Balance Of Paymen (KETIDAK SEIMBANGAN)

BAB I

PENDAHULUAN

Posisi Balance Of Payment (BOP) yg ideal buat suatu negara adalah bila berada pada posisi surplus atau equilibrium yg nilai valasnya relative tinggi, sedangkan posisi yg dianggap kurang baik & selalu diusahakan buat diperbaiki melalui mekanisme adjustment BOP adalah posisi BOP yg defisit & nilai valas yg relatif rendah.

Mekanisme adjustment atau penyesuaian BOP yg defisit dapat dilakukan melalui beberapa cara yg secara teoritis akan tergantung pada sistem kurs valas yg digunakan oleh masing- masing negara.

Bentuk ketidakseimbangan (defisit atau surplus) neraca pembayaran dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan besar, yakni penyesuaian otomatis & penyesuaian melalui kebijakan. Mekanisme penyesuaian otomatis adalah berbagai proses penyeimbang atau penyesuaian yg bersumber dari neraca pembayaran itu sendiri, sehingga pemerintah tidak perlu mengambil tindakan atau intervensi secara khusus. Kebijakan penyesuaian adalah langkah-langkah tertentuyg diambil oleh pemerintah dgn tujuan pokok mengkoreksi ketidakseimbangan neraca pembayaran. Secara umum mekanisme-mekanisme penyesuaian otomatis tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni yg beroperasi terhadap harga-harga, & yg beroperasi terhadap pendapatan. Disamping itu, masih ada penyesuaian moneter otomatis. Adapun mekanisme penyesuaian harga otomatis tersebut adalah proses penyesuaian yg bertumpu pada perubahan-perubahan harga di negara yg mengalami defisit & juga dinegara yg mengalami surplus, & perubahan-perubahan harga itulah yg diandalkan buat menciptakan proses penyesuaian.



BAB II

PEMBAHASAN


1. Pengertian Ketidakseimbangan

Telah dikemukakan bahwa secara pembukuan atau accounting suatu Neraca Pembarayan Internasional atau NPI selalu seimbang. Lalu apa yg dimaksud dgn ketidakseimbangan itu? Buat mengetahui ketidakseimbangan tersebut, kita perlu membedakan transaksi NPI ke dalam :

1. Transaksi yg autonomous : yakni transaksi yg timbul dgn sendirinya bukan sebagai akibat dari adanaya trasaksi lain. Biasanya motif transaksi ini adalah buat mencari keuntungan. Transaksi dalam rekening yg sedang berjalan (current account) & capital jangka panjang pada umumnya termasuk ke dalam transaksi yg autonomous.
2. Transaksi yg induced/compensatory transaction : yakni transaksi yg timbul sebagai akibat adanya transaksi lain. Yg termasuk ke dalam transaksi ini adalah aliran modal (pemerintah) jangka pendek beserta aliran emas.


Suatu NPI (neraca pembayaran internasional) dikatakan tidak seimbang apabila transaksi autonomous debit tidak sama dgn transaksi autonomous kredit. Defisit apabila transaksi autonomous debit lebih besar daripada transaksi autonomous kredit, & surplus apabila transaksi autonomous debit lebih kecil daripada transaksi autonomous kredit.


2.2. Sebab-penyebab Suatu Negara Dapat Mengalami Ketidakseimbangan Dalam NPI

Ketidakseimbangan dapat timbul sebagai akibat dari beberapa factor, diantaranya : alam, kegiatan ekonomi swasta, kegiatan ekonomi/kebijakan pemerintah (sendiri & asing), yg mengakibatkan perubahan dalam permintaan & penawaran valuta asing. Sebagai contoh misalnya :

1. Ekspor & impor dapat berubah-ubah karena musim (seasonal disequilibrium).
2. Perubahan di dalam pendapatan sebagai akibat kebijaksanaan harga, tingkat bunga atau kesempatan kerja dari Negara lain dapat menimbulkan ketidakseimbangan (cyclical disequilibrium).
3. Kemajuan teknik (misalnya : penemuan karet syntethis) dapat menyebabkan ketidakseimbangan (deficit) Negara penghasil karet alam (structuraldisequilibrium).
4. Aliran modal sebagai akibat kegiatan spekulasi (destabilizing speculation).

Suatu negara dapat menempuh beberapa cara buat mengatasi ketidakseimbangan tersebut. Grafik di bawah ini dapat menjelaskan beberapa alternative tersebut.



Gambar 1. Alternatif buat Mengatasi Ketidakseimbangan NPI


Kesimbangan mula-mula adalah pada kurs OR0 & jumlah valuta asing yg diperdagangkan OX0. Keseimbangan ini terganggu, misalnya dgn bergesernya permintaan dari D0 ke D1. Pada tingkat kurs OR0 terdapat kelebihan permintaan valuta asing (defisit NPI) sebesar X0X1. Buat mengatasi ketidakseimbangan ini beberpa alternative yg dapat diambil oleh suatu Negara antara lain :

1. Membiarkan tingkat kurs naik menjadi OR1 (kurs yg berubah-ubah).
2. Membiarkan proses penyeimbangan berjalan secara otomatis melalui perubahan harga & pendapatan (kurs tetap/standar emas).
3. Pemerintah dapat menambah penawaran devisa di pasar dgn menggunakan cadangan yg dimiliki (pegged rate).
4. Kebijaksanaan deflasi (buat menurunkan ongkos produksi & harga) beserta mengurangi permintaan total & pendapatan guna menekan impor.
5. Melakukan pengawasan devisa (exchange control).

Sering terjadi suatu negara mengambil kebijaksanaan yg merupakan kombinasi dari alternative-alternatif di atas. Di bawah ini akan dijelaskan proses penyesuaian ketidaskseimbangan di dalam dua system kurs, yakni kurs yg berubah-ubah & kurs tetap. Beserta dua mekanisame lainnya yaitu mekanisme pendapatan & devaluasi.

2.3. System Kurs yg berubah-ubah

Proses penyeimbangan disequilibrium atau defisit/ surplus BOP, khususnya BOT di negara yg menganut sistem kurs mengambang dgn pengendalian pemerintah (managed float), dapat dilakukan dgn menjalankan kebijakan perubahan kurs yg disebut devaluasi atau revaluasi/ upvaluasi.

Devaluasi diartikan sebagai suatu tindakan pemerintah buat menurunkan nilai mata uangnya ( domestic currency) terhadap mata uang asing (foreign currency) yg bertujuan (dalam jangka waktu relative pendek ) buat hal-perihal sebagai berikut.

1. Mendorong ekspor & membatasi impor sehingga diharapkan dapat memperbaiki posisi BOP atao BOT menjadi equilibrium atau mendekati equilibrium.
2. Mendorong penggunaan produksi dalam negeri.
3. Dgn BOP yg equilibrium, diharapkan kurs valas dapat menjadi relatif stabil.
4. Revaluasi/ upvaluasi diartikan sebagai suatu tindakan pemerintah buat menaikkan nilai mata uangnya (domestic currency ) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency) yg dilakukan karena perekonomiannya sudah mencapai atau mendekati full employed atau terjadi kecenderungan inflasi. Kebijakan ini dalam jangka pendek bertujuan buat mengurangi aggregate demand & inflasi.

Dalam system kurs ini proses penyeimbangan terjadi melalui peruabahan kurs (devaluasi buat defisit & revaluasi buat surplus). Perubahan kurs ini disamping akan menimbulkan ongkos (riil) dalam proses penyesuaian produksi & konsumsi, juga tidak dapat dipastikan bahwa keseimbangan akan tercapai. Keberhasilan devaluasi buat menghilangkan atau mengurangi ketidakseimbngan tergantung pada elastisitas permintaan & penawaran valuta asing. Makin besar elastisitas (makin elastis) permintaan akan barang ekspor (dari negara lain) & impor suatu negara, devaluasi akan makin efektif. Perihal ini dapat ditunjukkan dgn gambar sebagai berikut :

Gambar (a) menunjukkan buat defisit sebesar FG, Indonesia mesti mendevaluasi rupiah sebesar EE’. Sedangkan gambar (b) buat deficit yg sama MN (= FG) perlu tindakan devaluasi yg lebih besar, yakni dari OP ke OP’. Sejalan dgn ini Marshall & Lerner mengemukakan suatu keadaan dalam mana devaluasi akan efektif atau tidak. Keadaan ini yg kemudian dikenal dgn nama “Marshall-Lerner” yg menyatakan bahwa apabila jumlah elastisitas permintaan akan ekspor & impor itu :

1. Lebih besar daripada satu, devaluasi akan memberikan perbaikan.
2. Sama dgn satu, devaluasi tidak memberikan efek apa-apa.
3. Lebih kecil dari satu, devaluasi akan merugi.

Dgn menggunakan anggapan bahwa penawaran dunia akan barang impor X negara A, R0S0, & penawaaran barang ekspor Y dari negara A, YS0 masing-masing elastis sempurna (negara A dianggap sebagai negara kecil, sehingga tidak mempunyai pengaruh terhadap harga ekspor & impornya), devaluasi akan menyebabkan bergesernya kurva permintaan dari D0D0 ke D1D1. & penawaran dari S0S0 ke S1S1. Turunnya pengeluaran valuta asing buat impor relative kecil penyebab elastisitas permintaannya (DD) juga kecil. Sedangkan turunnya penerimaan dari ekspor dikarenakan elastisitas permintaannya kecil sehingga kerugian penerimaan dari jumlah yg diekspor sebelum devaluasi (OY0EP0) sebesar FE P0P1 lebih besar daripada tambanya penerimaan Y0Y1E1F. Dgn demikian jelas bahwa elastisitas permintaan yg kecil (inelastis) menyebabkan devaluasi akan menambah defisit dalam neraca perdagangan.

Masalah lain yg timbul adalah dalam hubungannya dgn penggunaan indeks harga. Indeks harga pada umumnya tidak dapat menggambarkan komposisi beserta kualitas barang. Sebagai contoh, pada tahun 1970 Amerika mengekspor pesawat terbang jumbo jet dgn harga yg jauh lebih tinggi daripada harga pesawat sebelumnya, sehingga indeks harga ekspor Amerika naik. Padaperihal dalam analisa ekonomi yg penting adalah ongkos angkut per orang buat setiap pesawat. Dalam perihal ini jumbo jet akan menurunkan ongkos per penumpang. Jadi, meskipun indeks harga menunjukkan kenaikan, kenyataannya menunjukkan penurunan. Dgn contoh ini jelas bahwa indeks harga yg dipakai dalam penaksiran elastisitas tidak dapat mengambarkan karakteristik dari barang-barang yg diperdagangkan, yg sangat menentukkan intensitas permintaan.


2.4. System Kurs Tetap

Kurs tetap terutama terjadi pada system standar emas. Suatu negara dikatakan memakai system standar emas apabila :

* Nilai mata uangnya dijamin dgn nilai seberat emas tertentu.
* Setiap orang boleh membuat beserta melebur uang emas.
* Pemerintah sanggup membeli atau menjual emas dalam jumlah yg tidak terbatas pada harga tertentu (yg sudah ditetapkan pemerintah).

Didalam standar emas penyeimbangna kembali suatu NPI dapat terjadi secara otomatis. Proses otomatis ini melalui suatu mekanisme yg disebut “specie flow”. Mekanisme ini bekerja sebagai berikut : apabila terjadi defisit dalam NPI (ekspor <>

Dgn sistem kurs tetap, nilai suatu mata uang ditentukan berdasarkan gold excange standard sesui dgn Bretton Woods system. Dalam perihal ini, mekanisme adjustment posisi BOP dapat terjadi melalui mekanisme otomatis berdasarkan teori David Hume tentang “ price-specie-flow mechanism ” sebagai berikut :

1. Bila BOP defisit berarti X<> X
2. Karena masih berlaku nilai kurs tetap atau gold exchange standard, maka akibatnya jumlah emas atau logam mulia (LM) akan makin menurun karena banyak dikirim ke luar negeri.
3. Karena emas masih digunakan sebagai likuiditas atau alat pembayaran, sedangkan jumlahnya semakin menurun (emas / LM), maka money supply (Ms) di dalam negeri makin berkurang.
4. Karena supply money makin berkurang, maka harga- harga di dalam negeri akan menurun pula.
5. Menurunnya harga (price) dalam negeri, khususnya terhadap harga barang ekspor (Px), akan menyebabkan jumlah ekspor (Qx) akan naik.
6. Di lain pihak, berkurangnya money supply di dalam negeri akan menyebabkan harga barang impor (Pm) di mata konsumen dalam negeri akan menjadi lebih maperihal sehingga jumlah impor (Qm) akan turun.
7. Karena jumlah ekspor (Qx) naik & di lain pihak jumlah impor (Qm) turun, maka melalui mekanisme ini akhirnya jumlah ekspor (Qx) akan menjadi sama atau bahkan lebih besar daripada jumlah impor (Qm) atau Qx ≥ Qm.

Akan tetapi, mekanisme otomatis buat penyeimbangan (adjustment ) BOP ini tidak dapat terjadi lagi karena pada umumnya sistem kurs tetap yg menggunakan standar emas ini tidak berlaku lagi sejak Dekrit Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971.

Sebagai contoh, misalnya terjadi kegagalan panen, negara A mengimpor lebih banyak bahan makanan sedang ekspornya tetap. Keadaan ini akan menimbulkan deficit dalam neraca pembayaran negara A, kecuali apabila negara A memperoleh pinjaman dari luar negeri buat menutup kelebihan impornya. Seandainya pinjaman tidak bisa diperoleh & deficit terjadi. Maka jumlah uang yg beredar (emas) didalam negeri menurun sebesar jumlah deficit neraca pembayaran tersebut, sedangkan jumlah uang yg beredar (emas) diluar negeri meningkat. Selanjutnya tingkat harga di dalam negeri menurun & tingkat harga di luar negeri meningkat. Karena barang-barang buatan dalan negeri menjadi lebih mahal, maka penduduk dalam negeri cenderung buat menjual barang produksinya di luar negeri (mengekspor lebih banyak) karene harga diluar negeri menguntungkan, & cenderung buat mengurangi pembelian barang-barang buatan luar negeri (mengimpor lebih sedikit) karena harga barang-barang buatan dalam negeri lebih murah.

Kedua proses ini, yaitu ekspor bertambah & impor menurun, akan terus berlangsung samapai deficit dalam neraca pembayaran yg semula timbul akhirnya hilang, & neraca pembayaran kembali seimbang (dilihat dari sudut pandang luar negeri pun ada proses serupa, karena harga diluar negeri meningkat & harga dalam negeri menurun, maka orangluar negeri cenderung buat mengimpor lebih banyak dari negeri yg mengalami defisit (ekspor dari negeri defisit meningkat) & cenderung buat mengekspor lebih sedikit ke nagara defisit (impor negara defisit menurun)).

Proses penyesuaian kembali ke arah keseimbangan neraca pembayaran bersifat otomatis. Proses in berlaku bagi ketimpangan yg berupa defisit maupun surplus proses penyesuaian otomatis dalam neraca pembayaran (dalam system standar emas penuh) disebut mekanisme Hume sering pula disebut species flow mechanism karena dimulai dgn adanya aliran (flow) emas (species) dari suatu negara ke negara lain.

Di samping proses penyeimbangn tersebut di atas, di dalam system kurs tetap, proses penyeimbangan dapat pula berjalan melalui perubahan pendapatan & pengeluaran (proses multiplier). Proses ini dapat dijelaskan dgn menggunakan model Keynes buat ekonomi terbuka.

Pertama-tama dimulai dgn ekonomi tertutup (belum ada perdagangan internasional). Misalnya, di dalam perekonomian tertutup ini terjadi penambahan pengeluaran investasi (Δ1) sebesar Rp. 10 juta. Pendapatan nasional akan bertambah atau tidak tergantung besarnya marginal propencity to consume (MPC), yakni bagian dari tambhan pendapatan yg digunakan buat membeli barang-barang konsumsi (ΔC/ΔY). Pabila diketahui bahwa besarnya MPC = ½ (artinya separo daripada tambahan pendapatan digunkan untukkonsumsi), maka tambah pendapatan nasional akan menjadi sebesar Rp 10 juta + Rp 5 juta + Rp 2,5 juta + Rp 0,625 juta = Rp 19,375 juta, atau dapat dinyatakan sebagai berikut :


Jika perekonomian sudah terbuka, maka sebagian daripada kenaikan pendapatan nasional tersbut digunkan buat membeli barang-barang luar negeri (impor). Bagian dari tambahan pendapatan nasional yg digunakan impor diosebut marginal propencity ti impor (MPM), yakni

Jadi dgn adanya impor tersebut maka tambahan pendapatan nasional akan naik dgn jumlah yg lebih kecil. Misalnya, besarnya MPM = ¼ maka tambahan pendapatan nasional sebesar Rp 10 juta, yg sebesar Rp 5 juta (½ x Rp 10 juta) digunkan buat menambah komsumsi. Dari tambahan konsumsi sebesar Rp 5 juta ini sebagian (Rp 2,5 juta) buat konsumsi barang luar negeri (impor). Tambahan pendapatan nasional akhirnya sebesar :

Rp 10 juta + Rp 2,5 juta + Rp 0,625 juta + ……….. = Rp 13 juta.

Secara simbolis besarnya angka pengganda (multiplier) dapat dihitung sebagai berikut :


2.5. Mekanisme Keseimbangan Pendapatan

Adanya ekspor beserta impor (yg besarnya tergantung atas pendapatan) sedikit menambah komplikasi model ekonomi makro dari Keynes. Keseimbangan pendapatan tercapai apabila jumlah pengeluaran sama dgn jumlah nilai yg dihasilkan. Hanya saja sekarang jumlah permintaan total tidak lagi sama dgn pengeluaran. Perihal ini disebabkan karena adanya ekspor & impor. Keseimbangan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :

Y = E + X – M

Ket. Y = Produksi nasional

E = Pengeluaran nasional (absorpsi).


Persamaan diatas dapat diartikan sebagai berikut :


Y = Permintaan agregat buat produksi nasional (AD)

= E (Y) + X – M (Y)


E (Y) = Pengeluaran nasional yg besarnya tergantung dari pendapatan. Ketergantungan terhadap pendapatan ini disebabkan karena salah satu komponennya, yakni konsumsi (C) tergantung dari pendapatan. E(Y) terdiri dari konsumsi (C), investasi dalam negeri (Id), & pengeluaran pemerintah (G).


Dgn modofikasi sederhana, persamaan tersebut di atas dirubah menjadi :

Y – C – G = (E – C – G) + (X – M)

S = Id + If


Persamaan terakhir menunjukkan bahwa tabungan (S) sama dgn investasi dalam negeri (Id) ditambah investasi luar negeri (If). Dgn demikian, keseimbangan pendapatan dapat pula berarti bahwa tabungan dikurangi investasi dalam negeri sama dgn invesatsi luar negeri .


S – Id = If = X – M


Persamaan ini menunjukkan bahwa dalam keadaan keseimbangan, S tidak perlu sama dgn Id & juga X tidak perlu sama dgn M. Yg penting adalah kesamaan :


S – Id = X – M


2.6. Devaluasi

Defisit neraca pembayaran di suatu negara dapat dikoreksi melalui depresiasi atau devaluasi atas mata uang dari negara yg bersangkutan. Istilah depresiasi yg kita gunakan dalam sistem moneter internasional yg tengah berlaku dalam sistem kurs mengambang. Depresiasi adalah peristiwa penurunan nilai tukar mata uang secara otomatis akibat bekerjanya kekuatan-kekuatan penawaran & permintaan atas mata uang yg bersangkutan dalam sistem pasar bebas. Sedangkan istilah devaluasi akan kita gunakan guna mengacu peningkatan secara sengaja kurs atau penurunan nilai tukarnya dari suatu mata uang oleh pemerintahnya. Artinya pemerintah sengaja secara sepihak mengubah angka kurs mata uangnya, dari besaran baku yg satu menjadi besaran baku yg yg lain. Namun mengingat dampak-dampak yg ditimbulkan oleh depresiasi & devaluasi secara umum sama saja, maka kedua istilah tersebut akan digunakan secara bergantian & pembedanya tidak terlalu dipermasalahkan.

Pada umumnya kebijakan devaluasi relatif lebih banyak digunakan oleh negara-negara berkembang dgn terlebih dahulu mendapat persetujuan dari IMF. Salah satu contohnya adalah devaluasi yg dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebanyak empat kali yg dapat dilihat pada table berikut.


Menurut “ Marshall- Lerner condition”, suatu kebijakan devaluasi akan dapat memperbaiki posisi BOP bila dipenuhi syarat sebagai berikut.

1. Devaluasi akan dapat memperbaiki BOP bila Ed + Es > 1
2. Devaluasi tidak akan memperbaiki posisi BOP bila Ed + Es = 1
3. Devaluasi justru akan memperburuk posisi BOP bila Ed + Es <>



BAB III

KESIMPULAN


Jadi suatu neraca pemabayaran yg tidak seimbang dapat diperbaiki dgn beberapa cara diantaranya dgn proses penyeimbangan kurs berubah-ubah atau kurs mengembang, proses penyeimbangan kurs tetap, mekanisme pendapatan keseimbangan, & devaluasi.

Defisit sebagai suatu kelebihan debet terhadap kredit dalam neraca transaksi berjalan, yg tidak dapat diimbangi oleh arus modal otonom sehingga memerlukan transaksi-transaksi pengimbang secara khusus seperti penarikan sebagian asset cadangan internasional, penarikan pinjaman luar negeri, atau depresiasi mata uang domestik.

Bentuk kurva permintaan & kurva penawaran dari negara yg mengalami defisit memang dapat menunjukan besar kecilnya devaluasi atau depresiasi atas mata uang domestiknya yg diperlukan demi mengurangi atau menghilangkan defisit pada neraca pembayaran.

Hilangnya sebagian cadangan emas dari Negara menunjukan deficit neraca pembayaran di Negara itu, yg selanjutnya pasti akan menurunkan tingkat uangnya. Lebih lanjut, perihal ini akan menyebabkan harga-harga domestic mengalami penurunan, sehingga harga-harga produknya menjadi lebih kompetitif & ekspor Negara itu pun meningkat & dalam waktu bersamaan impornya menurun. Proses ini akan teruis berlangsung samapai deficit neraca pemabyaran di Negara itu hilang. Proses yg sebaliknya akan terjadi di Negara yg mengalami neraca pembayaran. Namun, standar emas juga mengandung beberapa kelemahan fatal yg membuatnya tidak praktis sebagai cara pengorganisasian system moneter internasional dewasa ini.



we hope Balance Of Paymen (KETIDAK SEIMBANGAN) are solution for your problem.

If you like this article please share on:

Archives

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet