INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD
INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD
( IFRS )
Perubahan Lingkungan Pelaporan Keuangan
Teknologi informasi yg berkembang pesat telah mengubah lingkungan pelaporan keuangan secara dramatis, mengurangi batas jarak fisik & mampu membuat informasi menjadi tersedia diseluruh dunia hanya dgn sekali pencet tombol dalam (Enter) dari komputer. Kemajuan ini membawa jutaan investor (jika tidak milyaran) ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Antusiasnya para investor tidak terhalangi oleh batasan negara, misalnya: investor dari Amerika bisa dgn mudah berinvestasi di Eropa atau di Singapore atau bahkan di Indonesia & Vice Versa.
Ke-efektif-an pasar dunia ini tergantung pada ke-tepat waktu-an dari informasi keuangan yg transparan, dapat dibandingkan & relevan. Bukan hanya investor & analyst yg membutuhkan informasi seperti ini, melainkan juga dibutuhkan oleh stake holder lainnya (pekerja, suppliers, customers, institusi penyedia kredit, bahkan pemerintah). Mereka (stake holders) di jaman globalisasi ini bukan hanya sekedar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja, melainkan dari banyak perusahaan (jika bisa mungkin dari semua perusahaan) dari seluruh belahan dunia, buat tujuan benchmarking, membandingkan antar industri vertical maupun horizontal. Benchmarking adalah sangat krusial jika mau kompetitif dalam global bisnis di masa sekarang ini. Jika tidak, maka akan tergilas.
Pertanyaannya adalah bagaimana kebutuhan ini bisa terpenuhi jika perusahaan – perusahaan masih memakai tata cara, bentuk & prinsip pelaporan keuangan yg berbeda – beda ?
Beberapa standar Akuntansi :
Standar Akuntansi USA
Amerika memakai FASB & US GAAP (Generally Accepted Accounting Principles)
Standar Akuntansi Inggris & Eropa
Uni Eropa memakai IAS & IASB
Standar Akuntansi Indonesia
Indonesia memakai PSAK – nya IAI
Standar Akuntansi lainnya
Standar Akuntansi USA :
Tidak ada kodefikasi
CAP
APB statement
FASB
Standar Akuntansi Indonesia :
Standar “sound business practices” gaya Belanda
PAI & USA
PSA
PSAK prinsip Amerika
PSAK prinsip IASC – IFRS
IFRS adalah tata cara bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangannya. Teknik buat menyusun laporan keuangan dibutuhkan standard.
Di Amerika, terdapat standar yg terbagi dalam tiga era :
Standar ditentukan / disusun oleh manajemen
Standar ditentukan / disusun oleh manajemen karena yg membutuhkan adalah pihak manajemen.
Standar ditentukan / disusun oleh profesi
Standar ditentukan / disusun oleh profesi karena profesi yg bertugas buat menyusun & mengaudit laporan keuangan.
Financial Accounting Standard World (FASW)
FASW lahir setelah orang menilai pihak kreditur terlalu dominant dalam menyusun standar akuntansi keuangan.
Standar Akuntansi yg menjadi dua kekuatan besar dunia :
Amerika = FASB & US GAAP
Internasional = Eropa = dibentuk IASC yg kemudian berubah IFRS
Berdirinya IASC :
1973
Ba& Profesi Australia, Canada, France, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, U.K & USAK yg membentuk IASC.
1975
IAS # 1 Disc of Acc Policy keluar
IAS # 2 Valuation and Presentation of Inventory in the Context of HC Issued.
Apa yg menimbulkan munculnya IFRS ?
Pada hakekatnya standar Akuntansi focus perhatiaannya hanya kepada Pasar Modal. Kecanggihan teknologi informasi yg berkembang pesat yg telah mengubah lingkungan pelaporan keuangan, mengurangi batasan jarak fisik & mampu membuat informasi menjadi tersedia di seluruh dunia. Jutaan atau bahkan milyaran investor dapat dgn mudah masuk ke lantai Pasar Modal di seluruh penjuru dunia. Para investor tidak terhalangi oleh batasan negara. Para investor dapat dgn mudah ber-investasi di satu negara lain atau bahkan ber-investasi di beberapa negara sekaligus. Misalnya, investor dari negara Jerman bisa dgn mudah ber-investasi di negara Amerika, Perancis, Indonesia & negara – negara lain.
Standar Akuntansi dibutuhkan oleh Pasar Modal & lembaga yg memiliki Agency Problem. Agency Problem adalah masalah jarak antara principle & agent, oleh karena itu dibutuhkan jembatan antara pemilik & buruh atau pekerja yg disebut Agency Relation yaitu informasi. Informasi disini yaitu berupa laporan tentang asset, resources & lainnya yg berhubungan tentang keadaan perusahaan, yg dibuat oleh agent & diserahkan kepada principles (pemilik). Biaya yg dikleuarkan buat menjaga hubungan baik antara principles & agent disebut Agency Cost.
IFRS di Indonesia
Di Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yg dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
Sampai Thn. 1955 = Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
Thn. 1974 = Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yg dibuat oleh IAI yg disebut dgn prinsip Akuntansi.
Thn. 1984 = Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.
Akhir Thn. 1984 = Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yg bersumber dari IASC.
Sejak Thn. 1994 = IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
Thn. 2008 = diharapkan perbedaan PSAK dgn IFRS akan dapat diselesaikan.
Thn. 2012 = Ikut IFRS sepenuhnya?
Upaya buat memperkuat Arsitektur keuangan global & mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan, membuat International Accounting Standard Boards (IASB) melakukan percepatan harmonisasi standar Akuntansi internasional khususnya International Financial Reporting Standard (IFRS) yg dibuat oleh IASB & Financial Accounting Standard Boards (ba& pembuat standar Akuntansi di Amerika Serikat).
Perkembangan Convergensi ke IFRS di Uni Eropa :
1982 = IFAC mengendors IASC sebagai Global Accounting Standard.
1989 = Federasi Akuntansi Eropa mengendors IASC.
1994 = IASC Advisory Council Approved selaku oversight and finance.
1995 = IASC & IOSCO menandatangani perjanjian agar negara – negara Uni Eropa mesti mengikuti IASs.
1996 = US SEC endors IASC to initiate the dev of global accounting standards.
1997 = IASC Forms SIC Standing Interpretation Committee, Forms SWP (Strategy Working Party).
1998 = IFAC / IASC memperluas kenggotaan menjadi 140 bodies di 101 negara.
1999 = G7 Finance Ministers and IMF Support IASs Strengthen International Financial Structure.
2000 = IASB new chairman Sir David Tweedie appointed.
2001 = IASB dilahirkan sebagai pengganti IASC. Isinya buat melakukan convergensi ke global Accounting standards dgn kualitas :
Single Set and High Quality.
Transparant & komparabel Laporan Keuangan.
Berguna bagi pemain Pasar Modal dunia.
2001 = IASC Foundation Formed, IASB a Standard Setting body IASs and SIC are adopted by IASB.
2002
SIC diganti IFRIC (International Financial Reporting Interpretation Committee).
Europe requires IFRSs listed companies 2005.
IASB & FASB agree on convergence.
2003 = IFRSs # 1 & IFRIC # 1 dikeluarkan.
2004 = IFRSs # 2 – 6 dikeluarkan.
2005 = IASB Board member menjadi IFRIC chairman.
Perkembangan Convergensi standar Akuntansi International khususnya IFRS yg dibuat oleh IASB & FASB.
October 2002 = FASB & IASB sepakat buat melakukan langkah buat melakukan convergensi standar Akuntansi US GAAP & IFRSs. Ditandatangani MoU yg disebut “the Norwalk Agreement” yg berisi :
Kedua standar menjadi compatible.
Melakukan koordinasi buat terus memlihara compatibility.
Anggota IASB :
- Sir David Tweedie, Chairman - Gilbert Gelard
- Thomas E. Jones, Vice Chairman - James J. Leisenring
- Mary R. Barth - Warren Mc. Gregor
- Hans - Georg Bruns - Patricia O’Malley
- Anthony T. Cope - Jhon T. Smith
- Jan Engstrom - Geoffrey Whittington
- Robert P. Garnett - Tatsumi Yamada
Proses Convergency
Melakukan pertemuan antara Dewan.
Menyesuaikan agenda termasuk buat mempercepat konvergensi.
Join staffing buat melakukan proyek bersama.
Dalam jangka pendek melakukan revisi buat mengeliminasi inkonsistensi antara kedua standard.
Proyek mengidentifikasi perbedaan mendasar antara kedua standar.
Koordinasi antara FASb emerging Issue task force & IASB’s IFRS interpretation committee.
IFRS STRUCTURE
Keuntungan (kelebihan) jika mengadopsi IFRS
Membuat perubahan ke IFRS, artinya anda sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global, yg akan membuat perusahaan (business) anda bisa dimengerti oleh global market (pasar dunia). Thus, jika kinerja perusahaan anda memang memiliki nilai jual yg pantas, maka potensi trade yg dihasilkan logikanya akan lebih bagus dibandingkan ketika perusahaan anda belum mengadopsi IFRS dalam pembuatan laporan keluarganya. The big – 5 accounting firm mostly mengatakan bahwa banyak dari perusahaan – perusahaan yg telah mengadopsi IFRS mengalami kemajuan yg significant dalam rangka memenuhi maksud mereka memasuki Pasar Modal dunia (global).
Beralih ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan mengganti angka – angka di laporan keuangan, tapi mungkin akan mengubah pola piker & cara semua element di dalam perusahaan.
Tantangan dari Corporate ke Campus
Bagi perusahaan pada umumnya, yg menjadi bahan pertimbangan apakah akan beralih ke IFRS atau tidak adalah “Apakah implementasi IFRS akan menghasilkan incremental benefit atau tidak?”. Tapi bagi perusahaan – perusahaan yg sudah go international, atau yg memiliki partner dari Uni Eropa, Australia & Russia & beberapa Middle East countries, tentu sudah tidak punya pilihan lain selain “mau tidak mau mesti mulai berusaha menerapkan IFRS” dalam pelaporan keuangannya jika masih mau berpartner dgn mereka.
Perubahan tata cara pelaporan keuangan GAAP (atau PSAK atau lainnya) ke IFRS berdampak sangat luas. IFRS akan menjadi “kompetensi wajib-baru” bagi para pekerja accounting.
Namun sampai disaat ini IFRS belum manjadi one global accounting stanrdar, walaupun standar IFRS telah digunakan oleh lebih 100 negara, termasuk Jepang, China, Kanada & 27 negara Uni Eropa. Sekitar 85 dari negara – negara tersebut mewajibkan laporan keuangan mengunakan IFRS buat semua perusahaan domestic, perusahaan tercatat.
Bagaimana Sikap Indonesia ?
Indonesia Mesti siap mengikuti global Accounting Standard kalau ingin masuk dalam dunia global.
Kurikulum mesti segera disiapkan mengantisipasi convergensi ini.
Literatur mesti disediakan.
Dosen & laboratorium juga mesti disediakan buat proses pengajarannya.
PEKERJAAN PERKANTORAN
(OFFICE WORK)
1. Kantor adalah :
Tempat diselenggarakannya kegiatan menangani informasi
Proses menangani informasi, mulai dari menerima, mengumpulkan, mengoilah, menyimpan, sampai menyalurkan atau mendistribusikan informasi.
Setiap tempat dimana pekerjaan kantor dilakukan, dgn sebutan apapun terhadap tempat tersebut.
Unit organisasi yg terdiri dari tempat, staf personalia & operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan.
2. Menurut JC. Denyer fungsi kantor adalah buat memberikan pelayanan komunikasi & warkat (surat menyurat) yg secara terinci adalah sebagai berikut :
Buat menerima informasi misalkan surat-surat, harga, kutipan, & sebagainya.
Buat mencatat keterangan misalkan persediaan, harga, & data-data kepegawaian.
Buat menyusu keterangan misalkan pembiayaan, pembukuan, & sebagainya.
Buat memberikan keterangan misalkan faktur-faktur penjualan, estimasi harga, & sebagainya.
Buat menjamin asset misalkan uang tunai, persediaan, & sebagainya.
Hakekat pekerjaan kantor adalah sebagai berikut :
Mengumpulkan keterangan
Mencatat keterangan
Mengolah keterangan
Menggandakan keterangan
Mengirim keterangan
Menyimpan keterangan
Tiga pokok peranan kantor yaitu :
Melayani pelaksanaan pekerjaan operasional guna membantu pelaksanaan perkerjaan pokok buat mencapai tujuan organisasi
Menyediakan keterangan bagi pimpinan organisasi buat membuat keputusan atau membuat tindakan yg tepat
Membantu melancarkan kehidupan & perkembangan organisasi secara keseluruhan
Manfaatnya adalah :
Kelancaran pekerjaan kantor & mencegah kemungkinan kesalahan dalam pekerjaan
Mengurangi keterlambatan atau hambatan
Kontrol yg lebih baik terhadap pekerjaan
Penghematan tenaga kerja & biaya tata usaha
Koordinasi berbagai seksi & bagian dalam organisasi
Kemudahan dalam melatih para pegawai tata usaha
MANAJEMEN PERKANTORAN
Manajemen perkantoran dikutipkan dalam beberapa rumusan
George R. Terry
Manajemen perkantoran adalah perencanaan, pengendalian & pengorganosaslan pekerjaan perkantoran, beserta oenggerakan mereka yg melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yg telah ditentukan.
William Leffingwell & Edwin Robinson
Manajemen perkantoran sebagai suatu fungsi adalah cabang dari seni & ilmu manajemen yg berkenaan dgn pelaksanaan pekerjaan kantor secara efisien, bilamana & dimanapun pekerjaan mesti dilakukan.
Millis Geoffrey
Manajemen kantor adalah seni membimbing personil kantor dalam menggunakan sarana yg sesuai dgn lingkungannya demi mencapai tujuan yg ditetapkan.
Aspek-aspek manajemen perkantoran
Dalam manajemen perkantoran terdapat berbagai fungsi yg meliputi rangkaian aktivitas antaras lain:
Manajemen & pengarahan
Tata laksana/penyelenggaraan
Pelaksana secara efisien
Manajemen
Pengawasan
Pengendalian & pengawasan
Pengarahan & pengawasan
Pengarahan
Perencanaan, pengendalian & pengorganisasian
Faktor-faktor menurut Edwin Robinson menyebutkan :
pegawai
Material perlengkapan
Persayaratan
Metode
Sedangkan fungsi-fungsi yg terkait lainnya menurut H.Mac Donald (office management) bertalian dgn 6 perihal yaitu :
Kepegawaian perkantoran (office personel)
Metode perkantoran (office methods)
Perlengkapan perkantoran (office equipment)
Faktor-faktor fisik dalam kantor (Physical factor)
Biaya perkantoran (office costs)
Haluan atau kebijakan perkantoran (office policies)
perincian selengkapnya mengenai cakupan bidang kerja dalam manajemen perkantoran oleh Charles O Libbey meliputi :
Ruang perkantoran (office space)
komunikasi (communications)
kepegawaian kantor (office personnel)
perabotan danperlengkapan kantor (furniture and equipment)
peralatan & mesin (appliance and machine)
perbekalan & alat tulis (supplies and stationery)
metode (methods)
tata warkat (records)
kontrol pejabat pimpinan (executive controls)
3.
-
Bidang kerja
Keterangan
Office space :
space forecasting
space allotment
office layouts
heating and ventilating
air conditioning
acoustics
painting
service facilities
assembly rooms
safety factors
moving offices
alterntions
maintenance
Pueng perkantoran
perkiraan kebutuhan ruang
penjatahan ruang
tata ruang perkantoran
pemanasan & peredaran udara
pendingin udara
pantulan suara
lukisan atau pengecatan
fasilitas kebersihan
ruang pertemuan
faktor keselamatan
memindahkan kantor
perubahan-perubahan
pemeliharaan
4. Apabila saya menjadi seorang manajer pendekatan yg saya pilih adalah pendekatan secara peninjauan, karena dgn melakukan review atau peninjauan dalam memimpin kantor atau sebuah organisasi maka akan lebih teliti & spesifik dalam menyelesaikan pekerjaan & masalah-masalah yg terjadi di organisasi.
AGROEKOLOGI INDONESIA
- Latosol (diseluruh Kepulauan, kecuali Maluku),
- Podsol (Kalimantan)
- Podsolik Merah Kuning (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, & Halmahera),
- Podsolik Coklat Kelabu (Irian Jaya, Halmahera, Maluku, Sumatera, & Sulawesi)
- Grumusol (Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara)
- Andosol (Jawa, Sumatera, Nusa Tenggara)
- Rendzina (Maluku),
- Tanah Organik (Kalimantan, Sumatera, Irian Jaya)
- Podsolik, Latosol, Andosol, PMK, & PCK
- Aluvial, Rendzina, Planosol, & Hidromorfik
- Grumosol
- Regosol
- Mediteran
- Tanah Kompleks
- Sistem usahatani lahan sawah
- Sistem usahatani lahan kering atau tegalan
- Sistem usahatani lahan dataran tinggi
- Usahatani perkebunan
- Lahan sawah beririgasi
- Lahan sawah tadah hujan
- Lahan kering beriklim basah
- Lahan kering beriklim kering
- Lahan dataran tinggi
- Lahan Rawa/Pasang surut
- Masa bertanam (growing period)
- Suhu udara
- Sifat kimia & fisika tanah
- Topografi lahan.
- Lahan sawah beririgasi (irrigated Lowland)
- Lahan sawah tadah hujan (rainfed lowland)
- Lahan kering beriklim basah (dryland-wet climate)
- Lahan kering beriklim kering (dryland-dry climate)
- Lahan dataran tinggi (high altitude area)
- Lahan pasang surut & rawa lebak (swampy/tidal areas)
Berdirinya Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia
Awal Artis Memasuki Periklanan Indonesia
Perintis periklanan yg bernama Nuradi ini. Lahir di Jakarta, tanggal 10 Mei 1926. Seperti juga banyak pelaku periklanan modern, Nuradi pun tidak memperoleh pendidikan formal di bidang periklanan. Tahun 1946-1948 ia masuk Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (darurat). Kemudian masuk Akademi Dinas Luar Negeri Republik Indonesia (1949-1950). Tahun-tahun berikutnya dia banyak mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Dia menjadi orang Indonesia pertama yg diterima di Foreign Service Institute, US State Department, Washington DC. Selanjutnya belajar penelitian sosial di New School, New York (1952-1954) & menyelesaikan studi bidang administrasi publik di Harvard University, Cambridge, Massachusetts. Kemudian selama setahun belajar bahasa di Universitas Sorbone & Universitas Besancon, Perancis.Tahun 1945, dia juga dikenal sebagai orang pertama diangkat sebagai pegawai negeri di Departemen Luar Negeri & di Departemen Penerangan. Yg terakhir ini, karena ia juga menjadi penyiar siaran Bahasa Inggris di Radio Republik Indonesia. Antara tahun 1946-1950, dia menjadi juru bahasa pribadi buat Bung Karno, Bung Hatta & Ir. Juanda & tahun 1949 sempat menjadi kepala bagian penerjemah pada delegasi Indonesia ke Konperensi Meja Bundar di Den Haag, Negeri Belanda. Tahun 1950 dia ditunjuk buat menjalankan misi khusus ke Uni Soviet & menjadi anggota perwakilan tetap Indonesia di markas PBB, New York. Karier sebagai pegawai negeri telah membawanya terlibat dalam banyak lagi tugas sebagai anggota delegasi, baik buat kepentingan nasional, maupun internasional. Dia mengundurkan diri dari Dinas Luar Negeri pada tahun 1957, buat bergabung dgn Perwakilan PRRI Sementara buat Singapura & Hongkong.
|
Kebangkitan Asosiasi Periklanan Indonesia
Perusahaan Periklanan Perintis
Salah satu perusahaan consumer products yg aktif beriklan pada masa itu adalah Unilever-amalgamasi perusahaan Margarine Union (Belanda) & Lever Brothers (Inggris)- yg sejak tahun 1933 telah membangun pabrik sabun di Bacherachtsgracht, Batavia (sekarang Angke, Jakarta Barat). Setelah berdirinya pabrik sabun itu,Unilever juga membangun pabrik margarin. Sebelumnya, produk-produk Unilever diimpor langsung dari Negeri Belanda. Hadirnya Unilever juga kemudian membawa masuknya cikal bakal Lintas (singkatan dari Lever International Advertising Services) ke Nusantara. Semula, Lintas adalah divisi periklanan dari Lever Brothers, sebelum kemudian berdiri sendiri menjadi perusahaan periklanan independen. Apa yg dilakukan Lintas yg berlogo bola dunia pada masa-masa awal itu sebetulnya tidak lain adalah melakukan adaptasi bentuk-bentuk iklan yg telah mereka luncurkan terhadap produk-produk serupa di bagian dunia lainnya, beserta melakukan media placement. Perlu dicatat bahwa Lintas pada disaat itu sudah memiliki keberanian membuat iklan dalam bahasa daerah. Misalnya, iklan Margarine Blue Band dalam bahasa Sunda memakai judul ”Pamoeda Sehat... Rajat Kiat” (Pemuda Sehat...Rakyat Kuat), dgn tagline ”Blue Band Mengandoeng Seueur Vitamin” (Mengandung Banyak Vitamin).
”Model organisasi” seperti Lintas itulah yg agaknya kemudian ditiru oleh beberapa usahawan di Batavia & kota-kota besar Indonesia lainnya. Sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa perusahaan periklanan (ketika itu disebut reclamebureau atau advertentiebureau) sudah beroperasi di Indonesia. Hingga masa pendudukan Jepang, beberapa perusahaan periklanan ynag terkenal di Jakarta adalah, antara lain:
A de la Mar, di Koningsplein (sekarang Jalan Me& Merdeka Utara, dekat Istana Merdeka),
Aneta (sebagai bagian dari kantor berita bernama sama), di Passer Baroe (sekarang Museum LKBN Antara di Jalan Antara),
Globe, di Jalan Kali Besar Timur,
IRAB (Indonesia Reclame en Advertentiebureau), semula berkantor di Molenvliet (sekarang Jalan Hayam Wuruk), tapi kemudian pindah ke Asem Reges (kemudian menjadi Sawah Besar, sekarang Jalan KH Samanhudi),
Preciosa, di Gang Secretarie (kantor Sekretariat Negara sekarang, Jalan Veteran IV ),
Elite
Hampir semua perusahaan periklanan itu dipimpin oleh orang-orang Belanda, kecuali IRAB & Elite yg diselenggarakan oleh kaum Bumiputra. Pada masa pendudukan Jepang, terjadi perubahan lanskap periklanan Indonesia. Karena banyak warga Belanda yg mengungsi-sebagian lagi ditawan maka kondisi vakum itu diisi dgn munculnya berbagai perusahaan periklanan baru milik kaum pribumi. Sayangnya, tidak cukup catatan tentang kehadiran perusahaan periklanan yg dijalankan etnis Tionghoa. Padahal, dari mulut ke mulut kita sering mendengar bukti-bukti peran mereka dalam perintisan periklanan Indonesia. Yg jelas, etnis Tionghoa sangat berperan dalam menumbuhkan dunia persuratkabaran di Indonesia, sehingga dgn demikian dapat dilihat pula keterlibatan mereka dalam periklanan secara langsung maupun tidak. Sekalipun kebanyakan perusahaan periklanan baru itu berukuran kecil, tapi tercatat lima perusahaan periklanan yg berskala cukup besar, yakni Elite, RAB, Korra, Pikat, Tandjoeng. Selama masa pendudukan Jepang, merosotnya aktivitas ekonomi ikut mengkerdilkan dunia periklanan Indonesia. Setelah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, kepercayaan kepada Republik yg muda ini tampak dgn kembali bergairahnya kehidupan perekonomian. Sayangnya, kecenderungan itu tidak berlangsung lama karena Belanda mulai menggelar aksi militernya terhadap Indonesia. Keadaan perekonomian pun redup kembali. Pemerintah Republik Indonesia sempat hijrah ke Yogyakarta selama empat tahun. Keadaan ini berakhir setelah dicapainya kesepakatan pengakuan kedaulatan dalam KMB pada akhir tahun 1949.
Kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Jakarta menandai kebangkitan baru perekonomian Indonesia. Perusahaan-perusahaan nasional mulai bertumbuhan, seiring dgn masuknya kembali beberapa perusahaan multinasional. Perusahaan-perusahaan Belanda yg semula mengungsi, pun kembali lagi melakukan usahanya. Salah satunya adalah Unilever. Era baru itu juga disambut oleh Unilever dgn meluncurkan berbagai produk baru. Dunia periklanan seakan berdarah kembali. Beberapa perusahaan periklanan yg tercatat hadir di Jakarta pada masa itu antara lain adalah: Azeta, Contact, Cotecy, De Unie, Elite, IRAB, Studi Berk, & Titi. Pada awal dasawarsa 1950’an yg paling banyak ditempatkan di dunia cetak adalah iklan obat-obatan. Sayangnya, menjamurnya iklan obat-obatan itu tidak dibarengi dgn etika & tanggung jawab para insan periklanan. Banyak obat-obatan yg diiklankan itu sebetulnya diragukan manfaatnya, atau malah membahayakan kesehatan penggunanya. Keadaan yg nyaris lepas kendali ini akhirnya ditata dgn terbitnya ketentuan Menteri Kesehatan pada tahun 1954 yg mengatur keharusan buat mendapatkan lisensi manfaat & keselamatan obat sebelum dipasarkan, & ketentuan agar iklan obat mesti menjelaskan manfaat obat secara jelas.