Showing posts with label seni. Show all posts
Showing posts with label seni. Show all posts
Latihan Menggambar Bentuk dalam seni rupa
Latihan menggambar bentuk sama dengan menggambar lainnya. Kamu dapat memulai latihan menggambar bentuk dengan melakukan latihan-latihan dasar. Latihan dasar biasanya diawali dengan mengamati dan menggambar objek sederhana berupa bentuk-bentuk yang mudah seperti kotak, bulat, silinder dan segitiga. Keberhasilan menggambar bentuk terletak pada kecermatan memindahkan bentuk benda yang dilihat mata ke dalam bidang gambar. Untuk itulah dibutuhkan pemusatan perhatian dan ketelitian pandangan serta kejelian mengatur tata letak di samping penguasaan motorik.
Dalam menggambar bentuk ada beberapa teknik yang harus kamu kuasai, yaitu teknik perspektif, sketsa, siluet, komposisi, dan pencahayaan.
a. Teknik Perspektif
Teknik perspektif digunakan untuk menggambarkan benda sehingga tampak wajar, sesuai dengan pandangan mata. Teknik ini biasanya berhubungan dengan peletakan garis horizon, letak benda, dan jumlah titik hilang. Jumlah titik hilang dalam menggambar perspektif bisa satu titik hilang atau dua titik hilang. Teknik satu titik hilang digunakan untuk atau pandangan penggambar tegak lurus pada bidang objek. Adapun teknik dua titik hilang digunakan untuk menggambar objek dari salah satu sudutnya. Sementara garis horizon merupakan garis khayal yang mewakili posisi tinggi mata penggambar.
b. Teknik Sketsa
Sketsa adalah gambar dasar, pola, atau rencana dari pembuatan sebuah gambar. Sketsa dalam menggambar bentuk lebih bersifat menangkap serta membuat garis-garis kontur atau konstruksi bentuk benda agar proporsional. Teknik ini biasanya banyak menggunakan media kering seperti pensil hitam dan pensil warna. Contoh teknik siluet
Teknik siluet terdiri atas siluet positif dan siluet negatif. Siluet positif, yaitu menghitamkan bagian benda yang digambar. Adapun siluet negatif merupakan kebalikan dari siluet positif, yaitu menghitamkan bagian latar gambar sedangkan objek gambar dibiarkan putih. Alat yang cocok dipergunakan dalam teknik ini adalah tinta bak dan cat poster.
d. Teknik Komposisi
Komposisi dalam menggambar bentuk sangat diperlukan untuk menyusun suatu benda dengan benda lainnya agar susunan selaras, seimbang, dan memenuhi tuntutan segi artistiknya. Teknik ini dipergunakan jika objek yang kamu gambar jumlahnya banyak serta bentuk dan jenisnya beragam. Pada teknik ini dibutuhkan ketepatan dalam mengatur posisi benda sehingga tampak indah dan mudah dalam menggambar. Usahakan dalam menaruh objek, bagian yang tinggi di belakang, bagian yang rendah di depan, atau sesuaikan dengan seleramu. Contoh teknik komposisi
e. Teknik Pencahayaan
Teknik pencahayaaan berfungsi untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dari objek yang digambar. Adanya penyinaran dan pencahayaan menimbulkan gelap terang dan batas-batas antara gelap terang yang menyebabkan ilusi garis. Teknik ini dapat diperoleh dengan arsir tipis tebal. Jika benda mendapatkan banyak cahaya maka diarsirnya dengan arsir Contoh teknik pencahayaan mendapatkan cahaya maka arsirnya sangat tebal. Dalam menggambar teknik ini aturlah posisi cahaya yang baik, usahakan cahaya datang dari sudut kemiringan tertentu sehingga bayangan akan tampak jelas.
Mari Menggambar Bentuk
Pada pokok bahasan ini kamu akan belatih menggambar bentuk benda-benda kubistis. Setelah mempelajari dasar-dasar dan teknik menggambar bentuk, kini kamu dapat mempraktikkannya. Seperti telah disebutkan sebelumnya, benda kubistis adalah benda yang memiliki bentuk kubus atau balok. Benda-benda kubistis dibatasi oleh bidang-bidang datar yang bentuknya beraturan dan bersudut.
