah kiamat bagiku. Ia meminta maaf dan pergi untuk selamanya dari sampingku dan samping anak-anakku. Ia memberitahukan bahwa kedua rumah yang dibeli dan ditempati atas namaku diserahkan padaku.

Kuhubungi keluarga pihak suamiku di mana keberadaan putra mereka, suamiku, tetapi mereka menjawab 'Tidak tahu.' Bahkan, mereka balik bertanya mengapa seorang suami meninggalkan istri dan anak-anak, pastilah karena istri yang tidak becus. Saya sakit hati sekali. Berminggu-minggu saya mencarinya ke mana-mana, tetapi tidak berhasil menemukannya. Orang kantornya pun mengatakan bahwa sudah lama ia tidak masuk kantor. Anak-anak menanyakan di mana ayah mereka, kujawab bahwa ia sedang bepergian ke luar kota untuk waktu yang lama.

Dalam situasi kemelut ini saya dikejutkan lagi berita bahwa kedua anak saya diambil pihak keluarga suamiku dari sekolah. Kiamat yang lain menimpaku lagi. Apa arti hidup ini bagiku, tanpa suami, tanpa anak dan tanpa keluarga? Di mana Tuhan, Pak Pendeta? Mengapa Dia membiarkan ini semua terjadi kepada diriku?…"

Perlahan aku menjawabnya, "Tuhan selalu mengasihi orang yang teraniaya, Bu Dian. Ia melihat deritamu, Ia memberi kekuatan kepadamu sampai suatu saat jalan terbaik ditunjukkan-Nya kepadamu."

Kulihat ia menarik napas dalam-dalam sambil menghapus titik-titik air mata dari pipinya. "Saya mendoakanmu, Bu Dian. Jangan putus asa. Tuhan akan menunjukkan jalan terbaik bagimu. Sabarlah. Jangan ikuti jalan iblis yang menggodamu, yang membawamu ke tempat yang tidak kaukehendaki. Serahkan jalan hidupmu kepada Tuhan, maka Ia akan menyelamatkanmu…."

Kata itu frase dari Kitab Suci, yang kupetik untuknya. Aku tidak tahu apakah itu dapat menghiburnya dan memberi kelegaan baginya. Aku sendiri pun pada saat teduh lebih memikirkan hening waktu daripada kenyataan yang kuhadapi. Tapi pasti, Tuhan yang ada di seberang sana tetaplah Tuhan yang memerhatikan jalan hidup manusia. Manusia adalah pelakon bagi hidupnya dan perannya yang dipilih sendiri berlangsung di pentas kehidupan itu sendiri.

Beberapa minggu kemudian dering telepon subuh hari mengentakkanku dari saat teduh yang terganggu. Segera kuangkat telepon. "Halo?" Dari seberang sana ada suara yang mudah kukenali. "Halo, Pak Pendeta. Ini Ibu Dian Kesuma. Perlu Pendeta kukabari bahwa kedua rumahku yang ada di Jakarta telah kujual. Sebagai anggota jemaat Anda, saya pamit. Saya akan pergi ke negeri seberang. Mencoba melupakan segala sesuatu. Kendaraan pun telah saya jual karena di negeri yang baru itu saya akan belajar melupakan sesuatu yang pernah singgah dalam hidupku. Terima kasih atas nasihat Pak Pendeta. Saya akan naik pesawat pertama pagi ini. Maafkan saya yang telah mengganggu saat teduh Pak Pendeta. Semoga di angkasa sana, kalau Tuhan mengizinkan, saya dapat merenungkan ciptaan kemuliaan Tuhan. Dari angkasa kita tahu bahwa manusia tak lebih dari setitik air yang akan lenyap dan menguap di udara. Selamat tinggal…."

Aku pun tenggelam dalam hening waktu.

rating 5

Puisi Cinta Romantis Bahasa Inggris

Puisi Cinta Romantis Bahasa Inggris - Dalam keadaan koneski yang lelet ini, saya usahakan juga posting sebuah judul Puisi Cinta Romantis Bahasa Inggris, yah jadi buat sahabat semua yang pengen tau atau lagi nyari neh Puisi Cinta Romantis Bahasa Inggris bisa sobat lihat di bawah ini, untuk artinya, kalau sobat kagak ngarti berarti kita sama saya juga gak ngerti. hehe.. translet aja ya pakai google translet kalau pengen di artiken Puisinya, oke berikut selengkapnya .


Pragmatic Poetry

Smile to me and don't leave me
Cause you're my heart please dont leave me alone
You gave me your love with all your heart
I never have this kind a girl like you before

It's not cliche it's real
I just need you to believe
I will never treat you bad
Cause you're the one that I love

As the time goes on
That doesnt really matter it couldnt change our heart
And no ane will ever be
Cos your love always on my heart it kept me warm

No one seems to care
But we dont really care



Nah itu saja dulu tentang puisi bahasa inggris nya untuk sementara ini, moga bentar lagi koneksi kembali normal dengan di perbaikinya tower yang jebol kali ya, eh kok di puisi bahas jaringan sih, hehe maap, cuma nambahin kata kata aja, 
rating 5

Kumpulan Puisi Lulu Aundhia Allam Lengkap

Kumpulan Puisi Lulu Aundhia Allam Lengkap - berikut Ini beberapa puisi ciptaan saya sendiri (Lulu Aundhia Allam), mungkin tidak terlalu bagus tetapi inilah hasil karya sesungguhnya :)


TUHAN TELAH MERENCANAKAN
Saat senja datang
Mentari telah menghilang
Gelap dunia menghampiri
Sinar cahaya merasa iri
Setengah fajar akan tiba
Namun terlambat sudah
Sanubari yang mulai berbeda
Goyang tanah karena marah
Dihempas gelombang
Dilemparkan angin
Diterjang badai
Dibutakan duka
Beribu jiwa telah melayang
Beribu harta telah hilang
Berjuta air mata menyelimuti

Berjuta kenangan tinggal bayang

Awalnya akan memulai hari

Yang telah matang direncanakan

Namun, apa daya kini telah usai

Setelah memandang semua kejadian

Lantunan dan alunan nada yang tak biasa

Bagaikan ombak memecah lautan

Kini saatnya telah tiba

Bumi terbalik karena beban

Seluruh jiwa terpuruk dalam duka

Mencari jawaban dari anga

Melukiskan sebuan jawaban

Semuanya telah direncanakan Tuhan

MUNGKIN

Di dunia ini

Tak ada yang tak mungkin

Ataukah mungkin

Hanya ilusi sebagian orang

Ataukah mungkin

Hanya khayalanku

Khayalan yang tak jelas di mata orang lain

Mungkinkah

Khayalan itu mungkin terjadi ?

Mungkinkah

Semua kemungkinan akan menjadi mungkin

Semua serba mungkin

Dan mungkin

Jika di dunia ini

Tak ada kata mungkin

Mungkin saja dunia ini terpuruk di dalam

Kepastian..

SEDIH INI

Kutatap langit dengan penuh perasaan

Betapa beratnya mendapat beban

Aku pun berbohong dengan sejuta alasan

Berbohong demi kebaikan

Apa kata dunia ini

Jika aku merasa dengki

Pada seseorang yang membuatku sakit hati

Karenanya aku pedih hati

Rasanya ingin menangis setiap saat

Tak kuasa ku menahan amarah

Hatiku yang sangat takut

Jiwaku yang sangat lemah

Tak mampu ku tuk berbicara

Pada orang yang mengadu dombakanku

Ingin sekali aku membalasnya

Tetapi kau membicarakanku

Ejekan yang tak berguna tentang diriku

Kau katakan pada semua orang

Akhirnya semua orang membenciku

Tetapi aku tetap tersenyum pada orang-orang


MY DREAMS

I ever dreamed

Dream of being a smart person

I never expected

Hoping for success

I want to fly high

As high as my dream one day later

The sun shine

Like the eternal world of peace

I planted a tear

As hopes of realizing the ideals

Hopefully I can walk around the world

When the future has arrived

Never stop hoping

Do not ever stop praying

Do not give up too easily

Pray and resignation

That is the key to successful

To achieve what you want

May our ideals come true ..

Reach star up there ..

Make it more bright, as bright as science ..

HAL ITU SESUATU

Saat malam tiba

Saat angin menghembus

Saat hujan turun

Saat badai menerjang

Saat dunia berputar

Aku selalu memikirkanmu

Aku ingin kau berada disampingku setiap saat

Aku ingin berbicara denganmu

Aku ingin selamanya bersamamu

Walaupun ku tahu kau tak mencintaiku

Walaupun kau tak mengenaliku lebih dalam

Aku ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu

Semoga diantara kita ada ikatan yang sama

Antara aku dan kamu

CINTA ORANG-ORANG GAGAH


Assalamualaikum…!!!



Ada 2 sahabat hadir disini. Keduanya adalah orang – orang yg benar – benar kuinginkan ada di sini. Di dada ini. Meskipun suatu waktu aku tiada lagi entah kemana.

Gadis manis belia yg mencoba menjadi dewasa.
Yg sekarang mau ku tahu adalah…apa arti dewasa bagimu ?
Apakah jika kamu tak lagi mengandalkan tangan orang lain ?
Atau karena umur kamu yg masih belia, maka timbul kebimbangan tentang kedewasaan ?
Hai gadis manis..!!
3 bulan lalu aku pernah bertemu dgn lelaki garang berumur 30 an. aku tertawa lepas dalam hati sambil berkata : huahahhaha ini rupanya jiwa seorang bocah yg terkurung dalam tubuh berbulu itu ..!!
…………………………………………………………
Apa kabar dgn usia ?
…………………………………………………………
Buat kau tahu.
Lupakan sejenak apa yg ku ungkapkan tadi. Maka sebenar – benarnya ada sebuah sisi kedewasaan yg sudah kau miliki…!!
Walaupun aku tahu bukan dari mulut mungilmu yg mengatakan.
Kadang kau & aku seperti dua manusia yg berdiri kaku & saling sapa seperlunya.
Jangan lagi seperti ini ! setuju ?
Aku belum menjadi apa – apa. Tapi kuusahakan yg kubisa buat membantumu.

Akhhhhhhhhh…..kamprettttttt…si lelaki tampan dgn rambut brondong jagong..huahahhahahah..!!!
Kau mempunyai beberapa perihal yg kuinginkan ada dalam diri ini.
Jangan Tanya..!! aku lagi terburu – buru !
Akh…aku teringat canda kita tentang sebuah film.
Judulnya “ Poho deui “.
Aku adalah pemeran utama film ini. Kau hanya sekedar piguran, tapi kau bisa menjadi pemeran utama di film ini.
Tetaplah ada dalam setiap adegan. Jangan menjauh. Karena skenario film ini bukan hanya butuh Voice Over. Mesti ada dialog & parenthetical yg penuh penghayatan.
Mampus luhhhhhhhhh!!!! Kagak ngarti..!!!!!!!!!! ( becanda, fren ! )

……………………………………………………………………………………………………………
Seperti juga aku.
Ingin menjadi pemeran utama dalam filmmu yg berjudul “ hentai only “.
Ya ! kita mencumbu kisah hidup ( film ) yg mau menjadi satu.

Sebentar !
Aku hisap dulu rokokku.
Kuteguk dulu hangatnya bir kaleng ini.

Cinta……!!:heart: :love:
Cinta sejati seperti angin yg membelaimu tak terasa… karena kau biasa.
Tak terasa
Karena kau biasa
Karena kau terbiasa
Tanpa terduga..tanpa di duga – duga.
Kebenaran rasa hadir dari saling menyelami buah hatinya masing – masing.
Saling tahu tanpa mau tahu
Karena kejujurannya lekas – lekas bakal datang
Saling membutuhkan tanpa ada niat ingin merasa dibutuhkan
Saling merindukan. Rindu yg terikat pada sepasang kaki merpati.
Saling membenahi diri
Percintaan yg baik adalah para pelakunya menjadi baik pula
Terimalah salam hormatku buat kalian berdua!
Semoga dalam kebersamaan kalian dilindungi & diberkati Yg Maha Kuasa !
Amien Ya Robal Alamin

Kasih tahu aku apa nanti yg membuat bahagia
Kasih tahu aku apa nanti yg menjadikan kesedihan
Kasih tahu aku apa nanti yg menjadikan perselisihan
Kasih tahu aku apa nanti……aku masih ada dalam diri kalian ?
Ceritakan padaku apa yg terjadi nanti & hari ini

Jangan jauh dari diriku
Ada rasa tak ingin dilupakan yg berkecamuk di hati kabut mahameru
Semoga kalian menjadi orang – orang yg menunjukkan sosok aku yg ada di sana.
Di sana…di atas bukit, & matanya memandang penuh arti pada pulau rahasia miliknya.

Assalamualaikum…!!!

penceritaan ulang dari novel berdebu yg di daur ulang
" Cinta Orang - Orang Gagah "
copy:http://my.opera.com/ibenk_sablenk/archive/monthly/?startidx=5

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids air tanah anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain di jual diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sertifikat tanah sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet