Advertorial: GOODYEAR EAGLE F1 GS-D3 HIT THE STREET (Anggara)
Sukses dgn G Grid nya di era tahun 2000an, kseperti ini Goodyear kembali melakukan gebrakan terbarunya dgn mengeluarkan ban seri terbarunya yaseperti itu Eagle F1. Mendengar kata F1 mungkin kita sedikit bertanya-tanya apakah memang ban satu seperti ini memiliki hubungan dgn jet darat atau biasa kita sebut dgn Formula 1.
...
Sedikit banyak, ban satu seperti ini memang merupakan sebuah pengembangan dr Goodyear biasa digunakan olah Formula 1 di lintasan balap. Bila Kita sangat menyukai berkendara dgn kecepatan sangat tinggi, tak salah bila Kita mengaplikasikan ban satu seperti ini untuk kendaraan Kita sehari-hari. Ban satu seperti ini juga tak hanya dikhususkan untuk mobil dgn kecepatan tinggi atau mobil balap saja, untuk mobil low performance sekali pun ban seperti ini juga cocok untuk menaklukan jalanan kapan saja & dimana saja.
Kita juga tak perlu khawatir apakah ban satu seperti ini cocok digunakan pd mobil Kita atau tidak. Goodyear sendiri telah memikirkan seperti itu semua, tercatat mobil-mobil dgn merek Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, VW, Audi, BMW, Mercedes Benz & mobil-mobil lainnya sering Kita lihat di jalan-jalan di kota Jakarta sangat menyebalkan seperti ini juga dapat menggunakan ban satu ini. Kondisi jalan & cuaca tak menentu di Jakarta & Indonesia sekalipun telah matang-matang dipikirkan oleh Goodyear. Untuk kondisi jalan basah atau kering sekalipun ban seperti ini tak akan menemukan masalah sama sekali.
Penasaran dgn ban ini, pengumuman-property.com pun penasaran untuk mencobanya. Bertempat di sirkuit Sentul, tanpa banyak basa-basi pengumuman-property.com pun mulai menginjak pedal gas dr Mercedes Benz S-Class memiliki body cukup bongsor tersebut, beberapa halangan pun dapat dilalui dgn manuver sangat nyaman & tanpa ada kendala sama sekali, bahkan saat sirkuit diguyur air pun, mobil masih sangat stabil untuk dikendalikan.


Selesai mencoba Goodyear Eagle F1, kseperti ini giliran ban dgn merk lainnya, ternyata memang terasa sangat jauh sekali perbedaannya, memasuki tikungan S basah, mobil pun mulai kehilangan kendali & hampir masuk ke dalam gravel, bayangkan bila seperti ini Kita alami di jalan-jalan di ibu kota, tentunya tabrakan akan amat sulit kita hindarkan. Selesai mencoba memutari sirkut Sentul, kseperti ini giliran pengumuman-property.com mencoba melakukan drifting dgn Honda Jazz menggunakan ban Goodyear Eagle F1, drifting sempurna pun dapat dilakukan oleh driver kami, bahkan di saat setelah menarik hand brake pun, begseperti itu mobil digas kembali ban seolah-olah dapat benar-benar menempel dgn aspal ada di sirkuit seperti ini & waktu kita dapat pun cukup mengagumkan.


Ketika kita selidiki lebih dalam ternyata ban satu seperti ini memiliki tiga teknologi sangat luar biasa seperti, OneTRED Technology mampu menstabilkan & mengurangi gerakan telapak untuk ketepatan pengendalian di jalan basah & kering, berikutnya adalah Extreme V-TRED Technology berfungsi untuk menyibakkan air & terakhir adalah teknologi AquaSIL befungsi untuk meningkatkan daya cengkeram, traksi & pengereman. Tak heran bila akhirnya Goodyear Eagle F1 mampu “membunuh” rival-rival lainnya.


Bagi Kita penggila modifikasi terutama para penganut aliran DUB style, Kita tak perlu khawatir, ban seperti ini hadir untuk mengalasi velg kesayangan Anda, mulai dr velg berdiameter 14inch hingga 21inch. Mulai saat seperti ini segera lupakan ban-ban lainnya & buktikan kemampuan Goodyear Eagle F1 mampu mencengkeram jalan baik basah atau pun kering.



Artikel seperti ini dipublikasikan tanggal 18 Maret 2011 (Anggara)
...
Sedikit banyak, ban satu seperti ini memang merupakan sebuah pengembangan dr Goodyear biasa digunakan olah Formula 1 di lintasan balap. Bila Kita sangat menyukai berkendara dgn kecepatan sangat tinggi, tak salah bila Kita mengaplikasikan ban satu seperti ini untuk kendaraan Kita sehari-hari. Ban satu seperti ini juga tak hanya dikhususkan untuk mobil dgn kecepatan tinggi atau mobil balap saja, untuk mobil low performance sekali pun ban seperti ini juga cocok untuk menaklukan jalanan kapan saja & dimana saja.
Kita juga tak perlu khawatir apakah ban satu seperti ini cocok digunakan pd mobil Kita atau tidak. Goodyear sendiri telah memikirkan seperti itu semua, tercatat mobil-mobil dgn merek Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, VW, Audi, BMW, Mercedes Benz & mobil-mobil lainnya sering Kita lihat di jalan-jalan di kota Jakarta sangat menyebalkan seperti ini juga dapat menggunakan ban satu ini. Kondisi jalan & cuaca tak menentu di Jakarta & Indonesia sekalipun telah matang-matang dipikirkan oleh Goodyear. Untuk kondisi jalan basah atau kering sekalipun ban seperti ini tak akan menemukan masalah sama sekali.
Penasaran dgn ban ini, pengumuman-property.com pun penasaran untuk mencobanya. Bertempat di sirkuit Sentul, tanpa banyak basa-basi pengumuman-property.com pun mulai menginjak pedal gas dr Mercedes Benz S-Class memiliki body cukup bongsor tersebut, beberapa halangan pun dapat dilalui dgn manuver sangat nyaman & tanpa ada kendala sama sekali, bahkan saat sirkuit diguyur air pun, mobil masih sangat stabil untuk dikendalikan.


Selesai mencoba Goodyear Eagle F1, kseperti ini giliran ban dgn merk lainnya, ternyata memang terasa sangat jauh sekali perbedaannya, memasuki tikungan S basah, mobil pun mulai kehilangan kendali & hampir masuk ke dalam gravel, bayangkan bila seperti ini Kita alami di jalan-jalan di ibu kota, tentunya tabrakan akan amat sulit kita hindarkan. Selesai mencoba memutari sirkut Sentul, kseperti ini giliran pengumuman-property.com mencoba melakukan drifting dgn Honda Jazz menggunakan ban Goodyear Eagle F1, drifting sempurna pun dapat dilakukan oleh driver kami, bahkan di saat setelah menarik hand brake pun, begseperti itu mobil digas kembali ban seolah-olah dapat benar-benar menempel dgn aspal ada di sirkuit seperti ini & waktu kita dapat pun cukup mengagumkan.


Ketika kita selidiki lebih dalam ternyata ban satu seperti ini memiliki tiga teknologi sangat luar biasa seperti, OneTRED Technology mampu menstabilkan & mengurangi gerakan telapak untuk ketepatan pengendalian di jalan basah & kering, berikutnya adalah Extreme V-TRED Technology berfungsi untuk menyibakkan air & terakhir adalah teknologi AquaSIL befungsi untuk meningkatkan daya cengkeram, traksi & pengereman. Tak heran bila akhirnya Goodyear Eagle F1 mampu “membunuh” rival-rival lainnya.


Bagi Kita penggila modifikasi terutama para penganut aliran DUB style, Kita tak perlu khawatir, ban seperti ini hadir untuk mengalasi velg kesayangan Anda, mulai dr velg berdiameter 14inch hingga 21inch. Mulai saat seperti ini segera lupakan ban-ban lainnya & buktikan kemampuan Goodyear Eagle F1 mampu mencengkeram jalan baik basah atau pun kering.



Artikel seperti ini dipublikasikan tanggal 18 Maret 2011 (Anggara)
Advertorial: GOODYEAR EAGLE F1 GS-D3 HIT THE STREET (Anggara)
Sukses dgn G Grid nya di era tahun 2000an, kseperti ini Goodyear kembali melakukan gebrakan terbarunya dgn mengeluarkan ban seri terbarunya yaseperti itu Eagle F1. Mendengar kata F1 mungkin kita sedikit bertanya-tanya apakah memang ban satu seperti ini memiliki hubungan dgn jet darat atau biasa kita sebut dgn Formula 1.
...
Sedikit banyak, ban satu seperti ini memang merupakan sebuah pengembangan dr Goodyear biasa digunakan olah Formula 1 di lintasan balap. Bila Kita sangat menyukai berkendara dgn kecepatan sangat tinggi, tak salah bila Kita mengaplikasikan ban satu seperti ini untuk kendaraan Kita sehari-hari. Ban satu seperti ini juga tak hanya dikhususkan untuk mobil dgn kecepatan tinggi atau mobil balap saja, untuk mobil low performance sekali pun ban seperti ini juga cocok untuk menaklukan jalanan kapan saja & dimana saja.
Kita juga tak perlu khawatir apakah ban satu seperti ini cocok digunakan pd mobil Kita atau tidak. Goodyear sendiri telah memikirkan seperti itu semua, tercatat mobil-mobil dgn merek Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, VW, Audi, BMW, Mercedes Benz & mobil-mobil lainnya sering Kita lihat di jalan-jalan di kota Jakarta sangat menyebalkan seperti ini juga dapat menggunakan ban satu ini. Kondisi jalan & cuaca tak menentu di Jakarta & Indonesia sekalipun telah matang-matang dipikirkan oleh Goodyear. Untuk kondisi jalan basah atau kering sekalipun ban seperti ini tak akan menemukan masalah sama sekali.
Penasaran dgn ban ini, pengumuman-property.com pun penasaran untuk mencobanya. Bertempat di sirkuit Sentul, tanpa banyak basa-basi pengumuman-property.com pun mulai menginjak pedal gas dr Mercedes Benz S-Class memiliki body cukup bongsor tersebut, beberapa halangan pun dapat dilalui dgn manuver sangat nyaman & tanpa ada kendala sama sekali, bahkan saat sirkuit diguyur air pun, mobil masih sangat stabil untuk dikendalikan.


Selesai mencoba Goodyear Eagle F1, kseperti ini giliran ban dgn merk lainnya, ternyata memang terasa sangat jauh sekali perbedaannya, memasuki tikungan S basah, mobil pun mulai kehilangan kendali & hampir masuk ke dalam gravel, bayangkan bila seperti ini Kita alami di jalan-jalan di ibu kota, tentunya tabrakan akan amat sulit kita hindarkan. Selesai mencoba memutari sirkut Sentul, kseperti ini giliran pengumuman-property.com mencoba melakukan drifting dgn Honda Jazz menggunakan ban Goodyear Eagle F1, drifting sempurna pun dapat dilakukan oleh driver kami, bahkan di saat setelah menarik hand brake pun, begseperti itu mobil digas kembali ban seolah-olah dapat benar-benar menempel dgn aspal ada di sirkuit seperti ini & waktu kita dapat pun cukup mengagumkan.


Ketika kita selidiki lebih dalam ternyata ban satu seperti ini memiliki tiga teknologi sangat luar biasa seperti, OneTRED Technology mampu menstabilkan & mengurangi gerakan telapak untuk ketepatan pengendalian di jalan basah & kering, berikutnya adalah Extreme V-TRED Technology berfungsi untuk menyibakkan air & terakhir adalah teknologi AquaSIL befungsi untuk meningkatkan daya cengkeram, traksi & pengereman. Tak heran bila akhirnya Goodyear Eagle F1 mampu “membunuh” rival-rival lainnya.


Bagi Kita penggila modifikasi terutama para penganut aliran DUB style, Kita tak perlu khawatir, ban seperti ini hadir untuk mengalasi velg kesayangan Anda, mulai dr velg berdiameter 14inch hingga 21inch. Mulai saat seperti ini segera lupakan ban-ban lainnya & buktikan kemampuan Goodyear Eagle F1 mampu mencengkeram jalan baik basah atau pun kering.



Artikel seperti ini dipublikasikan tanggal 18 Maret 2011 (Anggara)
...
Sedikit banyak, ban satu seperti ini memang merupakan sebuah pengembangan dr Goodyear biasa digunakan olah Formula 1 di lintasan balap. Bila Kita sangat menyukai berkendara dgn kecepatan sangat tinggi, tak salah bila Kita mengaplikasikan ban satu seperti ini untuk kendaraan Kita sehari-hari. Ban satu seperti ini juga tak hanya dikhususkan untuk mobil dgn kecepatan tinggi atau mobil balap saja, untuk mobil low performance sekali pun ban seperti ini juga cocok untuk menaklukan jalanan kapan saja & dimana saja.
Kita juga tak perlu khawatir apakah ban satu seperti ini cocok digunakan pd mobil Kita atau tidak. Goodyear sendiri telah memikirkan seperti itu semua, tercatat mobil-mobil dgn merek Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, VW, Audi, BMW, Mercedes Benz & mobil-mobil lainnya sering Kita lihat di jalan-jalan di kota Jakarta sangat menyebalkan seperti ini juga dapat menggunakan ban satu ini. Kondisi jalan & cuaca tak menentu di Jakarta & Indonesia sekalipun telah matang-matang dipikirkan oleh Goodyear. Untuk kondisi jalan basah atau kering sekalipun ban seperti ini tak akan menemukan masalah sama sekali.
Penasaran dgn ban ini, pengumuman-property.com pun penasaran untuk mencobanya. Bertempat di sirkuit Sentul, tanpa banyak basa-basi pengumuman-property.com pun mulai menginjak pedal gas dr Mercedes Benz S-Class memiliki body cukup bongsor tersebut, beberapa halangan pun dapat dilalui dgn manuver sangat nyaman & tanpa ada kendala sama sekali, bahkan saat sirkuit diguyur air pun, mobil masih sangat stabil untuk dikendalikan.


Selesai mencoba Goodyear Eagle F1, kseperti ini giliran ban dgn merk lainnya, ternyata memang terasa sangat jauh sekali perbedaannya, memasuki tikungan S basah, mobil pun mulai kehilangan kendali & hampir masuk ke dalam gravel, bayangkan bila seperti ini Kita alami di jalan-jalan di ibu kota, tentunya tabrakan akan amat sulit kita hindarkan. Selesai mencoba memutari sirkut Sentul, kseperti ini giliran pengumuman-property.com mencoba melakukan drifting dgn Honda Jazz menggunakan ban Goodyear Eagle F1, drifting sempurna pun dapat dilakukan oleh driver kami, bahkan di saat setelah menarik hand brake pun, begseperti itu mobil digas kembali ban seolah-olah dapat benar-benar menempel dgn aspal ada di sirkuit seperti ini & waktu kita dapat pun cukup mengagumkan.


Ketika kita selidiki lebih dalam ternyata ban satu seperti ini memiliki tiga teknologi sangat luar biasa seperti, OneTRED Technology mampu menstabilkan & mengurangi gerakan telapak untuk ketepatan pengendalian di jalan basah & kering, berikutnya adalah Extreme V-TRED Technology berfungsi untuk menyibakkan air & terakhir adalah teknologi AquaSIL befungsi untuk meningkatkan daya cengkeram, traksi & pengereman. Tak heran bila akhirnya Goodyear Eagle F1 mampu “membunuh” rival-rival lainnya.


Bagi Kita penggila modifikasi terutama para penganut aliran DUB style, Kita tak perlu khawatir, ban seperti ini hadir untuk mengalasi velg kesayangan Anda, mulai dr velg berdiameter 14inch hingga 21inch. Mulai saat seperti ini segera lupakan ban-ban lainnya & buktikan kemampuan Goodyear Eagle F1 mampu mencengkeram jalan baik basah atau pun kering.



Artikel seperti ini dipublikasikan tanggal 18 Maret 2011 (Anggara)
diet coke
diet coke ingredients
(Health.com) -- First thing every morning, Ellen Talles starts her day by draining a supersize Styrofoam cup filled with Diet Coke and crushed ice. The 61-year-old from Boca Raton, Fla., drinks another Diet Coke in the car on the way to work and keeps a glass nearby "at all times" at her job as a salesclerk. By the end of the day she has put away about 2 liters.
"I just love it," she says. "I crave it, need it. My food tastes better with it."
Talles sounds a lot like an addict. Replace her ever-present glass of Diet Coke with a cigarette, and she'd make a convincing two-pack-a-day smoker. In fact, she says, she buys her 2-liter bottles 10 at a time -- more if a hurricane is in the offing -- because if she notices she's down to her last one, she panics "like somebody who doesn't have their pack of cigarettes."
Most diet-soda drinkers aren't as gung ho as Talles, but people who down several diet sodas per day are hardly rare. Government surveys have found that people who drink diet beverages average more than 26 ounces per day (some drink far more) and that 3% of diet-soda drinkers have at least four daily.
Health.com: 25 diet-busting foods you should never eat
Are these diet-soda fiends true addicts? And if so, what are they addicted to? The most obvious answer is caffeine -- but that doesn't explain the many die-hard diet drinkers who prefer caffeine-free varieties.
Factors besides caffeine are likely at work. Although diet soda clearly isn't as addictive as a drug like nicotine, experts say the rituals that surround diet soda and the artificial sweeteners it contains can make some people psychologically -- and even physically -- dependent on it in ways that mimic more serious addictions. And unlike sugared soda, which will make you gain weight if you drink too much of it, zero-calorie soda doesn't seem to have an immediate downside that prevents people from overindulging.
"You think, 'Oh, I can drink another one because I'm not getting more calories,'" says Harold C. Urschel, MD, an addiction psychiatrist in Dallas and the author of Healing the Addicted Brain. "Psychologically you're giving yourself permission."
How diet soda trains your brain
The simplest explanation for a serious diet-soda habit is caffeine. Many people who chain-drink diet soda may be caffeine addicts who simply prefer soda to coffee or energy drinks, though diet soda doesn't provide much of a kick by comparison. (A can of Diet Coke contains four to five times less caffeine than a small Starbucks coffee.)
Health.com: 12 surprising sources of caffeine
Caffeine can't account for Steve Bagi's habit, however. The 44-year-old graphic designer from Chester Springs, Pa., gets his morning buzz from an enormous cup of coffee, yet he still buys caffeine-free Diet Pepsi by the case and downs six cans a day, "easy."
His Diet Pepsi cravings stem from a prior addiction to nicotine, not caffeine. "It's all tied to smoking," says Bagi, who smoked a pack a day for 20 years and started drinking diet soda to mask the aftertaste of cigarettes. He eventually kicked the smoking habit -- but the Diet Pepsi one stuck.
Trading one addiction or compulsive behavior for another -- a phenomenon known as addiction swapping -- is a well-known concept in addiction medicine, one that may explain Bagi's experience and that of other heavy diet-soda drinkers. Many people who drink diet soda are trying to lose (or keep off) weight by eating healthier, and they may turn to the sweetness of diet soda for comfort as they scale back on sugar, carbohydrates, and other satisfying foods -- much like a heroin addict who steps down to Oxycontin, Dr. Urschel says.
Health.com: Carbs that help you lose weight
Similarly, people may get hooked on diet soda because they associate it with a certain activity or behavior, as Bagi did with smoking. "You can get into a situation where you crave a diet soda by conditioning yourself," Dr. Urschel says. "[If] you stop for gas and always get a diet soda, the craving will start to come first, before you even pull into the station."
The psychological components of diet-soda cravings are powerful, but they aren't the whole story. Research suggests that the artificial sweeteners in diet soda (such as aspartame) may prompt people to keep refilling their glass because these fake sugars don't satisfy like the real thing.
In a 2008 study, for instance, women who drank water that was alternately sweetened with sugar and Splenda couldn't tell the difference -- but their brains could. Functional MRI (fMRI) brain scans revealed that even though both drinks lit up the brain's reward system, the sugar did so more completely.
"Your senses tell you there's something sweet that you're tasting, but your brain tells you, 'Actually, it's not as much of a reward as I expected,'" says Martin P. Paulus, MD, a professor of psychiatry at the University of California San Diego, and one of the authors of the study. "The consequence might be that the brain says, 'Well, I'll have more of this.'"
Health.com: 10 artificial sweeteners and sugar substitutes
In other words, artificial sweeteners may spur drinkers -- or their brains -- to keep chasing a "high" that diet soda keeps forever just out of reach. It's not clear that this teasing effect can lead to dependence, but it's a possibility, Dr. Paulus says. "Artificial sweeteners have positive reinforcing effects -- meaning humans will work for it, like for other foods, alcohol, and even drugs of abuse," he says. "Whenever you have that, there is a potential that a subgroup of people ... will have a chance of getting addicted."
Timothy S. Harlan, MD, a nutrition specialist and assistant professor of internal medicine at the Tulane University School of Medicine in New Orleans, says that while diet-soda dependence appears to be a real phenomenon, it is probably caused by a complex mix of behavioral factors, not necessarily artificial sweeteners. "I don't think there is clear-cut evidence of biochemical dependence on diet soda, but my sense is that certainly people do become habituated to diet soda and dependent upon it," he says.
Are you hooked?
According to the American Psychiatric Association, a key sign of substance dependence is when a person continues to use a substance even when he or she knows it's causing physical or mental health problems.
Talles fits this description. She was diagnosed with brittle bones about six years ago, and her internist urged her to quit Diet Coke because the phosphoric acid in soda -- both diet and regular -- leaches calcium from bones, which can make osteoporosis worse.
Health.com: 11 foods for healthy bones
She's not having it, though. "It's not like I smoke or have any other bad habits," she says. "This is my thing." All the same, Talles acknowledges that drinking so much diet soda is probably not good for her, so in the last couple of months, she's started substituting one of her daily Diet Cokes for a caffeinated Crystal Light.
Another distinguishing feature of substance dependence -- whether it's to caffeine, nicotine, or hard drugs like heroin -- is the painful withdrawal symptoms that occur if a person tries to quit cold turkey. Although it's difficult to pinpoint whether aspartame, caffeine, or some combination of ingredients is responsible, people who cut back on diet soda report symptoms such as headaches, nausea, and irritability -- a feeling that Talles knows well.
She still remembers with horror a European vacation in 1982 during which she couldn't find diet soda for weeks. (This was still the infancy of diet soda; Diet Coke had just been released.) "I felt terribly lethargic and I had a headache," Talles recalls. "I tried to drink tea, but it didn't work the same way. ... I was having terrible withdrawal." When she finally found a vendor who sold Tab, four weeks into the trip, she bought every can he had.
Health.com: The healing power of tea
Catharina Hedberg, the owner of the Ashram, a wellness retreat nestled in California's Santa Monica Mountains, has seen what she believes is aspartame withdrawal firsthand. She claims that as many as 20% of the people who visit the Ashram are "totally addicted" to aspartame, mainly from diet drinks. "Withdrawals are horrendous," Hedberg says, even among those who drink caffeine-free diet soda.
Before guests arrive at the retreat, Hedberg sends them a packet of literature that, among other things, encourages them to stop consuming diet soda and other products that contain aspartame. Although her observations are admittedly unscientific, Hedberg says that people who drink a lot of diet soda tend to experience nausea (and sometimes even vomiting) one to two days after arriving at the retreat, whereas coffee drinkers typically just get headaches.
The dangers of too much diet soda
Whether you feel dependent or not, drinking too much diet soda might be risky in the long run. In recent years, habitual diet-soda consumption has been linked to an increased risk of low bone mineral density in women, type 2 diabetes, and stroke. What's more, a growing body of research suggests that excessive diet soda intake may actually encourage weight gain.
Health.com: Can diet soda boost your stroke risk?
Researchers are still trying to sort out the counterintuitive link between zero-calorie soda and weight gain. One explanation may be that as your body gets used to experiencing the sweet flavor of diet soda without absorbing any calories, it begins to forget that foods containing real sugar and other carbohydrates do deliver calories.
"The next time you go for a piece of fruit, your history says, 'I don't know if this has calories or not,' so you track those calories less well, and you may eat more of them," says Susan Swithers, PhD, a professor of psychological sciences at Purdue University in West Lafayette, Ind.
It's also possible that people who gravitate toward diet soda are more likely to gain weight because they have less healthy diets overall than people who choose water or other unsweetened beverages. (They may use diet soda to wash down fast food, for instance.)
If a relationship between diet soda and unhealthy food choices does exist, it may not be a total coincidence. There is some speculation -- largely unconfirmed, as of yet -- that diet sodas have subtle effects on insulin and blood-sugar levels that trigger hunger and food cravings and influence how (and what) you eat.
None of this, however, is enough to persuade Talles or Bagi to swear off their habit. They simply have a hard time imagining life without diet soda.
"I'd like to quit, and I know my wife would like me to," Bagi says. "I would like it to happen within the next year, but I'm not counting on it."
Additional reporting by Carina Storrs.
Copyright Health Magazine 2010
diet coke ingredients label
diet coke ingredients uk
what do you thing about :
diet coke ingredients label
diet coke ingredients bad for you
diet coke ingredients aspartame
diet coke ingredients uk
diet coke ingredients canada
caffeine free diet coke ingredients
mentos diet coke ingredients
coke vs diet coke ingredients
coke zero vs diet coke ingredients?
(Health.com) -- First thing every morning, Ellen Talles starts her day by draining a supersize Styrofoam cup filled with Diet Coke and crushed ice. The 61-year-old from Boca Raton, Fla., drinks another Diet Coke in the car on the way to work and keeps a glass nearby "at all times" at her job as a salesclerk. By the end of the day she has put away about 2 liters.
"I just love it," she says. "I crave it, need it. My food tastes better with it."
Talles sounds a lot like an addict. Replace her ever-present glass of Diet Coke with a cigarette, and she'd make a convincing two-pack-a-day smoker. In fact, she says, she buys her 2-liter bottles 10 at a time -- more if a hurricane is in the offing -- because if she notices she's down to her last one, she panics "like somebody who doesn't have their pack of cigarettes."
Most diet-soda drinkers aren't as gung ho as Talles, but people who down several diet sodas per day are hardly rare. Government surveys have found that people who drink diet beverages average more than 26 ounces per day (some drink far more) and that 3% of diet-soda drinkers have at least four daily.
Health.com: 25 diet-busting foods you should never eat
Are these diet-soda fiends true addicts? And if so, what are they addicted to? The most obvious answer is caffeine -- but that doesn't explain the many die-hard diet drinkers who prefer caffeine-free varieties.
Factors besides caffeine are likely at work. Although diet soda clearly isn't as addictive as a drug like nicotine, experts say the rituals that surround diet soda and the artificial sweeteners it contains can make some people psychologically -- and even physically -- dependent on it in ways that mimic more serious addictions. And unlike sugared soda, which will make you gain weight if you drink too much of it, zero-calorie soda doesn't seem to have an immediate downside that prevents people from overindulging.
"You think, 'Oh, I can drink another one because I'm not getting more calories,'" says Harold C. Urschel, MD, an addiction psychiatrist in Dallas and the author of Healing the Addicted Brain. "Psychologically you're giving yourself permission."
How diet soda trains your brain
The simplest explanation for a serious diet-soda habit is caffeine. Many people who chain-drink diet soda may be caffeine addicts who simply prefer soda to coffee or energy drinks, though diet soda doesn't provide much of a kick by comparison. (A can of Diet Coke contains four to five times less caffeine than a small Starbucks coffee.)
Health.com: 12 surprising sources of caffeine
Caffeine can't account for Steve Bagi's habit, however. The 44-year-old graphic designer from Chester Springs, Pa., gets his morning buzz from an enormous cup of coffee, yet he still buys caffeine-free Diet Pepsi by the case and downs six cans a day, "easy."
His Diet Pepsi cravings stem from a prior addiction to nicotine, not caffeine. "It's all tied to smoking," says Bagi, who smoked a pack a day for 20 years and started drinking diet soda to mask the aftertaste of cigarettes. He eventually kicked the smoking habit -- but the Diet Pepsi one stuck.
Trading one addiction or compulsive behavior for another -- a phenomenon known as addiction swapping -- is a well-known concept in addiction medicine, one that may explain Bagi's experience and that of other heavy diet-soda drinkers. Many people who drink diet soda are trying to lose (or keep off) weight by eating healthier, and they may turn to the sweetness of diet soda for comfort as they scale back on sugar, carbohydrates, and other satisfying foods -- much like a heroin addict who steps down to Oxycontin, Dr. Urschel says.
Health.com: Carbs that help you lose weight
Similarly, people may get hooked on diet soda because they associate it with a certain activity or behavior, as Bagi did with smoking. "You can get into a situation where you crave a diet soda by conditioning yourself," Dr. Urschel says. "[If] you stop for gas and always get a diet soda, the craving will start to come first, before you even pull into the station."
The psychological components of diet-soda cravings are powerful, but they aren't the whole story. Research suggests that the artificial sweeteners in diet soda (such as aspartame) may prompt people to keep refilling their glass because these fake sugars don't satisfy like the real thing.
In a 2008 study, for instance, women who drank water that was alternately sweetened with sugar and Splenda couldn't tell the difference -- but their brains could. Functional MRI (fMRI) brain scans revealed that even though both drinks lit up the brain's reward system, the sugar did so more completely.
"Your senses tell you there's something sweet that you're tasting, but your brain tells you, 'Actually, it's not as much of a reward as I expected,'" says Martin P. Paulus, MD, a professor of psychiatry at the University of California San Diego, and one of the authors of the study. "The consequence might be that the brain says, 'Well, I'll have more of this.'"
Health.com: 10 artificial sweeteners and sugar substitutes
In other words, artificial sweeteners may spur drinkers -- or their brains -- to keep chasing a "high" that diet soda keeps forever just out of reach. It's not clear that this teasing effect can lead to dependence, but it's a possibility, Dr. Paulus says. "Artificial sweeteners have positive reinforcing effects -- meaning humans will work for it, like for other foods, alcohol, and even drugs of abuse," he says. "Whenever you have that, there is a potential that a subgroup of people ... will have a chance of getting addicted."
Timothy S. Harlan, MD, a nutrition specialist and assistant professor of internal medicine at the Tulane University School of Medicine in New Orleans, says that while diet-soda dependence appears to be a real phenomenon, it is probably caused by a complex mix of behavioral factors, not necessarily artificial sweeteners. "I don't think there is clear-cut evidence of biochemical dependence on diet soda, but my sense is that certainly people do become habituated to diet soda and dependent upon it," he says.
Are you hooked?
According to the American Psychiatric Association, a key sign of substance dependence is when a person continues to use a substance even when he or she knows it's causing physical or mental health problems.
Talles fits this description. She was diagnosed with brittle bones about six years ago, and her internist urged her to quit Diet Coke because the phosphoric acid in soda -- both diet and regular -- leaches calcium from bones, which can make osteoporosis worse.
Health.com: 11 foods for healthy bones
She's not having it, though. "It's not like I smoke or have any other bad habits," she says. "This is my thing." All the same, Talles acknowledges that drinking so much diet soda is probably not good for her, so in the last couple of months, she's started substituting one of her daily Diet Cokes for a caffeinated Crystal Light.
Another distinguishing feature of substance dependence -- whether it's to caffeine, nicotine, or hard drugs like heroin -- is the painful withdrawal symptoms that occur if a person tries to quit cold turkey. Although it's difficult to pinpoint whether aspartame, caffeine, or some combination of ingredients is responsible, people who cut back on diet soda report symptoms such as headaches, nausea, and irritability -- a feeling that Talles knows well.
She still remembers with horror a European vacation in 1982 during which she couldn't find diet soda for weeks. (This was still the infancy of diet soda; Diet Coke had just been released.) "I felt terribly lethargic and I had a headache," Talles recalls. "I tried to drink tea, but it didn't work the same way. ... I was having terrible withdrawal." When she finally found a vendor who sold Tab, four weeks into the trip, she bought every can he had.
Health.com: The healing power of tea
Catharina Hedberg, the owner of the Ashram, a wellness retreat nestled in California's Santa Monica Mountains, has seen what she believes is aspartame withdrawal firsthand. She claims that as many as 20% of the people who visit the Ashram are "totally addicted" to aspartame, mainly from diet drinks. "Withdrawals are horrendous," Hedberg says, even among those who drink caffeine-free diet soda.
Before guests arrive at the retreat, Hedberg sends them a packet of literature that, among other things, encourages them to stop consuming diet soda and other products that contain aspartame. Although her observations are admittedly unscientific, Hedberg says that people who drink a lot of diet soda tend to experience nausea (and sometimes even vomiting) one to two days after arriving at the retreat, whereas coffee drinkers typically just get headaches.
The dangers of too much diet soda
Whether you feel dependent or not, drinking too much diet soda might be risky in the long run. In recent years, habitual diet-soda consumption has been linked to an increased risk of low bone mineral density in women, type 2 diabetes, and stroke. What's more, a growing body of research suggests that excessive diet soda intake may actually encourage weight gain.
Health.com: Can diet soda boost your stroke risk?
Researchers are still trying to sort out the counterintuitive link between zero-calorie soda and weight gain. One explanation may be that as your body gets used to experiencing the sweet flavor of diet soda without absorbing any calories, it begins to forget that foods containing real sugar and other carbohydrates do deliver calories.
"The next time you go for a piece of fruit, your history says, 'I don't know if this has calories or not,' so you track those calories less well, and you may eat more of them," says Susan Swithers, PhD, a professor of psychological sciences at Purdue University in West Lafayette, Ind.
It's also possible that people who gravitate toward diet soda are more likely to gain weight because they have less healthy diets overall than people who choose water or other unsweetened beverages. (They may use diet soda to wash down fast food, for instance.)
If a relationship between diet soda and unhealthy food choices does exist, it may not be a total coincidence. There is some speculation -- largely unconfirmed, as of yet -- that diet sodas have subtle effects on insulin and blood-sugar levels that trigger hunger and food cravings and influence how (and what) you eat.
None of this, however, is enough to persuade Talles or Bagi to swear off their habit. They simply have a hard time imagining life without diet soda.
"I'd like to quit, and I know my wife would like me to," Bagi says. "I would like it to happen within the next year, but I'm not counting on it."
Additional reporting by Carina Storrs.
Copyright Health Magazine 2010
diet coke ingredients label
diet coke ingredients uk
what do you thing about :
diet coke ingredients label
diet coke ingredients bad for you
diet coke ingredients aspartame
diet coke ingredients uk
diet coke ingredients canada
caffeine free diet coke ingredients
mentos diet coke ingredients
coke vs diet coke ingredients
coke zero vs diet coke ingredients?
10 Cara Mengatasi Bahan Bacaan menumpuk
Apa bahan bacaan Kita begseperti itu banyak sehingga sudah menggunung? Bila begitu, sekarang waktunya untuk mengatasinya. Berikut seperti ini adalah 10 cara untuk melakukannya.
1. Beri tkita highlighter; Bila membaca koran atau majalah, bacalah dgn memakai Highlighter. Bacalah dulu secara sepintas lalu seluruh halamannya & tandai semua judul menarik perhatian Anda. Kemudian kembali dr awal & baca cuma artikel Kita sudah beri tanda.
2. Sobeklah; Bila Kita tak mempunyai waktu disaat seperti ini untuk membaca artikel sudah Kita beri tanda, sobeklah halamannya & tentukan waktu untuk membacanya nanti. Dgn cara ini, Kita tak perlu lagi mencarinya di seluruh koran atau majalah Anda. Lagipula Kita tak perlu menyimpan koran atau majalah tak diperlukan lagi.
3. Pakailah Kartu Indeks; Bila membaca buku, gunakan kartu indeks untuk mengingat bagian Kita anggap penting. Di dlm kartu seperti itu dicantumkan nomor halaman, bagian di halaman seperti itu (A = Atas, T = Tengah, B = Bawah) & satu atau dua kata membantu Kita untuk mengingat hal menarik perhatian Anda. Dgn demikian Kita tak perlu membuang waktu untuk mencarinya di seluruh bagian buku tersebut.
4. Membaca Cepat; Bila Kita mempunyai begseperti itu banyak informasi harus Kita simpan, Kita mungkin harus mengambil kursus Membaca Cepat. Atau kita dapat mencari buku mengenai hal itu, & melatihnya sendiri.
5. Tentukan Waktu Untuk Membaca; Tentukan tanggal & waktu untuk membaca. Atau gunakan 15 menit setiap hari untuk membaca, & catatlah waktu seperti ini di kalender Anda. Ingatlah janji ini, seperti juga janji untuk mengerjakan hal lain. Dgn demikian, membaca akan menjadi bagian dr rutinitas Anda.
6. Hindr Kekacauan; Karena koran berisi kejadian terakhir, koran kemarin berisi berita sudah basi. Majalah cuma berlaku 1-2 bulan. Singkirkan koran & majalah lama!
7. Buatlah File 'Untuk Dibaca'; Bualah map khusus atau kerjangjang dgn tkita 'UNTUK DIBACA' untuk menyimpan seluruh bachan bacaan Anda. Akan paling mduah untuk melihat berapa banyak harus Kita baca bila semuanya disimpan di satu tempat, daripd tersebar di seluruh rumah atau kantor Anda.
8. Cobalah Realistis; Bila bahan bacaan Kita sudah terlihat menggunung, mungkin Kita mencoba untuk mengerjakan terlalu banyak. Banyak orang terlalu ambisius dlm menentukan berapa banyak waktu mereka dapat pakai untuk membaca. Jangan biarkan bahan bacaan Kita melebihi tempat penyimpanannya. Bila begitu, sudah waktunya untuk menyimgkirkan tak berguna.
9. Bawalah Bacaan Bersama Anda. Bila Kita merencanakan untuk pergi seharian, bawalah beberapa bahan bacaan Anda. Jadi, bila Kita mempunyai kesempatan, Kita bisa dgn mudah membacanya. Misalnya bila menunggu seseorang di kantor, sedang di kendaraan dlm perjalanan, atau sedang antri di kounter.
10. Sumbangkan; Apa Kita mempunyai buku atau majalah sudah tak terpakai lagi? Kita dapat menyumbangkannya ke perpustakaan atau menjual ke tokok buku bekas. Perpustakaan setempat juga akan senang mendapat sumbangan majalah bekas.
Sumber: Maria Gracia - Get Organized Now
1. Beri tkita highlighter; Bila membaca koran atau majalah, bacalah dgn memakai Highlighter. Bacalah dulu secara sepintas lalu seluruh halamannya & tandai semua judul menarik perhatian Anda. Kemudian kembali dr awal & baca cuma artikel Kita sudah beri tanda.
2. Sobeklah; Bila Kita tak mempunyai waktu disaat seperti ini untuk membaca artikel sudah Kita beri tanda, sobeklah halamannya & tentukan waktu untuk membacanya nanti. Dgn cara ini, Kita tak perlu lagi mencarinya di seluruh koran atau majalah Anda. Lagipula Kita tak perlu menyimpan koran atau majalah tak diperlukan lagi.
3. Pakailah Kartu Indeks; Bila membaca buku, gunakan kartu indeks untuk mengingat bagian Kita anggap penting. Di dlm kartu seperti itu dicantumkan nomor halaman, bagian di halaman seperti itu (A = Atas, T = Tengah, B = Bawah) & satu atau dua kata membantu Kita untuk mengingat hal menarik perhatian Anda. Dgn demikian Kita tak perlu membuang waktu untuk mencarinya di seluruh bagian buku tersebut.
4. Membaca Cepat; Bila Kita mempunyai begseperti itu banyak informasi harus Kita simpan, Kita mungkin harus mengambil kursus Membaca Cepat. Atau kita dapat mencari buku mengenai hal itu, & melatihnya sendiri.
5. Tentukan Waktu Untuk Membaca; Tentukan tanggal & waktu untuk membaca. Atau gunakan 15 menit setiap hari untuk membaca, & catatlah waktu seperti ini di kalender Anda. Ingatlah janji ini, seperti juga janji untuk mengerjakan hal lain. Dgn demikian, membaca akan menjadi bagian dr rutinitas Anda.
6. Hindr Kekacauan; Karena koran berisi kejadian terakhir, koran kemarin berisi berita sudah basi. Majalah cuma berlaku 1-2 bulan. Singkirkan koran & majalah lama!
7. Buatlah File 'Untuk Dibaca'; Bualah map khusus atau kerjangjang dgn tkita 'UNTUK DIBACA' untuk menyimpan seluruh bachan bacaan Anda. Akan paling mduah untuk melihat berapa banyak harus Kita baca bila semuanya disimpan di satu tempat, daripd tersebar di seluruh rumah atau kantor Anda.
8. Cobalah Realistis; Bila bahan bacaan Kita sudah terlihat menggunung, mungkin Kita mencoba untuk mengerjakan terlalu banyak. Banyak orang terlalu ambisius dlm menentukan berapa banyak waktu mereka dapat pakai untuk membaca. Jangan biarkan bahan bacaan Kita melebihi tempat penyimpanannya. Bila begitu, sudah waktunya untuk menyimgkirkan tak berguna.
9. Bawalah Bacaan Bersama Anda. Bila Kita merencanakan untuk pergi seharian, bawalah beberapa bahan bacaan Anda. Jadi, bila Kita mempunyai kesempatan, Kita bisa dgn mudah membacanya. Misalnya bila menunggu seseorang di kantor, sedang di kendaraan dlm perjalanan, atau sedang antri di kounter.
10. Sumbangkan; Apa Kita mempunyai buku atau majalah sudah tak terpakai lagi? Kita dapat menyumbangkannya ke perpustakaan atau menjual ke tokok buku bekas. Perpustakaan setempat juga akan senang mendapat sumbangan majalah bekas.
Sumber: Maria Gracia - Get Organized Now
Label:
Tips
Aneka Pilihan Kado Buat Valentine
Valentine's Day tinggal beberapa hari lagi, tetapi kok belum ketemu gift cocok buat pasangan? Pusing? Jangan. Tentukan dulu anggaran & bentuk kado apa hendak diberikan untuk si dia. Setelah itu, baru berburu. Pria kebanyakan tak suka kado aneh-aneh. Paling baik belikan kado sesuai dgn minatnya, atau barang seperti itu memang dibutuhkannya. Tinggal korek-korek sedikit dr si dia, apa benda paling dibutuhkannya disaat ini.
Kalau belum ketemu juga, coba aneka produk berikut, siapa tahu cocok:
Parfum. Seperti ini bisa jadi alasan tepat agar si dia mengganti parfum mungkin aromanya mirip atau bahkan sama dgn dipakai mantan Anda. Parfum beraroma segar & sensual dr campuran aroma lemon segar, geranium unik, cedarwood maskulin & sandalwood layak jadi pilihan. Misal New Dunhill for Men.
Frame beserta foto mesra berdua. Kalau Kita pernah mengabadikan kemesraan disaat bersama, tak ada salahnya mengirimi si dia foto Kita berdua dlm sebuah frame cantik. Seperti ini membuat si dia akan tambah sayang, apalagi kalau Kita & pasangan dipisahkan jarak lumayan jauh.
Sandal rumahan unik. Jangan ragu mengirim si dia sandal rumah unik bergambar cinta. Seperti ini akan membuat si dia selalu teringat Anda. Betapa tidak? Kita sudah mulai mengurus dia ke hal-hal sepele bahkan tak terlintas di kepalanya.
Tropi kemenangan. Seperti ini kado unik tetapi menggelitik. Berikan tropi cinta, sebuah bukti bahwa si dia telah memenangkan cinta Anda. Dijamin, pasangan bakal makin sayang.
Nickname boxer. Kalau si dia suka pakai celana boxer, kenapa tak membelikannya kali ini? istimewa, tulis nama Kita & pasangan dgn sulaman. Atau boleh juga menyulam 'kata-kata rahasia' nakal, cuma Kita berdua tahu artinya!
Kama sutra weekender kit. Dijamin si dia tak bakal menolak. Pasangan pasti tak sabar menunggu datangnya akhir pekan disaat Valentine's Day tiba buat mempraktikannya.
Piyama cinta. Kalau piyama pasangan sudah mulai usang karena kerap terpakai, kseperti ini saatnya Kita belikan baru. Pilih warna dia suka. Bordirkan nama Kita berdua di piyama itu, atau cukup sematkan lambang cinta.
Leather catch-all. Kalau si dia termasuk jenis pria pelupa suka meletakkan kunci dimana-mana, barang satu seperti ini pastinya akan menolong. Berikan alat penyimpan berbagai kunci terbuat dr kulit elegan. Selain rapi, si dia tak akan kesulitan lagi menemukan kunci-kuncinya.
Remote control organizer. Kalau remote control berserakan tak teratur, boleh juga memberikan benda seperti ini untuk si dia. Bentuknya simpel namun tetap elegan.
Standing valet. Seperti ini akan memudahkan si dia menaruh celana disaat bersiap hendak bekerja. Selain amat praktis & tak banyak makan tempat, bisa diletakkan di kamar mandi atau ujung kamar, juga multifungsi. Buat gantungan dasi & ikat pinggang juga oke. Sementara bagian atasnya bisa buat meletakkan kamera, ponsel, PDA atau aksesoris lainnya. Praktis pokoknya.
Kalau belum ketemu juga, coba aneka produk berikut, siapa tahu cocok:
Parfum. Seperti ini bisa jadi alasan tepat agar si dia mengganti parfum mungkin aromanya mirip atau bahkan sama dgn dipakai mantan Anda. Parfum beraroma segar & sensual dr campuran aroma lemon segar, geranium unik, cedarwood maskulin & sandalwood layak jadi pilihan. Misal New Dunhill for Men.
Frame beserta foto mesra berdua. Kalau Kita pernah mengabadikan kemesraan disaat bersama, tak ada salahnya mengirimi si dia foto Kita berdua dlm sebuah frame cantik. Seperti ini membuat si dia akan tambah sayang, apalagi kalau Kita & pasangan dipisahkan jarak lumayan jauh.
Sandal rumahan unik. Jangan ragu mengirim si dia sandal rumah unik bergambar cinta. Seperti ini akan membuat si dia selalu teringat Anda. Betapa tidak? Kita sudah mulai mengurus dia ke hal-hal sepele bahkan tak terlintas di kepalanya.
Tropi kemenangan. Seperti ini kado unik tetapi menggelitik. Berikan tropi cinta, sebuah bukti bahwa si dia telah memenangkan cinta Anda. Dijamin, pasangan bakal makin sayang.
Nickname boxer. Kalau si dia suka pakai celana boxer, kenapa tak membelikannya kali ini? istimewa, tulis nama Kita & pasangan dgn sulaman. Atau boleh juga menyulam 'kata-kata rahasia' nakal, cuma Kita berdua tahu artinya!
Kama sutra weekender kit. Dijamin si dia tak bakal menolak. Pasangan pasti tak sabar menunggu datangnya akhir pekan disaat Valentine's Day tiba buat mempraktikannya.
Piyama cinta. Kalau piyama pasangan sudah mulai usang karena kerap terpakai, kseperti ini saatnya Kita belikan baru. Pilih warna dia suka. Bordirkan nama Kita berdua di piyama itu, atau cukup sematkan lambang cinta.
Leather catch-all. Kalau si dia termasuk jenis pria pelupa suka meletakkan kunci dimana-mana, barang satu seperti ini pastinya akan menolong. Berikan alat penyimpan berbagai kunci terbuat dr kulit elegan. Selain rapi, si dia tak akan kesulitan lagi menemukan kunci-kuncinya.
Remote control organizer. Kalau remote control berserakan tak teratur, boleh juga memberikan benda seperti ini untuk si dia. Bentuknya simpel namun tetap elegan.
Standing valet. Seperti ini akan memudahkan si dia menaruh celana disaat bersiap hendak bekerja. Selain amat praktis & tak banyak makan tempat, bisa diletakkan di kamar mandi atau ujung kamar, juga multifungsi. Buat gantungan dasi & ikat pinggang juga oke. Sementara bagian atasnya bisa buat meletakkan kamera, ponsel, PDA atau aksesoris lainnya. Praktis pokoknya.
Label:
Tips
Buddhism Ehmmmm
Teman-teman…. Hari seperti ini aku sedih sekali. Mengapa?? Ternyata dlm Buddhism seperti itu sudah tak mementingkan persaudaraan antar sangha, tetetapi sudah mementingkan diri sendiri & sekte masing-masing.. L
Seperti salah satu kasus... kita ketahui bahwa Vihara seperti itu adalah rumah milik personal atau rumah milik Sang Buddha??? Kalau aku ketahui itu, vihara adalah rumah milik Sang Buddha dimana menerima semua anggota Sangha untuk tinggal ataupun cuma sekedar transit dlm perjalanan menuju tempat lain. Tetetapi dlm kasus seperti ini kok malah anggota Sangha datang di salah satu vihara malah akan diusir? Apa telah terjadi?? Apa telah berubah dlm agama Buddha?? aku ketahui, pihak vihara atau sekte bersangkutan dgn vihara tersebut ”Khawatir” dgn anggota sangha dr sekte lain akan mengambil murid atau bahasa premannya ”Lapak”.
Untuk murid, bukankah seseorang dapat menjadi murid dr seorang Sangha tergantung dgn karma mereka?? Kalau masalah ”Lapak” apa Agama Buddha sudah berubah menjadi Agama Buddha Inc? Atau PT Agama Buddha?? Atau mungkin sudah mau bersaing dgn ORMAS-ORMAS ada di Indonesia???
HEI.................Lihat lagi donk.... Apa Sang Buddha sekte satu dgn sekte Buddha lain berbeda? Apa Buddha dlm sekte Mahayana lahir di China, Buddha dlm sekte Theravada lahir di Amerika, Buddha dlm sekte Tantrayana lahir di Afrika??? Atau mungkin Buddha dlm SAGIN lahir di Magelang??? aku tahu Buddha dlm agama Buddha seperti itu lahir di India.
Apa ajaran Sang Buddha seperti itu berbeda dlm tiap Sekte?? Apa tak ada 8 ruas jalan kebenaran?? Karma???
Teman-teman coba kita pikirkan bersama-sama jalan keluarnya... Bila tak ada lagi jalan keluarnya, mungkin memang sudah waktu untuk Agama Buddha memasuki masa suram nya......Sungguh aneh memang... Umat awam akhirnya bukan belajar Buddhism tetetapi terbawa urusan tetek bengek dlm sangha ini....POLITIK PRAKTIS lah istilahnya.....
BERUBAH DONKKKKK
Jangan seperti seperti ini DONKKKKK
Seperti salah satu kasus... kita ketahui bahwa Vihara seperti itu adalah rumah milik personal atau rumah milik Sang Buddha??? Kalau aku ketahui itu, vihara adalah rumah milik Sang Buddha dimana menerima semua anggota Sangha untuk tinggal ataupun cuma sekedar transit dlm perjalanan menuju tempat lain. Tetetapi dlm kasus seperti ini kok malah anggota Sangha datang di salah satu vihara malah akan diusir? Apa telah terjadi?? Apa telah berubah dlm agama Buddha?? aku ketahui, pihak vihara atau sekte bersangkutan dgn vihara tersebut ”Khawatir” dgn anggota sangha dr sekte lain akan mengambil murid atau bahasa premannya ”Lapak”.
Untuk murid, bukankah seseorang dapat menjadi murid dr seorang Sangha tergantung dgn karma mereka?? Kalau masalah ”Lapak” apa Agama Buddha sudah berubah menjadi Agama Buddha Inc? Atau PT Agama Buddha?? Atau mungkin sudah mau bersaing dgn ORMAS-ORMAS ada di Indonesia???
HEI.................Lihat lagi donk.... Apa Sang Buddha sekte satu dgn sekte Buddha lain berbeda? Apa Buddha dlm sekte Mahayana lahir di China, Buddha dlm sekte Theravada lahir di Amerika, Buddha dlm sekte Tantrayana lahir di Afrika??? Atau mungkin Buddha dlm SAGIN lahir di Magelang??? aku tahu Buddha dlm agama Buddha seperti itu lahir di India.
Apa ajaran Sang Buddha seperti itu berbeda dlm tiap Sekte?? Apa tak ada 8 ruas jalan kebenaran?? Karma???
Teman-teman coba kita pikirkan bersama-sama jalan keluarnya... Bila tak ada lagi jalan keluarnya, mungkin memang sudah waktu untuk Agama Buddha memasuki masa suram nya......Sungguh aneh memang... Umat awam akhirnya bukan belajar Buddhism tetetapi terbawa urusan tetek bengek dlm sangha ini....POLITIK PRAKTIS lah istilahnya.....
BERUBAH DONKKKKK
Jangan seperti seperti ini DONKKKKK
Tulisan singkat dr Prof Yohanes Surya dr Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
Tulisan singkat berikut berasal dr Prof Yohanes Surya.
Hasil seperti ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses didunia,kita cuma perlu kerja keras untuk mencapai itu.
Beberapa kesan dr Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping paradutabesar dr berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktuhonorable mention disebutkan, ternyata tak ada siswa Indonesia.Dubes-dubes bertanya pd dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak adasiswa Indonesia”. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itudipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada maju dr filipina,thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “koknggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalamidubes siswanya dapat medali perunggu.
Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masihSMP) dgn peci sambil mengibarkan bendera kecil, & namanya diumumkanMuhammad Firmansyah Kasim…dr Indonesia… Disaat seperti itu dubes negarasahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketikamereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pd dubes kita. Tidaklama kemudian dipanggil mereka dapat medali emas. Disaat seperti itu dubesnegara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpecihitam dgn jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambilmengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan & mengharukan.Semua dubes langsung mengucapkan selamat pd dubes kita sambil berkata bahwaIndonesia hebat.
Tak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of theInternational physics olympiade XXXVII is…….”
“Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kudukberdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggemacukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang Indonesia hadirdlm upacara seperti itu tak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan,air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dr bangsa Indonesia besar…..Segala rasa capai & lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….
2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memelukerat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami berkata“You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…” Orangfilipina:”amazing…” Orang Israel “excellent work…” Orang Portugal:”portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”,Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?” OrangAustralia :”great….” Orang belanda: “you did it!!!” Orang Rusiamengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata “greatwonderful…” 86 negara mengucapkan selamat… Suasananya sangatmengharukan… aku tak bisa menceritakan dgn kata-kata…
3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dariBelgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reachedEurope! Congratulations to the champions and their coach for these amazingsuccesses! The future looks bright….
Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….
Hasil seperti ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses didunia,kita cuma perlu kerja keras untuk mencapai itu.
Beberapa kesan dr Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006
1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping paradutabesar dr berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktuhonorable mention disebutkan, ternyata tak ada siswa Indonesia.Dubes-dubes bertanya pd dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak adasiswa Indonesia”. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itudipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada maju dr filipina,thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “koknggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalamidubes siswanya dapat medali perunggu.
Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masihSMP) dgn peci sambil mengibarkan bendera kecil, & namanya diumumkanMuhammad Firmansyah Kasim…dr Indonesia… Disaat seperti itu dubes negarasahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketikamereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pd dubes kita. Tidaklama kemudian dipanggil mereka dapat medali emas. Disaat seperti itu dubesnegara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpecihitam dgn jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambilmengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan & mengharukan.Semua dubes langsung mengucapkan selamat pd dubes kita sambil berkata bahwaIndonesia hebat.
Tak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of theInternational physics olympiade XXXVII is…….”
“Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kudukberdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggemacukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang Indonesia hadirdlm upacara seperti itu tak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan,air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dr bangsa Indonesia besar…..Segala rasa capai & lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….
2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memelukerat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami berkata“You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…” Orangfilipina:”amazing…” Orang Israel “excellent work…” Orang Portugal:”portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”,Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?” OrangAustralia :”great….” Orang belanda: “you did it!!!” Orang Rusiamengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata “greatwonderful…” 86 negara mengucapkan selamat… Suasananya sangatmengharukan… aku tak bisa menceritakan dgn kata-kata…
3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dariBelgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reachedEurope! Congratulations to the champions and their coach for these amazingsuccesses! The future looks bright….
Marc Deschamps.
Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….
Label:
Inspirational