Dalam menggambar bentuk ada beberapa teknik yang harus kamu kuasai, yaitu teknik perspektif, sketsa, siluet, komposisi, dan pencahayaan.
a. Teknik Perspektif
Teknik perspektif digunakan untuk menggambarkan benda sehingga tampak wajar, sesuai dengan pandangan mata. Teknik ini biasanya berhubungan dengan peletakan garis horizon, letak benda, dan jumlah titik hilang. Jumlah titik hilang dalam menggambar perspektif bisa satu titik hilang atau dua titik hilang. Teknik satu titik hilang digunakan untuk atau pandangan penggambar tegak lurus pada bidang objek. Adapun teknik dua titik hilang digunakan untuk menggambar objek dari salah satu sudutnya. Sementara garis horizon merupakan garis khayal yang mewakili posisi tinggi mata penggambar.
b. Teknik Sketsa
Sketsa adalah gambar dasar, pola, atau rencana dari pembuatan sebuah gambar. Sketsa dalam menggambar bentuk lebih bersifat menangkap serta membuat garis-garis kontur atau konstruksi bentuk benda agar proporsional. Teknik ini biasanya banyak menggunakan media kering seperti pensil hitam dan pensil warna. Contoh teknik siluet
Teknik siluet terdiri atas siluet positif dan siluet negatif. Siluet positif, yaitu menghitamkan bagian benda yang digambar. Adapun siluet negatif merupakan kebalikan dari siluet positif, yaitu menghitamkan bagian latar gambar sedangkan objek gambar dibiarkan putih. Alat yang cocok dipergunakan dalam teknik ini adalah tinta bak dan cat poster.
d. Teknik Komposisi
Komposisi dalam menggambar bentuk sangat diperlukan untuk menyusun suatu benda dengan benda lainnya agar susunan selaras, seimbang, dan memenuhi tuntutan segi artistiknya. Teknik ini dipergunakan jika objek yang kamu gambar jumlahnya banyak serta bentuk dan jenisnya beragam. Pada teknik ini dibutuhkan ketepatan dalam mengatur posisi benda sehingga tampak indah dan mudah dalam menggambar. Usahakan dalam menaruh objek, bagian yang tinggi di belakang, bagian yang rendah di depan, atau sesuaikan dengan seleramu. Contoh teknik komposisi
e. Teknik Pencahayaan
Teknik pencahayaaan berfungsi untuk mendapatkan kesan tiga dimensi dari objek yang digambar. Adanya penyinaran dan pencahayaan menimbulkan gelap terang dan batas-batas antara gelap terang yang menyebabkan ilusi garis. Teknik ini dapat diperoleh dengan arsir tipis tebal. Jika benda mendapatkan banyak cahaya maka diarsirnya dengan arsir Contoh teknik pencahayaan mendapatkan cahaya maka arsirnya sangat tebal. Dalam menggambar teknik ini aturlah posisi cahaya yang baik, usahakan cahaya datang dari sudut kemiringan tertentu sehingga bayangan akan tampak jelas.
Mari Menggambar Bentuk
Pada pokok bahasan ini kamu akan belatih menggambar bentuk benda-benda kubistis. Setelah mempelajari dasar-dasar dan teknik menggambar bentuk, kini kamu dapat mempraktikkannya. Seperti telah disebutkan sebelumnya, benda kubistis adalah benda yang memiliki bentuk kubus atau balok. Benda-benda kubistis dibatasi oleh bidang-bidang datar yang bentuknya beraturan dan bersudut.
. Alat dan Media Menggambar Bentuk
Alat dan Media Menggambar Bentuk
Alat dan media merupakan faktor utama dan sangat penting dalam menggambar bentuk. Hal itu tanpa mengesampingkan faktor bakat serta dukungan latihan yang intensif dan terus menerus. Sebelum menggambar bentuk sebaiknya kamu mempersiapkan dahulu alat dan media yang diperlukan. Tanpa persiapan alat dan media akan mengurangi ketepatan menggambar sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun jangan khawatir, alat dan
media menggambar bentuk sudah banyak tersedia di toko-toko seni rupa atau toko buku. Kamu tinggal memilih sesuai dengan karakter objek gambar. Selain alat dan media yang telah tersedia, kamu dapat pula memakai alat yang ada di sekitarmu, contohnya arang kayu, jelaga, biji-bijian, atau daun-daunan yang memiliki pigmen warna. Adapun alat dan media yang biasanya dipergunakan dalam menggambar bentuk antara lain sebagai berikut.
a. Bidang Gambar
Kertas gambar merupakan bahan utama untuk menggambar bentuk. Kertas ini terdiri atas beragam jenis sesuai dengan keperluan dan kepentingan masing-masing. Namun, orang lazimnya menggunakan kertas gambar putih seperti karton putih atau kertas tipis seperti kertas HVS. Kertas gambar untuk keperluan menggambar bentuk sebaiknya bertekstur kasar dan tidak licin. Selain kertas, bidang gambar yang lainnya adalah papan tulis dan plastik transparan. Kedua benda tersebut bisa menjadi alternatif dari kertas gambar.
b. Pensil
Pensil yang dapat digunakan menggambar bentuk adalah pensil yang memiliki isi berupa grafit berwarna hitam. Pensil ini terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, jenis pensil yang bertanda H (Hard) atau pensil keras yang biasanya digunakan untuk menggambar teknik bagi para perancang bangunan (arsitek), mulai dari H, 2H, 3H, …HHHH. Ukuran tersebut berarti semakin banyak H-nya pensil akan semakin keras. Kedua, jenis pensil sedang, yaitu pensil yang bertanda HB dan F. Ketiga, yaitu jenis pensil yang bertanda B, 2B, 3B, 4B, …BB. Huruf B berasal dari kata ”Bold” atau warnanya hitam/pekat. Semakin banyak angka pengikutnya maka semakin lunak. Pensil jenis inilah cocok untuk menggambar bentuk.
22 Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VII
c. Pensil Warna
Bentuknya hampir mirip dengan pensil hitam, hanya isinya saja yang berwarna. Pewarna ini memiliki karakter keras dibandingkan dengan pastel dan krayon. Ada juga pensil warna yang bersifat aquarel.
media menggambar bentuk sudah banyak tersedia di toko-toko seni rupa atau toko buku. Kamu tinggal memilih sesuai dengan karakter objek gambar. Selain alat dan media yang telah tersedia, kamu dapat pula memakai alat yang ada di sekitarmu, contohnya arang kayu, jelaga, biji-bijian, atau daun-daunan yang memiliki pigmen warna. Adapun alat dan media yang biasanya dipergunakan dalam menggambar bentuk antara lain sebagai berikut.
a. Bidang Gambar
Kertas gambar merupakan bahan utama untuk menggambar bentuk. Kertas ini terdiri atas beragam jenis sesuai dengan keperluan dan kepentingan masing-masing. Namun, orang lazimnya menggunakan kertas gambar putih seperti karton putih atau kertas tipis seperti kertas HVS. Kertas gambar untuk keperluan menggambar bentuk sebaiknya bertekstur kasar dan tidak licin. Selain kertas, bidang gambar yang lainnya adalah papan tulis dan plastik transparan. Kedua benda tersebut bisa menjadi alternatif dari kertas gambar.
b. Pensil
Pensil yang dapat digunakan menggambar bentuk adalah pensil yang memiliki isi berupa grafit berwarna hitam. Pensil ini terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, jenis pensil yang bertanda H (Hard) atau pensil keras yang biasanya digunakan untuk menggambar teknik bagi para perancang bangunan (arsitek), mulai dari H, 2H, 3H, …HHHH. Ukuran tersebut berarti semakin banyak H-nya pensil akan semakin keras. Kedua, jenis pensil sedang, yaitu pensil yang bertanda HB dan F. Ketiga, yaitu jenis pensil yang bertanda B, 2B, 3B, 4B, …BB. Huruf B berasal dari kata ”Bold” atau warnanya hitam/pekat. Semakin banyak angka pengikutnya maka semakin lunak. Pensil jenis inilah cocok untuk menggambar bentuk.
22 Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VII
c. Pensil Warna
Bentuknya hampir mirip dengan pensil hitam, hanya isinya saja yang berwarna. Pewarna ini memiliki karakter keras dibandingkan dengan pastel dan krayon. Ada juga pensil warna yang bersifat aquarel.
d. Pastel
Pastel terbuat dari sejenis kapur yang mengandung minyak dan pewarna serta memiliki sifat yang lembut (so ). Warna yang dihasilkan lebih terang dan ekspresif. Penggunaannya bisa dicampur antara warna yang satu dengan warna yang lainnya secara berulang-ulang.
e. Krayon
Krayon adalah media yang sejenis dengan pastel yang terbuat dari pewarna dan lilin. Pewarna ini memiliki sifat yang lebih keras dari pastel dan licin apabila digoreskan pada permukaan kertas. Sebaiknya krayon digunakan pada permukaan kertas yang memiliki tekstur kasar.
f. Cat Air
Cat air (water colour) mempunyai karakter transparan (tembus pandang). Warna yang dipulaskan terlebih dahulu tidak dapat ditutup dengan warna lain di atasnya karena akan bercampur. Penggunaannya biasanya dengan teknik aquarel.
g. Cat Poster
Cat poster atau cat plakat memiliki sifat opague, yaitu warna yang dipulaskan lebih dahulu bisa ditutup oleh warna berikutnya. Penggunaannya biasanya dengan teknik blok rata.
h. Tinta Bak
Tinta bak atau biasa disebut dengan tinta cina yang memiliki warna hitam pekat dan cocok digunakan dalam menggambar teknik siluet (gambar blok).
i. Pewarna Alam
Pewarna alam adalah jenis pewarna yang diambil langsung dari alam dengan cara mengolah sedemikian rupa dengan cara-cara tertentu. Seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning, daun suji menghasilkan warna hijau, getah angsana menghasilkan
Pastel terbuat dari sejenis kapur yang mengandung minyak dan pewarna serta memiliki sifat yang lembut (so ). Warna yang dihasilkan lebih terang dan ekspresif. Penggunaannya bisa dicampur antara warna yang satu dengan warna yang lainnya secara berulang-ulang.
e. Krayon
Krayon adalah media yang sejenis dengan pastel yang terbuat dari pewarna dan lilin. Pewarna ini memiliki sifat yang lebih keras dari pastel dan licin apabila digoreskan pada permukaan kertas. Sebaiknya krayon digunakan pada permukaan kertas yang memiliki tekstur kasar.
f. Cat Air
Cat air (water colour) mempunyai karakter transparan (tembus pandang). Warna yang dipulaskan terlebih dahulu tidak dapat ditutup dengan warna lain di atasnya karena akan bercampur. Penggunaannya biasanya dengan teknik aquarel.
g. Cat Poster
Cat poster atau cat plakat memiliki sifat opague, yaitu warna yang dipulaskan lebih dahulu bisa ditutup oleh warna berikutnya. Penggunaannya biasanya dengan teknik blok rata.
h. Tinta Bak
Tinta bak atau biasa disebut dengan tinta cina yang memiliki warna hitam pekat dan cocok digunakan dalam menggambar teknik siluet (gambar blok).
i. Pewarna Alam
Pewarna alam adalah jenis pewarna yang diambil langsung dari alam dengan cara mengolah sedemikian rupa dengan cara-cara tertentu. Seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning, daun suji menghasilkan warna hijau, getah angsana menghasilkan
Mata pelajaran Seni dan budaya
Seni rupa merupakan bagian dari mata pelajaran Seni Budaya. Selain seni rupa, terdapat pula seni musik, seni tari, dan seni teater. Aspek seni yang diajarkan dikaitkan dengan aspek budaya, tidak hanya budaya daerah melainkan budaya Nusantara dan mancanegara. Oleh karena itu, mata pelajaran seni budaya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya. Materi yang disampaikan dalam bidang seni rupa meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan beragam karya seni. Misalnya, lukisan, patung, ukiran, dan cetak. Materi-materi yang diberikan akan mengantarkan siswa untuk memiliki pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan mengapresiasi dan berekspresi/berkreasi karya seni rupa. Hal tersebut bisa didapat oleh siswa melalui kegiatan-kegiatan yang diberikan di dalam buku Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VII, VIII, dan IX.
Dalam menyampaikan materi seni rupa yang terdapat dalam buku ini, guru dapat menggunakan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Guru akan membantu siswa untuk memahami materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian, siswa akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dinamis dan eksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Pendekatan kontekstual yang digunakan oleh guru akan dapat mengembangkan siswa untuk belajar secara mandiri. Caranya adalah dengan mengarahkan sifat keingintahuan siswa dengan cara bertanya. Guru pun dapat menciptakan masyarakat belajar, yaitu siswa belajar dalam kelompok-kelompok belajar. Kemudian, guru memberikan contoh dalam pembelajaran. Lalu, guru memberikan re eksi tentang pelajaran yang telah dipelajari setiap akhir pertemuan. Terakhir, guru melakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa. Untuk mendukung pembejaran dengan pendekatan kontekstual tersebut, buku ini dirancang dengan pembagian sebagai berikut.
1. Pelajaran
2. Tujuan pembelajaran
3. Apersepsi
4. Cakupan materi
5. Kata kunci
6. Materi
7. Pelatihan
8. Uji Kompetensi
9. Info seni
10. Re eksi
11. Rangkuman
12. Pelatihan pelajaran
13. Pelatihan semester
14. Glosarium
15. Indeks
16. Da ar pustaka
17. Lampiran
Dalam menyampaikan materi seni rupa yang terdapat dalam buku ini, guru dapat menggunakan pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Guru akan membantu siswa untuk memahami materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian, siswa akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dinamis dan eksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Pendekatan kontekstual yang digunakan oleh guru akan dapat mengembangkan siswa untuk belajar secara mandiri. Caranya adalah dengan mengarahkan sifat keingintahuan siswa dengan cara bertanya. Guru pun dapat menciptakan masyarakat belajar, yaitu siswa belajar dalam kelompok-kelompok belajar. Kemudian, guru memberikan contoh dalam pembelajaran. Lalu, guru memberikan re eksi tentang pelajaran yang telah dipelajari setiap akhir pertemuan. Terakhir, guru melakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa. Untuk mendukung pembejaran dengan pendekatan kontekstual tersebut, buku ini dirancang dengan pembagian sebagai berikut.
1. Pelajaran
2. Tujuan pembelajaran
3. Apersepsi
4. Cakupan materi
5. Kata kunci
6. Materi
7. Pelatihan
8. Uji Kompetensi
9. Info seni
10. Re eksi
11. Rangkuman
12. Pelatihan pelajaran
13. Pelatihan semester
14. Glosarium
15. Indeks
16. Da ar pustaka
17. Lampiran
Pengertian Apresiasi Seni Rupa
Pengertian Apresiasi Seni Rupa dalam artian mengapresiasi karya seni adalah landasan pokok mempelajari wawasan seni budaya. Selain buat memperluas pengetahuanmu tentang seni, hal ini juga bisa mendekatkanmu dengan seni. Kata apresiasi secara etimologi didapat dari bahasa Latin, yaitu appretiatus artinya “memberi putusan dgn rasa hormat sebagai cara buat menghargai sesuatu keindahan karya seni”. Dalam kamus umum Inggris-Indonesia to apreciate maknanya “menghargai“ appreciation artinya “penghargaan”. Mengapresiasi seni berarti berusaha mengerti tentang seni serta menjadi peka terhadap unsur di dalamnya sehingga secara sadar mampu menikmati, pada akhirnya dapat menilai karya seni secara baik.
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terdapat pandangan keliru terhadap pengertian seni. Hal ini bisa terjadi akibat terbatasnya informasi tentang pengertian seni. Dampaknya adalah adanya kesenjangan antara seni dengan lingkungan sosial serta lemahnya kadar apresiasi seni di kalangan pelajar juga masyarakat pada umumnya.
Sebuah karya tercipta akan membuat efek lain pada diri penciptanya beserta orang lain. Suka atau tidak suka, indah atau tidak indah, menyenangkan atau tidak menyenangkan, serta berbagai perasaan lain akan dirasakan oleh orang melihat karya seni tersebut.
Banyak orang mengatakan bahwa seni merupakan sesuatu mengandung nilai indah. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar karena di samping indah, ada seni tidak indah, namun tetap mengandung kata seni. Indah atau tidak indahnya suatu karya seni bergantung pada seniman membuatnya juga para penikmat seni.
Sepanjang sejarahnya, manusia tidak terlepas dari seni. Seni merupakan bagian dari kehidupan manusia universal. Hal itu karena seni merupakan salah satu bentuk kebudayaan mengandung nilai indah (estetis). Seni tidak mempunyai definisi tersendiri mengingat kompleksitas kedalamannya. Pengertian seni lebih terarah pada konsep muncul secara variatif sesuai dengan pemahaman, penghayatan, pandangan seseorang terhadap seni dijadikan acuan atau batasan.
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali terdapat pandangan keliru terhadap pengertian seni. Hal ini bisa terjadi akibat terbatasnya informasi tentang pengertian seni. Dampaknya adalah adanya kesenjangan antara seni dengan lingkungan sosial serta lemahnya kadar apresiasi seni di kalangan pelajar juga masyarakat pada umumnya.
Sebuah karya tercipta akan membuat efek lain pada diri penciptanya beserta orang lain. Suka atau tidak suka, indah atau tidak indah, menyenangkan atau tidak menyenangkan, serta berbagai perasaan lain akan dirasakan oleh orang melihat karya seni tersebut.
Banyak orang mengatakan bahwa seni merupakan sesuatu mengandung nilai indah. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar karena di samping indah, ada seni tidak indah, namun tetap mengandung kata seni. Indah atau tidak indahnya suatu karya seni bergantung pada seniman membuatnya juga para penikmat seni.
Sepanjang sejarahnya, manusia tidak terlepas dari seni. Seni merupakan bagian dari kehidupan manusia universal. Hal itu karena seni merupakan salah satu bentuk kebudayaan mengandung nilai indah (estetis). Seni tidak mempunyai definisi tersendiri mengingat kompleksitas kedalamannya. Pengertian seni lebih terarah pada konsep muncul secara variatif sesuai dengan pemahaman, penghayatan, pandangan seseorang terhadap seni dijadikan acuan atau batasan.