Showing posts with label Tokoh Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Kesehatan. Show all posts
Ida Jean Orlando
Ida Jean Orlando
"
A. Latar Belakang Ida Jean Orlando
Ida Jean Orlando dilahirkan pada 12 Agustus 1926, lulusan Diploma pada Medical College New York tahun 1947, memperoleh Gelar B.S pada Perawatan Kesehatan Publik, di Universitas St. John;s Brooklyn tahun 1951, & kemudian memperoleh gelas M.A bidang konseling kesehatan mental pada Universitas Columbia New York tahun 1954. Setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya, Orlando kemudian bekerja di Sekoilah Keperawatan New Haven Conneticut, selama 8 tahuan, pada tahun 1958, ia menjadi asosiasi peneliti & investigator buat proyek negara mengenai Konsep kesehatan Mental pada Kurikulum Dasar. Proyek seperti ini memfokuskan pada mengidentifikasi faktor mempengaruhi integritas prinsip kesehatan mental buat kurikulum dasar pendidikan keperawatan. Setelah 3 tahun ia melakukan pencatatan hasil penelitian & ia menghabiskan waktu selama 4 tahun buat menganalisa data diperolehnya pada penelitian tersebut, kemudian ia melaporkan penemuannya tersebut pada buku pertamanya diluncurkan pada tahun 1958 berjudul “The Dynamic nurse-patient relationship: Function, process and principle of Professional Nursing Practice”. Namun buku seperti ini baru dipublikasikan pada tahun 1961. buku inilah memformulasikan Teori Dasar Keperawatan Orlando., & dicetak kedalam lima bahasa yaseperti itu : Bahasa Jepang, Hebrew, Prancis, Portugis & Belanda. Pada tahun 1962 sampai dgn tahun 1972 Orlando bekerja sebagai Konsultan bidang Keprawatan Klinik di Rumah sakit Mc Lean Belmont. & ia memberikan laporan hasil kerjanya selama 10 tahun dirumah sakit tersebut melalui buku keduanya berjudul : “ The Discipline kita Teaching of Nursing Process : An Evaluative Study”. Orlando memberikan beberapa kontribusi penting dalam teori & [raktek keperawatan. Konsep mengenai proses keperawatan ia berikan meliputi beberapa kriteria antara lain:
§ Memberikan konsep hubungan digambarkan secara sistematik mengenai fenomena bidang keperawatan.
§ Mengspesifikasi hubungan antar konsep keperawatan
§ Menjelaskan apa terjadi selama proses keperawatan & mengapa hal seperti itu terjadi.
§ Mengdeskipsikan bagaimana fenomena keperawatan dapat dikontrol.
§ Menjelaskan bagaimana mengontrol guna memprediksikan hasil dari proses keperawatan.
B. Konsep Utama & Definisi
Teori Orlando Orlando mendeskripsikan model keperawatannya sebagai pengembangan dari lima faktor konsep berhubungan yaitu:
1. Fungsi dari keperawatan professional
2. Tingkah laku ditunjukkan oleh pasien selama proses keperawatan.
3. Respon langsung atau respon Internal diberikan oleh perawat
4. Disiplin dari proses keperawatan
5. Improfisasi dalam melakukan proses keperawatan
Tanggungjawab Perawat Tanggungjawab dari seorang perawat meliputi “bagaimana menolong seorang pasien dgn memenuhi kebutuhannya (misal; kenyamanan fisik & mental harus diupayakan sedapat mungkin selama proses keperawatan berlangsung). Hal seperti ini adalah tanggungjawab seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan psien baik melalui usahanya sendiri maupun menggunakan bantuan tenaga lain. Kebutuhan Kebutuhan adalah “keadaan dimana seorang pasien membutuhkan, nutrisi, menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit, & menumbuhkan perasaan adekuat buat sembuh. Tingkah Laku Timbul dari Pasien Tingkah laku timbul seperti ini berupa tingkah laku verbal maupun nonverbal dapat dilihat oleh seorang perawat. Reaksi Langsung Reaksi spontan termasuk didalamnya persepsi dari keduanya yaseperti itu perawat & pasien, pemikiran & perasaan dari keduanya. Disiplin Proses Keperawatan Disiplin Proses Keperawatan termasuk di dalamnya komunikasi antara perawat & pasien. Disiplin Proses Keperawatan atau disebut juga Delebrasi Proses Keperawatan inilah digambarkan pada buku pertama Orlando. Improvisasi Improvisasi di sseperti ini berarti bagaimana berkembang lebih baik, buat memberikan hasil, atau buat menggunakan beberapa manfaat dari suatu hal. Manfaat dari Perawat Kegunaan dari seorang perawt ; buat memberikan bantuan apa saja dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien buat sembuh. Tindakan Spontan Perawat Tindakan spontan dari seorang perawat ; “segala tindakan perawat dilakukan berdasarkan suatu alasan buat memenuhi kebutuhan segera dari seorang pasien. Tindakan Deleberatif Perawat Tindakan dleberatif ; segala sesuatu diputuskan setelah mengetahui kebutuhan diperlukan & kemudian berupaya buat memenuhinya.
C. Penggunaan Data
Perbandingan Orlando adalah perawat pertama mengembangkan teorinya berdasarkan keadaan nyata dari hubungan antara perawat & pasien. Orlando mencatat bahwa lebih dari 2000 kontak antara perawat & pasien dalam mengembangkan teorinya didasarkan atas data dari hubungan tersebut. Orlando menggunakan metode kualitatif buat menganalisa data diperolehnya atau metodologi riset lapangan dalam pengumpulan data penelitiannya.
D. Asumsi Pokok Teori Orlando
Hampir keseluruhan dari teori Orlando digambarkan secara implicit. Schmieding (1993) memberikan beberapa asumsi dari hasil tulisan Orlando mengenai empat bidang & elebotasi mengenai pandangan Orlando mengenai:
1. Asusmsi mengenai Keperawatan
§ Keperawatan adalah profesi berbeda dgn disiplin ilmu lain.
§ Keperawatan professional mempunyai fungsi & & menghasilkan produk berbeda (hasil).
§ Terdapat perbedaan antara sekadar membaringkan dgn tindakan keperawatan professional.
2. Asumsi mengenai Pasien
§ Kebutuhan pasien akan pertolongan adalah suatu hal unik.
§ Pasien memiliki kemampuan buat mengkomunikasikan kebutuhannya akan pertolongan
§ Ketika pasien tidak memperoleh kebutuhannya maka ia akan mengalami kemunduran.
§ Tingkah laku dari seorang pasien adalah suatu hal memberikan makna.
§ Pasien mampu & bersedia berkomunikasi secara verbal (atau tidak verbal)
3. Asumsi mengenai Perawat
§ Reaksi seorang perawat terhadap pasiennya adalah suatu hal unik.
§ Perawat seharusnya tidak menambah tekanan pada seorang pasien
§ Pemikiran dari seorang perawat adalah alat utama dalam menolong seorang pasien.
§ Perawat menggunakan respon spontan dalam menjalankan tanggungjawab keperawatannya
§ Praktek keperawatan seorang perawat dikembangkan berdasarkan gambaran dari diri mereka masing-masing.
4. Asumsi mengenai situasi terjadi antara Pasien & Perawat
§ Situasi hubungan antar perawat & pasien adalah suatu hal dinamis
§ Hal-hal terjadi dalam interaksi antara asien & perawat adalah bahan utama dalam mengembangkan pengetahuan seorang perawat.
E. Pokok Utama dari Teori Orlando
Teori Orlando menggambarkan mengenai fungsi dari keperawatan secara professional sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pasien akan pertolongan. Fungsi seperti ini akan terpenuhi ketika seorang perawat dapat mencari tahu & menemukan apa saja kebutuhan diperlukan dari seorang pasien. Teori Orlando difokuskan pada bagaimana menciptakan kemajuan pada tindakan dari seorang pasien. Kemajuan dari seorang pasien dapat dilihat dari tingkah laku & tindakan dapat diamati oleh seorang perawat. Persepsi seorang perawat terhadap tingkah laku dari pasiennya dapat menghasilkan suatu pemikiran dapat mempengaruhi perawat buat mengembangkan kjemampuannya. Orlando mengidentifikasi & mendefiniskan beberapa elemen dari reaksi langsung seorang perawat sebagai berikut:
§ Persepsi, simulasi fisik dari tiap orang berdasarkan hasil dari panca inderanya.
§ Pemikiran spontan mengenai persepsi berasal dari pemikiran seorang individu
§ Stimulasi perasaan dari hasil pemikiran dimana dapat mengerakkan seseorang dari hasil persepsi, pemikiran & perasaanya.
F. Penerapan dalam Dunia Keperawatan
Praktek Kesehatan Teori Orlando telah berhasil digunakan di rumah sakit umum & rumah sakit jiwa. Seperti pengakuan gambarkan pada Pusat Kesehatan Mental & bagian klinik psikiatrik di Rumah Sakit umum di beberapa negara. Teori Orlando juga diterapkan di praktek keperawatan milik pribadi Dunia Pendidikan Teori proses keperawatan Orlando adalah kerangka konseptual dapat dikembangkan & dipraktekkan secara langsung. Pelatihan dari penerapan teori Orlando sangat berguna bagi perawat buat mengontrol proses keperawatanya & meningkatkan perkembangan dari reaksi seorang pasien. Penelitian Teori Orlando secara terus menerus menjadi dasar dari beberapa penelitian dibidang keperawatan & diaplikasikan pada beberapa pengaturan prtoses penelitian. Beberapa peneliti mengembang teori Orlando diantaranya : Dracup & Breu (1978), Pienschke (1973), Thibau dabn Reidy (1977) Schmiedhing (1988), Sheafor (1991), Ronte Reid (1992) & banyak lagi peneliti lain. G. Pengembang Teori Orlando Disiplin Ilmu Proses keperawatan membutuhkan bagian integral pada murid dari sekolah keperawatan sehingga dapat diimplementasikan pada beberapa keadaan kondisi pada saat praktek keperawatan. Banyak dari pengguna Teori Keperawatan Orlando mengembangkannya dgn beberapa riset diantaranya Beuer & McBride’s (2002) mengembangkanya pada proses perawatan dalam aspek penyakit bipolar.
Ida Jean Orlando dilahirkan pada 12 Agustus 1926, lulusan Diploma pada Medical College New York tahun 1947, memperoleh Gelar B.S pada Perawatan Kesehatan Publik, di Universitas St. John;s Brooklyn tahun 1951, & kemudian memperoleh gelas M.A bidang konseling kesehatan mental pada Universitas Columbia New York tahun 1954. Setelah menyelesaikan pendidikan terakhirnya, Orlando kemudian bekerja di Sekoilah Keperawatan New Haven Conneticut, selama 8 tahuan, pada tahun 1958, ia menjadi asosiasi peneliti & investigator buat proyek negara mengenai Konsep kesehatan Mental pada Kurikulum Dasar. Proyek seperti ini memfokuskan pada mengidentifikasi faktor mempengaruhi integritas prinsip kesehatan mental buat kurikulum dasar pendidikan keperawatan. Setelah 3 tahun ia melakukan pencatatan hasil penelitian & ia menghabiskan waktu selama 4 tahun buat menganalisa data diperolehnya pada penelitian tersebut, kemudian ia melaporkan penemuannya tersebut pada buku pertamanya diluncurkan pada tahun 1958 berjudul “The Dynamic nurse-patient relationship: Function, process and principle of Professional Nursing Practice”. Namun buku seperti ini baru dipublikasikan pada tahun 1961. buku inilah memformulasikan Teori Dasar Keperawatan Orlando., & dicetak kedalam lima bahasa yaseperti itu : Bahasa Jepang, Hebrew, Prancis, Portugis & Belanda. Pada tahun 1962 sampai dgn tahun 1972 Orlando bekerja sebagai Konsultan bidang Keprawatan Klinik di Rumah sakit Mc Lean Belmont. & ia memberikan laporan hasil kerjanya selama 10 tahun dirumah sakit tersebut melalui buku keduanya berjudul : “ The Discipline kita Teaching of Nursing Process : An Evaluative Study”. Orlando memberikan beberapa kontribusi penting dalam teori & [raktek keperawatan. Konsep mengenai proses keperawatan ia berikan meliputi beberapa kriteria antara lain:
§ Memberikan konsep hubungan digambarkan secara sistematik mengenai fenomena bidang keperawatan.
§ Mengspesifikasi hubungan antar konsep keperawatan
§ Menjelaskan apa terjadi selama proses keperawatan & mengapa hal seperti itu terjadi.
§ Mengdeskipsikan bagaimana fenomena keperawatan dapat dikontrol.
§ Menjelaskan bagaimana mengontrol guna memprediksikan hasil dari proses keperawatan.
B. Konsep Utama & Definisi
Teori Orlando Orlando mendeskripsikan model keperawatannya sebagai pengembangan dari lima faktor konsep berhubungan yaitu:
1. Fungsi dari keperawatan professional
2. Tingkah laku ditunjukkan oleh pasien selama proses keperawatan.
3. Respon langsung atau respon Internal diberikan oleh perawat
4. Disiplin dari proses keperawatan
5. Improfisasi dalam melakukan proses keperawatan
Tanggungjawab Perawat Tanggungjawab dari seorang perawat meliputi “bagaimana menolong seorang pasien dgn memenuhi kebutuhannya (misal; kenyamanan fisik & mental harus diupayakan sedapat mungkin selama proses keperawatan berlangsung). Hal seperti ini adalah tanggungjawab seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan psien baik melalui usahanya sendiri maupun menggunakan bantuan tenaga lain. Kebutuhan Kebutuhan adalah “keadaan dimana seorang pasien membutuhkan, nutrisi, menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit, & menumbuhkan perasaan adekuat buat sembuh. Tingkah Laku Timbul dari Pasien Tingkah laku timbul seperti ini berupa tingkah laku verbal maupun nonverbal dapat dilihat oleh seorang perawat. Reaksi Langsung Reaksi spontan termasuk didalamnya persepsi dari keduanya yaseperti itu perawat & pasien, pemikiran & perasaan dari keduanya. Disiplin Proses Keperawatan Disiplin Proses Keperawatan termasuk di dalamnya komunikasi antara perawat & pasien. Disiplin Proses Keperawatan atau disebut juga Delebrasi Proses Keperawatan inilah digambarkan pada buku pertama Orlando. Improvisasi Improvisasi di sseperti ini berarti bagaimana berkembang lebih baik, buat memberikan hasil, atau buat menggunakan beberapa manfaat dari suatu hal. Manfaat dari Perawat Kegunaan dari seorang perawt ; buat memberikan bantuan apa saja dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien buat sembuh. Tindakan Spontan Perawat Tindakan spontan dari seorang perawat ; “segala tindakan perawat dilakukan berdasarkan suatu alasan buat memenuhi kebutuhan segera dari seorang pasien. Tindakan Deleberatif Perawat Tindakan dleberatif ; segala sesuatu diputuskan setelah mengetahui kebutuhan diperlukan & kemudian berupaya buat memenuhinya.
C. Penggunaan Data
Perbandingan Orlando adalah perawat pertama mengembangkan teorinya berdasarkan keadaan nyata dari hubungan antara perawat & pasien. Orlando mencatat bahwa lebih dari 2000 kontak antara perawat & pasien dalam mengembangkan teorinya didasarkan atas data dari hubungan tersebut. Orlando menggunakan metode kualitatif buat menganalisa data diperolehnya atau metodologi riset lapangan dalam pengumpulan data penelitiannya.
D. Asumsi Pokok Teori Orlando
Hampir keseluruhan dari teori Orlando digambarkan secara implicit. Schmieding (1993) memberikan beberapa asumsi dari hasil tulisan Orlando mengenai empat bidang & elebotasi mengenai pandangan Orlando mengenai:
1. Asusmsi mengenai Keperawatan
§ Keperawatan adalah profesi berbeda dgn disiplin ilmu lain.
§ Keperawatan professional mempunyai fungsi & & menghasilkan produk berbeda (hasil).
§ Terdapat perbedaan antara sekadar membaringkan dgn tindakan keperawatan professional.
2. Asumsi mengenai Pasien
§ Kebutuhan pasien akan pertolongan adalah suatu hal unik.
§ Pasien memiliki kemampuan buat mengkomunikasikan kebutuhannya akan pertolongan
§ Ketika pasien tidak memperoleh kebutuhannya maka ia akan mengalami kemunduran.
§ Tingkah laku dari seorang pasien adalah suatu hal memberikan makna.
§ Pasien mampu & bersedia berkomunikasi secara verbal (atau tidak verbal)
3. Asumsi mengenai Perawat
§ Reaksi seorang perawat terhadap pasiennya adalah suatu hal unik.
§ Perawat seharusnya tidak menambah tekanan pada seorang pasien
§ Pemikiran dari seorang perawat adalah alat utama dalam menolong seorang pasien.
§ Perawat menggunakan respon spontan dalam menjalankan tanggungjawab keperawatannya
§ Praktek keperawatan seorang perawat dikembangkan berdasarkan gambaran dari diri mereka masing-masing.
4. Asumsi mengenai situasi terjadi antara Pasien & Perawat
§ Situasi hubungan antar perawat & pasien adalah suatu hal dinamis
§ Hal-hal terjadi dalam interaksi antara asien & perawat adalah bahan utama dalam mengembangkan pengetahuan seorang perawat.
E. Pokok Utama dari Teori Orlando
Teori Orlando menggambarkan mengenai fungsi dari keperawatan secara professional sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pasien akan pertolongan. Fungsi seperti ini akan terpenuhi ketika seorang perawat dapat mencari tahu & menemukan apa saja kebutuhan diperlukan dari seorang pasien. Teori Orlando difokuskan pada bagaimana menciptakan kemajuan pada tindakan dari seorang pasien. Kemajuan dari seorang pasien dapat dilihat dari tingkah laku & tindakan dapat diamati oleh seorang perawat. Persepsi seorang perawat terhadap tingkah laku dari pasiennya dapat menghasilkan suatu pemikiran dapat mempengaruhi perawat buat mengembangkan kjemampuannya. Orlando mengidentifikasi & mendefiniskan beberapa elemen dari reaksi langsung seorang perawat sebagai berikut:
§ Persepsi, simulasi fisik dari tiap orang berdasarkan hasil dari panca inderanya.
§ Pemikiran spontan mengenai persepsi berasal dari pemikiran seorang individu
§ Stimulasi perasaan dari hasil pemikiran dimana dapat mengerakkan seseorang dari hasil persepsi, pemikiran & perasaanya.
F. Penerapan dalam Dunia Keperawatan
Praktek Kesehatan Teori Orlando telah berhasil digunakan di rumah sakit umum & rumah sakit jiwa. Seperti pengakuan gambarkan pada Pusat Kesehatan Mental & bagian klinik psikiatrik di Rumah Sakit umum di beberapa negara. Teori Orlando juga diterapkan di praktek keperawatan milik pribadi Dunia Pendidikan Teori proses keperawatan Orlando adalah kerangka konseptual dapat dikembangkan & dipraktekkan secara langsung. Pelatihan dari penerapan teori Orlando sangat berguna bagi perawat buat mengontrol proses keperawatanya & meningkatkan perkembangan dari reaksi seorang pasien. Penelitian Teori Orlando secara terus menerus menjadi dasar dari beberapa penelitian dibidang keperawatan & diaplikasikan pada beberapa pengaturan prtoses penelitian. Beberapa peneliti mengembang teori Orlando diantaranya : Dracup & Breu (1978), Pienschke (1973), Thibau dabn Reidy (1977) Schmiedhing (1988), Sheafor (1991), Ronte Reid (1992) & banyak lagi peneliti lain. G. Pengembang Teori Orlando Disiplin Ilmu Proses keperawatan membutuhkan bagian integral pada murid dari sekolah keperawatan sehingga dapat diimplementasikan pada beberapa keadaan kondisi pada saat praktek keperawatan. Banyak dari pengguna Teori Keperawatan Orlando mengembangkannya dgn beberapa riset diantaranya Beuer & McBride’s (2002) mengembangkanya pada proses perawatan dalam aspek penyakit bipolar.
Label:
Tokoh Kesehatan
FLORENCE NIGHTINGALE
FLORENCE NIGHTINGALE
"
A. Sejarah Florence Nightingale
Florence Nightingale lahir di Florence, Italia pada 12 Mei 1820 & diberi nama berdasarkan kota dimana ia dilahirkan. Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst, sebuah rumah besar & mewah milik ayahnya, William Nightingale adalah seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, London, Inggris. Sementara ibunya ; keturunan ningrat & keluarga Nightingale ; keluarga terpandang. Florence Nightingale memiliki seorang saudara perempuan bernama Parthenope. Pada masa remaja mulai terlihat perilaku mereka kontras & Parthenope hidup sesuai dgn martabatnya sebagai putri seorang tuan tanah. Pada masa seperti itu wanita ningrat, kaya, & berpendidikan aktifitasnya cenderung bersenang-senang saja & malas, sementara Florence lebih banyak keluar rumah & membantu warga sekitar membutuhkan. Perawat pada masa seperti itu perawat dianggap pekerjaan hina karena:
B. Teori Umum Florence Nightingale
Teori Environmental Nightngale dicetuskan oleh Florence Nightingale “Ibu dari keperawatan modern” meletakkan keperawatan menjadi sesuatu sakral buat dipenuhi oleh seorang wanita. Teorinya difokuskan pada lingkungan keperawatan, walaupun tema seperti ini tidak pernah dimunculkan di tiap tulisannya, ia menghubungkan kesehatan dgn lima faktor lingkungannya.
C. Definisi Teori dari Florence Nightingale
Pasien/Klien Seseorang dgn preses vital penyembuhan berhadapan dgn penyakit & memulihkan kesehatan tetapi pasif terhadap pengaruh dari usaha keperawatan. Lingkungan Konsep utama bagi kesehatan ; ventilasi, kehangatan, cahaya, diet, kebersihan & ketenangan. Walaupun lingkungan mempunyai kehidupan sosial, emosional, & aspek fisikal, Nightingale menekankan pada aspek fisiknya. Kesehatan Tetap sehat & menggunakan stamina tubuh buat kebutuhan luas. Kesehatan adalah usaha menjaga agar tetap sehat sebagai upaya menghindari penyakit berasal dari faktor kesehatan lingkungan. Wabah penyakit ; proses menyebaran secara alami karena adanya sesuatu kurang diperhatikan. Keperawatan Adalah gambaran jelas dari kondisi optimal guna membantu proses penyembuhan pasien & proses pencegah dari proses penyebaran melalui suatu tindakan. Subsistem kedua ; adalah sistem memiliki pengaruh besar adalah manifestasi dari kemampuan & kegiatan reguler. Hal seperti ini berisikan empat gaya adaptip :
1. Gaya Psikologik
Mengembangkan kebutuhan psikologi dasar tubuh & bagaimana cara tubuh memperoleh cairan & elektrolit, akitivitas & istirahat, sirkulasi & oksigen, nutrisi & penyerapan makanan, perlingdungan, perasaan & neurologi serta fungsi endokrin.
2. Gaya konsep diri.
Termasuk di dalamnya dua komponen yrseperti itu : fisik diri, mengembangkan indra peraba & gambaran tubuh serta personal diri melibatkan ideal diri, konsistensi diri & etika moral diri
3. Gaya aturan fungsi
; ditentukan oleh kebutuhan akan interaksi sosial & mengacu pada performa dalam melakukan aktivitas berdasarkan posisinya dalam kehidupan sosial.
4. Gaya interdependen
Mencakup suatu hubungan dgn orang lain bertentang & mendukung sistem membutuhkan pertolongan, kasih sa & perhatian
D. Beberapa pendapat mengenai Konsep Dasar Keperawatan Florence Nightingale
Penulis kontemporer mulai menggali hasil pekerjaan Florence Nightingale sebagai sesuatu mempunyai potensi menjadi teori & model konseptual dari keperawatan (Meleis, 1985, Torres, 1986; Marriner-Toorey, 1994; Chin and Jacobs, 1995). Meleis (1985) mencatat bahwa konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan & perhatian dimana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit adalah proses awal buat memisahkan antara profesi keperawatan & kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit hanya sibuk dgn masalah pemberian obat & pengobatan, tetapi lebih berorientrasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, & nutrisi adekuat (Nightingale,1860; Torres, 1986). Melalui observasi & pengumpulan data Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dgn faktor lingkiungan & sebgai hasil menimbulkan perbaikan kondisi hygiene & sanitasi selama perang Crimean. Torres (1986) mencatat bahwa Nightingale memberikan konsep & penawaran dapat divalidasi memberikan & digunakan buat menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teori deskripsinya memberikan cara berfikir tentang keperawatan & kerangka rujukan berfokus pada klien & lingkungan (Torres, 1986). Surat Nightingale & tulisan tangannya menuntun perawat buat bekerja atas nama klien. Marriner-Tomey, (1994), prinsipnya mencakup bidang pelayanan, penelitian & pendidikan . hal paling penting ; konsep & prinsip membentuk & melingkupi praktik keperawatan . Nightingale berfikir & menggunakan proses keperawatan. Ia mencatat bahwa observasi (pengkajian) bukan demi berbagai informasi/fakta mencurigakan, tetapi demi mnyelematkan hidup & meningkatkan kesehatan & keamanan.
Florence Nightingale lahir di Florence, Italia pada 12 Mei 1820 & diberi nama berdasarkan kota dimana ia dilahirkan. Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris. Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst, sebuah rumah besar & mewah milik ayahnya, William Nightingale adalah seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, London, Inggris. Sementara ibunya ; keturunan ningrat & keluarga Nightingale ; keluarga terpandang. Florence Nightingale memiliki seorang saudara perempuan bernama Parthenope. Pada masa remaja mulai terlihat perilaku mereka kontras & Parthenope hidup sesuai dgn martabatnya sebagai putri seorang tuan tanah. Pada masa seperti itu wanita ningrat, kaya, & berpendidikan aktifitasnya cenderung bersenang-senang saja & malas, sementara Florence lebih banyak keluar rumah & membantu warga sekitar membutuhkan. Perawat pada masa seperti itu perawat dianggap pekerjaan hina karena:
- Perawat disamakan dgn wanita tuna susila atau 'buntut' (keluarga tentara miskin) mengikuti kemana tentara pergi.
- Profesi perawat banyak berhadapan langsung dgn tubuh dalam keadaan terbuka, sehingga dianggap profesi seperti ini bukan profesi sopan wanita baik-baik & banyak pasien memperlakukan wanita tidak berpendidikan berada dirumah sakit dgn tidak senonoh § Perawat di Inggris pada masa seperti itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan karena alasan-alasan tersebut di atas.
- Perawat masa seperti itu lebih sering berfungsi sebagai tukang masak.
- Pada tahun 1883 Florence di anugrahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria.
- Pada tahun 1907 pada umurnya ke 87 tahun Raja Inggris, dihadapan beratus-ratus undangan menganugrahkan Florence Nightingale dgn bintang jasa The Order Of Merit & Florence Nightingale menjadi wanita pertama menerima bintang tkita jasa ini.
- Pada 1908 ia dianugrahkan Honorary Freedom of the City dari kota London. Cinta kasih & pengabdian tulus Florence mengilhami Henri Dunant buat mendirikan Palang Merah.
B. Teori Umum Florence Nightingale
Teori Environmental Nightngale dicetuskan oleh Florence Nightingale “Ibu dari keperawatan modern” meletakkan keperawatan menjadi sesuatu sakral buat dipenuhi oleh seorang wanita. Teorinya difokuskan pada lingkungan keperawatan, walaupun tema seperti ini tidak pernah dimunculkan di tiap tulisannya, ia menghubungkan kesehatan dgn lima faktor lingkungannya.
C. Definisi Teori dari Florence Nightingale
Pasien/Klien Seseorang dgn preses vital penyembuhan berhadapan dgn penyakit & memulihkan kesehatan tetapi pasif terhadap pengaruh dari usaha keperawatan. Lingkungan Konsep utama bagi kesehatan ; ventilasi, kehangatan, cahaya, diet, kebersihan & ketenangan. Walaupun lingkungan mempunyai kehidupan sosial, emosional, & aspek fisikal, Nightingale menekankan pada aspek fisiknya. Kesehatan Tetap sehat & menggunakan stamina tubuh buat kebutuhan luas. Kesehatan adalah usaha menjaga agar tetap sehat sebagai upaya menghindari penyakit berasal dari faktor kesehatan lingkungan. Wabah penyakit ; proses menyebaran secara alami karena adanya sesuatu kurang diperhatikan. Keperawatan Adalah gambaran jelas dari kondisi optimal guna membantu proses penyembuhan pasien & proses pencegah dari proses penyebaran melalui suatu tindakan. Subsistem kedua ; adalah sistem memiliki pengaruh besar adalah manifestasi dari kemampuan & kegiatan reguler. Hal seperti ini berisikan empat gaya adaptip :
1. Gaya Psikologik
Mengembangkan kebutuhan psikologi dasar tubuh & bagaimana cara tubuh memperoleh cairan & elektrolit, akitivitas & istirahat, sirkulasi & oksigen, nutrisi & penyerapan makanan, perlingdungan, perasaan & neurologi serta fungsi endokrin.
2. Gaya konsep diri.
Termasuk di dalamnya dua komponen yrseperti itu : fisik diri, mengembangkan indra peraba & gambaran tubuh serta personal diri melibatkan ideal diri, konsistensi diri & etika moral diri
3. Gaya aturan fungsi
; ditentukan oleh kebutuhan akan interaksi sosial & mengacu pada performa dalam melakukan aktivitas berdasarkan posisinya dalam kehidupan sosial.
4. Gaya interdependen
Mencakup suatu hubungan dgn orang lain bertentang & mendukung sistem membutuhkan pertolongan, kasih sa & perhatian
D. Beberapa pendapat mengenai Konsep Dasar Keperawatan Florence Nightingale
Penulis kontemporer mulai menggali hasil pekerjaan Florence Nightingale sebagai sesuatu mempunyai potensi menjadi teori & model konseptual dari keperawatan (Meleis, 1985, Torres, 1986; Marriner-Toorey, 1994; Chin and Jacobs, 1995). Meleis (1985) mencatat bahwa konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan & perhatian dimana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit adalah proses awal buat memisahkan antara profesi keperawatan & kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit hanya sibuk dgn masalah pemberian obat & pengobatan, tetapi lebih berorientrasi pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, & nutrisi adekuat (Nightingale,1860; Torres, 1986). Melalui observasi & pengumpulan data Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien dgn faktor lingkiungan & sebgai hasil menimbulkan perbaikan kondisi hygiene & sanitasi selama perang Crimean. Torres (1986) mencatat bahwa Nightingale memberikan konsep & penawaran dapat divalidasi memberikan & digunakan buat menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teori deskripsinya memberikan cara berfikir tentang keperawatan & kerangka rujukan berfokus pada klien & lingkungan (Torres, 1986). Surat Nightingale & tulisan tangannya menuntun perawat buat bekerja atas nama klien. Marriner-Tomey, (1994), prinsipnya mencakup bidang pelayanan, penelitian & pendidikan . hal paling penting ; konsep & prinsip membentuk & melingkupi praktik keperawatan . Nightingale berfikir & menggunakan proses keperawatan. Ia mencatat bahwa observasi (pengkajian) bukan demi berbagai informasi/fakta mencurigakan, tetapi demi mnyelematkan hidup & meningkatkan kesehatan & keamanan.
Label:
Tokoh Kesehatan
Sejarah Imunisasi & Penemunya
- Sekitar 600 SM dicina dilakukan penyuntikan material cacar air via lubang hidung.
- 1718 : Penyuntikan material dari luka cacar air kepada orang sehat pertama kali di inggris, & kemudian di amerika. salah satu orang yangf melakuannya ; seorang bapak negarawan amerika, yaseperti itu thomas jefferson.
- 1796 : Edwar Jenner ;pertama kali melakukan imunisasi pada poasien cacar air dgn material dari luka cacar air sapi. Jenner menyuntik James Phipps, seorang bocah lelaki berumur delapan tahun dgn sesuatu diambil dari bintik penyakit "cacar sapi" ada di tangan seorang pemerah susu. Sebagaimana memang diharapkan, bocah kecil seperti itu kehinggapan "cacar sapi" tetapi segera sembuh. Beberapa minggu kemudian, Jenner menyuntikkan Phipps serum cacar. & sebagaimana diharapkan pada bocah seperti itu tak tampak tanda-tkita penyakit. Sesudah melakukan penyelidikan bebih mendalam, Jenner memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku tipis berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798. Buku itulah jadi penyebab diterimanya vaksinasi secara umum & berkembang luas. Sesudah seperti itu Jenner menulis lima artikel lagi mengenai soal vaksinasi, & bertahun-tahun dia mengabdikan waktunya menyebarluaskan pengetahuan tentang tekniknya & kerja keras agar dapat diterima orang. Praktek vaksinasi berkembang cepat di Inggris, kemudian menjadi hal diharuskan dalam kalangan Angkatan Darat & Angkatan Laut Inggris. & berbarengan dgn seperti itu diterima pula oleh sebagian besar negeri-negeri di dunia. Jenner dgn cuma-cuma mempersembahkan tekniknya kepada dunia & tak berusaha sedikit pun peroleh keuntungan uang dari itu. Tetapi, di tahun 1802 parlemen Inggris sebagai tkita terimakasih & penghargaan menghadiahkannya uang sejumlah 20.000 pond. Maka Jenner pun menjadi orang tennasyhur di jagad, dibanjiri rupa-rupa penghormatan & medali. Jenner kimpoi & punya tiga anak. Dia hidup hingga umur 73 tahun, meninggal dunia di awal taliun 1823 di rumahnya di kota Berkeley. Tp perlu dicermati gan, sebelom dia mempopulerkan vaksin cacar nya, dia rela mukanya ancur gara gara cacar buat buktikan keampuhan vaksinnya
- 1885 : Louis Pasteur ; Menemukan vaksin rabies buat seorang pemuda digigit oleh anjing gila. Penemuan pribadi Pasteur paling termasyhur ; pengembangan teknik penyuntikan terhadap manusia buat mencegah penyakit Rabies ditakuti. Lain-lain ilmuwan, dgn meniru gagasan dasar Pasteur, sejak seperti itu mengembangkan vaksin buat mencegah lain-lain penyakit berat seperti tifus & poliomyelitis. Penemuan lainnya ; pengembangan vaksin buat mencegah berjangkitnya penyakit kolera pada ayam & penyakit menyerang unggas. Orang sering membuat bandingan antara Pasteur dgn Edward Jenner, ahli fisika Inggris mengembangkan vaksin buat pencegahan cacar. Meskipun Jenner melakukannya 80 tahun sebelum Pasteur, saya menganggap arti penting Jenner tidaklah sebesar Pasteur, karena sistem pengebalannya berlaku hanya buat satu jenis penyakit saja, sedangkan sistem Pasteur dapat --& telah terbukti-- ampuh buat mengebalkan terhadap banyak penyakit. Pasteur menghembuskan nafas terakhir di dekat Paris tahun 1895.
- 1954 : Jonas Salk ;Mengenalkan vaksin dapat disuntikkan buat melawan penyakit polio. Berbekal dasar pengetahuan dari penelitian sebelumnya, Salk mulai menyelidiki tentang virus polio penyebab penyakit poliomyelitis. Penyakit seperti ini cukup mengerikan. Kondisi paling parah dapat terjadi ; penderita dapat mengalami kelumpuhan permanen bahkan kematian. Virus penyerang sel-sel saraf seperti ini dapat menjangkiti orang dewasa & paling banyak menyerang anak-anak belum memiliki kekebalan terhadap serangan penyakit ini. Masih di tahun sama, ada juga seorang menemukan vaksin oral buat polio mengandung virus sudah dilemahkan. dia ; albert sabin
- Albert sabin ; vaksin oral telah diuji pada sedikitnya 100 juta orang di Uni Soviet, bagian dari Eropa Timur, Singapura, Meksiko & Belanda. Produksi industri pertama & massa penggunaan vaksin virus polio oral (OPV) dari strain Sabin diselenggarakan oleh ilmuwan Soviet Mikhail Chumakov .Hal seperti ini memberikan dorongan kritis karena membiarkan uji klinis skala besar dari OPV di Amerika Serikat pada bulan April 1960 tentang Cincinnati 180.000 anak-anak sekolah. Imunisasi massa teknik dipelopori Sabin dgn rekan-rekannya diberantas secara efektif polio di Cincinnati. Melawan oposisi dari The March of dimes Foundation, mendukung membunuh vaksin relatif efektif, Sabin menang pada Layanan Kesehatan Umum buat lisensi tiga jenis vaksin. Sementara PHS terhenti, Uni Soviet mengirimkan jutaan dosis vaksin oral polio ke tempat-tempat dgn epidemi, seperti Jepang, & menuai keuntungan kemanusiaan. Memang tidak jelas bagi banyak orang bahwa vaksin ; satu Amerika, dibiayai oleh dolar AS, tetapi tidak tersedia bagi orang Amerika biasa. tapi sayangnya Menurut Keith Olbermann, Sabin terungkap dalam sebuah wawancara televisi bahwa pengalaman telah membuat dia memutuskan buat menghabiskan sisa hidupnya bekerja pada mengurangi rasa sakit. Kondisi seperti ini telah berhasil diobati dgn pembedahan dilakukan di Johns Hopkins rumah sakit pada tahun 1992 ketika Sabin berusia 86
Beberapa jenis imunisasi & golongan orang wajib ikut imunisasi jenis ini:
- MMR : orang lahir setelah 1957, bekerja di fasilitas kesehatan atau suka melakukan perjalanan
- Influeza : Orang berusia 50 tahun keatas. pemuda penderita jantung, paru kronis, diabetes, gangguan ginjal, gangguan hemoglobin, atau penurunan kekebalan tubuh, & juga calon jemaah haji
- Pneumokok : Orang berusia diatas 65 tahun, & juga yg berusia dibawah 65 tahun menderita penyakit jantung kronis, paru kronis, diabetes, gangguan limpa, AIDS, leukimia, tumor, atau gagal ginjal.
- Hepatitis A : Orang bepergian ke daerah endemis, pramusaji, pemakai narkotik, penderita penyakit hati, orang megalami resiko pekerjaan ( peneliti atau org yg bekerja utk primata yg kena hepatitis A) & juga penderita gangguan pembekuan darah atau hemofilia
- Varisela (cacar air) : Petugas kesehatan, guru yg mengajar anak anak, anggota militer, wanita usia subur belom hamil & juga pada orang suka bepergian
- Rabies : Individu beresiko tinggi macam dokter hewan, petugas berurusan dgn hewan, pekerja labotarium, & orang suka bepergian ke tempat endemis
Label:
Tokoh Kesehatan