TEKNOLOGI BUDIDAYA ORGANIK
TEKNOLOGI BUDIDAYA ORGANIK
Oleh : Dr. Ir. Ririen Prihandarini MS
Pendahuluan
Memasuki abad ke-21 banyak keluhan-keluhan masyarakat utamanya masyarakat menengah ke atas tentang berbagai penyakit seperti stroke, penyempitan pembuluh darah, pengapuran, & lain-lain, yg disebabkan pola makan. Banyak sekali bahan makanan yg diolah dgn berbagai tambahan bahan kimia. Disamping itu budaya petani yg menggunakan pestisida kimia dgn frekuensi & dosis berlebih akan menghasilkan pangan yg meracuni tubuh konsumen. Adanya logam-logam berat yg terkandung di dalam pestisida kimia akan masuk ke dalam aliran darah. Bahkan makan sayur yg dulu selalu dianggap menyehatkan, kini juga mesti diwaspadai karena sayuran banyak disemprot pestisida kimia berlebih.
Pada disaat ini satu dari empat orang Amerika mengkonsumsi produk organik. Di negara itu, laju pertumbuhan produk organik sangat luar biasa, yakni lebih dari 20 % setiap tahunnya dalam sepuluh tahun terakhir ini, & perihal tersebut membuat pertanian organik tumbuh sangat cepat dalam mengisi sektor ekonomi (Wood, Chaves & Comis, 2002). Dalam era globalisasi, pasar sayuran organik sangat terbuka & disaat ini Australia telah mengambil peluang ini dgn mengekspor sayuran organik ke pasar Amerika, beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman & Perancis, Jepang, juga ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia & Singpura (McCoy, 2001). Keadaan ini juga dicermti negara Asia seperti Thailand yg sejak tahun 1995 telah mengeluarkan standarisasi & sertifikasi tentang produk organik (ACT, 2001).
Peluang Indonesia menjadi produsen pangan organik dunia, cukup besar. Disamping memiliki 20% lahan pertanian tropic, plasma nutfah yg sangat beragam, ketersediaan bahan organik juga cukup banyak. Namun menurut IFOAM (International Federation of Organic Agricultural Movement) Indonesia baru memanfaatkan 40.000 ha (0.09%) lahan pertaniannya buat pertanian organik, sehingga masih diperlukan berbagai program yg saling sinergis buat menghantarkan Indonesia sebagai salah satu negara produsen organik terkemuka
Indonesia yg beriklim tropis, merupakan modal SDA yg luar biasa dimana aneka sayuran, buah & tanaman pangan hingga aneka bunga dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Survey BPS (2000) menunjukkan produksi sayuran di Indonesia, diantaranya bawang merah, kubis, sawi, wortel & kentang berturut-turut 772.818, 1.336.410, 484.615, 326.693 & 977.349 ton pada total area seluas 291.192 Ha. Selanjutnya survey yg dilakukan oleh Direktorat Tanaman Sayuran, Hias & Aneka Tanaman menunjukkan bahwa kebutuhan berbagai sayuran di 8 pasar swalayan di Jakarta sekitar 766 ton per bulan, dimana sekitar 5 % adalah sayuran impor (Rizky, 2002).
Sistem Pertanian Organik
Sejak tahun 1990, isu pertanian organik mulai berhembus keras di dunia. Sejak disaat itu mulai bermunculan berbagai organisasi & perusahaan yg memproduksi produk organik. Di Indonesia dideklarasikan Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) pada tgl 1 Februari 2000 di Malang. Di Indonesia telah beredar produk pertanian organik dari produksi lokal seperti beras organik, kopi organik, teh organik & beberapa produk lainnya. Demikian juga ada produk sayuran bebas pestisida seperti yg diproduksi oleh Kebun Percobaan Cangar FP Unibraw Malang. Walaupun demikian, produk organik yg beredar di pasar Indonesia sangat terbatas baik jumlah maupun ragamnya.
Pertanian organik dapat didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yg menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik buat pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida. Dilarangnya penggunaan bahan kimia sintetik dalam pertanian organik merupakan salah satu kendala yg cukup berat bagi petani, selain mengubah budaya yg sudah berkembang 35 tahun terakhir ini pertanian organik membuat produksi menurun jika perlakuannya kurang tepat.
Di sisi lain, petani telah terbiasa mengandalkan pupuk anorganik (Urea, TSP, KCl dll) & pestisida sintetik sebagai budaya bertani sejak 35 tahun terakhir ini. Apalagi penggunaan pestisida, fungisida pada petani sudah merupakan perihal yg sangat akrab dgn petani kita. Itulah yg digunakan buat mengendalikan serangan sekitar 10.000 spesies serangga yg berpotensi sebagai hama tanaman & sekitar 14.000 spesies jamur yg berpotensi sebagai penyebab penyakit dari berbagai tanaman budidaya.
Alasan petani memilih pestisida sintetik buat mengendaliakan OPT di lahannya a.l. karena aplikasinya mudah, efektif dalam mengendalikan OPT, & banyak tersedia di pasar. Bahkan selama enam dekade ini, pestisida telah dianggap sebagai penyelamat produksi tanaman selain kemajuan dalam bidang pemuliaan tanaman. Pestisida yg beredar di pasaran Indonesia umumnya adalah pestisida sintetik.
Sistem Pertanian Organik adalah sistem produksi holistic & terpadu, mengoptimalkan kesehatan & produktivitas agro ekosistem secara alami beserta mampu menghasilkan pangan & serat yg cukup, berkualitas & berkelanjutan (Deptan 2002).
Sebenarnya, petani kita di masa lampau sudah menerapkan sistem pertanian organik dgn cara melakukan daur ulang limbah organik sisa hasil panen sebagai pupuk. Namun dgn diterapkannya kebijakan sistem pertanian kimiawa yg berkembang pesat sejak dicanangkannya kebijakan sistem pertanian kimiawi yg berkembang yg berkembang pesat sejak dicanangkannya Gerakan Revolusi Hijau pada tahu 1970-an, yg lebih mengutamakan penggunaan pestisida & pupuk kimiawi, walaupun buat sementara waktu dapat meningkatkan produksi pertanian, pada kenyataannya dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan pada sifat fisik, kimia, & biologi tanah, yg akhirnya bermuara kepada semakin luasnya lahan kritis & marginal di Indonesia.
Sistem pertanian organik sebenarnya sudah sejak lama diterap kan di beberapa negara seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan & Amerika Serikat (Koshino, 1993). Pengembangan pertanian organik di beberapa negara tersebut mengalami kemajuan yg pesat disebabkan oleh kenyataan bahwa hasil pertanian terutama sayur & buah segar yg ditanam dgn pertanian sistem organik (organic farming system) mempunyai rasa, warna, aroma & tekstur yg lebih baik daripada yg menggunakan pertanian anorganik (Park 1993 dalam Prihandarini, 1997).
Selama ini limbah organik yg berupa sisa tanaman (jerami, tebon, & sisa hasil panen lainnya) tidak dikembalikan lagi ke lahan tapi dianjurkan buat dibakar (agar praktis) sehingga terjadi pemangkasan siklus hara dalam ekosistem pertanian. Bahan sisa hasil panen ataupun limbah organik lainnya mesti dimanfaatkan atau dikembalikan lagi ke lahan pertanian agar lahan pertanian kita dapat lestari berproduksi sehingga sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud.
Teknik Budidaya Organik
Teknik Budidaya merupakan bagian dari kegiatan agribisnis mesti berorientasi pada permintaan pasar. Paradigma agribisnis : bukan Bagaimana memasarkan produk yg dihasilkan, tapi Bagaimana menghasilkan produk yg dapat dipasarkan. Terkait dgn itu, teknik budidaya mesti mempunyai daya saing & teknologi yg unggul. Usaha budidaya organik tidak bisa dikelola asal-asalan, tapi mesti secara profesional. Ini berarti pengelola usaha ini mesti mengenal betul apa yg dikerjakannya, mampu membaca situasi & kondisi beserta inovatif & kreatif. Berkaitan dgn pasar (market), tentunya usaha agribisnis mesti dilakukan dgn perencanaan yg baik & berlanjut, agar produk yg telah dikenal pasar dapat menguasai & mengatur pedagang perantara bahkan konsumen & bukan sebaliknya.
Teknik budidaya organik merupakan teknik budidaya yg aman, lestari & mensejahterakan petani & konsumen. Berbagai sayuran khususnya buat dataran tinggi, yg sudah biasa dibudidayakan dgn sistem pertanian organik, diantaranya : Kubis (Brassica oleraceae var. capitata L.), Brokoli (Brassica oleraceae var. italica Plenk.), Bunga kol (Brassica oleraceae var. brotritys.), Andewi (Chicorium endive), Lettuce (Lactuca sativa), Kentang (Solanum tuberosum L.), Wortel. (Daucus carota).
Sayuran ini, mengandung vitamin & serat yg cukup tinggi disamping juga mengandung antioksi& yg dipercaya dapat menghambat sel kanker. Semua jenis tanaman ini ditanam secara terus menerus setiap minggu, namun ada juga beberapa jenis tanaman seperti kacang merah (Vigna sp.), kacang babi (Ficia faba), Sawi (Brassica sp) yg ditanam pada disaat tertentu saja sekaligus dimanfaatkan sebagai pupuk hijau & pengalih hama. Ada juga tanaman lain yg ditanam buat tanaman reppelent (penolak) karena aromanya misalnya Adas.
Dalam upaya penyediaan media tanam yg subur, penggunaan pupuk kimia juga dikurangi secara perlahan. Buat memperkaya hara tanah, setiap penanaman brokoli selalu diberi pupuk kandang ayam dgn dosis 20 ton/ha. Lahan bekas tanaman brokoli selanjutmya dirotasi dgn tanaman wortel yg dalam penanamannya tidak perlu lagi diberi pupuk kandang. Nantinya setelah tanaman wortel dipanen atau 100 hari kemudian, lahan tersebut dapat ditanami brokoli kembali.
Pupuk Organik
Peningkatan mutu intensifikasi selama tiga dasawarsa terakhir, telah melahirkan petani yg mempunyai ketergantungan pada pupuk yg menyebabkan terjadinya kejenuhan produksi pada daerah-daerah intensifikasi padi. Keadaan ini selain menimbulkan pemborosan juga menimbulkan berbagai dampak negatif khususnya pencemaran lingkungan. Oleh karena itu perlu upaya perbaikan agar penggunaan pupuk dapat dilakukan seefisien mungkin & ramah lingkungan.
Adanya kejenuhan produksi akibat penggunaan pupuk yg melebihi dosis, selain menimbulkan pemborosan juga akan menimbulkan berbagai dampak negatif terutama pencemaran air tanah & lingkungan, khususnya yg menyangkut unsur pupuk yg mudah larut seperti nitrogen (N) & kalium (K).
Selain itu, pemberian nitrogen berlebih disamping menurunkan efisiensi pupuk lainnya, juga dapat memberikan dampak negatif, diantaranya meningkatkan gangguan hama & penyakit akibat nutrisi yg tidak seimbang. Oleh karena itu, perlu upaya perbaikan guna mengatasi masalah tersebut, sehingga kaidah penggunaan sumber daya secara efisien & aman lingkungan dapat diterapkan.
Efisiensi penggunaan pupuk disaat ini sudah menjadi suatu keharusan, karena industri pupuk kimia yg berjumlah enam buah telah beroperasi pada kapasitas penuh, sedangkan rencana perluasan sejak tahun 1994 hingga disaat ini belum terlaksana. Di sisi lain, permintaan pupuk kimia dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat, diperkirakan beberapa tahun mendatang Indonesia terpaksa makin banyak mengimpor pupuk kimia. Upaya peningkatan efisiensi telah mendapat dukungan kuat dari kelompok peneliti bioteknologi berkat keberhasilannya menemukan pupuk organik yg dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia. Pengembangan industri pupuk organik mempunyai prospek yg cerah & menawarkan beberapa keuntungan, baik bagi produsen, konsumen, maupun bagi perekonomian nasional.
Upaya pembangunan pertanian yg terencana & terarah yg dimulai sejak Pelita pertama tahun 1969, telah berhasil mengeluarkan Indonesia dari pengimpor beras terbesar dunia menjadi negara yg mampu berswasembada beras pada tahun 1984. Namun di balik keberhasilan tersebut, akhir-akhir ini muncul gejala yg mengisyaratkan ketidakefisienan dalam penggunaan sumber daya pupuk. Keadaan ini sangat memberatkan petani, lebih-lebih dgn adanya kebijakan penghapusan subsidi pupuk & penyesuaian harga jual gabah yg tidak berimbang.
Beberapa penelitian yg menyangkut efisiensi penggunaan pupuk, khususnya yg dilakukan oleh kelompok peneliti bioteknologi pada beberapa tahun terakhir, sangat mendukung upaya penghematan penggunaan pupuk kimia. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan peningkatan daya dukung tanah dan/atau peningkatan efisiensi produk pupuk dgn menggunakan mikroorganisme. Penggunaan mikroorganisme pada pembuatan pupuk organik, selain meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, juga akan mengurangi dampak pencemaran air tanah & lingkungan yg timbul akibat pemakaian pupuk kimia berlebihan.
Industri pupuk organik disaat ini mulai tumbuh & berkembang, beberapa perusahaan yg bergerak dibidang pupuk organik cukup banyak bermunculan, antara lain seperti ; PT Trimitra Buanawahana Perkasa yg bekerjasama dgn PT Trihantoro Utama bersama Pemda DKI Jakarta & Pemkot Bekasi yg disaat ini akan mengolah sampah kota DKI Jakarta, PT Multi Kapital Sejati Mandiri yg bekerjasama dgn Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) & Pemda Kabupaten Brebes Jawa Tengah yg mengolah sampah kota & limbah perdesaan. PT PUSRI selain memproduksi pupuk kimia, disaat ini bersama PT Trihantoro Utama & Dinas Kebersihan Pemda DKI Jakarta juga memproduksi pupuk organik. Sampah & limbah organik diolah dgn menggunakan teknologi modern dgn penambahan nutrien tertentu sehingga menghasilkan pupuk organik yg berkualitas.
Penggunaan pupuk organik bermanfaat buat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia, sehingga dosis pupuk & dampak pencemaran lingkungan akibat penggunaan pupuk kimia dapat secara nyata dikurangi. Kemampuan pupuk organik buat menurunkan dosis penggunaan pupuk konvensional sekaligus mengurangi biaya pemupukan telah dibuktikan oleh beberapa hasil penelitian, baik buat tanaman pangan (kedelai, padi, jagung, & kentang) maupun tanaman perkebunan (kelapa sawit, karet, kakao, teh, & tebu) yg diketahui selama ini sebagai pengguna utama pupuk konvensional (pupuk kimia). Lebih lanjut, kemampuannya buat mengurangi dampak pencemaran lingkungan terbukti sejalan dgn kemampuannya menurunkan dosis penggunaan pupuk kimia.
Beberapa hasil penelitian di daerah Pati, Lampung, Magetan, Banyumas, organik terbukti dapat menekan kebutuhan pupuk urea hingga 100 persen, TSP/SP36 hingga 50 persen, kapur pertanian hingga 50 persen. Biaya yg dihemat mencapai Rp. 50.000/ha, sedangkan produksi kedelai meningkat antara 2,45 hingga 57,48 persen. Keuntungan yg diperoleh petani kedelai naik rata-rata p. 292.000/ha, terdiri dari penghematan biaya pemupukan sebesar Rp. 50.000/ha, & kenaikan produksi senilai Rp. 242.000/ha (Saraswati et al., 1998).
Aplikasi pupuk organik yg dikombinasikan dgn separuh takaran dosis standar pupuk kimia (anorganik) dapat menghemat biaya pemupukan. Pengujian lapang terhadap tanaman pangan (kentang, jagung, & padi) juga menunjukkan hasil yg menggembirakan, karena selain dapat menghemat biaya pupuk, juga dapat meningkatkan produksi khususnya buat dosis 75 persen pupuk kimia (anorganik) ditambah 25 persen pupuk organik (Goenadi et. al., 1998). Pada kombinasi 75 persen pupuk kimia (anorganik) ditambah 25 persen pupuk organik tersebut biaya pemupukan dapat dihemat sebesar 20,73 persen buat tanaman kentang ; 23,01 persen buat jagung ; & 17,56 persen buat padi. Produksi meningkat masing-masing 6,94 persen buat kentang, 10,98 persen buat jagung, & 25,10 persen buat padi. Penggunaan pupuk organik hingga 25 persen akan mengurangi biaya produksi sebesar 17 hingga 25 persen dari total biaya produksi.
Dgn adanya diversifikasi produk dari pupuk organik ini maka prospek pengembangan industri pupuk organik ke depan akan semakin menguntungkan sehingga lahan pekerjaan baru akan semakin luas.
Pengendalian Hama & Penyakit yg Organik
Pertanian organik dapat didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yg menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik buat pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida. Dilarangnya penggunaan bahan kimia sintetik dalam pertanian organik merupakan salah satu penyebab rendahnya produksi.
Di sisi lain, petani telah terbiasa mengandalkan pestisida sintetik sebagai satu-satunya cara pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) khususnya hama & penyakit tumbuhan. Seperti diketahui, terdapat sekitar 10.000 spesies serangga yg berpotensi sebagai hama tanaman & sekitar 14.000 spesies jamur yg berpotensi sebagai penyebab penyakit dari berbagai tanaman budidaya. Alasan petani memilih pestisida sintetik buat mengendaliakan OPT di lahannya a.l. karena aplikasinya mudah, efektif dalam mengendalikan OPT, & banyak tersedia di pasar.
Cara-cara lain dalam pengendalian OPT selain pestisida sintetik, pestisida biologi & pestisida botani antara lain yaitu cara pengendalian menggunakan musuh alami, penggunaan varietas resisten, cara fisik & mekanis, & cara kultur teknis.
Pestisida dapat berasal dari bahan alami & dapat dari bahan buatan. Di samping itu, pestisida dapat merupakan bahan organik maupun anorganik.
Secara umum disebutkan bahwa pertanian organik adalah suatu sistem produksi pertanian yg menghindarkan atau menolak penggunaan pupuk sintetis pestisida sintetis, & senyawa tumbuh sintetis.
OPM versus IPM
Ada istilah yg juga penting buat diketahui yaitu Organik Pest Management (OPM), yaitu pengelolaan hama & penyakit menggunakan cara-cara organik. Selama ini telah lama dikenal istilah Pengendalian Hama Terpadu atau Integrated Pest Management (IPM). Persamaan diantara keduanya adalah bagaimana menurunkan populasi hama & patogen pada tingkat yg tidak merugikan dgn memperhatikan masalah lingkungan & keuntungan ekonomi bagi petani. Walaupun demikian, ada perbedaan-nya yaitu bahwa pestisida sintetik masih dimungkinkan buat digunakan dalam PHT, walaupun penggunaannya menjadi ‘bila perlu’.
‘Bila perlu’ berarti bahwa aplikasi pestisida boleh dilakukan bila cara-cara pengendalian lainnya sudah tidak dapat mengatasi OPT padaperihal OPT tersebut diputuskan mesti dikendalikan karena telah sampai pada ambang merugikan.
Bila dalam PHT masih digunakan pestisida sintetik, maka PHT tidak dapat dimasukkan sebagai bagian dalam pertanian organik. Akan tetapi, bila pestisida sintetik dapat diganti dgn pestisida alami, yg kemudian disebut sebagai pestisida organik, atau cara pengendalian lain non-pestisida maka PHT dapat diterapkan dalam pertanian organik.
Cara-Cara Pengendalian Non-Pestisida yg Aman Lingkungan
Banyak cara pengendalian OPT selain penggunaan pestisida yg dapat digunakan dalam pertanian organik. Salah satunya yaitu dgn menghindarkan adanya OPT disaat tanaman sedang dalam masa rentan. Cara menghindari OPT dapat dilakukan dgn mengatur waktu tanam, pergiliran tanaman, mengatur jarak tanam ataupun dgn cara menanam tanaman secara intercropping.
Selain itu, penggunaan varietas tahan merupakan suatu pilihan yg sangat praktis & ekonomis dalam mengendalikan OPT. Walaupun demikian, penggunaan varietas yg sama dalam waktu yg berulang-ulang dgn cara penanaman yg monokultur dalam areal yg relatif luas akan mendorong terjadinya ras atau biotipe baru dari OPT tersebut.
Cara fisik & mekanis dalam pengendalian OPT dapat dilakukan dgn berbagai upaya, antara lain dgn sanitasi atau membersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sakit atau hama. Selain itu, hama dapat diambil atau dikumpulkan dgn tangan. Hama juga dapat diperangkap dgn senyawa kimia yg disebut sebagai feromon, atau menggunakan lampu pada malam hari. Hama juga dapat diusir atau diperangkap dgn bau-bauan lain seperti bau bangkai, bau karet yg dibakar & sebagai-nya. Penggunaan mulsa plastik & penjemuran tanah setelah diolah dapat menurunkan serangan penyakit tular tanah. Hama dapat pula dikendalikan dgn cara hanya menyemprotkan air dgn tekanan tertentu atau dikumpulkan dgn menggunakan penyedot mekanis.
Pengendalian dgn cara biologi merupakan harapan besar buat pengendalian OPT dalam pertanian organik. Cara ini antara lain menyang-kut penggunaan tanaman perangkap, penggunaan tanaman penolak (tanaman yg tidak disukai), penggunaan mulsa alami, penggunaan kompos yg memungkinkan berkembangnya musuh alami dalam tanah, & penggunaan mikroba sebagai agen pengendali.
|
| M-BIO merupakan kultur campuran mikroba yg menguntungkan dgn paten CMF-21 diantaranya ; Bakteri Pelarut Fosfat, Lactobacillus sp, Yeast, & Azospirillum sp. Hanya memerlukan waktu sampai 7 (tujuh) hari maka bahan-bahan organik dapat difermentasikan secara sempurna sehingga menjadi PORASI (Pupuk Organik Cara Fermentasi) yg berkualitas. |
|
|
| 1. Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi. 2. Melarutkan P yg tidak tersedia menjadi bentuk P yg tersedia bagi tanaman. 3. Mengikat Nitrogren udara 4. Menghasilkan berbagai enzim & hormon sebagai senyawa bioaktif buat pertumbuhan tanaman. 5. Menurunkan kadar BOD & COD perairan 6. Menekan bau busuk.
|
|
|
| ~ Petani pemakai & produsen pupuk organik ~ Pemasok pupuk organik ~ Pengusaha tanaman, peternakan & tambak ~ Pengolah limbah organik & TPA sampah kota.
|
|
|
|
|
|
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.. | N P K S Mo Fe Mn B | = 0,5 % = 0,1 ppm = 14,6 ppm = 1,9 ppm = 0,2 ppm = 23,6 ppm = 0,5 ppm = 0,1 ppm
|
|
| a. Buat Membuat Porasi Dosis M-BIO : 1 Liter buat 1 ton bahan organik |
| |
|
| Cara Membuat Porasi Larutkan 5 ml (1 sendok makan) M-BIO & 5 gram gula dalam setiap 1 liter air. Siramkan ke dalam bahan-bahan organik yg masih segar (jerami, hijauan, kotoran ternak, dll) yg telah disiapkan atau dipotong-potong sampai merata dgn kelembaban 50% (adonan jika dikepal air tidak keluar & jika dibuka kepalannya adonan mekar). Tutup dgn karung Goni atau bahan lain lalu biarkan. Untuk mempertahankan suhu, maka setiap 4 - 8 jam sekali adonan dibolak-balik selama 4 - 7 hari sehingga adonan tidak panas & tidak bau. Jika masih bau tambahkan kembali larutan M-BIO dgn perlakuan seperti di atas. | ||
|
| b. | Buat Kestabilan Pertumbuhan Tanaman Lakukan Penyemprotan (penyiraman) dgn konsentrasi 1 ml M-BIO per 1 liter air setiap minggu |
|
|
| c. | Buat Ternak Buat Menjaga kesehatan ternak, diminumkan 1 ml M-BIO per 5 - 10 liter air setiap hari. Sedangkan buat menekan bau kandang semprotkan 5 ml M-BIO per 1 liter air. |
|
|
| d. | Buat Tambak / Ikan Buat Sanitasi kolam & pertumbuhan plankton berikan M-BIO sebanyak 5 - 10 ml per 1 liter air atau dgn dosis 5 - 10 liter / ha. |
|
|
| e. | Penyimpanan Simpan ditempat yg kering dgn suhu kamar |
|
JAMUR (FUNGI)
Merupakan organisme tingkat rendah yg belum mempunyai akar, batang, daun sehingga disebut dgn tumbuhan tallus. Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluller) & bersel banyak (multiseluller). Sel berbentuk benang (hifa). Hifa akan bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman yg disebut miselium.
Sel bersifat eukaryotik, tidak mempunyai klorofil, sebagai parasit atau saprofit. Menyukai hidup pada tempat yg lembab & tidak menyukai akan adanya cahaya.
Alat reproduksi berupa :
- gametangium : penghasil gamet jantan & betina
- sporangium : penghasil spora seksual & spora aseksual
Cara reproduksi :
- generatif : dgn peleburan dua buah gamet
- vegetatif : - spora vegetatif
- fragmentasi (pemisahan)
- membelah diri
- tunas (budding)
Fungi dapat dibedakan menjadi 5 devisio yaitu :
- Oomycotina
- Zygomycotina
- Ascomycotina
- Basidiomycotina
- Deuteromycotina
a. Devisio Oomycotina
Hifa tidak bersekat, reproduksi aseksual dgn zoospora yg mempunyai 2 flagel, reproduksi seksual dgn bersatunya gamet jantan & gamet betina membentuk oospora.
contoh :
- Saprolegnia, merupakan jamur air yg tumbuh pada bangkai serangga juga pada luka ikan
- Phytophthora infestans, parasit pada tanaman kentang
- Phytophthora faberi, parasit pada tanaman karet
- Phytophthora nicotinae, parasit pada tanaman tembakau
- Phytophthora palmivora, parasit pada tanaman kelapa
- Pythium, penyakit busuk pada kecambah tembakau, kina, bayam & penyebab busuk pada tanaman kemiri, jahe, tembakau, nanas, bayam.
b. Devisio Zygomycotina
Tubuh terdiri atas hifa yg bercabang, ada yg bersekat & ada yg tidak bersekat dgn dinding sel mengandung kitin.
contoh :
- Rhizopus stolonifer, terdaapat pada tempe
- Rhizopus oryzae, terdapat pada tempe
- Rhizopus nigricans, terdapat pada teempe
- Chlamidomucor oryzae,
- Mucor mucedo, terdapat pada kotoran hewan & roti.
- Mucor javanicus, terdapat pada ragi & tape.
- Pilobolus crystallinus, hidup pada kotoran hewan.
- Sclerospora maydis, parasit pada butir jagung.
- dll.
Zygomycotina terjadi pembiakan seksual & aseksual. Pembiakan seksual terjadi karena adanya 2 macam hifa yaitu hifa positif & hifa negatif.
Buat lebih jelasnya kita perhatikan pembiakan seksual pada Rhizopus.
Tahap-tahapnya :
- hifa dari talus positif & talus negatif saling berdekatan.
- tumbuh cabang benang hifa dari hifa positif & hifa negatif yg berdekatan, diujung benang hifa tadi tumbuh bakal gametangium.
- bakal gametangium berubah menjadi gametangium yg berisi banyak inti haploid (n).
- dinding gametangium pecah & inti positif bergabung dgn inti negatif membentuk inti diploid (2n), persatuan dua gametangium positif & negatif membentuk zigospora yg berisi banyak inti diploid.
- zigospora tumbuh dindingnya menebal & berwarna hitam, di dalamnya juga berisi makanan cadangan antara lain lemak. inti diploid hanya satu yg hidup yg lain mengalami degenerasi.
Inti ini membelah secara meiosis & hanya satu yg dapat hidup terus. Zigospora akan beristirahat dalam waktu yg lama.
- setelah lama istirahat spora dapat tumbuh jika ada substrat yg cocok, membentuk sporangium dgn sporangiofor. Inti haploid membelah secara meiosis menjadi inti spora yg terbentuk pada sporangium.
- jika sporangium matang dindingnya akan robek & sporanya akan tersebar, menghasilkan spora negatif & spora positif.
- spora tumbuh menjadi miselium yg baru.
c. Devisio Ascomycotina
Merupakan kelompok jamur yg terbesar, jamur ini hidup secara parasit & menimbulkan penyakit pada tanaman jeruk, tembakau, jahe, pepaya, coklat, teh, tebu, padi. Tapi jamur ini ada yg bermanfaat yaitu saccharomyces, aspergillus, penicillium, neurospora.
Beberapa ascomycotina ada yg hidup bersimbiosis dgn algae hijau & algae biru membentuk lumut kerak.
contoh :
- Saccharomyces cerevisiae, mengubah glukosa menjadi alkohol & CO2 dalam proses fermentasi sehingga banyak digunakan sebagai pengembang roti & kue.
reaksi :
C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + energi
(glukosa) (alkohol)
- Saccahromyces ellipsoides, utnuk fermentasi cairan buah anggur menjadi minuman anggur.
- Saccharomyces tuac, buat mengubah air nira menjadi tuak
- Apergillus niger, buat menjernihkan sari buah & penyebab otomycosis.
- Aspergillus oryzae, buat melunakan adonan roti.
- Aspergillus wentii, buat pembuatan kecap, tauco, sake, asam nirat & asam oksalat.
- Aspergillus flavus, penghasil racun olfatocsin.
- Penicillium notatum penghasil zat aantibiotik
- Penicillium chrysogenum penghasil zat antibiotik
- Penicillium glaucum, hidup pada sisa roti & nasi
- Neurospora (Monilia sitophila), buat pembuatan oncom
- Trichoderma, penghasil enzim selulosa dalam jumlah yg cukup besar & berfungsi buat mencerna selulosa.
b. Devisio Basidiomycotina
Tubuh multiseluller terdiri atas hifa yg bersekat. Hidup terestrial saprofit, parasit atau membentuk mikorhiza. Tubuh buah disebut basidiokarp yaitu tempat terbentuknya basidium & & basidium terbentuk spora basidium. Basidiokarp tersusun atas basidiun-basidium yg di dalamnya berisi spora (basidiospora). Basidium ada yg terdiri atas satu sel & ada yg bersekat-sekat terbagi menjadi 4 bagian sel.
Basidiokarp berbentuk pipih, berombak, seperti payung (supa), bulat bertangkai, lunak, keras seperti kayu.
Reproduksi aseksual dgn fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dgn membentuk spora pada basidium.
contoh :
- Volvariella volvacea (jamur merang) disebut juga champignon atau juga jamur merang karena hidup saprofit pada merang atau tangkai padi (jerami), jamur ini dapat dimakan.
- Schleroderma aurantium (jamur so), bagian glebanya dapat dimakan.
- Pucinna graminis (jamur karat), parasit pada tumbuhan gramineae.
- Auricularia polytrica (jamur kuping), dapat dimakan.
- Clavaria zippelli (supa mayang), hidup saprofit pada tanah di hutan.
- Ganoderma applanatum (jamur kayu)
- Agaricus malleus, parasit pada jeruk
- Exobasidium vexan, parasit pada teh
- Corticium salmonicolor, parasit pada ranting tumbuhan
- Ustilago maydis, parasit pada jagung
- dll
e. Devisio Deuteromycotina
Dikenal dgn fungi imperfecti, yaitu cendawan yg tidak sempurna karena belum diketahui tingkat seksualnya. Pembiakan aseksual dgn konidium seperti pada ascomycotina.
contoh :
- Helminthosporium oryzae, merusak kecambah & menyerang buah-buahan sehingga menimbulkan noda-noda pada daun inang & buah yg terserang berwarna hitam.
- Alternaria, penyebab busuk pada tanaman budidaya, tomat & kentang.
- Fusarium, menyerang tanaman kubis, tomat, padi pisang dll.
- Epidermophyton floocosum, penyakit kaki atlit pada manusia.
- Epidermophyton, penyebab penyakit kurap
- Mikrosporium, penyebab penyakit kurap
- Trighophyton, penyebab penyakit kurap
- dll.
Mikorhiza
Adalah hidup simbiosis antara jamur dgn akar tanaman (pinus). Biasanya jamur yg dapat bersimbiosis dgn akar tanaman pinus adalah jamur zygomycotina, ascomycotina, basidiomycotina.
Mikorhiza terdiri dari 2 macam, yaitu :
a. Ektomikorhiza : hidup antara jamur dgn tanaman pinus, apabila hifanya tidak menembus ke dalam akar tapi hanya pada sampai lapisan epidermis.
Dgn adanya ektomikorhiza akar tanaman tidak memerlukan lagi bulu-bulu akar. Melalui jamur ini tanaman dapat memperoleh air atau unsur lainnya. Jamur ini tidak dapat hidup tanpa bersimbiosis dgn akar tanaman.
b. Endomikorhiza : hidup antara jamur dgn tanaman, apabila hifanya dapat menembus sampai ke dalam (korteks).
Jamur ini biasanya terdapat tanaman anggrek, kol, bit & beberapa jenis pohon lain. Endomikorhiza dapat hidup tanpa bersimbiosis dgn tanaman inangnya. Jamur ini membantu pertumbuhan bintil akar tanaman Leguminoceae & mempercepat fiksasi nitrogen.
Liken (Lumut kerak)
Adalah hidup simbiosis antara jamur dgn algae. Liken merupakan hasil simbiosis antara jamur ascomycotina atau basidiomycotina dgn algae hijau atau algae biru. Lumut kerak dapat kita temukan pada kulit pohon & batu-batuan. Talus liken berbentuk tipis yg tersusun atas miselium & hifa. Setiap liken mempunyai bentuk & warna beserta habitat tertentu yg mempunyai ketergantungan pada jenis-jenis & algae yg ada.
Jamur pada liken memperoleh makanan dari hasil fotosintesis algae, & memperoleh air atau mineral dari jamur. Inilah yg menunjukan adanya simbiosis antara jamur & algae. Lumut kerak melekat pada batu-batuan menggunakan rizoidnya. Bila terjadi perobahan cuaca & kelembaban, maka liken akan melepaskan fragmen talus & zat kimia sehingga dapat melapukan permukaan batuan tersebut dgn demikian liken akan tetap hidup.
Karena sifat di atas liken disebut dgn tumbuhan pioner (tumbuhan pertama atau pemula yg dapat mencapai pada lahan yg baru.
contoh :
- Usnea barbata & Usnea dasypoga : buat obat tuberculosis, pengahsil antibiotik asam usnin.
- Parmelia acetubulum : berupa lembaran seperti kulit, hidup di pohon & batu-batuan.
Peranan jamur dalam kehidupan :
a. Menguntungkan :
- Bidang industri makanan & minuman :
Rhizopus oryzae, jamur pada tempe
Saccharomyces cerevisiae, pada tape, alkhohol & roti
Saccharomyces ovale, pada tape, alkohol & roti.
Saccharomyces sake, jamur pada sake
Aspergillus wentii, pada pembuatan kecap
Aspergillus oryzae, buat tape
Penicellium camemberti, buat peembuatan keju
Penicellium roqueforti, buat pembuatan keju
Volvariela volvacea, jamur merang.
- Bidang kedokteran :
Penicellium notatum, buat antibiotik
Penicellium chrysogenum, buat antibiotik
- Bidang pertanian :
jamur membantu mengembalikan kesuburan tanah , sebagai organisme pengurai.
b. Merugikan :
- Pada manusia : Aspergillus nidulans, Aspergillus niger. Keduanya menyebabkan penyakit pada telinga (otomikosis).
Deuteromycetes, menyebabkan penyakit kulit (dermatomikosis).
- Pada hewan : Aspergillus fumigatus, menyebabkan penyakit paru-paru burung (aspergilosis).
- Pada tanaman : Phytophthora infestan, penyakit pada kentang.
Phytophthora nicotianae, penyakit pada tembakau.
Phytophthora faberi, penyakit pada karet.
- Jamur penghasil racun :
Aspergillus flavus, penghasil racun oflaktoksin.
Amanita phaloides, penghasil racun falin, yg dapat merusak sel darah merah.
Tehnik Pengukuran Produktivitas Kerja
Secara umum, menurut Drs. M Sinungan (2003:23) bahwa pengukuran produktivitas berarti perbandingan yg dapat dibedakan dalam tiga jenis yg berbeda :
Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dgn pelaksanaan secara historis dgn yg tidak menunjukan apakah pelaksanaan sekarang ini memuaskan, namun hanya mengetengahkan apakah menigkat atau berkurang beserta tingkatannya.
Perbandingan antara satu unit (perorangan tugas, seksi, proses) dgn lainnya. Pengukuran seperti ini menunjukan secara relative.
Perbandingan pelaksanaannya dgn targetnya, & inilah yg terbaik, penyebab memusatkan perhatian pada sasaran/tujuan.
Buat menyusun perbandingan-perbandingan ini perlulah mempertimbangkan tingkatan daftar susun & perbandingan pengukuran produktivitas.
Dampak Krisis AS Terhadap Ekonomi Indonesia
Krisis ekonomi Amerika Serikat (AS) sangat berdampak terhadap masyarakat khususnya tenaga kerja. Departemen Tenaga Kerja AS baru saja mengumumkan jumlah pengangguran mencapai 6,1 persen jauh lebih tinggi dari prediksi yg diakibatkan krisis AS. Jumlah ini meningkat menyusul Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ribuan tenaga kerja akibat krisis ekonomi.Perubahan tingkat strategi kebijakan DPR AS terhadap paket kebijakan penyelamatan ekonomi atau RUU Bailout dgn dana sebesar US$ 700 miliar ternyata belum mendongkrak kepercayaan pasar. Fase persetujuan DPR atas RUU Bailout, harga saham- saham di pasar New York justru melemah, pasar belum yakin RUU Bailout mampu mencegah terjadinya krisis.Kalangan investor masih meragukan resolusi RUU Bailout bisa menggairahkan industri keuangan & visa kredit. Reaksi negatif muncul umumnya disebabkan meningkatnya angka pengangguran.
Sebelumnya DPR AS sempat menolak RUU yg sama dgn alasan pasar uang yg mesti menyelesaikan krisis financial ini. Gagalnya RUU Bailout di tangan DPR AS mengakibatkan Indeks Dow Jones mengalami penurunan 777 poin, penurunan ini menurut data pasar uang AS adalah penurunan terbesar dalam waktu 1 hari, buat itulah Presiden Bush langsung menenangkan pasar dgn menekankan bahwa pintu penyelamatan ekonomi AS tertutup.Hingga akhirnya DPR AS menyetujui RUU Bailout tersebut. Senator Barack Obama yg kini menjadi calon presiden dari Partai Demokrat adalah salah satu senator yg menyetujui RUU tersebut. Persetujuan Senat tersebut disertai beberapa perubahan mencapai kelonggaran pada gaji perorangan & usaha kecil beserta menaikkan batas tabungan masyarakat yg dijamin pemerintah dari 100 ribu dolar menjadi 250 ribu dolar. & perubahan ini pun menghasilkan dukungan lintas partai di DPR.Begitu juga dgn negara Eropa seperti Prancis langsung memompa dana lebih dari 8,5 miliar dolar, & pemerintah Irlandia juga menempatkan jaminan tanpa batas.
Hampir semua negara terkena dampaknya, tidak terkecuali Indonesia. Sudah banyak diberitakan di berbagai media massa, krisis keuangan global itu berdampak terhadap pasar saham Indonesia.Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia terkoreksi sangat tajam ke level 1.400-1.500 dibandingkan puncaknya pada level 2.800 pada akhir 2007.Dari sisi perdagangan luar negeri, Indonesia mesti segera mengantisipasi pelemahan ekspor, baik harga maupun permintaan (volume). Harga berbagai komoditas ekspor utama Indonesia seperti minyak sawit mentah (CPO),minyak bumi, hasil-hasil perkebunan & pertambangan turun cukup signifikan (dalam beberapa kasus sampai lebih dari 50%).Permintaan terhadap komoditas beserta barang ekspor nonmigas yg berupa barang manufaktur Indonesia juga mulai menunjukkan penurunan. Mulai banyak diberitakan adanya cancellation atau pengurangan order buat sisa order tahun 2008. Perihal ini mulai dirasakan buat alas kaki, tekstil,garmen,kerajinan tangan,& mebel. Pengurangan permintaan ini kemungkinan berlanjut hingga 2009, khususnya buat tujuan pasar yg sedang terkena krisis ekonomi seperti Amerika, Eropa, & Jepang.
Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat memperkirakan 2 sampai 3 tahun ke depan AS mesti kerja keras buat mengatasi krisis perekonomiannya. Menurutnya, dunia usaha & pemerintah Indonesia mesti segera mencari pasar alternatif, sehingga produk ekspor tidak terganggu.
Menurut MS Hidayat kinerja ekspor Indonesia akan terpengaruh, akan menurun meski pun AS bukan tujuan ekspor terbesar tapi ekspor utama seperti tekstil & garmen, produk-produk pertanian yg menjadi koridor intensif industri padat karya, tentu akan berpengaruh & mesti ditanggulangi dgn cara klasifikasi market.Sementara Ekonom UGM Sri Adiningsih menilai sampai sejauh ini pemerintah Indonesia belum mempunyai langkah strategis buat mengantisipasi dampak krisis financial AS, padaperihal jika krisis financial AS tidak segera teratasi maka dampaknya terhadap perekonomian Indonesia bisa lebih buruk dibanding krisis ekonomi tahun 1998. Sri Adiningsih kuatir, karena pasar keuangan Indonesia yg beberapa tahun terakhir ini banyak didukung oleh dana jangka pendek sementara kita tau bahwa dana jangka pendek internasional menurut pengamatannya itu di atas US$ 50 miliar sehingga kalau tidak hati-hati terhadap arus balik tentunya dampaknya akan merusak sekali
Ini saatnya bagi dunia usaha Indonesia buat lebih memanfaatkan peluang pasar domestik, melakukan diversifikasi pasar & produk usaha.Perusahaanperusahaan yg akan survive adalah perusahaan-perusahaan dgn pasar yg terdiversifikasi antara pasar domestik & ekspor.Diversifikasi pasar ekspor perlu terus dilakukan dgn memanfaatkan peluang pasar-pasar nontradisional Indonesia seperti negara-negara Eropa Timur & Timur Tengah.Selain itu pengusaha mesti meningkatkan daya saing produk beserta melakukan diversifikasi jenis produk. Pengusaha mesti semakin kreatif mengantisipasi dampak krisis keuangan global ini. Tidak kalah pentingnya bagi pengusaha adalah menjaga hubungan industrial tetap kondusif.Manajemen perusahaan & serikat pekerja mesti mulai mengantisipasi permasalahan perburuhan yg akan muncul seperti ancaman PHK, pengurangan jam kerja, pengurangan upah/ gaji, penggunaan tenaga kerja kontrak & outsourcing.