Prinsip-prinsip Dasar Pengajaran Remidial

Prinsip-prinsip Dasar Pengajaran Remidial

(Remidial-Teaching)

1. Hubungan Pengajaran Perbaikan dalam Proses Belajar-Mengajar

Dalam kurikulum sekolah-sekolah dewasa ini metode & sistem penyampaiannya dipergunakan pendekatan dgn Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Pendekatan ini dianggap merupakan salah satu sistem yg efektif & efisien buat mencapai tujuan yg optimal dgn melalui satuan pelajaran. Satuan pelajaran adalah kegiatan belajar mengajar suatu bahan atau satuan bahasan, dalamrangka pencapaian tujuan yg lebih khusus(TIK). Tujuan Instruksional Khusus ini hendaknya dirumuskan dgn jelas, dapat diukur, beserta dalam bentuk tingkah laku murid.

Dgn rumusan & tujuan yg jelas akan memudahkan guru dalam menyusun & mengembangkan bahan pengajaran, alat pengajaran beserta rencana & pelaksanaan proses belajar mengajar dgn pendekatan PPSI yg langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan TIK.

2. Menyusun alat evaluasi.

3. Menentukan materi pelajaran & kegiatan belajar mengajar (metode, alat, sumber)

4. Melaksanakan pengajaran.

5. Evaluasi yg merupakan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar, berupa :

* Bagi guru, bila TIK bisa tercapai dipergunakan buat merevisi program.

* Bagi siswa, bila TIK tidak tercapai diadakan remedial / pengajaran perbaikan.

Dgn melihat kerangka dasar kegiatan-kegiatan program belajar mengajar dgn pendekatan PPSI tersebut, maka pengajaran perbaikan / remedial teaching memegang peranan penting, khususnya dalam rangka mencapai hasil belajar yg optimal (belajar tuntas).

2. Perlunya Pengajaran Perbaikan

Seperti pada uraian sebelumnya, dalam hubungannya dgn kegiatan-kegiatan proses belajar mengajar maka pengajaran perbaikan ini merupakan pelengkap dari proses pengajaran secara keseluruhan. Dgn demikian pengajaran perbaikan ini perlu dapat dilihat dari segi :

a. Siswa

Kenyataan menunjukkan bahwa setiap siswa mempunyai hasil yg berbeda-beda dalam proses belajar mengajar. Atas dasar perbedaan individual siswa inilah, guru mesti menggunakan berbagai pendekatan dgn anggapan bahwa bila siswa mendapat kesempatan belajar sesuai kemampuan pribadinya diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yg optimal sesuai dgn kemampuannya. & buat membantu setiap pribadi siswa dalam mencapai hasil prestasi yg optimal, maka sebaiknya digunakan pendekatan pengajaran perbaikan.

b. Guru

Guru yg mempunyai fungsi ganda sebagai instruktur, konselor, petugas psikologi, & sebagainya bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pengajaran khususnya peningkatan prestasi belajar siswa. Maka dalam rangka ini, pengajaran perbaikan merupakan peluang yg besar bagi setiap siswa buat dapat mencapai hasil prestasi belajar secara optimal.

c. Proses Pendidikan

Dalam proses pendidikan, bimbingan & penyuluhan merupakan pelengkap dari keseluruhan proses pelaksanaan program belajar. Melalui bimbingan & penyuluhan ini diharapkan siswa dapat mencapai perkembangan pribadi yg integral. Buat melaksanakan pelayanan bimbingan yg sebaik-baiknya dalam proses belajar-mengajar diperlukan pelayanan khusus yaitu pengajaran perbaikan.

3. Pengertian Pengajaran Perbaikan

a) Pengertian

Remedial teaching atau pengajaran perbaikan adalah suatu bentuk pengajaran yg bersifat menyembuhkan atau membetulkan, atau dgn kata lain pengajaran yg membuat menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dapat dikatakan pula bahwa pengajaran perbaikan itu berfungsi perapis buat penyembuhan. Yg disembuhkan adalah beberapa hambatan / gangguan kepribadian yg berkaitan dgn kesulitan belajar sehingga dapat timbal balik dalam arti perbaikan belajar atau perbaikan pribadi. Remedial teaching berasal dari kata remedy (Bahasa Inggris) yg artinya menyembuhkan. Istilah pengajaran remedial pada mulanya adalah kegiatan mengajar buat anak luar biasa yg mengalami berbagai hambatan dalam belajar. Tapi dewasa ini pengertian itu sudah mengalami berkembang. Sehingga anak yg normal pun memerlukan pelayanan pengajaran remedial.

b) Perbandingan Pengajaran Biasa dgn Pengajaran Perbaikan

1. Kegiatan pengajaran biasa sebagai program belajar mengajar di kelas & semua siswa ikut berpartisipasi. Pengajaran perbaikan diadakan setelah diketahui kesulitan belajar, kemudian diadakan pelayanan khusus.

2. Tujuan pengajaran biasa dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yg ditetapkan sesuai dgn kurikulum yg berlaku & sama buat semua siswa. Pengajaran perbaikan tujuannnya disesuaikan dgn kesulitan belajar siswa walaupun tujuan akhirnya sama.

3. Metode dalam pengajaran biasa sama buat semua siswa, sedangkan metode dalam pengajaran perbaikan berdiferensial (sesuai dgn sifat, jenis, & latar belakang kesulitan).

4. Pengajaran biasa dilakukan oleh guru, sedangkan pengajaran perbaikan oleh team (kerjasama).

5. Alat pengajaran perbaikan lebih bervariasi, yaitu dgn penggunaan tes diagnostik, sosiometri, dsb.

6. Pengajaran perbaikan lebih diferensial dgn pendekayan individual.

7. Pengajaran perbaikan evaluasinya disesuaikan dgn kesulitan belajar yg dialami oleh siswa.

c) Tujuan Pengajaran Perbaikan

Secara umum tujuan pengajaran perbaikan tidak berbeda dgn pengajaran biasa yaitu dalam rangka mencapai tujuan belajar yg telah ditetapkan sebelumnya. Secara khusus pengajaran perbaikan bertujuan agar siswa yg mengalami kesulitan belajar dapat mencapai prestasi belajar yg diharapkan oleh phak sekolah melalui proses perbaikan.

Secara terperinci tujuan pengajaran perbaikan, yaitu :

* Agar siswa dapat memahami dirinya, khususnya prestasi belajarnya.

* Dapat memperbaiki / mengubah cara belajar siswa ke arah yg lebih baik.

* Dapat memilih materi & fasilitas belajar secara tepat.

* Dapat mengembangkan sikap & kebiasaan yg dapat mendorong tercapainya hasil belajar yg jauh lebih baik.

* Dapat melaksanakan tugas-tugas belajar yg diberikan kepada siswa.

d) Fungsi Pengajaran Perbaikan

Dalam keseluruhan proses belajar-mengajar, pengajaran perbaikan mempunyai fungsi :

1. Korektif , artinya dalam fungsi ini pengajaran remedial dapat diadakan pembetulan atau perbaikan.

2. Pemahaman, artinya dari pihak guru, siswa atau pihak lain dapat memahami siswa.

3. Penyesuaian, penyesuaian pengajaran perbaikan terjadi antara siswa dgn tuntutan dalam proses belajarnya. Artinya siswa dapat belajar sesuai dgn kemampuannya sehingga peluang buat mencapai hasil terbaik lebih besar. Tuntutan disesuaikan dgn sifat, jenis, & latar belakan kesulitan sehingga mendorong siswa buat lebih giat belajar.

4. Pengayaan, maksudnya pengajaran perbaikan itu dapat memperkaya proses belajar mengajar melalui metode pengajaran yg bervariasi.

5. Akselerasi, maksudnya pengajaran perbaikan dapat mempercepat proses belajar, baik dari segi waktu maupun materi.

6. Terapsutik, maksudnya secara lagsung atau tidak langsung pengajaran perbaikan dapat memperbaiki atau menyembuhkan kondisi pribadi yg menyimpang.

4. Sifat Khusus Pengajaran Perbaikan dgn Masalahnya

Kekuasaan pengajaran perbaikan disesuaikan dgn karakteristik kesulitan belajar yg diderita siswa. Tekanannya pada usaha perbaikan keseluruhan proses belajar mengajar menyangkut masalah cara belajar, metode belajar, materi, alat, & lingkungan yg turut beserta mempengaruhi proses belajar mengajar. Sehubungan dgn masalah ini maka perlu sekiranya guru memahami prinsip-prinsip permasalahan yg menyangkut :

a. Cara belajar siswa

Pada dasarnya siswa belajar dgn cara-cara sebagai berikut :

1. Eksplorasi

Siswa mencari & mendapatkan ilmu pengetahuan tentang sesuatu melalui seluruh indranya, kemudian dikembangkan melalui berbagai usaha, melakukan sendiri dgn bermacam-macam alternatif.

2. Coba-coba

Melalui trial and error, siswa belajar memecahkan suatu permasalahan.

3. Rasa tidak senang

Dgn merasa tidak senang, siswa akan belajar menghindari kesalahan.

4. Rasa gembira

Sesuatu yg menyenangkan cenderung buat mengulang, & sebaliknya sesuatu yg tidak enak cenderung buat dihindari.

5. Imitasi

Belajar melalui peniruan / pengamatan yg paling sering dilakukan.

6. Partisipasi

Belajar melalui peniruan, berati siswa berpartisipasi secara aktif (learn be doing), itulah prinsip pedagogik dewasa ini.

7. Komunikasi

Semakin mudah komunikatif, makin menarik sesuatu perihal buat dipelajari.

b. Kondisi belajar

1. Kondisi Umum

a) Stimulasi belajar

Pesan yg diterima oleh siswa berupa stimulus yg berbentuk visual, auditif, verbal, taktil, dsb. Dalam kegiatan belajar mengajar, bahan yg disajikan mesti benar-benar diinformasikan & dapat diterima oleh siswa dgn baik dgn cara prinsip pengulangan, dimana pinsip ini akan membantu siswa lebih dari sekali kesempatan buat menerima & menstruktur pesan yg disampaikan oleh guru.

b) Perhatian & Motivasi

Siswa mesti memperhatikan stimulus belajar yg mengandung pesan & mesti mereka terima buat berlangsungnya kegiatan belajar. Oleh karena itu, sesuatu yg paling penting dalam kegiatan belajar & buat mempertahankan perhatian diperlukan adanya motivasi sehingga kegiatan belajar berlangsung & berhasil baik.

c) Respons yg dipelajari

Oleh karena belajar itu proses aktif, maka siswa mesti dilibatkan ke dalam bahan yg dipelajari. Pelibatan ini meliputi perhatian, proses internal, & tindakan yg nyata. Karena itu, agar hasil belajar dapat dinilai, maka tujuan mesti dirumuskan ke dalam bentuk tingkah laku yg dapat diamati.

d) Penguatan & umpan balik

Secara teori, bila suatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan buat mengulanginya. Siswa mesti menerima umpan balik secara langsung derajat sukses pelaksanaan tugas.

e) Pemakaian & pemindahan

Salah satu prinsip pemakaian kembali informasi yg telah dipelajari adalah mind (jiwa) mesti membuat suatu alamat terhadap stimulus yg tersedia pada disaat dibutuhkan.

f) Kemampuan belajar

2. Kondisi Khusus

a. Kondisi belajar informasi

Yg termasuk belajar informasi adalah belajar lambing, kata-kata, istilah, definisi, persamaan, pernyataan sifat, dll. Informasi yg dipelajari sering disebut fakta pengetahuan atau isi yg biasa dipelajari dgn cara menghafalkan karena akan menghemat waktu bila sering digunakan. Siswa perlu diberikan penjelasan tentang apa yg mesti dipelajari, hasil yg diharapkan, manfaat materi pelajaran baginya.

b. Kondisi belajar konsep

Konsep atau pengertian yaitu serangkaian perangsang dgn sifat-sifat yg sama. Mempelajari konsep mempunyai tiga dimensi, yaitu :

* Pengembangan secara internal pola mental yg memberikannya perasaan & kemampuan buat menggunakannya.

* Verbalisasi, deskripsi, atau definisi.

* Pemberian nama buat konsep tersebut.

c. Kondisi belajar prinsip

Prinsip yaitu pola antar-hubungan fungsional antara konsep-konsep. Belajar prinsip sama dgn belajar konsep. Prinsip merupakan sarana penting buat merumuskan pemecahan masalah.

d. Kondisi belajar keterampilan

Keterampilan dibedakan menjadi dua, yaitu intelektual & psikomotor. Belajar keterampilan memerlukan latihan dalam mengkoordinasikan gerak motorik dgn kegiatan mental yg kompleks.

Kondisi khusus belajar keterampilan , yaitu :

* Tujuan & nilai dijelaskan.

* Ditujukan demonstrasi dari yg mampu.

* Keterampilan dasar diberikan.

* Buat meningkatkan perbaikan perlu evaluasi kegiatan secara cepat.

e. Kondisi belajar sikap

Berbagai bentuk penguasaan sikap yaitu pengenalan perhatian, ganjaran. Oleh karena itu, jika siswa menjauhi sekolah mempunyai pengalaman negatif terhadap pelajaran & sebaliknya.

c. Strategi Pengajaran

Strategi pengajaran berhubungan dgn pemilihan kegiatan belajar mengajar yg paling efektif dalam memberikan pengalaman belajar yg diperlukan buat mencapai tujuan pengajaran yg ingin dicapai. Dgn kata lain, strategi pengajaran adalah kegiatan yg dipilih guru dalam proses belajar mengajar yg dapat memberi kemudahan kepada siswa buat tercapainya tujuan pembelajaran. Secara umum pemilihan strategi pengajaran dipengaruhi oleh :

* Penerimaan pengetahuan

* Aplikasi pengetahuan

* Tujuan yg bersifat perubahan sikap (perasaan)

d. Hubungan Guru-Siswa

Hubungan guru-siswa dalam proses belajar mengajar yg diharapkan adalah hubungan yg manusiawi. Maka yg penting bagi guru adalah bagaimana membawa siswa memperoleh pengertian sesuai dgn pribadinya. Mengenai tujuan pendidikan yg penting menurut aliran humanistic adalah menyadarkan kemampuan anak sendiri, membantu mereka bagaimana memahami orang lain, menyiapkan masa depan mereka, melatih cara mereka berpikir, & mengambil keputusan sendiri. Atas dasar inilah, guru tidak lagi berperan sebagai pusat kegiatan/perhatian, melainkan sebagai fasilitator yg membantu siswa mengembangkan kemampuannya. Umtuk itu, guru perlu mengusahakan iklim yg menunjang efektifitas belajar, seperti :

* Memberi kebebasan kepada siswa dalam menyelesaikan tugasnya.

* Mengusahakan suasana belajar yg hangat.

* Menghargai siswa.

* Memberikan tugas-tugas yg menantang.

* Mengontrol disiplin siswa.

* Menilai keberhasilan, & sebagainya.

e. Pengelolaan kelas

Pengelolaan kelas menunjukkan kepada berbagai jenis kegiatan yg sengaja dilakukan oleh guru dgn tujuan buat mempertahankan/menciptakan kondisi yg optimal bagi tercapainya proses belajar mengajar. Pengelolaan kelas meliputi pengaturan tingkah laku antara ruang sehingga tercipta kemudahan-kemudahan dalam belajar. Masalah pengelolaan kelas ini berkenaan dgn masalah kondisi & situasi, administrasi teknik, dimensi pengelolaan, & kedisiplinan siswa.

f. Bidang studi

Pengetahuan tentang psikologi bidang studi perlu diketahui bagi guru maupun konselor, yaitu :

a. Bahasa

Efektivitas dalam bidang studi banyak tergantung dari penguasaan bahasa. Faktor-faktor psikis yg mempengaruhi perkembangan & kemampuan bahasa yaitu lingkungan anak, intelegensi, emosi, & alat bicara. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat melihat hambatan bahasa baik jasmani maupun psikis. Hambatan itu misalnya salah ucap, salah ejaan, selain tata bahasa kesalahan membaca. Dalam remedial teaching, bahasa dapat diartikan sebagai bantuan pengajaran buat membetulkan kesalahan yg sudah terjadi dan mesti didahului dgn menghilangkan hambatannya.

b. Berhitung/matematika

Beberapa ahli seperti Brownwell, Kuechner, & Rein berdasarkan pengalamannya, menyatakan bahwa remedial teaching berhitung dapat diartikan penyusunan kembali pengalaman yg telah diperoleh terlebih dahulu. Oleh karena itu, usaha guru mesti direncanakan secara matang& dilakukan dgn kematangan.

c. Pengetahuan alam/pengetahuan sosial

Pengamatan & pengalaman adalah dasar dari mendapatkan pengertian dalam bidang pengetahuan alam & sosial. Pengetahuan alam yg terutama adalah memberikan pengetahuan tentang isi alam semesta, bagaimana aktivitas kerjanya, & mengapa demikian. Sedangkan pengetahuan sosial menggunakan penemuan-penemuan dalam pengetahuan alam tentang apa yg berguna & baik bagi kesejahteraan manusia.

5. Pendekatan & Metode dalam Pengajaran Remedial

a. Pendekatan yang bersifat kuratif

Pendekatan ini diadakan mengingat kenyataannya ada seseorang/sejumlah siswa yg tidak mampu menyelesaikan program belajar secara sempurna sesuai dgn kriteria keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Buat mencapai sasaran pencapaian dapat menggunakan berbagai pendekatan sbb:

* Pengulangan

Pelaksanaannya dapat secara :

1) Individual, kalau ternyata yg mengalami kesulitan terbatas.

2) Kelompok, kalau ternyata sejumlah siswa dalam bidang studi tertentu mempunyai kesulitan yg sama.

* Pengayaan/pengukuhan

Layanan ini dikenakan pada siswa yg kelemahannya ringan & secara akademik mungkin termasuk berbakat dgn cara pemberian tugas yg dapat dikerjakan di rumah ataupun di kelas.

* Percepatan (akselerasi)

Layanan ini ditujukan kepada siswa yg berbakat tapi menunjukkan kesulitan psikososial (ego emosional) dgn jalan mengadakan akselerasi atau promosi yg lebih tinggi kepada program PBM utama berikutnya. Ada dua kemungkinan pelaksanaannya, yaitu :

1) Promosi penuh status akademinya ke tingkat yg lebih tinggi sebatas kemungkinannya,kalau memang siswa tersebut menunjukkan keunggulan yg menyeluruh dari semua bidang studi yg ditempuhnya dgn luar biasa.

2) Maju berkelanjutan bila siswa tersebut hanya unggul di beberapa bidang studi.

b. Pendekatan yg bersifat preventif

Pendekatan ini ditujukan kepada siswa tertentu yg berdasarkan informasi diprediksikan akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan suatu program studi tertentu yg akan ditempuhnya. Oleh karena itu, sasaran pokok dari pendekatan preventif ini adalah berusaha semaksimal mungkin agar hambatan-hambatan yg diprediksi itu dapat direduksi seminimal mungkin sehingga siswa yg bersangkutan diharapkan dapat mencapai prestasi & kemampuan penyesuaian sesuai dgn kriteria keberhasilan yg telah ditetapkan. Pendekatan preventif bertolak dari hasil pre-test atau evaluasi reflektif. Atas dasar inilah, maka ada tiga kemungkinan teknik layanan pengajaran yg bersifat remedial, yaitu layanan pengajaran kelompok yg diorganisasikan secara homogen, layanan pengajaran secara individual, & layanan pengajaran dilengkapi kelas khusus.

c. Pendekatan yg bersifat pengembangan

Pendekatan ini merupakan upaya yg dilakukan guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Sasaran pokok dari pendekatan ini adalah agar siswa dapat mengatasi hambatan-hambatan yg mungkin dialami selama proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan peranan bimbingan & penyuluhan agar tujuan pengajaran yg telah dirumuskan berhasil.

d. Metode dalam remedial teaching

Metode yg digunakan dalam pengajaran perbaikan yaitu metode yg dilaksanakan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar mulai dari tingkat identifikasi kasus sampai dgn tindak lanjut. Metode yg dapat digunakan , yaitu :

1) Tanya jawab

Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus buat mengetahui jenis & sifat kesulitan siswa. Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan yaitu memungkinkan terbinanya hubungan baik antara guru & siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, menumbuhkan rasa percaya diri siswa, & sebagainya.

2) Diskusi

Metode ini digunakan dgn memanfaatkan interaksi antar-individu dalam kelompok buat memperbaiki kesulitan belajar yg dialami oleh sekelompok siswa.

3) Tugas

Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus & pemberian bantuan kepada siswa yg mengalami kesulitan belajar. Dgn metode ini, siswa diharapkan dapat lebih memahami dirinya, dapat memperdalam materi yg telah dipelajari, & dapat memperbaiki cara-cara belajar yg pernah dialami.

4) Kerja kelompok

Metode ini hampir bersamaan dgn pemberian tugas & diskusi. Yg terpenting adalah interaksi di antara anggota kelompok dgn harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yg mengalami kesulitan belajar.

5) Tutor

Tutor adalah siswa sebaya yg ditugaskan buat membantu temannya yg mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru-siswa. Pemilihan tutor ini berdasarkan prestasi, hubungan sosial yg baik, & cukup disenangi oleh teman-temannya. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru.

6) Pengajaran individual

Pengajaran individual adalah interaksi antara guru-siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dgn metode ini bersifat teraputik, artinya mempunyai sifat penyembuhan dgn cara memperbaiki cara-cara belajar siswa. Hasil yg diharapkan dalam metode ini di samping adanya perubahan prestasi belajar juga perubahan dalam pemahaman diri siswa.

6. Prosedur Pelaksanaan Remedial Teaching

Remedial teaching yg merupakan salah satu bentuk bimbingan belajar dapat dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut :

1) Meneliti kasus dgn permasalahannya sebagai titik tolak kegiatan-kegiatan berikutnya. Tujuan penelitian kembali kasus ini adalah agar memperoleh gambaran yg jelas mengenai kasus tersebut, beserta cara & kemungkinan pemecahannya. Berdasarkan penelitian kasus, akan dapat ditentukan siswa-siswa yg perlu mendapatkan remedial teaching.

2) Menentukan tindakan yg mesti dilakukan. Dalam langkah ini, dilakukan usaha-usaha buat menentukan karakteristik kasus yg ditangani tersebut. Setelah karakteristik ditentukan, maka tindakan pemecahannya mesti dipikirkan, yaitu sebagai berikut :

a) Kalau kasusnya ringan, tindakan yg ditentukan adalah memberikan remedial teaching kepada siswa tersebut.

b) Kalau kasusnya tergolong cukup & berat, maka sebelum diberikan remedial teaching, mesti diberikan layanan konseling terlebih dahulu buat mengatasi hambatan-hambatan emosional yg mempengaruhi cara belajarnya.

Berdasarkan karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yg mesti dipilih. Buat itu, beberapa pertimbangan yg dapat dipakai dalam mengambil keputusan, yaitu :

a) Faktor efektivitas, yaitu ketepatan tercapainya tujuan remedial teaching.

b) Faktor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, biaya, & waktu yg dipergunakan, namun hasilnya dapat seoptimal mungkin.

c) Faktor kesusilaan dgn jenis masalah, sifat individu, fasilitas, & kesempatan yg tersedia.

3) Pemberian layanan khusus yaitu bimbingan & konseling.

Tujuan dari layanan khusus bimbingan konseling ini adalah mengusahakan agar siswa yg terbatas dari hambatan mental emosional (ketegangan batin), sehingga kemudian siap menghadapi kegiatan belajar secara wajar. Bentuk konseling di sini bisa berupa pdikoterapi yg dilakukan oleh psikolog. Tapi ada kalanya kasus ini dapat dilakukan oleh guru sendiri.

4) Langkah pelaksanaan remedial teaching.

Sasaran pokok pada langkah ini adalah peningkatan prestasi maupun kemampuan menyesuaikan diri sesuai dgn ketentuan yg telah ditetapkan.

5) Melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar siswa.


Dgn diselesaikannya pelaksanaan remedial teaching, maka selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap perubahan yg terjadi dalam diri siswa yg bersangkutan dgn alat tes sumatif.

6) Melakukan re-evaluasi & re-diagnostik.

Hasil pengukuran yg dilakukan pada langkah ke lima kemudian ditafsirkan dgn membandingkan dgn kriteria proses belajar mengajar yg sesungguhnya. Adapun hasil penafsiran itu dapat terjadi tiga kemungkinan, yaitu sebagai berikut :

a) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi yg dihasilkan sesuai dgn kriteria yg diharapkan.

b) Kasus menunjukkan kenaikan prestasi, namun belum memenuhi kriteria yg diharapkan.

c) Kasus belum menunjukkan perubahan yg berarti dalam perihal prestasi.

Sebagai tindak lanjut dari langkah remedial teaching ada tiga kemungkinan :

a) Bagi kasus yg berhasil, maka selanjutnya diteruskan ke program berikutnya.

b) Bagi kasus yg belum berhasil sepenuhnya, diserahkan kepada pembimbing buat diadakan pengayaan.

c) Bagi kasus yg belum berhasil, perlu didiagnosis lagi buat mengetahui letak kelemahan remedial teaching buat selanjutnya diadakan ulangan dgn alternatif yg sama.



we hope Prinsip-prinsip Dasar Pengajaran Remidial are solution for your problem.

If you like this article please share on:

Archives

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet