DAFTAR JUDUL SKRIPSI EKONOMI

DAFTAR JUDUL SKRIPSI EKONOMI

LENGKAP SIAP ORDER



  1. Pengaruh Konflik & Stress Terhadap Prestasi Kerja pada PT. Citra Persadamas Enginindo

  2. Pengaruh Fluktuasi Kurs Dollar Terhadap Volume Transaksi Saham di Bursa Efek Jakarta

  3. Pengaruh Perencanaan Tenaga Edukatif Terhadap Kinerja pada Sekolah Mutiara Bunda Cilegon

  4. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Hotel Patra Jasa Anyer

  5. Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen pada Hotel Mahadria Serang

  6. Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Sekretariat DPRD Provinsi Banten

  7. Pengaruh biaya kualitas produk terhadap volume penjualan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Serang Mill

  8. Pengaruh Perencanaan Sumber Daya Manusia & Pengembangan Terhadap Prestasi Kerja pada PT. Cakrawala Mega Indah

  9. Pengaruh Pengembangan & Pelatihan Terhadap Produktivitas Kerja pada PT. Charoen Pokphand and Indonesia Chicken Processing Plant Cikande

  10. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Pada PT. Panji Waringin Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak

  11. PENGARUH SISTEM ADMINISTRASI KOPENTENSI & MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN KOPRASI UNTIRTA (thesis)

  12. Pengaruh Kepemimpinan & Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan

  13. Pengaruh Konflik & Stress Terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada PT. Citra Persadamas Enginindo

  14. Pengaruh Kepemimpinan & Penilaian Prestasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan pada Kantor Harian Umum Fajar Banten

  15. PENGARUH PIUTANG TAK TERTAGIH (UNCOLLECTIBLE ACCOUNTS) TERHADAP PENILAIAN TINGKAT PIUTANG USAHA (Studi Kasus pada Rumah Sakit Krakatau Medika)” (BARU MASUK)

  16. Pengaruh Premi Dgn Unsur Tabungan & Premi Tanpa Unsur Tabungan Asuransi Syariah Terhadap Return on Equity Perusahaan Asuransi Syariah ”Studi kasus Pada PT Asuransi Takaful Keluarga (BARU MASUK)

  17. PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI DITINJAU DARI SISI FINANSIAL, PSIKOLOGI, & SOSIAL TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN STUDI KASUS PADA PT. BERLIAN JASA TERMINAL INDONESIA (HARGA SPECIAL Rp. 50.000)

  18. PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT TELKOM CABANG BOYOLALI (HARGA SPECIAL Rp. 50.000)

  19. PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PT. NISSIN MAS TANGERANG


Harga Per Skripsi Rata-rata Rp. 150.000,- / Nego

Data dalam bentuk format Ms. Word (bukan hasil scan), dikirim via E-mail

Berminat Hub: Pri crimbun@plasa.com

Mau Satu Paket Skripsi Bahasa Inggris Gratis Klik Disini

KURIKULUM MUATAN LOKAL

KURIKULUM MUATAN LOKAL

A. Latar Belakang

Indonesia terdiri dari lebih dari 3500 buah pulau yg dihuni oleh berbagai suku bangsa yg mempunyai berbagai macam adapt-istiadat, bahasa, kebudayaan, agama, kepercayaan & sebagainya. Berbagai kekayaan alam baik yg terdapat didarat, laut, flora fauna & berbagai hasil tambang yg semuanya merupakan sumber daya alam.

Kebudayaan nasional yg didukung oleh berbagai nilai kebudayaan daerah yg luhur & beradab yg merupakan nilai jati diri yg menjiwai perilaku manusia & masyarakat dalam segenap aspek kehidupan, baik dalam lapangan industri, kerajinan, industri rumah tangga, jasa pertanian (argo industri & argo bisnis), perkebunan, perikanan perternakan, pertaqnian holtikultura, kepariwisataan, pemeliharaan lingkungan hidup sehingga terjadi kesesuaian, keselarasan & keseimbangan yg dinamis.

Kurikulum kecuali mengacu pada karakteristik pebeserta didik, perkembangan ilmu & teknologi pada zamannya juga mengacu kepada kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Penyusunan kurikulum atas dasar acuan keadaan masyarakat tersebut disebut “Kurikulum Muatan Lokal“. Kurikulum muatan lokal keberadaan di Indonesia telah dikuatkan dgn Surat Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan Republik Indonesia dgn nomor 0412/U/1987 tanggal 11 Juli 1987. Sedang pelaksanaannya telah dijabarkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar & menengah Nomor 173/-C/Kep/M/87 tertanggal 7 Oktober 1987.

B. Pengertian Muatan Lokal

Menurut surat keputusan tersebut yg dimaksud dgn kurikulum muatan lokal ialah program pendidikan yg isi & media penyampaiannya dikaitkan dgn lingkungan alam & lingkungan budaya beserta kebutuhan daerah & wajib dipelajari oleh murid didaerah tersebut.

Menurut sejarah, sebelum ada sekolah formal, pendidikan yg berprogram muatan lokal telah dilaksanakan oleh para orang tua pebeserta didik dgn metode drill & dgn trial and error beserta berdasarkan berbagai pengalaman yg mereka hayati. Tujuan pendidikan mereka terutama agar anak-anak mereka dapat mandiri dalam kehidupan. Bahan yg diajarkan ialah bahan yg diambil dari berbagai keadaan yg ada dialam sekitar. Sedang kriteria keberhasilannya ditandai mereka telah dapat hidup mandiri.

Menurut Dirjen Kurikulum Muatan Lokal adalah kurikulum yg di perkaya dgn materi pelajaran yg ada di lingkungan setempat.

Menurut Kurikulum 1994 Kurikulum Muatan Lokal adalah materi pelajaran yg diajarkan secara terpisah, menjadi kajian tersendiri.

Menurut Soewardi Kurikulum Muatan Lokal adalah materi pelajaran & pengenalan berbagai ciri khas daerah tertentu, bukan saja yg terdiri dari keterampilan, kerajinan, tapi jaga manifestasi kebudayaan daerah legenda beserta adat istiadat.

C. Tujuan Kurikulum Muatan Lokal

Secara umum tujuan program pendidikan muatan lokal adalah mempersiapkan murid agar mereka memiliki wawasan yg mantap tentang lingkungannya beserta sikap & perilaku bersedia melestarikan & mengembangkan sumber daya alam ,kualitas sosial, & kebudayaan yg mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat. Tujuan penerapan muatan lokal pada dasarnya dapat dibagi dalam dua kelompok tujuan, yaitu tujuan langsung & tujuan tidak langsung. Tujuan langsung adalah tujuan dapat segera dicapai. Sedangkan tujuan tidak langsung merupakan tujuan yg memerlukan waktu yg relatif lama buat mencapainya. Tujuan tidak langsung pada dasarnya merupakan dampak & tujuan langsung.



a. Tujuan langsung

  1. Bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh murid.

  2. Sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan buat kepentingan pendidikan.

  3. Murid dapat menerapkanpengetahuan & keterampilan yangdipelajarinyabuat memecahkan masalah yg ditemukan di sekitarnya.

  4. Murid lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial & lingkungan budaya yg terdapat di daerahnya.

b. Tujuan tak langsung

1) Murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya.

2) Murid diharapkan dapat menolong orang tuanya & menolong dirinya sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

3) Murid menjadi akrab dgn lingkungannya & terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri.

Dgn menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar maka besar kemungkinan murid dapat mengamati, melakukan percobaan atau kegiatan belajar sendiri. Belajar mencari, mengolah, menemukan informasi sendiri & menggunakan informasi buat memecahkan masalah yg adadi lingkungannya merupakan pola dasar dari belajar. Belajar tentang lingkungan & dalam lingkungan mempunyai daya tank tersendiri bagi seorang anak. Jean Piaget (1958) telah mengatakan bahwa makin banyak seorang anak melihat & mendengar, makin ingin ia melihat & mendengar. Lingkungan secara. keseluruhan mempunyai pengaruh terhadap cara belajar seseorang. Benyamin S. Bloom menegaskan bahwa lingkungan sebagai kondisi, daya & dorongan eksternal dapat memberikan suatu situasi “kerja” di sekitar murid. Karena itu, lingkungan secara keseluruhan dapat berfungsi sebagai daya buat membentuk & memberi kekuatan/dorongan eksternal buat belajar pada seseorang. Landasan teoritik muatan lokal.

  1. Tingkat kemampuan berpikir murid mengharuskan kita menyajikan bahan kajian yg dapat mengembangkan kemampuan berpikir dari tingkatan konkret sampai dgn tingkatan abstrak. Pengembangan kemampuan berpikir ini ditunjang antara lain oleh teori belajar dari Ausubel (1969) & konsep asimilasi dari Jean Piaget (1972) yg pada intinya menyatakan bahwa sesuatu yg baru haruslah dipelajari berdasarkan apa yg telah dimiliki oleh murid. Penerimaan gagasan baru dgn bantuan gagasan/pengetahuan yg telah ada ini sebenarnya telah dikemukakan oleh Johan Friedrich Herbart (1776-1841) yg dikenal dgn istilah apersepsi.

  2. Pada dasarnya anak-anak usia sekolah memiliki rasa ingin tahu yg sangat besar tentang segala sesuatu yg terjadi di lingkungan sekitarnya. Karena itu, mereka selalu akan gembira bila dilibatkan secara mental, fisik & sosialnya dalam mempelajari sesuatu. Mereka akan gembira bila diberikan kesempatan buat menjelajahi lingkungan sekitarnya yg penuh dgn sumber belajar. Dgn menciptakan situasi belajar, bahan kajian & cara belajar mengajar yg menantang & menyenangkan maka aspek kejiwaan mereka yg berada dalam proses pertumbuhan akan dapat ditumbuhkembangkan dgn baik.

Kurikulum sebagai alat buat mencapai tujuan pendidikan.Tujuan pendidikan muatan lokal tentu saja tidak dapat terlepas dari tujuan umum yg tertera dalam GBHN. Adapun yg langsung dapat dipaparkan dalam muatan lokal atas dasar tujuan tersebut diantaranya adalah :

1. Berbudi pekerti luhur, sopan santun daerah disamping sopan santun nasional.

2. Berkepribadian; Punya jati diri & punya kepribadian daerah disamping kepribadian nasional

3. Mandiri : dapat mencukupi diri sendiri tanpa batuan orang lain

4. Terampil, menguasai 10 segi PKK didaerahnya

5. Beretos kerja , cinta akan kerja, makanya dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya.

6. Profesional, mengerjakan kerajinan daerah seperti membatik, membuat anyaman, patung & sebagainya

7. Produktif, dapat berbuat sebagai produsen & bukan hanya sebagai konsumen

8. Sehat jasmani & rohani

9. Cinta lingkungan, dapat menumbuhkan cinta kepada tanah air.

10. Kesetiakawanan sosial, dalam perihal bekerja manusia selalu membutuhkan teman kerja,oleh karenanya akan terjadilah situasi kerja sama & gotong royong.

11. Kreatif –inovatif buat hidup, karena tidak pernah menyia-nyiakan waktu luang,& yg bersangkutan menjadi orang ulet, tekun, rajin & sebagainya

12. Mementingkan pekerjaan yg praktis ; Menghilangkan gaps antara lapangan teori & praktik

13. Rasa cinta budaya daerah & budaya nasional.

Buat penentuan muatan lokal dari pihak Dinas Depdikbud perlu bekerja sama dgn dgn pemerintah daerah, instansi lain yg terkait, ba& swasta & masyarakat agar muatan lokal dapat diterima sebagaimana mestinya







D. Fungsi Muatan Lokal dalam Kurikulum

  • Fungsi Penyesuaian

Sekolah berada dalam lingkungan masyarakat. Karena itu program-program sekolah mesti disesuaikan dgn lingkungan Demikian pula pribadi-pribadi yg ada dalam sekolah hidup dalam lingkungan, sehingga perlu diupayakan agar pribadi dapat menyesuaikan diri & akrab dgn lingkungannya.

  • Fungsi Integrasi

Murid merupakan bagian integral dari masyarakat, karena itu muatan lokal mesti merupakan program pendidikan yg be rfungsi buat mendidik pribadi-pribadi yg akan memberikan sumbangan kepada masyarakat atau berfungsi buat membentuk& mengi ntegrasikan pribadi kepada masyarakat.

  • Fungsi Perbedaan

Pengakuan atas perbedaan berarti pula memberi kesempatan bagi pribadi buat memilih apa yg diinginkannya. Karena itu muatan lokal mesti merupakan program pendidikan yg bersifat luwes, yg dapat memberikan pelayanan terhadap perbedaan minat & kemampuan murid. Ini tidak berarti mendidik pribadi menjadi orang yg individualistik tapi muatan lokal mesti dapat berfungsi mendorong pribadi ke arah kemajuan sosialnya dalam masyarakat.

Terdapat 4 Landasan Demografik Keindahan bangsa & negara Indonesia terletak pada keanekaragaman pola kehidupan dari beratus-ratus suku bangsa yg tersebar di berpuluh-puluh ribu pulau dari Sabang sampai dgn Merauke. Kekaguman terhadap bangsa & negara Indonesia telah dinyatakan oleh hampir seluruh bangsa di dunia, karena keanekaragaman tersebut dapat dipersatukan oleh falsafah hidup bangsa yaitu Pancasila. Keanekaragaman tersebut bukan saja ada pada bidang budayanya saja, tapi juga pada keadaan alam, fauna & floranya beserta kehidupan sosialnya. Semuanya itu merupakan dasar yg sangat penting dalam mengembangkan muatan lokal.

Selain landasan-landasan pemikiran tersebut di atas, pengembangan muatan lokal juga didorong oleh kenyataan yg menunjukkan bahwa banyak murid Sekolah Dasar terpaksa mesti meninggalkan bangku sekolah yg antara lain disebabkan oleh keadaan sosial ekonomi orang tua murid, kurang sesuainya kurikulum sekolah dgn kebutuhan murid.

F. Pengembangan Muatan Lokal

Bahan muatan lokal dapat tercantum pada intra kurikuler, misalnya mata pelajaran kesenian & ketrampilan, bahasa daerah & inggris. Sedang bahan muatan lokal yg dilaksanakan secara ekstra kurikuler bahan dikembangkan dari pola kehidupan dalam lingkungannya.

Karena bahan muatan lokal sifatnya mandiri & tidak terikat oleh pusat, maka peranan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam muatan lokal ini sanagat menentukan . Buat pengembangannya, langkah-langkah yg dapat ditempuh :

1. Menyusun Perencanaan Muatan Lokal

Dalam pelaksanaan proses pembelajaran selalu menyangkut berbagai unsur atau komponen . Menyusun perencanaan muatan lokal juga akan menyangkut berbagai sumber, pengajar, metode, media, dana & evaluasi.

Merencanakan bahan muatan lokal yg akan diajarkan antara lain dgn :

a. Mengidentifikasikan segala sesuatu yg mungkin dapat dijadikan bahan muatan lokal

b. Menyeleksi bahan muatan lokal dgn kriteria sebagai berikut :

1) Sesuai dgn perkembangan & kebutuhan pebeserta didik.

2) Tidak bertengan dgn Pancasila & aturan adat yg berlaku.

3) Letaknya terjangkau dari sekolah.

4) Ada nara sumber baik didalam maupun diluar sekolah.

5) Bahan/ajaran tersebut merupakan ciri khas daerah tersebut.

c. Menyusun GBPP yg bersangkutan

d. Mencari sumber bahan yg tertulis maupun yg tidak tertulis

e. Mengusahan sarana/prasarana yg relevan & terjangkau.

2. Pembinaan & Pengembangan Muatan Lokal

Pembinaan perlua ditangani oleh tenaga-tenaga yg profesioanal & dilakukan secara kontinue, karena dalam pelaksanaan dilapangan kadang-kadang siswa lebih mahir dari pada gurunya , karena siswa sudah biasa melaksanakan kegiatan-kegiatan yg dimaksud, misalnya anak petani, anak pengrajin, bengkel, peternak & sebagainya, yg akibatnya akan terjadi pembuangan tenaga, waktu & biaya.

3. Pengembangan Muatan Lokal

Ada dua arah pengembangan dalam muatan lokal, yaitu :

a. Pengembangan buat jangka jauh

Agar para siswa dapat melatih keahlian & ketrampilan yg sesuai dgn harapan yg nantinya dapat membantu diriny, keluarga, masyarakat & akhirnya membantu pembangunan nusa & bangsanya. Oleh karena itu perkembangan muatan lokal dalam jangka panjang mesti direncanakan secara sistematik oleh sekolah, keluarga, & masyarakat setempat dgn perantara pakar-pakar pada instasi terkait baik negeri maupun swasta. Buat muatan lokal disekolah dasar masih bersifat concentris, kemudian dilaksanakan secara kontinyu disekolah menengah pertama & akan terjadi konvergensi disekolah menengah atas.

b. Pengembangan buat jangka pendek

Perkembangan muatan lokal dalam jangka pendek dapat dilakukan oleh sekolah setempat dgn cara menyusun kurikulum muatan lokal kemudian menyusun GBPP-nya & direvisi setiap saat.

Dalam Pengembangan selanjutnya ada dua perihal yg perlu diperhatikan, yaitu :

  1. Perluasan muatan lokal

Dasarnya adalah bahan muatan lokal yg ada di daerah itu yg terdiri dari berbagai jenis jenis muatan lokal misalnya : pertanian, kalau sudah dianggap cukup ganti peternakan, perikanan, kerajianan & sebagainya. Siswa cukup diberi dasar-dasarnya saja dari berbagai muatan lokal sedang pendalamanya dilaksanakan pada periode berikutnya.

  1. Pendalaman muatan lokal

Dasarnya adalah bahan muatan lokal yg sudah ada kemudian diperdalam samapai mendalam, misalnya masalah pertanian dibicarakan & dilaksanakan mengenai bagaimana cara memupuk, memelihara, mengembangkan, pemasarannya & sebagainya. Oleh karena itu pelajaran ini diberikan pada siswa yg telah dewasa.

Berhasil atau tidaknya pengembangan disekolah tergantung pada :

1 ) Kekreatifan guru.

2) Kesesuaian program

3) Ketersediaan sarana & prasarana

4) cara pengeloaan

5) Kesiapan siswa

6) Partisipasi masyarakat setempat

7) Pendekatan kepala sekolah dgn nara sumber & instansi terkait

Adapun cara menentukan bahan pelajaran muatan lokal buat satu bidang studi dapat dilaksanakan dgn empat cara :

1. Bagi bidang studi yg sudah punya GBPP, disusun pokok bahasan/ sub pokok bahasan, kemudian dipilih bahan mana yg berkriteria muatan lokal.

2. GBPP yg telah dipilih, sesuaikan dgn pola kehidupan masyarakat.

3. Pola kehidupan dalam lingkungan alam, dijadikan sumber sebagai GBPP yg mungkin sesuai dgn GBPP atau tidak sesuai dgn GBPP yg telah ada.

4. Pola kehidupan dalam lingkungan alam, dipilih unsur-unsurnya yg perlu dimasukan dalam program pendidikan kemudian dibuat GBPP.

G. Ruang Lingkup

Ruang lingkup muatan lokal adalah sebagai berikut:

1. Lingkup Keadaan & Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yg terdapat didaerah tertentu yg pada dasarnya berkaitan dgn lingkungan alam, lingkungan social ekonomi, & lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yg diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya buat kelangsungan hidup & peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yg disesuaikan dgn arah perkembangan daerah beserta potensi daerah yg bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk:

a. Melestarikan & mengembangkan kebudayaan daerah

b. Meningkatkan kemampuan & keterampilan di bidang tertentu, sesuai dgn keadaan perekonomian daerah

c. Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris buat keperluan sehari-hari, & menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat)

d. Meningkatkan kemampuan berwirausaha.

2. Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan & kerajinan daerah, adat istiadat, & pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, beserta hal-ha! yg dianggap perlu oleh daerah yg bersangkutan.

H PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL

Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar buat masing-masing pelajaran. Sedangkan buat Mata Pelajaran Muatan Lokal yg merupakan kegiatan kurikuler yg mesti diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi & Kompetensi Dasarnya. Perihal ini membuat kendala bagi sekolah buat menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Pengembangan Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar buat mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yg mudah, karena mesti dipersiapkan berbagai perihal buat dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Ada dua pola pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal dalam rangka menghadapi pelaksanaan KTSP. Pola tersebut adalah:

A. Pengembangan Muatan Lokal Sesuai dgn Kondisi Sekolah disaat ini

Langkah dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal bagi sekolah yg memang tidak mampu mengembangkannya, langkah tersebut adalah:

1. Analisis Mata Pelajaran Muatan Lokal yg ada di sekolah. Apakah masih layak & relevan Mata Pelajaran Muatan Lokal diterapkan di Sekolah? dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yg ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan bagian dari struktur & muatan kurikulum yg terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yg tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan & kebutuhan daerah yg bersangkutan. Perihal ini sejalan dgn upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung & melengkapi kurikuiurn nasional. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan mesti mehgembangkan Standar Kompetensi & Kompetensi Dasar buat setiap jenis muatan lokal yg diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahawa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan local.

Z. Kesimpulan

Kurikulum muatan lokal ialah program pendidikan yg disi & media penyampaiannya dikaitkan dgn lingkungan alam & lingkungan budaya beserta kebutuhan daerah & wajib dipelajari oleh murid didaerah tersebut. Kurikulum muatan lokal diberikan bertujuan buat mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum didalam GBHN.


Sumber bahan muatan lokal dapat diperoleh dari banyak sumber antara lain dari nara sumber, pengalaman lingkungan, hasil diskusi dari para ahli yg relevan & sebagainya. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran selalu menyangkut berbagai unsur atau komponen . Menyusun perencanaan muatan lokal juga akan menyangkut berbagai aspek, antara lain : sumber bahan ajar, pengajar, metode, media, dana & evaluasi

Sebagai salah satu kurikulum baru dalam dunia pendidikan Muatan lokal dalam pembelajarannya banyak ditemukan kendala & rintangan yg ditemukan antara lain dari segi : pebeserta didik, guru, administrasi, sarana & prasarana, bahkan kurikulumnya sendiri. Tapi kendala tersebut lambat laun dapat di minimalisir dgn berbagai metode antara lain dgn mengadakan pelatihan bagi para pengajar, lebih memantapkan GBPP, dgn evaluasi yg berkesinambungan & sebagainya.

Muatan lokal perlu buat diberikan kepada pebeserta didik agar pebeserta didik lebih mengetahui & mencintai budaya daerahnya sendiri, berbudi pekerti luhur, mandiri, kreatif & profesional yg pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta kepada budaya tanah air.





EKSPONEN


  1. TINJAUAN ULANG SIFAT-SIFAT EKSPONEN


Kita masih ingat bahwa eksponen rasional am/n ( a Ñ” R & a > 0, m bilangan bulat, & n bilangan asli lebih dari 1 ) didefinisikan sebagai berikut :

am/n = ( n√ a )m = n√am

Sifat- sifat eksponen bilangan real :

Jika a & b bilangan real positif, beserta x & y bilangan real, maka berlaku hubungan :

  1. ax x ay = ax+y

  2. ( a x b )x = ax x bx

  3. ax : ay = ax-y

  4. ( a : b )x = ax : bx

  5. ( ax )y = ax × y

  6. (i) a-x = 1/ ax

(ii) ax = 1/ a-x


  1. FUNGSI EKSPONEN

Definisi :

Fungsi eksponen dgn bilangan pokok atau basis “a” adalah fungsi yg mempunyai bentuk umum :

f : x ax atau y = f(x) = ax, a > 0 & a ≠ 1

disebut fungsi eksponen dgn daerah asal bilangan real.


C. PERSAMAAN EKSPONEN

Definisi :

Persamaan eksponen adalah sebuah persamaan yg eksponennya mengandung peubah x & tidak menutup kemungkinan bilangan pokoknya juga mengandung peubah x.

  1. Sifat Operasi Bilangan Berpangkat Bulat

    1. am x an = am+n

    2. (am)n = (a)mn

    3. am/an = am-n

    4. (a x b )n = an x bn

    5. (a/b)n = an/bn


2. Sifat Operasi Bilangan Pangkat Rasional

Jika a,b,c Ñ” bilangan real & m,n,p,q Ñ” bilangan bulat positif, maka :

a. am/n . ap/q = am/n + p/q

b. (am/n)p/q = amp/nq

c. am/n : ap/q = am/n – p/q

d. (ab)m/n = am/n . bm/n

e. (a/b)m/n = am/n/bm/n


3. Persamaan Eksponen

Misalkan ada sebuah persamaan f(x) = 2x. Tentukan nilai x apabila f(x) = 8 !

Kita dapat menyelesaikannya dgn membentuk sebuah persamaan f(x) = 2x :

8 = 2x atau 2x = 8 atau 2x = 23

Persamaan yg memuat bentuk eksponen disebut persamaan eksponen.

Persamaan eksponen dapat berbentuk :

a. af(x) = 1

b. af(x) = ap

c. af(x) = ag(x)

d. af(x) = bf(x)

e. af(x) = bg(x)

f. [f(x)]f(x) = [f(x)]g(x)

a & b dinamakan bilangan pokok, a,b > 0 & a,b ≠ 1.

f(x) & g(x) adalah sebuah fungsi aljabar.


Persamaan eksponen dapat diselesaikan dgn menggunakan sifat-sifat persamaan eksponen. Sebelum mempelajari sifat-sifat tersebut sebaiknya kita tinjau kembali bilangan pangkat nol (a0).


Pengertian pangkat nol

Buat setiap a Ñ” bilangan real, maka :

a0 = 1

Keterangan : buat 00 tidak didefinisikan.


4. Sifat – sifat Fungsi Eksponen buat Menyelesaikan Persamaan Eksponen

  1. Sifat fungsi atau eksponen berbentuk af(x) = 1

Jika af(x) = dgn a > 0 & a ≠ 1, maka f(x) = 0

  1. Sifat fungsi atau eksponen berbentuk af(x) = ap

Jika af(x) = ap dgn a > 0 & a ≠ 1, maka f(x) = p

  1. Sifat fungsi atau persaman eksponen berbentuk af(x) = ag(x)

Jika af(x) = ag(x) dgn a > 0 & a ≠1 , makaa f(x) = g(x)

d. Sifat fungsi atau persamaan berbentuk af(x) = bf(x) (a≠b)

Jika af(x) = bf(x) dgn a,b > 0 a,b ≠ 1 beserta a ≠ b, maka f(x) = 0

e. Sifat fungsi atau persamaan eksponen berbentuk af(x) = bg(x)

Penyelesaian persamaan eksponen berbentuk af(x) = bg(x) dgn a,b>0 & a,b≠1 dapat diselesaikan dgn logaritma, yaiu log :

af(x) = log bg(x) atau f(x) log a = g(x) log b

f. Sifat fungsi persamaan eksponen berbentuk [U(x)]f(x) = [U(x)]g(x)

Jika [U(x)]f(x) = [U(x)g(x)] maka nlai x diperoleh dari :

  1. f(x) = g(x)

  2. U(x) = 1

  3. U(x) = 0, jika nilai x memenuhi syarat f(x) ≥ 0 & g(x) > 0

  4. U(x) = -1, jika nilai x memenuhi syarat f(x) & g(x) kedua-duanya ganjil atau kedua-duanya genap.



g. Sifat fungsi persamaan eksponen berbentuk A{af(x)}2 + B{af(x)} + C = 0

Himpunan penyelesaian dari persamaan eksponen A{af(x)}2 + B{af(x)} + C = 0 (a>0 & a≠1, A,B, & C bilangan real & A≠0) dapat ditentukan dgn cara mengubah persamaan eksponen itu ke dalam persamaan kuadrat.


D. PERTIDAKSAMAAN EKSPONEN

Definisi :

Pertidaksamaan Eksponen adalah pertidaksamaan yg eksponennya mengandung peubah x, & tidak menutup kemungkingan bilangan pokoknya juga mengandung peubah x.

Penyelesaian dari pertidaksamaan eksponen menggunakan sifat fungsi monoton naik & sifat fungsi monoton turun pada fungsi-fungsi eksponen baku.


Sifat Fungsi Monoton Naik (a>1)

  • Jika af(x)≥ag(x), maka f(x)≥g(x)

  • Jika af(x)≤ag(x), maka f(x)≤g(x)

Sifat Fungsi Monoton Turun (0<1)


Bentuk Pertidaksamaan Eksponen

Dari fungsi & persamaan eksponen, kita sekarang akan mempelajari pertidaksamaan eksponen. Adapun bentuk pertidaksamaan eksponen yg kita pelajari adalah pertidaksamaan eksponen dgn bilangan pokok yg sama.

af(x )… ag(x)

Keterangan :



CONTOH SOAL & PEMBAHASAN


Sederhanakanlah :

1. 251/3√6 x 251/6√6

Pembahasan :

251/3√6 x 251/6√6 = 251/3√6 + 1/6√6

= 25½ √6

= (25½)√6

= 5√6

2. (303 : 103) x 32

Pembahasan :

(303 : 103) x 32 = 33 x 32

= 35

3. (p6 x p-2)-0,5

Pembahasan :

(p6 x p-2)-0,5 = (p6 – 2)-1/2

= p-2


Tentukan himpunan penyelesaian setiap persamaan eksponen berikut.

4. 3 x - 4 = 1

Pembahasan :

3x - 4 = 1

3x - 4 = 30

x – 4 = 0

x = 4

Hp = {4}

5. 23x – 1 = √8 x + 1

Pembahasan :

23x – 1 = √8x + 1

23x – 1 = 23x + 3


3x – 1 = 3x + 3


.6x – 2 = 3x + 3

3x = 5

x = 5/3

Hp = {5/3}


6. 23x – 6 = 33x – 6

Pembahasan :

23x – 6 = 33x – 6

3x – 6 = 0

x = 2

Hp = {2}


7. 2 x -2x -15 =1

Pembahasan :

2x2 -2x -15 = 1

x2 -2x – 15 = 0

(x -5)(x +3) = 0

x1 = 5 atau x2 = -3

Hp = {5,-3}

8. 3x – 6x + 8 = 5x -6x +8

Pembahasan :

3x -6x + 8 = 5 x2 – 6x + 8

x2 – 6x + 8 = 0

(x - 2)(x - 4) = 0

x = 2 atau x = 4

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {2,4}


9. 22x -12 . 2x + 32 = 0

Pembahasan :

22x – 12 . 2x + 32 = 0

(2x)2 – 12 . (2x) + 32 = 0

Misalkan 2x = y, maka persamaan (2x)2 – 12 . (2x) + 32 = 0 dapat dituliskan menjadi

y2 – 12y + 32 = 0

(y – 4)(y – 8) = 0

y = 4 atau y = 8

2x = 4

2x = 22

x = 2

2x = 8

2x = 23

x = 3

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {2,3}



10. 5-2x + 2 + 74 . 5–x – 3 ≥ 0

Pembahasan :

5-2x + 2 + 74 .5–x - 3 ≥ 0

52(5–x)2 + 74 . 5–x -3 ≥ 0

25{(1/5)x)2 + 74 (1/5)x – 3 ≥ 0

Misalkan (1/5)x = y, sehingga pertidaksamaan 25{(1/5)x}2 + 74(1/5)x - 3 ≥ 0 dapat dinyatakan sebagai 25y2 + 74y – 3 ≥ 0.

25y2 + 74y – 3 ≥ 0

25 y2 + 75y – y – 3 ≥ 0

25y(y + 3) – 1(y + 3) ≥ 0

(y + 3)(25y – 1) ≥ 0

y ≤ -3 atau y ≥ 1/25

(1/5)x ≤ -3, tidak ada nilai x yg memenuhi.

(1/5)x ≥ 1/25

(1/5)x ≥ (1/5)2

x ≤ 2

Jadi, penyelesaian dari pertidaksamaan 5-2x + 2 + 74 . 5–x – 3 ≥ 0 adalah x ≤ 2.










DAFTAR PUSTAKA



Shulthan Habibi, Ravi M. 2005. Pelajaran Matematika Program Studi Ilmu Alam. Sukamaju Depok : Arya Duta

Wirodikromo, Sartono. 2006. Matematika buat SMA Kelas X11. Jakarta : Erlangga


Pengaruh Insentif & Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja


Dalam organisasi hendaklah seorang pemimpin menyadari kebutuhan pegawai yg bersangkutan, dimana organisasi memberikan imbalan atau jasa pegawai yg telah diberikan buat kemajuan organisasi, imbalan tersebut merupakan rangsangan yg telah memberikan motivasinagar memiliki prestasi & kinerja yg baik.

Insentif adalah penghargaan atau ganjaran yg diberikan buat memotivasi para pegawai agar produktivitasnya tinggi & sifatnya tidak tetap atau sewaktu-waktu. Pada dasarnya pemberian insentif bukanlah hak tapi penghormatan terhadap pegawai yg telah menunjukan kemampuannya & prestasi kerja yg baik dalam melaksanakan tugasnya perihal ini dimaksudkan buat memotivasi kerja.

Para ahli manajemen berpendapat bahwa prodktivitas karyawan akan meningkat apabila kepada mereka diberikan insentif, disamping itu juga manajer mesti memberikan petunjuk-petunjuk & pengarahan-pengarahan cara bekerja yg baik kepada karyawan, perihal ini penting penyebab tanpa petunjuk beserta arahan yg jelas mereka akan bekerja tanpa arah sehingga kerja karyawan tidak akan nampak walaupun perusahaan telah memberikan insentif.

Tujuan insentif adalah buat meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga kerja karyawan bergairah berkerja dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan dgn menawarkan perangsang finansial & melebihi upah dasar. Selain buat meningkatkan motivasi kerja insentif bertujuan buat menigkatkan produktivitas kerja dalam melaksanakan tugasnya, karena itu pemberian insentif mesti dalaksanakan tepat pada waktunya, agar dapat mendorong setiap karyawan buat bekerja secara lebih baik dari keadaan sebelumnya & meningkatkan produktivitasnya.

Motivasi akan tumbuh apabila kelayakan akan kebutuhan pegawai terpenuhi, motivasi merupakan perihal yg pertama dalam peningkatan prestasi & kinerja yg baik karena pada dasarnya manusia termotivasi buat mendapatkan perihal yg dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan penilaian tersebut penulis berasumsi bahwa insentif akan mempengaruhi motivasi kerja yg akan memajukan tujuan perusahaan.

Pentingnya motivasi karena motivasi adalah perihal yg menyebabkan, menyalurkan, & mendukung prilaku manusia supaya mau bekerja secara giat sehingga mencapai hasil yg optimal. Suatu perusahaan dapat berkembang dgn baik & mampu mencapai tujuannya, jika para pegawai mempunyai motivasi yg tinggi dalam bekerja, karena seseorang yg termotivasi akan bekerja lebih giat & mengarahkan kemampuannya dgn maksimal sehingga akan dapat menghasilakan produktivitas yg tinggi.


Pemberian insentif, motivasi beserta produktivitas kerja sangat erat kaitannya dimana diantaranya ada hubungannya yg positif, dimana tanpa adanya insentif maka sulit buat memotivasi pegawai & tanpa motivasi yg tinggi dari pegawai buat bekerja maka mungkin tidak terwujud suatu produktivitas kerja yg tinggi dari seorang pegawai. Berbagai upaya dilakukan seorang pemimpin dalam upaya memotivasi pegawainya baik melalui pemberian insentif & cara lainnya. Dgn melihat kenyataan jika seorang pegawai diberi daya perangsang (insentif) akan lebih termotivasi bekerja lebih giat, maka perusahaan atau organisasi tersebut telah maju satu langkah dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawainya.

Kelas cestoda


Cacing pita, taenia solium kebanyakan merupakan parasit yg mana pada tingkat dewasanya hidup dalam saluran pencernaan manusia. Spesies lain yg hampir mirip adalah taeniarinychus (taenia) saginata yg juga merupakan parasit pada manusia. Setiap cacing pita dewasa merupakan flatform yg terdiri dari sebuah kepala sebagai holdfast organ. Scolex & sebagian besar tubuhnya disusun oleh segmen-segmen dalam garis lurus yg berentet. Hewan ini melekat pada dinding saluran pencernaan inangnya menggunakan alat pelekat & penghisap yg ada pada scolexnya, bagian belakag scolex disebut leher dgn ukuran yag pendek yg diikuti oleh sebuah benang proglotid dimana ukurannya secara berangsur-angsur bertambah dari anterior & berakhir pada posterior. Cacing ulat panjangnya mungkin mencapai 1 kaki & mengandung 800-900 segmen. Sejak itu proglotid tumbuh dari leher posterior & berakhir setelah sangat tua. Proglotid yg dihasilkan mungkin sebanding dgn pembentukan ephyrae oleh scyphistom, aurelia & disebut dgn strobilisasi.

Anatomi dari cacing pita ini disesuaikan dgn kebiasaannya sebagai parasit, dimana dia tidak punya saluran pencernaan sehingga makanannya akan langsung diserap oleh dinding tubuhnya. Sistem syarafnya mirip dgn planaria & faciola hepatica tapi tidak berkembang dgn baik Saluran pengeluarannya membujur, bercabang & berakhir didalam sel api. Ujung posteriornya terbuka sehingga zat-zat sisa langsung di eksresikan keluar tubuh.

Setiap lembar segmen pada cacing pita dewasa hampir semua memiliki organ reproduksi. Spermatozoa mula-mula dalam spherical testis yg mana tersebar & dibentuk terus pada setiap segmen yg dikumpulkan dalam sebuah tabung kemudian di bawa ke genital pori melaui vas deferens. Telur berasal dari ovari yg didorong masuk kedalam saluran rahim. Dimana nantinya telur tersebut masuk pada proses pembuahan oleh spermatozoa yg mungkin datang dari proglotid yg sama & turun pada vagina seperti proglotid tua. Uterus menjadi di gembungkan dgn telur & dikirimkan pada cabang yg mati, dimana organ reproduksinya istirahat pada disaat diserap. Ketika proglotid matang maka proglotid tersebut akan dihancurkan & dikeluarkan bersama feces.

Telur pada taenia akan berkembang menjadi embrio dgn 6 alat pelekat ketika ada diluar segmen. Jika mereka dimakan oleh babi mereka akan masuk kedalam saluran pencernaannya kemudian akan berkembang biak didalam tubuh babi tersebut, dimana larvanya akan dikeluarkan bersama dgn feces.


Cestoda yg lain

Cestoda atau cacing pita kebanyakan darinya adalah parasit. Hampir semua merupakan endoparasit dgn hidup dalam sistem pencernaan pada vertebrata & larvanya ada di dalam jaringan vertebrata & invertebrata. Tidak ada sistem pencernaan yg didalamnya terdapat termatoda sederhana seperti cacing pita & nutrisi diserapnya melalui permukaan tubuhnya. Kebanyakan cacing pita berbentuk seperti pita & terdiri dari banyak segmen yg disebut proglotid. Walau bagaimanapun segmen-segmen tersebut tidak seperti segmen yg terdapat pada segmen hewan tak bertulang belakang yg lebih tinggi tingkatannya, seperti anelida. Cacing pita dewasa biasanya terdiri atas kepala/scolex, leher yg pendek, & deretan proglotid yg disebut strobila. Kepala biasanya dilengkapi oleh sepasang alat penghisap & kadang-kadang punya hooklets. Leher tumbuh dari bagian posterior & berakhir pada bagian ujung dimana tidak terdapat segmen lagi. Proglotid bertambah ukurannya karena ada kontraksi & bermacam-macam sistem organ pada tubuhnya.

Proglotid biasanya memiliki alat kelamin baik dibagian lateral maupun pada permukaan, tapi beberapa spesies punya bagian yg terpisah buat keduanya. Tubuhnya ditutupi kutikula karena termatoda & organ internal ototnya merupakan sel parenkim yg juga mengandung kapur. Melingkar, lonitudinal, transversal & otot dorsal-ventral ada pada trematoda & tiga syarafnya terikat pada bagian kepala yg berasal dari serabut syaraf longitudinal. Sistem eksresinya sama seperti apa yg ada pada trematoda.

Cacing pita merupakan hermaprodit. Organ reproduktifnya berbeda misalnya pada taenia organ reproduksi digambarkan buat mengidentifikasi karakteristiknya. Masing-masing proglotid memiliki sepasang organ reproduksi yg lengkap, yaitu ovarium & testis, sehingga dapat mengadakan pembuahan sendiri. Walaupun populasinya sudah diketahui diantara segmen-segmen tapi sering kali terjadi pembuahan silang pada cacing pita yg berbeda. Dibeberapa spesies sel telur dilepaskan dari pori genital, tapi dikebanyakan spesies sel telur disimpan dalam segmen-segmennya sebagai “gravid”, yg terpisah pada tiap lembar segmen didalam feses inang. Elur dalam segmen-segmen ini mengandung embrio yg dapat berkembang menjadi onchosper, ini semua dapat berkembang terus menerus hanya ketika mencerna dirinya sendiri. Onchosper berasal dari telur & lubang yg terdapat dari dinding usus didalam ronga tubuh atau pada jaringan tertentu . onchosper pada cestoda yg lebih rendah berbentuk seperti benang, dimana proscescoidnya berkembang pada inang yg kedua. Larva tertentu pada cestoda yg lebih tinggi disebut cysticerciod yg mempunyai rongga walaupun belum sempurna & masih dalam proses pembentukan ekor. Rongga yg sebenarnya sudah ada pada : cysticercus dibagian kepala, coenurus yg besar & berasal dari kemunculan banyak scolex, & echinococcus atau hidatid.


KLASIFIKASI CESTODA


Yaitu divisi yg dibagi kedalam dua subclass. Subclass pertama yaitu cestodaria yg mempunyai proglotid & mempunyai larva dgn sepuluh tahapan & biasanya memiliki sepuluh alat pelekat. Tapi cestoda itu sudah mempunyai lapisan epidermis & sistem pencernaan, & hanya mempunyai organ pelengkap pada bagian anterior, & hampir merupakan parasit pada iakn laut. Subclass yg lain yaitu eucestoda. Hampir semua spesies cestoda masuk kedalam eucestoda kebanyakan setelah dewasa memiliki prolottid.

Eucesroda tebagi kedalam 11 ordo tapi hanya 2 ordo yg merupakan parasit pada mamalia yaitu : pseudophylidae & cyclophylidae. Organ pelekatnya terdapat pada kepala yg dilengkapi dgn alat pelekat, alat penghisap, bothria, & othridia.

  1. Ordo Proteocephalide

Cacing pita kecil, scolex denagan 4 alat penghisap, vitellaria sebagai pita samping, parasit pada ikan, amphibi, & reptil.

  1. Ordo Tetraphyllidea

Cacing pita berukuran sedang,scolex dgn 4 bothridia, vitterallia di bagian samping, parasit pada ikan elasmobranch, calliobothrium certicillatum terjadi dikatup spiral pada mulut anjing laut.

  1. Ordo Disculieptidea

Hanya satu species yg dikenal dari ikan elasmobranch, scolex hanya satu & tersebar dibagian anterior, siklus hidupnya belum diketahui.

  1. Ordo Lecanicephalidea

Variabel scolex pada bagian anterior & posterior dilegkapi oleh 4 alat penghisap, parasit pada ikan elasmobranch,

  1. Ordo Pseudophyllidea

Cacing pita yg kecil atau besar, sclexnya punya dua pothria, pitelaria sebagai polikel yg tersebar pada pori uterine yg terbuka di permukaan, parasit pada ikan, burung & mamalia,. Kebanyakan ada pada manusia khususnya pada wanitapada bothriocephalus latus yg mempunyai dua inang intermediet, pada copepod daikan air tawar. Panjangnya dapat mencapai 20 kaki & usianya lebihdari 20th & dapat juga menjadi penyebab symptoom seperti anemia pada laki-laki

  1. Ordo Trypanorhynchydea

Scolexnya terdiri dari 2 atau 4 bothria & 4 rectractile, proboscides berduri & tubuhnya memanjang. Pori alat kelaminnya terletak dipinggir. Ketika dalam keadaan larva merupakan parasit pada ikan teleoste & setelah dewasa menjadi parasit pada ikan elasmobranch

  1. Ordo cycophyllidea


Scolrxnya mempunyai 4 alat penghisap & juga dilengkapi oleh rostellum, tidak ada pori uterin, vitellarianya ada di posterior sedangkan ovarinya ada di lateral. Proglotidnya pecah dari srtobila ketika ia hampir mati, telurnya tidak operculate & ochospernya tidak bersilia terdapat pada taenidae. Salah satu yg termasuk ordo ini adalah taenia solium yg merupakan parasit pada manusia, taenia fisiform pada kucing & anjing yg memproduksi larva ketika pada tubuh inang.

  1. Ordo Apollidea

Variabel scolex, biasanya besar dgn 4 sucker, tidak bersegmen & parasitkecil pada angsa & bebek

  1. Ordo Nippotaeniidea

Scolexnya memiliki 1 sucker dibagian anterior, punya beberapa proglotid & parasit pada ikan di jepang & rusia

  1. Ordo Caryphylidea

Bentuknya tidak bersegmen, parasit pada pisces & oligocaetae, berkembang dgn reproduksi seksual, procercoid disaat larva & hanya memiliki beberapa spesies.

  1. Ordo Spatheathridea

Variabel scolex tidak punya p[roglotid eksternal & parasit pada ikan yg hendakbertelur & ikan laut.

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids air tanah anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain di jual diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sertifikat tanah sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet