STABILITAS PANGAN TERANCAM LAHAN MENYEMPIT, IRIGASI KACAU


Ancaman krisis pangan sudah di depan mata & bakal dirasakan rakyat bila pemerintah Indonesia tidak segera turun buat memperbaiki sektor pertanian.

Salah satu ancaman bagi stabilitas pangan nasional, antara lain adalah semakin menyempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi buat perumahan & tempat usaha lain seperti pabrik & pergudangan. Selain itu irigasi pertanian di berbagai daerah semakin tidak mendapat perhatian dalam perihal perawatan sehingga disana-sini retak, bocor & tidak lagi efektif buat mengalirkan air ke petak-petak aeral pertanian.

Penyempitan lahan pertanian yg berdampak pada produksi hasil pertanian di perparah dgn kerusakan irigasi teknis & persoalan waduk yg belum juga tertangani akibat dari semua itu, hasil pertanian pun tidak optimal & bahkan gagal panen. Sepeti di ungkapkan oleh ketua forum komunikasi kepala desa (FKKD), kecamatan Tirtayasa, kabupaten Serang H. Fadhil, ribuah sawah di kawasan pantai utara Banten mengalami kegagalan panen.

Kegagalan panen itu akibat banyaknya areal sawah yg terendam air akibat tersumbatnya saluran pembuangan beserta serangan hama (Kompa 4/5).

Kerusakan irigasi teknis itu disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: alam, faktor usia, faktor manusia beserta tidak berfungsinya saluran irigasi di beberapa tempat. Saluran irigasi di kategorikan rusak apabila hanya berfungsi 30% dari fungsinya normalnya.


Salah satu penyebab tidak berfungsi saluran irigasi adalah tingkat sedimentasi/pengendapan yg tinggi sehingga saluran air tersebut tidak bisa dialiri air, selain itu usia saluran irigasi teknik yg sudah tua menyebabkan kerusakan pada kondisi fisik tanggul, dinding saluran & pintu air. Selain dua faktor tersebut, ulah manusia juga menjadi salah satu penyebab kerusakan irigasi; perihal ini dikarenakan pintu-pintu air yg terbuat dari baja sering dicuri dgn cara di gergaji, kemudian logamnya di atas maka pemerintah membentuk penyelenggara pemeliharaan saluran (PPS) yg bertugas melakukan perawatan rutin, seperti membabat rumput di sekitar saluran irigasi, membuang sampah dari saluran, & menguras lumpur.

PENGARUH KONDISI POLITIK INDONESIA TERHADAP ADMINISTRASI NEGARA

1) Pada Masa Sebelum Kemerdekaan

Di bawah pengaruh agama Hindu & Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatra & Jawa sejak abad ke-7 hingga abad ke-14 Kedatangan pelaut-pelaut. Tiongkok yg dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho/Zheng He pedagang-pedagang Arab & Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke- 16 mereka menemukan beberapa negara-negara kecil. Negara-negara kecil ini dgn mudah dikuasai oleh orang-orang Eropa tersebut yg ingin mendominasi perdagangan rempah-rempah. Pada abad ke- 17, Belanda muncul sebagai yg terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya & Portugal (kecuali buat koloni mereka, Timor Timur) Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi & Belanda yg dikenal sebagai, 3G yaitu Gold, Glory and Gospel Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II awalnya melalui VOC & kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar & penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yg tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yg lebih bebas setelah 1870 sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yg termasuk reformasi politik yg terbatas & investasi yg lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yg kooperatif & bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur & Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

2) Pada Masa Soekarno (1945-1966)

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite buat kemerdekaan Indonesia; setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, kelompok pimpinan Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam usaha buat menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah buat meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal sebagai ‘aksi polisi’ (Politionele Actie). Belanda akhirnya menerima hak Indonesia buat merdeka pada 27 Desember 1949 setelah mendapat tekanan yg kuat & kalangan internasional, terutamanya Amerika Serikat Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia dgn Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.

Pada tahun 1950-an & 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti gerakan non blok pada awalnya & kemudian dgn blok sosialis, misalnya Tiongkok & Yugoslavia Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (“Konfrontasi”), & ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yg semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yg menyebabkan kematian 6 orang jenderal & sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yg menyebut dirinya Orde Baru yg segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini & bermaksud menggulingkan pemerintahan yg sah beserta mengganti ideologi nasional berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan buat menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

3) Pada Masa Soeharto (1967-1998)

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dgn alasan buat mengamankan negara dari ancaman komunisme Sementara itu kondisi fisik Soekarno kini sendiri makin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yg dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yg sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, & akhirnya dicabut kewarganegaraannya. 32 tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal & berhasil mendatangkan investasi luar negeri yg besar buat masuk ke Indonesia & menghasilkan pertumbuhan ekonomi yg besar, meski tidak merata, di Indonesia. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom-ekonom lulusan departemen ekonomi Universitas California, Berkeley yg dipanggil “Berkeley” Namun, Soeharto menambah kekayaannya & keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi & nepotisme yg meluas & dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran & kondisi ekonomi negara yg memburuk pada tahun 1998.

Zaman pemerintahan Soeharto, mengapa pemerintahan begitu hebat ?

Karena intelijennya begitu hebat, akan tapi akhirnya mengalami ketidak hebatan intelijen, karena adanya regenerasi & perubahan lingkungan yg tidak diantisipasi cepat. Contohnya, mengapa sampai terjadi ekonomi ? karena intelijen ekonomi lemah, sementara kerja intelejen ikut menentukan nasib negara. Penyelenggaraan negara tidak mungkin hidup tanpa intelijen, soal kondisi intelijen negara yg sekarang kurang bagus, kembali lagi kepada Leadership (kepemimpinan) & statemanship (kenegarawaan). Dalam perihal ini kita bukan hanya membutuhkan pemimpin, tapi juga seorang negara. Negarawan itu adalah seseorang memahami tentang kenegaraan. Masalah & penyelenggaraannya. Mengenai leadership & statemenship dari Soeharto baik, tapi bukankah gaya kepemimpinan otoriter yg diterapkan penguasa Orde Baru ditentang banyak orang ? Soeharto pada awalnya seorang pemimpin yg mengubah keadaan bangsa & negara dari sangat terpuruk menjadi lebih baik. Dgn melakukan perubahan tentu ada korban, tapi korban-korban itupun tidak bisa dikesampingkan begitu saja buktinya kepemimpinan Soeharto ang 32 tahun itu pun tidak berakhir dgn baik. Selama 32 tahun itu kita belum mampu mencapai perkembangan peradaban yg sesuai dgn keinginan. Bahkan selama 60 tahun penyelenggaraan negara Indonesia telah gagal mengembangkan peradaban, sebetulnya kepemimpinan & kenegarawanan itu sudah gagal mulai dari zaman Soekarno. Bukannya Soekarno adalah seorang Negarawan yg andal, Tapi apa yg dihasilkannya ketika tahun 1965, secara budaya & peradaban tidak ada, peradaban tetap primitif. Setelah Soekarno turun, Soeharto coba melakukan perubahan peradaban, tapi sampai sekarang belum berhasil. Mengapa selama 60 tahun bangsa Indonesia yg besar ini tidak menjadi bangsa yg mengemuka ? Kembali pada identitas, identitas sebagai ras melayu, beragama Islam, terutama orang Jawa tidak memiliki jiwa buat menjadi bangsa yg berkembang secara peradaban.

4) Pada Masa BJ. Habibie, Gusdur, Megawati (1998-2004)

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie Abdurrahman Wahid & Megawati Sukarnoputri Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan & dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik & pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, & beberapa daerah sedang berusaha buat mendapatkan kemerdekaan, yaitu Aceh & Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 2002 setelah 24 tahun bersatu dgn Indonesia & 3 tahun di bawah administrasi PBB.

Bahwa sejak zaman Habibie & pasca reformasi, tidak ada seorang pun pemimpin & negarawan yg mengemuka di Indonesia, ini terlihat dari finalitas kepemimpinannya. Kepemimpinan Habibie tidak berakhir dgn baik. Demikian pula dgn Gusdur, Megawati, kemudian Susilo Bambang Yudhoyono.

5) Pada Masa SBY

Pada Desember 2004 & Maret 2005, Aceh & Nias dilanda dua gempa bumi besar yg totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 & Gempa bumi Sumatra Maret 2005. Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta & tsunami yg menghantam pantai Pangandaran & sekitarnya, beserta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yg tidak kunjung terpecahkan.

Dari segi intelijen terhadap pemerintah sekarang, BIN (Ba& Intelijen Negara) sekarang lemah, tidak bisa menganalisa negara dgn tepat karena tidak memiliki wibawa buat mempengaruhi pembuat keputusan. Rasanya sia-sia mempunyai sebuah lembaga yg dianggap hebat tapi dalam kenyataannya tidak hebat, atau produknya hebat, tapi tidak mempunyai wibawa terhadap penyelenggaraan negara. Kalau BIN sekarang kuat, satu tahun pemerintah SBY, negara tidak akan seperti ini, dgn tegas tim intelejen mesti mampu mengatakan kepada tim ekonomi agar mempersiapkan kebijakan-kebijakan yg benar.


PERBEDAAN INTELIJEN ERA SOEKARNO, SOEHARTO & PASCA REFORMASI


Perbedaannya Cuma style. Sebagai presiden, Soeharto seorang pemimpin intelijen yg hebat, ia sering menggunakan sistem kepemimpinan Jawa, yaitu menunggu. Dalam konteks intelijen, Soeharto juga sering menggunakan Junior karena Junior mempunyai semangat yg tinggi buat mencapai karier & lebih berani dari orang tua. Tidak itu saja Soeharto mempunyai beberapa mata rantai intelijen, bahkan lebih dari sepuluh. Jadi setiap ada masalah negara. Ia bisa mengkomparasi dgn cepat. Kebetulan pada masa itu masih banyak orang Indonesia didikan Belanda yg tingkat pendidikannya lebih baik dari republikan. Dgn demikian Soeharto mempunyai produk intelijen berkualitas.

Soekarno juga mempunyai kepala intel andal yaitu Soebandrio. Soebandrio seorang intel jenius, tapi ia mempunyai watak yg tidak disukai banyak orang sehingga banyak musuh. Harsu diakui Soebandrio banyak jasa pada negara, salah satunya mengembalikan Irian Barat. Dalam kancah politik internasional, Soebandrio mampu menggetarkan Washington, karena ia didukung oleh staf-staf kuat yg disebut Ba& Pusat Intelijen. Sebagai intelijen Soebandrio merangkap jabatan sebagai Menteri Luar Negeri, sehingga ia bebas bergerak.

Pasca reformasi, zaman Gusdur, Djuanda disiapkan buat menjadi Wakabakin, ada empat orang anak muda yg dipanggil ke istana. Cerita ini sampai pada Amin Rais & Akbar Tanjung sehingga mereka diberi selamat. Gus Dur menarik Djuanda buat menguatkan posisi intelijen bidang ekonomi. Tapi gagal karena dipotong oleh senior.

Intelijen Indonesia disaat ini, kondisi intelijen berkaitan dgn kondisi negara. Kalau kita puas dgn keadaan negara, artinya intelijen bagus, tapi kalau tidak puas dgn keadaan negara, mulai dari general feeling, Abik itu, bidang ekonomi, politik, keamanan, budaya & sebagainya, berarti intelijennya tidak intelijen. Intelijen adalah sebuah komunitas kecil tapi cerdas buat membaca masalah negara & memberikan rekomendasi kepada penyelenggara dalam menyelesaikan masalah negara.

TEORI KUANTITAS UANG

2.3. Teori Kuantitas Uang

2.3.1 Biografi John Maynard Keynes

John Maynard (JM) Keynes adalah seorang tokoh pemikir ekonomi & keuangan Inggris. Dunia sejarah ilmu ekonomi semakin sempurna karena munculnya berbagai pemikiran mengenai ekonomi & keuangan yg baru dari berbagai hasil pemikiran J.M, Keynes yg dinilai para ahli ekonomi sebagai ekonomi modern. Kemudian ia dikenal sebagai tokoh yg menyebabkan lahirnya mazhab baru yakni mazhab Keynes.

John Maynard Keynes dilahirkan di Cambridge, Inggris pada tanggal 5 Juni 1883. Kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dgn tahun wafatnya Karl Marx yg sangat terkenal itu. Walaupun demikian kedua tokoh pemikir ekonomi yg waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikiran satu sama lainnya. Namun demikian keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis.

Dilihat dari sifat hidup Karl Marx, ia seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidup-hidupnya, pemurung & kecewa, seperti diketahui ia adalah perencana “hancurnya Kapitalisme”.

Sebaliknya Keynes, ia sangat mencintai kehidupan & hidupnya selalu mewah, sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yg berhasil menjadi “Arsitek Kapitalisme Yg Tahan Hidup”.

Keynes dibesarkan pada zaman Ratu Victoria. Pada waktu masih sekolah Keynes memang cemerlang. Ketika Keynes berusia empat setengah tahun ia sudah memikirkan arti bunga dilihat dari segi ekonomi. Pada umur enam tahun ia sudah ingin mengetahui bagaimana kerja otak manusia. Ketika Keynes berusia tujuh tahun, bagi ayahnya yg juga ahli ekonomi yg bernama John Neville Keynes yg juga terkenal, Keynes merupakan seorang teman yg menyenangkan sekali, Keynes sangat sayg kepada ibunya. Perihal itu terungkap dari surat buat ibunya pada tahun 1919 yg mengadukan soal kesedihannya & keadaan yg kurang baik di lingkungannya, sebagai berikut “Rupanya sudah berminggu-minggu lamanya saya tidak menulis surat kepada siapapun juga, saya memang sangat penat, sebagian karena pekerjaan saya, sebagian karena merasa sangat sedih melihat begitu banyak kejahatan di sekitar saya. Belum pernah saya merasa begitu sedih seperti dalam dua atau tiga minggu terakhir ini. Perdamaian ini sifatnya begitu menghina & begitu mustahil. Sehingga hanya akan membawa malapetaka.”

Keynes mencurahkan segala isi hatinya dgn gaya manja kepada ibunya yg ia sayangi itu. Keynes wafat di Tilson, Sussex pada tanggal 21 April 1946. Ia memperoleh pendidikan di Eton & King’s College, Cambridge.

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris yg kuno. & hasil pengusutan mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes & tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan beserta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun.

Ia menjadi dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi & keuangan di cambridge. Keynes juga tercatat sebagai bendaharawan King’s College sejak tahun 1908 ia wafat.

Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) & pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yg tidak disadari buat kebangkitan yg lebih hebat lagi & militerisme & autarki Jerman. Ternyata apa yg diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, & pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yg jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya.

Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yg tidak mempedulikan masalah yg mendesak pada waktu itu, & hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yg lengkap beserta berfungsi.

Keynes nienikah dgn Lydia Lopokova, seorang penari balet.

Pada bulan Desember tahun 1919 itu pulalah Keynes menerbitkan bukunya yg berjudul The Economic Consequences of the Peace (Konsekuensi ekonomi & perdamaian ) yg membuat Keynes terkenal.

& tahun 1921 sampai 1938 ia menjabat sebagai presiden komisaris & National Mutual Life Assurance Society & memimpin suatu perusahaan investasi.

Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi hasil pemikirannya yg terpenting & terkenal hingga sekarang yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money (Teori Umum mengenai Lowongan/Peluang Kerja, Bunga & Uang).

Dalam bukunya itu diungkapkan bahwa penghasilan & peluang/ lowongan kerja itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta & negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan & tradisi Neo-Klasik & akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yg biasa dikenal dgn sebutan mazbab Keynes.

Selain buku-bukunya itu, Keynes juga menerbitklan buku hasil pemikirannya berjudul How to Pay for the War. Dalam bukunya itu Keynes mengutarakan suatu cara buat menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dgn jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan.

Pengaruh segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris.

Pada tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) & pada tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yg sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yg sangat besar itu.

Keynes juga pernah memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter & Keuangan PBB di Bretton Woods, Anierika pada bulan Juli 1944. & konferensi itu lahirlah apa yg dikenal dgn Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) & Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development).

Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan (Kredit Inggris Amerika) pada tahun 1945.

Selain buku-bukunya yg telah disinggung di atas, ternyata masih banyak lagi karya pemikiran Keynes mengenai ekonomi & keuangan. Seperti hasil pemikiran-pemikirannya yg berjudul Indian Currency and Finance (1913), A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923), American ed., Monetary Reform (1924), a. Short View Of Russia (1925), The Economic Consequences of Mr Churchill (1925), The End Of Laissez Fair (1926), san Essays in Biography (1933).

2.3.2 Pendapat Keynes

Salah satu satu kecaman penting yg dikemukakan olehh Keynes ke atas analisis ahli-ahli ekonomi Kiasik adalah ke atas pandangan mereka mengenai pengaruh uang ke atas harga-harga & tingkat kegiatan ekonomi. Keynes tidak sependapat dgn pandangani dari teori kuantitas bahwa dalam perubahan uang akan menimbulhan perubahan yg lama tingkatnya ke atas harga-harga & bahwa perubahan dalam uang beredar tidak akan menimbulkan perubahan ke atas pendapatan nasional.

Mengenai perkaitan di antara uang yg beredar dgn harga-harga ia berpendapat dalam uang beredar dapat menaikkan harga-harga, tapi kenaikan harga-harga itu tidak selalu sebanding dgn kenaikan dalam uang beredar. lagi pula kenaikan dalam uang beredar tidak selalu menimbulkan perubahan ke atas harga-harga. Di dalam keadaan di mana perekonomian menghadapi masalah pengangkutan yg cukup buruk, pertambahan dalam jumlah uang beredar tidak mempengaruhi harga-harga. Selanjutnya Keynes berpendapat pula harga-harga saja dipengaruhi oleh kenaikan uang beredar tapi juga oleh kenaikan dalam ongkos produksi. Walaupun perubah tapi apabila produksi bertambah kenaikan harga-harga akan berlaku.

Sebagai akibat dari pemisahan perekonomian selalu mencapai penggunaan tenaga kerja penuh maka menurut pendapat ahli-ahli ekonomi klasik pertambahaan dalam uang beredar tidak dapat menaikkan pemisahan bahwa perekonomian selalu mencapai penggunaan penuh tidak digunakan lagi dalam teori Keynes. Oleh karena menurut pendapat Keynes pertambahan dalam jumlah üang beredar menaikkan pendapatan nasional. Akan tapi di antara pertambahan dalam uang beredar dgn kenaikan pendapatn nasional tidaklah sesederhana seperti yg dinyatakan oleh teori kuantiias. Apabila teori kuantitas tidak digunakan pemisahann bahwa penggunaan tenaga kerja penuh selalu tercapai dalam perekonomian, maka pandangan itu dapat dinyatakan secara berikut : sebelum tingkat penggunaan tenaga kerja penuh tercapai kenaikan dalam uang beredar akan menimbulkan kenaikan yg sama lajunya ke atas produksi & harga-harga tetap stabil; tapi sesudah tingkat penggunaan tenaga kerja penuh kenaikan uang beredar tidak akan menambah produksi tapi menaikkan harga-harga yg lajunya adalah sama seperti kenaikan dalam uang beredar.

Keynes masih belum dapat menerima pandangan dari teori kuantitas yg disederhanakan itu. Menurut pendapatnya pengaruh dari kenaikkan uang beredar ke atas pendapatan nasional adalah lebih rumit daripa yg dinyatakan oleh teori kuantitas yg pemisahannya telah diubah sedikit itu. Menurut Keynes sampai di mana uang yg beredar akan menimbulkan perubahan ke atas pendapatan nasional tergantung kepada tiga faktor berikut:

1. Ciri-ciri keinginan masyarakat memegang uang.

2. Ciri-ciri keinginan para pengusaha buat menanam modal.

3. Kecondongan mengkonsumsi marginal pendapatan nasional,

Uraian selebihnya dari bahagian ini akan menerangkan pandangan Keynes tersebut.

2.3.3 Tujuan-tujuan Memegang uang


1. Tujuan transaksi. Memegang uang buat tujuan transaksi merupakan tujuan yg telah lama disadari. Di dalam perekonomian yg sudah sangat modern & tingkat spesialisasinya sangat tinggi uang adalah sangat diperlukan. Tingkat spesialisasi yg tinggi hanya mungkin terjadi apabila pemilik uang dapat dgn mudah menggunakann buat membeli barang-barang yg diingininya. Dalam kea& demikian setiap orang dapat mengkhususkan dirinya kepada pekerjaan yg ia sukai & di mana ia mempunyai keahlian yg tinggi. Tujuan utama dari melakukan pekerjaan tersebut adalah buat memperoleh upah atau uang yg dapat digunakannya buat membeli barang-barang kebutuhannya.

2. Tujuan berjaga-jaga. Disamping itu buat transaksi, uang diminta oleh masyarakat buat menghadapi masa yg timbul di masa yg akan datang. Setiap orang tidak dapat menduga akan kejadian-kejadian yg mungkin berlaku di masa yg akan datang. Adakalanya keadaan-keadaan di masa akan datang lebih menguntungkan dari yg diramalkan, seperti misalnya mendapat loteri, memperoleh kenaikkan pangkat & mendapat pekerjaan yg lebih baik. Tapi masalah-masalah yg menyebabkan seseorang mesti mengeluarkan uang yg lebih banyak juga selalu berlaku. Anggota keluarga mendapat sakit, kematian dalam keluarga & kehilangan pekerjaan adalah berapa contoh masalah seperti itu. Buat menghadapi masalah adalah buruk yg dapat terjadi secara tiba-tiba di masa yg akan datan, masyarakat akan memegang uang yg lebih banyak daripada yg diperlukan buat transaksi.

3. Tujuan spekulasi. Akhirnya besarnya uang yg ingin dipegang oleh masyarakat ditentukan pula oleh keinginan buat memegang uang yg akan digunakan buat tujuan spekulasi. Masyarakat yg memegang uang buat tujuan spekulasi selalu akan membuat pilihan di antara memegang uang atau menggunakan uang itu buat membeli suat-surat berharga seperti surat pinjaman, saham perusahaan, & sebagainya. Dalam melakukan pilihan ini tingkat pendapatan yg akan diperoleh & memiliki surat-surat berharga tersebut sangat penting peranannya. Para pemegang uang akan bersedia menggantikannya dgn surat-surat berharga apabila surat-surat berharga tersebut memberikan tingkat pendapatan yg tinggi. Tapi kalau tingkat pendapatannya sangat rendah, maka mereka akan lebih suka buat memegang uang. Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa permintaan atas uang buat tujuan transaksi & berjaga-jaga sifatnya sangat berbeda dgn buat tujuan spekulasi. Permintaan ke atas uang buat tujuan spekulasi ditentukan oleh tingkat bunga, permintaan atas uang buat tujuan transaksi & berjaga-jaga tidak mempunyai yg diharapkan . Mereka ditentukan oleh pendapatan masyarakat pendapatan nasional. Makin besar pendapatan masyarakat makin besar uang yg dibutuhkan buat tujuan transaksi & berjaga-jaga.

PENENTU-PENENTU TINGKAT INVESTASI

2.1.1 Penentu-Penentu Tingkat Investasi

A. Investasi, Keuntungan & Tingkat Bunga

Walaupun faktor-faktor penting yg menentukan jumlah investasi para pengusaha terdiri dari enam faktor di atas, dua di antaranya mempunyai kesanggupan buat menerangkan mengenai sebab-sebabnya perubahan tingkat ini yg lebih penting & faktor-faktor Iainnya. Faktor tersebut adalah tingkat keuntungan yg diramalkan & tingkat bunga. Ramalan mengenai keuntungan masa depan akan memberikan gambaran kepada para pengusaha mengenai jenis-jenis investasi yg kelihatannya mempunyai prospek yg bagus & dapat dilaksanakan, & besarnya investasi yg mesti dilakukan buat mewujudkan tambahan barang-barang modal yg diperlukan. Sedangkan tingkat bunga menentukan jenis-jems investasi yg akan membeli keuntungan kepada para pengusaha & dapat dilaksanakan. Para pengusaha hanya akan melaksanakan keinginan buat menanam modal apabila tingkat pengembalian modal & penanaman modalnya itu, yaitu persentasi kuntungan neto (tapi sebelum dikurangi bunga uang yg dibayar) modal yg diperoleh, lebih besar dari tingkat bunga.

B. Tingkat Pengembalian Modal

Pendapatan yg diterima dari sesuatu kegiatan menanam modal biasanya akan diterima dalam beberapa tahun. Mungkin dalam dua tahun pertama keuntungan belum diperoleh & baru semenjak tahun ketiga hasil penjualan melebihi perbelanjaan. Seterusnya, walaupun keuntungan dalam tahun ketiga adalah sama dgn pada tahun keenam (misalnya jumlahnya adalah lima jut rupiah), dari segi pandangan perusahaan nilai keuntungan sebenarnya adalah berbeda. Keuntungan di tahun ketiga adalah lebih bernilai dari keuntungan di tahun keenam, oleh karena nilai sekarang dari keuntungan tersebut berbeda. Menghitung nilai sekarang dari pendapatan yg diperoleh di masa depan atau menghitung tingkat pengembalian modal (keuntungan) merupakan cara yg digunakan perusahaan-perusahaan buat menilai kesesuaian dari sesuatu investai yg akan dilakukan.

Suatu kegiatan investasi dapat dikatakan memperoleh keuntungan apabila nilai sekarang pendapatan di masa depan adalah lebih besar daripada nilai sekarang modal yg diinvestasikan. Nilai sekarang pendapatan di masa depan dapat dihitung dgn menggunakan persamaan berikut:

Dalam persamaan di atas:

  1. NS adalah nilai sekarang pendapatan gang diperoleh di antara tahun 1 sehingga tahun n, apabila dimisalkan investasi tersebut didepresiasikan pada tahun n.
  2. Y1, Y2, Yn dalah pendapatan neto (keuntungan) yg diperoleh perusahaan antara tahun 1 hingga tahun n.
  3. r adalah tingkat bunga.

Dgn memisalkan nilai sekarang modal yg diinvestasikan adalah M penanaman modal tersebut dikatakan menguntungkan apabila NS lebih besar dari M.

Cara lain buat menentukan apakah sesuatu investasi merupakan kegiatan yg menguntungkan atau merugikan dapat dilakukan dgn menghitung tingkat pengembalian modal & investasi tersebut. Tingkat pengembalian modal dinyatakan dalam persen, & ia menggambarkan tingkat keuntungan per tahun dari modal yg diinvestasikan. Buat menghitung tingkat pengembalian modal digunakan formula di bawah ini :

Dalam Persamaan Tersebut :

  1. M adalah nilai modal yg diinvestasikan.
  2. Y1, Y2, Y3 hingga Yn adalah pendapatan neto (keuntungan) yg diperoleh dari tahun 1 hingga ke tahun n.
  3. R adalah tingkat pengembalian modal.

Dalam persamaan di atas nilai yg akan dihitung adalah R karena M & Y1 hingga Yn sudah diketahui nilainya. Sesuatu investasi dipandang menguntungkan apabila nilai R lebih besar daripada tingkat bunga.

C. Efisiensi Modal Marginal

Di dalam suatu waktu tertentu, misalnya dalam tempo setahun, dalam perekonomian akan terdapat banyak individu & perusahaan yg mempertimbangkan buat investasi. Berbagai proyek investasi ini mempunyai tingkat pengembalian modal yg bcrbeda, yaitu sebagian dari proyek investasi itu akan menghasilkan keuntungan yg tinggi, & ada proyek keuntungannya rendah. Berdasarkan kepada jumlah modal yg akan ditanam & tingkat pengembalian modal yg diramalkan akan diperoleh, analisis makroekonomi membentuk suatu kurva yg dutamakan efisiensi modal marginal (marginal efficiency of capital).

Berdasarkan kepada hal-perihal yg dihubungkannya efisiensi modal marginal dapat didefinisikan sebagai: suatu kurva yg menunjukkan hubungan di antara tingkat pengembalian modal dari jumlah modal yg akan diinvestasikan.

D. Tingkat Bunga & Tingkat Investasi

Para penanam modal mesti pula mempertimbangkan tingkat bunga. Apabila tingkat bunga lebih iinggi dari tingkat pengembalian modal, investasi yg direncanakan tidak menguntungkan, oleh penyebab itu rencana perusahaan buat melakukan investasi akan dibatalkan. Kegiatan investasi hanya akan dilaksankan apabila tingkat pengembalian modal lebih besar atau sama dgn tingkat bunga.

E. Ramalan Keadaan Perekonomian Di Masa Depan

Kegiatan perusahaan buat mendirikan industri & memasang peralatan pabrik yg baru adalah kegiatan yg memakan waktu. Di perusahaan-perusahaan yg sangat besar kegiatan investasi dapat. memakan waktu bcberapa tahun. & apabila investasi itu sudah selesai dilaksanak yaitu pada waktu industri atau perusahaan yg didirikan itu mulai menghasilkan barang atau jasa yg menjadi produksinya maka akan terus melakukan kegiatannya selama beberapa tahun. Di dalam investasi yg seperti itu biasanya modal baru diperoleh kembali apabila kegiatan memproduksi sudah berjalan selama beberapa tahun. Oleh penyebab itu dalam menentukan apakah kegiatan-kegiatan yg akan dikemhangkan itu akan memperoleh untung atau akan menimbulkan kerugian, para pengusaha haruslah membuat ramalan-ramalan mengenai keadaan masa depan.

Dalam membuat ramalan mengenai keadaan masa depan pada hakikatnya para pengusaha mesti bertanya: apakah keadaan masa depan menunjukkan bahwa keuntungan yg cukup besar akan diperoleh dalam pengembangan kegiatan ekonomi yg sedang dibuat atau direncanakan. Ramalan yg menunjukkan bahwa keadaan perekonomian akan menjadi lebih baik lagi pada masa depan, yaitu diramalkan bahwa harga-harga akan tetap stabil & pertumbuhan ekonomi maupun pertambahan pendapatan masyarakat akan berkembang dgn cepat, merupakan keadaan yg akan mendorong pertumbuhan investasi. Makin baik keadaan masa depan, makin besar tingkat keuntungan yg aka diperoleh para pengusaha. Oleh penyebab itu mereka akan lebih terdorong buat melaksanakan investasi yg telah atau sedang dirumuskan & direncanakan.


F. Perubahan & Perkembangan Teknologi

Faktor keempat yg menentukan besarnya investasi yg akan dilakukan oleh para pengusaha adalah kegiatan para pengusaha buat menggunakan panemuan-penemuan teknologi yg baru dalam proses produksi Kegiatan para pengusaha buat menggunakan teknologi yg baru dikembangkan di dalam kegiatan produksi atau manajemen dinamakan mengadakan pembaruan atau inovasi. Pada umumnya makin banyak perkembangan teknologi yg dibuat, makin banyak pula kegiatan pembaruan yg akan dilakukan oleh para pengusaha. Untut melaksanakan pembaruan-pembaruan, para pengusaha mesti mendirikan barang-barang modal yg baru, & adakalanya juga mesti mendirikan bangunan-bangunan pabrik/industri yg baru. Maka makin banyak pembaruan yg akan dilakukan, makin tinggi tingkat investasi yg akan tercapai.

TEORI INVESTASI

2.1 Teori Investasi

2.1.1 Biografi Joseph Alois Schumpeter

Tokoh pemikir ekonomi Amerika ini bernama Joseph Schumpeter. La dilahirkan pada tanggal 8 Februari 1883 di Triesch, Moravia yg kemudian menjadi Cekoslowakia. Ia wafat pada tanggal 8 Januari 1950 di Taconic, Conn.

Schumpeter menjadi guru besar ilmu ekonomi di Universitas Cherniovtsy, Austria pada tahun 1909. Kemudian selama hidupnya ia mengajar ilmu ekonomi. & tahun 1919 hingga tahun 1920 ia menjabat sebagai menteri keuangan Austria. Schumpeter juga memberi kuliah di Universitas Graz, Universitas Bonn & sejak tahun 1932 memberi kuliah juga di Uriiversitas Harvard.

Walau Schumpeter dididik dalam aliran ekonomi Austria, tapi ia dgn pemikiran ekonominya yg kompleks, tidak cocok buat suatu aliran. Justru Schumpeter sangat tertarik dgn aliran Lausanne, yg sangat cenderung kearah penggunaan matematika. Schumpeter juga tercatat ikut mengambil bagian mendirikan Econometric Society pada tahun 1930.

Hasil pemikiran-pemikirannya yg banyak tertuang dalam bentuk tulisannya banyak menyebabkan ia berhasil memantapkan kedudukannya sebagai ahli, baik ahli dalam teori ekonomi maupun dalam Sejarah Pemikiran Ekonomi. Hasil pemikirannya yg terkenal tertuang dalam bukunya The Theory of Economnic Development (1912). Ia tercatat sebagai ahli ekonomi pertama yg berhasil melakukan analisis mengenai kapitalisme agresif dari premise. Kapitalisme agresif itu berasal dari perseroan besar yg inovatif.

Bukunya yg lain, Business Cycles (1939) telah mengisi ilmu ekonomi sebagai teori Schumpeter yg menyajikan banyak riset yg berorientasi matematika, baik mengenai teori sejarah maupun statistik & proses kapitalis.

Hasil-hasil pemikiran Schumpeter yg tertuang dalam buku-bukunya termasuk karya bukunya yg berjudul Capitalism, Sosialism, and Democracy (1942) & the Large History of Edcononiic Analysis telah menjadi referensi standar dalam dunia pendidikan ilmu ekonomi di dunia.

2.1.2 Definisi & Arti Investasi

Investasi, yg lazim disebut juga dgn istilah penanaman modal atau pembentukan modal merupakan komponen kedua yg menentukan tingkat pengeluaran agregat. Dgn demikian istilah investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam-penanaman modal atau perusahaan buat membeli barang-barang modal & perlengkapan-perlengkapan buat menambah kemampuan memproduksi barang-barang & jasa-jasa yg tersedia dalam perekonomian. Pertambahan jumlah barang modal ini memungkinkan perekonomian tersebut menghasikan lebih banyak barang & jasa di masa yg akan datang. Adakalanya penanaman modal dilakukan buat menggantikan barang-barang modal yg lama yg telah haus & perlu didepresiasikan

Dalam prakteknya, dalam usaha buat mencatat nilai penanaman modal yg dilakukan dalam suatu tahun tertentu, yg digolongkan sebagai investasi (atau pembentukan modal atau penanaman modal) meliputi pengeluaran/perbelanjaan yg berikut:

1. Pembelian berbagai jenis barang modal, yaitu mesin-mesin & peralatan produksi lainnya buat mendirikan berbagai jenis industri & perusahaan.

2. Perbelanjaan buat membangun rumah tempat tinggal, bangunan kantor, bangunan pabrik & bangunan-bangunan lainnya.

3. Pertambahan nilai stok barang-barang yg belum terjual, bahan mentah & barang yg masih dalam proses produksi pada akhir tahun penghitungan pendapatan nasional.

Jumlah dari ketiga-tiga jenis komponen investasi tersebut dinamakan investasi bruto, yaitu ia meliputi investasi buat menambah kemampuan memproduksi dalam perekonomian & mengganti barang modal yg sudah didepresiasikan. Apabila investasi bruto dikurangi oleh nilai apresiasi maka akan didapat investasi neto. Perbedaan arti investasi neto & bruto ini sudah diterangkan dalam Bab Dua yaitu depresiasi.

2.2.3 Fungsi Investasi

Kurva yg menunjukkan perkaitan di antara tingkat investasi & tingkat pendapatan nasional dinamakan fungsi investasi. Bentuk fungsi investasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (i) ia sejajar dgn sumbu datar, atau (ii) bentuknya naik ke atas ke sebelah kanan (yg berarti makin tinggi pendapatan nasional, makin tinggi investasi). Fungsi atau kurva investasi yg sejajar dgn sumbu datar dinamakan investasi otonomi & fungsi investasi yg semakin tinggi apabila pendapatan nasional meningkat dinamakan investasi terpengaruh. Dalam analisis makroekonomi biasanya dimisalkan bahwa investasi perusahaan bersifat investasi otonomi.


Menurut Joseph Allois Schumpeter investasi otonom (autonomous investment,) dipengaruhi oleh perkembangan-perkembangan yg terjadi di dalam jangka panjang seperti :

1. Tingkat keuntungan investasi yg diramalkan akan diperoleh.

2. Tingkat bunga.

3. Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan.

4. Kemajuan teknologi.

5. Tingkat pendapatan nasional & perubahan-perubahannya.

Keuntungan yg diperoleh perusahaan-perusahaan.

Teori Konsumsi

2.1 Teori Konsumsi

2.1.1 Biografi John Maynard Keynes

John Maynard (JM) Keynes adalah seorang tokoh pemikir ekonomi & keuangan Inggris. Dunia sejarah ilmu ekonomi semakin sempurna karena munculnya berbagai pemikiran mengenai ekonomi & keuangan yg baru dari berbagai hasil pemikiran J.M, Keynes yg dinilai para ahli ekonomi sebagai ekonomi modern. Kemudian ia dikenal sebagai tokoh yg menyebabkan lahirnya mazhab baru yakni mazhab Keynes.

John Maynard Keynes dilahirkan di Cambridge, Inggris pada tanggal 5 Juni 1883. Kebetulan tahun kelahiran Keynes bertepatan dgn tahun wafatnya Karl Marx yg sangat terkenal itu. Walaupun demikian kedua tokoh pemikir ekonomi yg waktunya bersinggungan ini sangat berbeda pemikiran satu sama lainnya. Namun demikian keduanya banyak mempengaruhi filsafat sistem kapitalis.

Dilihat dari sifat hidup Karl Marx, ia seorang pendendam, banyak mengalami kesulitan dalam hidup-hidupnya, pemurung & kecewa, seperti diketahui ia adalah perencana “hancurnya Kapitalisme”.

Sebaliknya Keynes, ia sangat mencintai kehidupan & hidupnya selalu mewah, sering berbuat seenaknya. Ia benar-benar tokoh pemikir ekonomi yg berhasil menjadi “Arsitek Kapitalisme Yg Tahan Hidup”.

Keynes dibesarkan pada zaman Ratu Victoria. Pada waktu masih sekolah Keynes memang cemerlang. Ketika Keynes berusia empat setengah tahun ia sudah memikirkan arti bunga dilihat dari segi ekonomi. Pada umur enam tahun ia sudah ingin mengetahui bagaimana kerja otak manusia. Ketika Keynes berusia tujuh tahun, bagi ayahnya yg juga ahli ekonomi yg bernama John Neville Keynes yg juga terkenal, Keynes merupakan seorang teman yg menyenangkan sekali, Keynes sangat sayg kepada ibunya. Perihal itu terungkap dari surat buat ibunya pada tahun 1919 yg mengadukan soal kesedihannya & keadaan yg kurang baik di lingkungannya, sebagai berikut “Rupanya sudah berminggu-minggu lamanya saya tidak menulis surat kepada siapapun juga, saya memang sangat penat, sebagian karena pekerjaan saya, sebagian karena merasa sangat sedih melihat begitu banyak kejahatan di sekitar saya. Belum pernah saya merasa begitu sedih seperti dalam dua atau tiga minggu terakhir ini. Perdamaian ini sifatnya begitu menghina & begitu mustahil. Sehingga hanya akan membawa malapetaka.”

Keynes mencurahkan segala isi hatinya dgn gaya manja kepada ibunya yg ia sayangi itu. Keynes wafat di Tilson, Sussex pada tanggal 21 April 1946. Ia memperoleh pendidikan di Eton & King’s College, Cambridge.

Nama John Maynard Keynes adalah sebuah nama Inggris yg kuno. & hasil pengusutan mengenai asal usul tokoh pemikir ekonomi ini, sampai pada nama William de Cahagnes & tahun 1066, ternyata Keynes ialah seorang tradisionalis. Kecakapan beserta sifat-sifat baiknya diperoleh secara turun temurun.

Ia menjadi dosen dalam mata kuliah ilmu ekonomi & keuangan di cambridge. Keynes juga tercatat sebagai bendaharawan King’s College sejak tahun 1908 ia wafat.

Di samping itu Keynes juga menjadi anggota Royal Cominision, sebagai Treasury (1915-1919) & pada bulan Januari 1919 Ia menjadi utusan utama Inggris ke Konferensi Perdamaian Paris. Sebagai utusan konferensi itu, ia mengundurkan diri pada bulan Juni 1919. Pengunduran Keynes itu sebagai tindakan protesnya terhadap pasal perampasan dalam Perjanjian Versailles. Karena menurut Keynes bahwa dalam Perjanjian Versailles itu terdapat rangsangan yg tidak disadari buat kebangkitan yg lebih hebat lagi & militerisme & autarki Jerman. Ternyata apa yg diutarakan Keynes menjadi kenyataan, karena dalam kurun waktu 20 tahun ramalan Keynes itu benar-benar menjadi kenyataan. Munculnya Gerakan Nazi Fasis di bawah Hitler menjadi dominan di Jerman sejak tahun 1933, & pada akhir tahun 1939 meletuslah Perang Dunia II yg jauh lebih dahsyat dari peperangan-peperangan sebelumnya.

Keynes waktu itu berpendapat bahwa Konferensi Versailles itu sebagai suatu penyelesaian dendam politik tanpa perhitungan yg tidak mempedulikan masalah yg mendesak pada waktu itu, & hanya akan menghidupkan kembali Eropa menjadi sebuah kesatuan yg lengkap beserta berfungsi.

Keynes nienikah dgn Lydia Lopokova, seorang penari balet.

Pada bulan Desember tahun 1919 itu pulalah Keynes menerbitkan bukunya yg berjudul The Economic Consequences of the Peace (Konsekuensi ekonomi & perdamaian ) yg membuat Keynes terkenal.

& tahun 1921 sampai 1938 ia menjabat sebagai presiden komisaris & National Mutual Life Assurance Society & memimpin suatu perusahaan investasi.

Pada tahun 1936, Keynes menerbitkan lagi hasil pemikirannya yg terpenting & terkenal hingga sekarang yakni The General Theory of Employment, Interest, and Money (Teori Umum mengenai Lowongan/Peluang Kerja, Bunga & Uang).

Dalam bukunya itu diungkapkan bahwa penghasilan & peluang/ lowongan kerja itu ditentukan oleh jumlah pengeluaran swasta & negara. Pendapat ini dinilai para ahli ekonomi dunia sebagai suatu penyimpangan & tradisi Neo-Klasik & akhirnya menciptakan mazhab baru, mazhab ekonomi modern yg biasa dikenal dgn sebutan mazbab Keynes.

Selain buku-bukunya itu, Keynes juga menerbitklan buku hasil pemikirannya berjudul How to Pay for the War. Dalam bukunya itu Keynes mengutarakan suatu cara buat menghindari terjadinya inflasi pada zaman perang yakni dgn jalan tabungan paksa atau tabungan penangguhan.

Pengaruh segala pemikiran Keynes sangat terasa di dalam pembuatan anggaran pada zaman perang Inggris.

Pada tahun 1941 Keynes diangkat menjadi direktur Bank of England (Bank Sentral Inggris) & pada tahun 1942 Ia menjadi The First Baron Keynes of Tilton, yakni suatu gelar kerajaan yg sangat terhormat berkat sumbangan pikirannya yg sangat besar itu.

Keynes juga pernah memimpin delegasi Inggris ke Konferensi Moneter & Keuangan PBB di Bretton Woods, Anierika pada bulan Juli 1944. & konferensi itu lahirlah apa yg dikenal dgn Dana Moneter International (International Monetary Fund/IMF) & Bank Dunia (ZBRD yakni International Bank for Reconstruction and Development).

Keynes juga pernah menjadi perunding utama dari Anglo-American Loan (Kredit Inggris Amerika) pada tahun 1945.

Selain buku-bukunya yg telah disinggung di atas, ternyata masih banyak lagi karya pemikiran Keynes mengenai ekonomi & keuangan. Seperti hasil pemikiran-pemikirannya yg berjudul Indian Currency and Finance (1913), A Treatise on Probability (1921), A Revision of Treaty (1922), A Tract on Monetaty Reform (1923), American ed., Monetary Reform (1924), a. Short View Of Russia (1925), The Economic Consequences of Mr Churchill (1925), The End Of Laissez Fair (1926), san Essays in Biography (1933).

2.1.1.1 Pendapat Keynes

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran masyarakat buat konsumsi dpengaruhi oleh pendapatan. Semakin tinggi tingkat pendapat mengakibatkan semakin tinggi pula tingkat konsumsi. Selain itu, pendapatan juga berpengaruh terhadap tabungan. Semakin tinggi pendapatan, semakin besar pula tabungannya karena tabungan merupakan bagian pendapatan yg tidak dikonsumsi. Walaupun pendapatan penting peranannya dalam menentukan konsumsi, peranan faktor-faktor lain tidak boleh diabaikan. Dibawah ini diterangkan beberapa faktor lain yg mempengaruhi tingkat konsumsi & tabungan:

1) Kekayaan yg terkumpul

Sebagai akibat menapat harta warisan/tabungan yg banyak akibat usaha dimasa lalu, maka seseorang berhasil memiliki kekayaan yg mencukupi. Dalam keadaan seperti itu ia sudah tidak terdorong lagi buat menabung lebih banyak.maka lebih besar bagian dari pendapatannya yg digunakan buat konsumsi dimasa sekarang. Sebaliknya, buat orang yg tidak memperoleh warisan mereka lebih bertekat buat menabung yg lebih banyak di masa yg akan datang.

2) Tingkat bunga

Tingkat bunga dapatlah dipandang sebagai pendapatan yg diperoleh dari melakukan tabungan. Rumah tangga akan berbuat lebih banyak tabungan apabila tingkat bunga tinggi karena lebih banyak bunga yg akan diperoleh.

3) Sikap berhemat

Berbagai masyarakat mempunyai sikap yg berbeda dalam menabung & berbelanja. Ada masyarakat yg tidak suka berbelanja berlebih-lebihan & lebih mementingkan tabungan. Dalam masyarakat seperti itu APC & MPCnya adalah lebih rendah tapi ada pula masyarakat yg mempunyai kecenderungan mengkonsumsi yg tinggi yg berdiri APC & MPCnya adalah tinggi.


4) Keadaan Perekonomian

Dalam perekonomian yg tumbuh dgn teguh & tidak banyak pengangguran masyarakat berkecenderungan melakukan perbelanjaan yg lebih aktif. Mereka mempunyai kecenderungan berbelanja lebih banyak pada masa kini & kurang menabung. Tapi dalam keadaan perekonomian yg lambat berkembangnya, tingkat pengangguran menunjukkan tendensi meningkat, & sikap masyarakat dalam menggunakan uang & pendapatnya makin berhati-hati.

5) Distribusi Pendapatan

Dalam masyarakat yg distribusi pendapatannya tidak merata, lebih banyak tabungan akan dapat diperoleh. Dgn masyarakat yg demikian sebagian besar pendapatan nasional dinikmati oleh sebagian kecil penduduk yg sangat kaya, & golongan masyarakat ini mempunyai kecenderungan menabung yg tinggi. Maka mereka boleh menciptakan tabungan yg banyak. Segolongan besar penduduk mempunyai pendapatan yg hanya cukup membiayai konsumsi & tabungannya adalah kecil. Dalam masyarakat yg distribusi pendapatannya lebih seimbang tingkat tabungannya relatif sedikit karena mereka mempunyai kecondongan mengkonsumsi yg tinggi.

PENGARUH PEMBERIAN PR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR MATEMATIKA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam pengertian yg sederhana, Pekerjaan Rumah (PR) dapat diaritkan sebagai salah satu bentuk metode mengajar yg berguna buat mengatasi kelemahan metode-metode lain (seperti ceramah, diskusi, & lain-lain) dalam perihal pemahaman para siswa terhadap materi pelajaran. Metode ini tampaknya sangat efektif guna mendorong para siswa belajar di luar jam sekolah, baik perorangan maupun kelompok, penyebab secara terpaksa ataupun tidak, mereka berkewajiban melaksanakannya. Jika tidak, mereka akan mendapat hukuman ataupun nilai yg rendah.

Efektivitas metede ini pernah dibuktikan di Singapura pada tahun 1993 sehingga membuat negara tersebut menjadi nomor satu di dunia buat bidang matematika & IPA (Science).

Belakangan ini terdapat banyak gunjingan bahwa mutu pendidikan anak di sekolah menurun. Pemahaman anak terhadap berbagai pelajaran yg diajarkan sangatlah kurang & tampaknya tidak mencerminkan semangat yg menggebu. Di pihak lain para siswa dijejali banyak aturan & materi sehingga pelajaran di sekolah bertambah.

Berbagai tuntutan sering tidak seseorang dgn perkembangan kemajuan & kecerdasan mereka. Perihal ini diperparah dgn sikap orang tua yg terlalu antusias terhadap kapasitas & daya serap anak, sehingga memberi dorongan yg berlebihan. Senada dgn itu, Djauzak Ahmad mengatakan bahwa terjadinya stress pada anak SD karena guru terlalu ingin menonjolkan diri, yakni membebani anak dengna PR & tugas-tugas lain yg sebetulnya tidak perlu (Kompas, 12 Desember 1997).

Rendahnya nilai para siswa (dalam matematika & sains) terjadi bukan hanya karena kemampuan masing-masing, melainkan juga karena juga karena adanya tuntutan yg berlebihan dalam pengajarannya.

Berlawanan dgn pandangan di atas, ada pendapat yg menyatakan bahwa matematika & berhitung lahir sebagai jawaban terhadap pengenalan matematika modern di SD. Matematika modern memang susah dicerna tanpa penguasaan operasi dasar bilangan, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian & pembagian (bahkan penarikan akar & pemangkatan). Namun tujuan pembelajaran matematika tidak hanya sekedar anak mahir dalam hitung-menghitung, melainkan juga sebagai alat yg ampuh buat mengembangkan daya pikir seorang anak (Kompas, 24 Desember 1997).

Di Singapura misalnya pada tahun 1993, buat bidang matematika & sains, keberhasilan siswanya adalah nomor satu di dunia. AS termauk nomor 27 & 17 buat bidang studi yg sama. Jika begitu, apayg membuat mereka berhasil ? ternyata jawabannya sangat sederhana. Para siswa di sana sangat rajin mengerjakan PR di bawah bimbingan gurunya. Guru memiliki dedikasi yg tinggi buat membuat soal & memeriksa PR anak didiknya. Setiap minggu guru-guru menghabiskan waktu ± 10 jam buat membuat soal PR, belum termasuk bimbingan khusus terhadap alam Singapura, Molly Lee, setiap siswa disana menghabiskan waktu 4,6jam perhari buat mengerjakan PR, sementara para siswa di dunia berkisar 2-3 jam (Suara Pembaruan, 4 Desember, 1996).

1.2 Perumusan Masalah

Uraian di atas terlalu luas buat di amati ulang. Tulisan ini di batasi pada para siswa SDN Kamasan Kecamatan Kramat Watu, Kabupaten Serang tahun pelajaran 2006/2007. Oleh karena itu, perumusan masalahnya adalah : sampai sejauh manakah PR yg diberikan guru memberikan pengaruh positif dalam rangka meningkatkan kemampuan belajar matematika para siswa di SDN Kamasan?.

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah buat mengetahui kebenaran pengaruh PR dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa pada pelajaran matematika di kelas VI SDN Kamasan.

1.4 Metode Penulisan

Dalam penyusunana makalah ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan yaitu dgn menggunakan library research (studi kepustakaan) & penelitian langsung ke tempat sasaran.


BAB II

ISI & PEMBAHASAN

2.1 Belajar


Di bawah ini dikemukakan beberapa pendapat tentang belajar sebagai berikut. Menurut Morgan dalam Purwanto (1996), belajar adalah “ perubahan yg relatif menetap dalam tingkah laku yg terjadi sebagai suatu hasil dari latihan & pengalaman”.

Witherington dalam Purwanto (1996) bahwa belajar adalah “suatu perubahan di dalam kepribadian yg menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi yg berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian”. Good and Brophy dalam Purwanto (1996) menyatakan pula bahwa “learning is the development of new associations as a result of exeperience”. Surya (1985) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yg dilakukan individu buat memperoleh suatu perubahan tingkah laku, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dgn lingkungan. Ahli modern lainnya merumuskan bahwa belajar adalah

“ bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yg dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yg baru berkat pengalaman & latihan. Tingkah laku yg baru itu misalnya dari yg tidak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, timbul & berkembangnya sifat-sifat sosial, susila & emosional ( 1993).

Dalam pada itu Hilgard dalam Ahmadi (1993) & Soejanto (1981) menyatakan bahwa “learning is the process by which an activity originates or is changed through the procedures “whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by factors not attributable to training.”

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku yg ada dalam diri individu/siswa atas dasar pengalaman & latihan yg berupa perubahan pengertian, keterampilan, kecakapan atau pun sikap.

Atau suatu proses yg kompleks yg terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dgn lingkungannya. Oleh karena itu belajar dapat terjadi kapan saja & dimana saja.

Dgn demikian ciri-ciri perbuatan belajar adalah terdapatnya perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut relatif mantap, terjadi akibat interaksi dgn lingkungan melalui pengalaman & latihan. Perubaan tingkah laku itu berupa perubahan pengertian, pemecahan masalah/ berfikir, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, ataupun sikap.

2.2 Mengajar yg Efektif

Dalam mengajarkan matematika, tidak saja dituntut kemampuan dalam perihal menguasai materi yg akan diajarkan, namum mesti mampu pula menyajikannya, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kemampuan menyampaikan bahan pelajaran merupakan syarat yg amat penting dalam proses belajar-mengajar yg baik.

Metode pengajaran matematika mesti disesuaikan dgn tuntutan materi yg tercakup dalam kurikulum, bakat, minat, sikap, kemampuan murid, lingkungan belajar, & alat-alat peraga atau fasilitas yg dimiliki.

Sesuai dgn karakteristik materi yg akan disajikan bebeserta pendekatan yg mesti dilakukan dalam metode penyajiannya, kegiatan proses belajar-mengajar dapat dilangsungkan di dalam atau di luar kelas.

Diakui bahwa mengajar adalah membimbing anak agar menjalani proses belajar. Buat mendapatkan proses yg efektif, diperlukan cara mengajar yg efektif pula dgn syarat-syarat sebagai berikut : guru menggunakan banyak metode dalam mengajar (bervariasi); mampu membangkitkan motivasi anak; kurikulum yg baik & seimbang yg memenuhi tuntutan & kebutuhan masyarakat; mempertimbangkan perbedaan individual selalu membuat perencanaan mengajar; memberikan sugesti yg kuat guna mendorong anak belajar menghadapi murid-muridnya dari masalah yg timbul selama mengajar; mampu menciptakan suasana demokratik di dalam kelas; memberikan rangsangan kepada anak buat belajar; mampu mengintegrasikan berbagai bidang pelajaran; mampu menghubungkan pelajaran di sekolah dgn kehidupan nyata di masyarakat; memberikan kebebasan kepada anak buat menyelidiki, mengamati, belajar, & memecahkan masalah secara mandiri; beserta memberikan pengajaran remedial guna mengatasi kesulitan anak dalam belajar.

Pendapat lain menyatakan bahwa mengajar yg efektif itu memerlukan beberapa perihal seperti : penguasaan bahan; cinta kepada apa yg diajarkan; terdapatnya pengalaman pribadi & pengetahuan yg dimiliki anak; mampu membuat variasi metode; menyadari kekurangan karena itu perlu menambah ilmu & meningkatkan kepribadiannya; memberikan pengetahuan & pengalaman yg aktual, berani memberikan pujian beserta mampu menimbulkan semangat secara individual (Roestiyah et al. 1979. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

2.3 Kompetensi Guru

Pada dasarnya kompetensi itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: Kompetensi Personal, yg meliputi kemampuan menguasai intelegensi & emosi sosial yg meliputi kemampuan menguasai teknik & praktek komunikasi yg efektif, di samping teman sejawat; Kompetensi profesional, yg meliputi 10 butir kemampuan yaitu kemampuan menguasai landasan pendidikan, menguasai bahan pengajaran, mengelola kelas, mengelola interaksi belajar mengajar, menggunakan media & sumber belajar, menilai hasil beiajar mengajar atau prestasi siswa, mengenal fungsi & program memahami prinsip & hasil penelitian buat kepentingan pengajaran, mengenal & menyelenggarakan administrasi sekolah (Suhaenah, 1995; Pakhrudin, 1985. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

2.4 Faktor-faktor yg Menunjang Keberhasilan Belajar

Berhasil/tidaknya anak dalam menyelesaikan suatu program pendidikan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor pertama adalah lingkungan masyarakat, keluarga, & suasana sekolah yg menyenangkan atau membosankan anak didik (Maulana, 1995 Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

Faktor kedua adalah metode mengajar. Dalam suatu PBM dituntut adanya strategi tertentu yg pada hakikatnya adalah merupakan rancangan prosedur & langkah-langkah yg akan ditempuh guna mencapai tujuan pengajaran yg telah ditetapkan. Oleh karena itu, perancangan & penggunaannya mesti dilandasi dgn pengetahuan, pemahaman & keterampilan yg memadai.

Suatu domain/ranah & Taksonomi Bloom yg dikembangkan dalam tujuan pengajaran hanya akan berkembang dgn efisien & efektif bila dibarengi dgn metode mengajar yg tepat. Perihal ini disebabkan karena setiap metode mengajar memiliki karakteristik tersendiri.

Secara umum penggunaan suatu metode akan bergantung pada tujuan pengajaran yg ingin dicapai, faktor siswa dgn segala sifat individualitasnya, faktor guru dgn segala kompetensinya, faktor materi dgn segala sifatnya, faktor dana & fasilitas yg tersedia, faktor waktu yg tersedia dalam PBM, faktor suasana yg menunjang/menghambat PBM, faktor partisipasi guru & murid, kebaikan & kelemahan suatu metode beserta faktor filsafat yg menyangkut pandangan hidiip & dasar bertindaknya seseorang (Karo Karo et al., 1975. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

Faktor ketiga adalah dedikasi guru. Dedikasi adalah tujuan kegiatan yg dilakukan seorang guru dalam rangka memajukan pembelajaran semata-mata berupa pengabdian, tidak bersifat komersial atau imbal jasa, buat mencapai tujuan tertentu. (Rustandy, 1996. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

Dedikasi ini akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan & mutu pembelajaran yg efektif & efisien. Di samping itu, Ia berusaha mengarahkan anak didik buat meraih pengetahuan, keterampilan, beserta sikap.

Faktor keempat adalah kebijakan di bidang pendidikan. Depdiknas menetapkan strategi pengembangan komponen-komponen yg terkait secara terpadu dgn memprioritaskan enam komponen, di antaranya adalah: Pengembangan Kemampuan Profesional Guru yg meliputi metode, pembuatan alat bantu/media pengajaran, pendekatan penguasaan kurikulum & materi pelajaran & pendayagunaan laboratorium/alat praktek; pembuatan program semester & persiapan mengajar - kini program semester & silabus; kegiatan belajar mengajar; bimbingan & penyuluhan (BP/BK); tugas guru sebagai wali kelas/guru kelas & piket; tugas guru pendidikan jasmani & kesehatan; pembinaan kesenian beserta pengelolaan mulok (Depdikbud, 1994.Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

2.5 Metode Pemberian Tugas

2.5.1 Metode Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah (PR)

Metode ini merupakan salah satu metode yg ingin menerapkan learning by doing dari John Dewey. Tugas tersebut diberikan kepada individu maupun kelompok. Mereka akan melaksanakannya di dalam maupun di luar kelas & di luar jam pelajaran. Adapun tugas yg bisa diberikan oleh guru itu banyak macamnya antara lain PR buat Bidang Studi Matematika (Tim Bakti Guru, 1989. dalam Bukunya Jurnal Pendidkan & Kebudayaan).

2.5.2 Cara Melaksanakan Metode Pemberian Tugas (PR)

PR ini diberikan kepada para siswa pada akhir pelajaran, pokok bahasan atau sub pokok bahasan, bahkan pertemuan. Tugas yg diberikan hendaknya dipersiapkan dgn baik oleh guru sehingga dapat melahirkan penguasaan atas pengetahuan & keterampilan tertentu. Guru membuat soal, baik sewaktu mengajar atau pun sebelumnya, Jumlah soal/skop materi yg diberikan mesti mencakup seluruh bahan yg diajarkan pada bahasan waktu itu, bahkan di upayakan ada bahan yg bersifat mengulang pelajaran yg telah lalu. Guru hendaknya memberikan penjelasan yg cukup tentang materi tersebut sehingga tidak timbul kesalahfahaman dalam pelaksanaannya. Guru hendaknya membimbing pekerjaan tersebut, terutama bila para siswa mengalami kesulitan beserta memberikan petunjuk penyelesaiannya. Pemeriksaan terhadap PR tadi bisa dilakukan beberapa menit sebelum pelajaran dimulai pada jam bahasan berikutnya atau guru menyediakan waktu ekstra buat itu. Ketika para siswa tidak mengerjakan tugas, atau tugasnya belum selesai, bisa diberikan hukuman yg bersifat edukatif demi mendorong motivasi mereka (Pakhrudin, 1985. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

2.5.3 Manfaat Pemberian Tugas (PR)

Metode ini akan mendapat manfaat apabila dilakukan dgn baik seperti contoh berikut. Tugas tersebut merupakan pengulangan & pemantapan pengertian murid pada pelajaran yg diberikan. Dgn dasar learning by doing, diharapkan kesan pada diri anak akan lebih mendalam & mudah diingat (adanya penambahan frekuensi belajar). Sikap & pengalaman atas suatu masalah & murid akan dapat dibina lebih kuat (bimbingan dari guru) dgn adanya penambahan belajar kelompok (bersama teman), adanya kesempatan buat bertanya setelah menghadapi soal/perintah yg tak terpecahkan, & pemberian tugas (PR). Dgn demikian keterbatasan waktu di kelas buat memecahkan suatu masalah atau pemahaman suatu materi akan terpecahkan (adanya penambahan waktu belajar siswa). Siswa didorong buat mencari sendiri bahan/sumber pengetahuan yg berkaitan dgn apa yg mereka pelajari.

Mereka akan mengerjakan PR karena adanya rasa takut/malu mendapatkan hukuman atau dgn kesadarannya sendiri (Pakhrudin, 1985,Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan & Kebudayaan).

2.5.4 Kelemahan Pemberian Tugas PR

Kelemahan yg dapat diamati dari pemberian tugas PR dapat di gambarkan sebagai berikut. (1) Seringkali siswa tidak mengerjakan PR dgn kemampuan sendiri, melainkan meniru/menyontek atau pun ikut-ikutan dgn alasan kerjasama; (2) Guru kurang konsekuen memeriksa & menghargai pekerjaan murid; (3) Bila pekerjaan tenlalu sulit, perihal ini akan menimbulkan kekurangtenangan mental siswa, takut, khawatir & sebagainya; (4) Sukar buat memberikan tugas secara individual sesuai dgn bakat, minat, & kemampuan siswa sendiri; (5) Para siswa mengerjakan PR tidak mengikuti cara yg telah diajarkan oleh guru/buku; & (6) Para siswa lambat memahami keterangan dari guru.

2.5.5 Upaya Mengefektifkan Pemberian Tugas PR

Upaya yg dapat dilakukan buat mengefektifkan pemberian tugas PR dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Tugas yg diberikan mempunyai pertalian erat dgn bahan yg telah dijelaskan di kelas; (2) Usahakan tugas yg diberikan disadari benar manfaatnya oleh siswa guna menimbulkan minat yg lebih besar; (3) Waktu yg diberikan buat melaksanakan tugas tidak terlalu lama atau pendek agar tidak menimbulkan kejemuan ataupun kecemasan; (4) Upayakan agar siswa tahu tentang alat & cara menilai hasil pekerjaan tersebut sehingga akan mengurangi banyaknya kesalahan & rendahnya nilai; & (5) Guru tidak sungkan memberikan hadiah kepada mereka yg berhasil beserta hukuman kepada mereka yg tidak mengerjakannya dgn konsekuen

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids air tanah anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain di jual diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sertifikat tanah sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet