BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH
(Pleurotus ostreatus)

Dasar teori
Budidaya jamur merupakan salah satu budidaya yg tidak mengenal musim & tidak membutuhkan tempat yg luas.Jenis-jenis jamur yg umum dibudidayakan ialah jamur merang(Volvariella volvaceae),jamur tiram (Pleurotus ostreatus),jamur kuping (Auricularia polytricha),jamur payung (Lentinus edodes),& jamur kancing (Agaricus Sp).Hasil panen jamur tersebut tak hanya buat mencukupi kebutuhan dalam negeri bahkan ada juga yg di ekspor,seperti jamur kancing & jamur payung. Media buat pertumbuhan jamur dapat menggunakan limbah yaitu limbah pertanian(merang & daun pisang) & limbah industri (serbuk gergaji). Ramuan atau campuran yg digunakan sebagai media juga bermacam-macam,sedangkan metode yg digunakan buat budidaya jamur ini juga bermacam-macam,seperti cara ilmiah, konvensional,tradisional,& semi modern.

Tujuan
Mempelajari cara budidaya jamur tiram putih

Alat & bahan
@ Alat:
Kompos,drum buat mengukus,rak buat menyimpan media jamur,inkas buat pembibitan (inokulasi),Ph meter,termometer,pinset,semprotan atau sprayer,pipa paralon buat cincin,spirtus,alkohol 90% kantong plastik transparan,kertas roti,karet gelang,sekop,ember,& wadah buat mencampur media.
@ Bahan :
Buat pembuatan paket sedang, dibutuhkan antara lain sebagai berikut:
• Seabuk gergaji kayu kering 105 kg.
• Dedak halus 21 kg
• Tepung jagung 10,5 kg
• Tsp murni 0,6 kg
• Kapur halus/gamping 0,6 kg
• Kapuk 1 kg
• Bibit 3 botol
• Air secukupnya
Buat satu paket sedang bisa menghasilkan 200 -300 media

Cara kerja
• Campur bahan yg ada sesuai takaran & aduk secara merata
• Masukan air ke dalam campuran secukupnya & perhatikan ketika bahan diperas tidak keluar airnya (kandungan air 80 % dari bahan kering ).air yg digunakan tidak boleh mengandung kaporit.
• Bahan campuran tersebut selanjutnya dimasukan ke dalam plastik,diikat,& didiamkan selama 48 jam buat pengomposan.
• Bahan yg telah mengalami pengomposan dimasukan ke dalam plastik transparan tapi jangan sampai penuh.Masukan sisa plastik ke ring cincin paralon lalu ikat dgn karet gelang,bagian yg berlubang ditengah cincin diisi kapuk secukupnya kemudian ditutup kertas roti & diikat dgn kater galang.
• Bahan yg sudah dibungkus plastikdimasukan kedalam drum buat proses pengusukan .Air buat mengukus hanya 25 cm dari dasar drum.Lamanya proses pengukusan 9 jam dgn suhu 85oc.
• Setelah selesai pengukusan ,media-media tersebut didinginkan minimal 5 jam kemudian buka cincinnya buat memasukan bibit jamur.
• Setelah selesai memasukan bibit jamur,media didiamkan selama 40-50 hari sampai jamur tumbuh & siap dipanen.

Catatan
Persyaratan tumbuh jamur adalah sebagai berikut:
1. Suhu pada masa pertumbuhan miselium 25-290c.& suhu pada masa produksi 25-600c
2. Kelembapan 80%-90% dgn kandungan 25%-60%.
3. Media tanam memiliki pH 5,5-7.
4. Pencahayaan hanya diperlukan sedikit saja.

Persyaratan pencegahan hama & penyakit adalah sebagai berikut:
1. Alat-alat mesti betul-betul steril & bersih
2. Ruangan & inkas tempat pembibitan mesti steril
3. Orang yg melakukan pembibitan mesti bersih ,dalam arti tangan mesti disemprot dulu dgn alkohol.

Proses panen:
Panen pertama akan dimulai setelah 40 hari sejak ditanam bibit yg selanjutnya dilakukan setiap60 hari 3 kali panen. Kalau pameliharaannyabaik bisa berumur 6-8 bulan

FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI KENAKALAN REMAJA & CARA PENANGGULANGANNYA DI DESA LEBAK WANGI KECAMATAN SEPATAN KABUPATEN TANGERANG.

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Masa remaja adalah masa akan beralihnya ketergantungan hidup kepada orang lain. Dia mulai menentukan jalan hidupnya. Selama menjalani pembentukan kematangan dalam sikap, berbagai perubahan kejiwaan terjadi, bahkan mungkin kegoncangan. Kondisi semacam ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana dia tinggal. Pada sisi lain remaja seringkali tidak mempunyai tempat mengadu buat memecahkan masalah yg dihadapinya. Sehingga sebagai pelarian remaja seringkali terjerumus, seperti mabuk-mabukan, narkotika & tindak kriminalitas.
Kenakalan remaja sudah menjadi masalah di semua negara. Setiap tahun tingkat kenakalan remaja ini menunjukan peningkatan, sehingga mengakibatkan terjadinya problema sosial.
Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam pembentukan jiwa remaja. Bagi remaja yg ternyata salah memilih tempat atau kawan dalam bergaulnya. Maka yg akan terjadi kemudian adalah berdampak negatif terhadap perkembangan pribadinya. Tapi, bila dia memasuki lingkungan pergaulan yg sehat, seperti memasuki organisasi pemuda yg resmi diakui oleh pemerintah, sudah tentu berdampak positif bagi perkembangan kepribadiannya.
Kenakalan remaja akhir-akhir ini yg sangat mengkhawatirkan adalah akibat pengaruh dari lingkungan sosial. Gejala-gejala kejahatan yg muncul merupakan akibat dari proses perkembangan pribadi remaja yg sedang berupaya mencari identitas diri.
Atas dasar itulah, maka penulis akan mencoba membahas masalah tersebut dalam suatu penelitian yg berjudul: “Faktor-Faktor Yg Mempengaruhi Kenakalan Remaja & Cara Penanggulannya”.

B. Identifikasi masalah.
Sejalan dgn masalah di atas, maka identifikasi masalah berkenaan dgn penelitian sebagai berikut:
1. Dgn makin berkembang ilmu pengetahuan & teknologi yg sedang digalakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sedikit mempengaruhi daerah sosial sekitarnya.
2. Dgn datangnya kebudayaan dari kota-kota besar, maka para remaja usia sekolah sebagian besar gaya & perilaku orang-orang kota.
3. Kurangnya mendapat perhatian dari orang tua menyebabkan para remaja lebih suka mencari kesengan sendiri.
4. Kenyataan yg ada, kenakalan remaja selalu meresahkan masyarakat, maka orang tua, guru, & masyarakat mencoba mencari jalan keluarnya & penanggungannya.

C. Pembatasan & Perumusan Masalah
1. Berdasarkan identifikasi masalah, maka penelitian hanya membatasi masalah pada faktor-faktor yg mempengaruhi kenakalan-kenakalan remaja & cara penanggulannya di Desa Lebak Wangi Kec. Sepatan Kab. Tangerang.
2. Perumusan Masalah.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis memutuskan masalahnya sebagai berikut: “faktor-faktor apa yg mempengaruhi kenakalan remaja di Desa Lebak Wangi & bagaimana cara penganggualannya.


D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian adalah:
1. Buat mendapatkan data tentang faktor-faktor yg mempengaruhi terhadap kenakalan remaja, khususnya di Desa Lebak Wangi.
2. Buat mengetahui tingkat perhatian orang tua terhadap anaknya.
3. Buat mendapatkan data tentang kenakalan remaja & upaya penganggulangannya.

E. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembinaan para remaja, baik secara teoritis maupun praktis.
a. Kegunaan Secara Teoritis.
1. Hasilnya dapat memberikan sumbangan dalam perkembangan mata kuliah pembinaan generasi muda sebagai bagaian tak terpisahkan dari pendidikan luar sekolah.
2. Buat dikaji & dipelajari oleh para mahasiswa yg mengambil program studi pendidikan luar sekolah.
b. Kegunaan Secara Praktis.
• Bagi Lembaga.
1. Buat meneliti kebenaran dari penelitian sebelumnya pada obyek yg sama.
2. Sebagai bahan kajian buat memperoleh data tentang timbulnya kenakalan remaja.
• Bagi Masyarakat.
1. Sebagai pedoman buat mengetahui latar belakang beserta timbulnya kenakalan remaja.


F. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisannya terbagi menjadi tiga bab sebagai berikut:
Bab 1 berisikan pendahuluan, yg di dalamnya memuat latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan & perumusan masalah, tinjauan penelitian, kegunaan penelitian. Bab II tinjauan pustaka, bab ini membahas tentang deskrifsi teori, kerangka berfikir & hipotesis penelitian. Bab III metodelogi penelitian, pada bab metode penelitian , instrumen penelitian, populasi & sampel, tekhnik pengolahan & analisa data, tempat & waktu penelitian.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA.


A. Deskripsi Teori
1.1 Pengertian Kenakalan
Suatu perbuatan dikatakan desinkuen apabila perbuatan-perbuatan itu bertentangan dgn norma-norma yg ada di masyarakat di mana ia hidup. Suatu perbulatan anti sosial dimana di dalamnya terkandung unsur-unsur anti normatif.
Menurut Sudarsono kenakalan adalah:
“Bukan hanya merupakan perbuatan anak yg melawan hukum semata, akan tapi juga termasuk di dalamnya perbuatan yg melanggar norma masyarakat.”
Dgn demikian masalah-masalah sosial yg timbul karena perbuatan remaja dirasakan sangat mengganggu, & merisaukan kehidupan masyarakat, bahkan sebagian anggota masyarakat menjadi terancam hidupnya.

1.2. Pengertian Remaja.
Remaja adalah suatu tingkat umur, dimana anak bukan anak kecil lagi, akan tapi tidak dipandang lagi dewasa. Jadi remaja adalah umur yg membatasi antara umur anak-anak & dewasa (1975:28).
Dgn dapat disimpulkan, bahwa pada masa usia remaja terbagi berbagai perubahan yg sangat cepat baik pada jasmani, tingkat emosi, sosial, akhlak & kecerdasan. Dalam menghadapi perubahan yg cepat itu, biasanya diusia remaja sering mengalami kesukaran. Kondisi ini akan memungkinkan anak buat terjerumus kepada dekodasi moral. Jika orang tuanya kurang memperhatikan kebutuhan & memberikan kasih sayang.


1.3. Faktor-faktor yg Mempengaruhi Kenakalan Remaja, Kartini Kartono:
A. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yg dapat mempengaruhi terhadap perkembangan seseorang. Dalam perihal ini Zahra Idris, mengemukakan bahwa: “Lingkungan adalah suatu pengaruh dari luar yg mempengaruhi perkembangan anak, rumah tangga, keadaan ekonomi, pendidikan & tempat tinggal”(1990:73).
B. Keluarga yg berantakan.
C. Lingkungan sosial & budaya.

1.4. Cara Penanggulangan Remaja Sebagai Berikut:
1. Meningkatkan pengertian remaja akan dirinya.
2. Menciptakan hubungan baik dgn orang tua.
3. Pendidikan agama.
4. Bimbingan hidup bermasyarakat.

B. Kerangka Berfikir.
Dalam melakukan penelitian sudah menjadi keharusan buat membuat kerangka berfikir yg kebenarannya dapat diterima, & berfungsi sebagai titik tolak penelitian.
Adapun kerangka berfikir yg dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Pembinaan generasi muda diarahkan buat mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa & pembangunan nasional dgn memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme & budi pekerti luhur (GBHN tahun 1999).
2. Kenakalan remaja adalah tingkah laku individu yg bertentangan dgn pendapat umum yg dianggap sebagai akseptual & baik oleh suatu lingkungan atau hukum yg berlaku di suatu masyarakat yg berbudaya (Kusmanto, 1985.7).
3. Tinggi rendahnya kualitas remaja oleh berbagai faktor, antara lain pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan & hasil pembinaan keluarga.

C. Hipotesis Penelitian.
Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap sesuatu soal, yg dimaksud sebagai tuntunan dalam penyelidikan buat mencarki jawaban yg sebenarnya (Surakhmad, 1994:39).
Dalam penelitian ini penulis mempunyai hipotesis sebagai berikut:
1. Faktor yg menyebabkan kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap anak.
2. Pentingnya pembinaan generasi muda agar memberikan bekal keterampilan.

C. Studi Perpustakaan.
Studi ini dimaksudkan buat mendapatkan landasan-landasan teori berupa pendapat para ahli yg berhubungan dgn masalah yg akan diteliti. Penulis menggunakan tehnik ini dgn cara membaca, mempelajari buku-buku, laporan penelitian.

D. Populasi & Sampel Penelitian.
1. Populasi.
Menurut Winarno Suharmad (1982:83) populasi adalah sekelompok subjek baik manusia,nilai tes, tanda-tanda ataupun peristiwa yg dijadikan subjek penelitian.
Dalam penelitian ini yg menjadi populasi adalah anak remaja yg berjumlah 50 orang.

2. Sampel.
Sampel adalah contoh, representa, wakil dari populasi yg cukup besar jumlahnya, yaitu bagian dari keseluruhan yg dipilih, & respreseritatif sifatnya dari keseluruhan (Kartini Kartono, 1990:124).
Adapun yg dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu penulis membagi 2 dari jumlah populasi yaitu 50:2 maka sampel penelitian ini sebanyak 25 anak remaja.

E. Tehnik Pengolahan & Analisa Data.
Adapun langkah-langkah yg ditempuh dalam melakukan pengolahan data & analisa data adalah sebagai berikut:
1. Seleksi Data.
Pada tahap ini peneliti menyeleksi data yg telah terkumpul dgn maksud buat mengadakan penelitian pada yg benar-benar representatif, sehingga sesuai dgn tujuan penelitian.
2. Klarifikasi Data.
Kegiatan ini dilakukan buat melakukan pengelompokan data sebagai hasil jawaban responden buat menentukan kategori jawaban responden yg telah terkumpul guna memudahkan pengolahan data & pengumpulan data.

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Metode Penelitian.
Metode penelitian merupakan cara ilmiah buat memperoleh data. Keterangan-keterangan beserta fakta-fakta yg ada hubungannya dgn masalah penelitian. Menurut Sugiyono (1994) “metode penelitian merupakan cara ilmiah yg digunakan buat mendapatkan cara dgn tujuan-tujuan tertentu”.
Dari uraian tersebut penulis mengambil kesimpulan tentang metode penelitian. Yaitu suatu kerja yg diliputi tindakan ilmiah dalam upaya mengungkapkan permasalahan yg menjadi objek penelitian. Adapun metode yg digunakan dalam penelitian ini adalah metode destritif, yaitu yg mempunyai tujuan dapat mendeskrifsikan apa-apa terjadi disaat ini. Di dalamnya terdapat upaya pencatatan deskrifsi.
Analisa & menginterfretasikan kondisi yg sekarang terjadi.

B. Instrumen Penelitian
1. Penyusunan alat pengumpul data.
Buat memudahkan dalam melakukan penelitian maka penulis menyusun suatu alat pengumpulan data yaitu:
a. Angket.
Angket adalah penelitian yg dilaksanakan dgn menyebarkan suatu alat Draf pernyataan secara tertulis kepada responden dgn harapan mendapat jawaban seperlunya (Kartini Kartono, 1980:20)
Tehnik ini merupakan alat pengumpulan data yg utama buat mengumpulkan data.

b. Observasi.
Observasi yaitu study yg disengaja yg sistematis tentang masalah sosial & gejala-gejala alam dgn cara mengamati & mencatat (Kartini Kartono 1990:157).
Observasi dilakukan buat mengumpulkan data sebagai pendukung dari teknik angket melalui kegiatan ini peneliti dapat melihat, mengamati, mengenal & mengidentifikasi masalah yg akan diteliti.
c. Tabulasi Data.
Setelah data diseleksi & diklasifikasikan kemudian disusun & dituangkan dalam tabel sesuai dgn hasil data yg diperoleh.
d. Interprestasi Data.
Buat melakukan interprestasi data maka diperlukan perhitungan yg digunakan sebagai analisa data yaitu:
1. Perhitungan dgn presentase.
2. Ketentuan mengenai penafsiran terhadap presentase dgn rumus yaitu:


P: Presentase jawaban.
F: Frekuensi jawaban responden
N: Jumlah responden.
Dari perhitungan data di atas maka penulis dapat menafsirkan dgn kriteria sebagai berikut:
0% : Tidak seorang pun.
1%-49% : Sebagian kecil.
50% : Lebih dari setengah.

70%-99% : Sebagian besar.
100% : Seluruhnya.

E. Tempat & Waktu Penelitian.
Tempat & waktu penelitian ini dilakukan di Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang dgn waktu penelitian 3 hari.


DAFTAR PUSTAKA.
Conny R. Semiawan. Pendidikan anak dalam keluarga, Jakarta, Nasehat Perkawinan, 1991.
Gunarsa. Psikolog Remaja, Jakarta, BPK, Gunung Mulya, 1981.
Kartini Kartono. Phatologi Sosial Kenakalan Remaja, Jakarta, Rajawali, 1979.
Andi Mapiare, Psikologi Remaja, Surabaya, Usaha Nasional, 1988.
Zakiah Darajat, Problem Remaja di Indonesia, Jakarta, Bulan Bintang, 1978.

KEPEMIMPINAN

BAB II
SIFAT KEPEMIMPINAN

Masalah dasar kepemimpinan adalah pengembangan skill yg secara konstruktif mempengaruhi pihak bawahan buat mencapai tujuan-tujuan yg diharapkan.
Akibatnya adalah seorang pemimpin ingin memperbaiki kemampuannya buat mempengaruhi pihak lain, perlu mengerti dirinya sendiri, bawahannya, situasi dimana kelompok bekerja & teknik-teknik komunikasi.

1. HUBUNGAN MANAJEMEN DGN KEPEMIMPINAN
Kita perlu mengingat bahwa istilah manajer & leader sering dicampurbaurkan, bukanlah merupakan istilah sinonim.
Seorang manajer mengkoordinasi aktivitas kooperatif dgn jalan melaksanakan fungsi-fungsinya berupa :
a. perencanaan
b. pengawasan
c. Pengorganisasian
d. Penempatan
e. Memberi Pengarahan
Buat mencapai tujuan, pihak manajer menggunakan kepemimpinan yakni proses mempengaruhI pihak bawahannya agar mereka terangsang buat memberikan sumbangsih efektif bagi aktifitas kooperatif tersebut.
Melalui kerjasama, manajer maupun bawahan dapat mengharapkan mencapai berbagai kepuasan pribadi mereka sampai suatu tingkat yg tidak dapat dicapai oleh usaha individu.
Maka seorang manajer memerlukan kemampuan kepemimpinan. Perihal tersebut merupakan faktor yg sangat esensial uantuk mencapai kesuksesannya.



2. USAHA MEMOTIVASI PIHAK BAWAHAN
Agar menjadi efektif, maka seorang manajer perlu mempengaruhi kelompoknya agar mereka bisa bertindak sesuai dgn waktu & secara kooperatif buat mencapai sasaran kelompok.
Riset psikologis modern sebagian dikerahkan ke arah penemuan teknik-teknik yg lebih diperluas buat memotivasi manusia.
Relatif mudah buat menghipnotis manusia, menghilangkan kemanusiaannya & memperlakukannya seakan-akan sebuah mesin.


BAB III
KUALIFIKASI BUAT KEPEMIMPINAN

Kualitas & ciri-ciri manajer yg efektif dapat dikelompokkan dalam sebuah kerangka yg terdiri dari delapan buah kualifikasi dasar.

1. Menginspirasi kepercayaan pada orang-orang
Buat menjadi pemimpin, orang mesti dapat kepercayaan dari orang lain yg akan dipimpinnya.
Buat menumbuhkan kepercayaan, seorang pemimpin perlu memiliki sejumlah kualitas tertentu, diantaranya yaitu pengetahuan kompeten tentang alat-alat teknis & proses dgn apa para pengikutnya bekerja sehingga dgn demikian ia dapat mengajarkan & mengembangkan mereka dalam penggunaanya.

2. Persistensi buat mencapai tujuan
Seorang pemimpin mesti percaya 100 % tentang apa yg ingin dicapainya. Ia mesti memiliki persistensi & kemauan buat mencari metode-metode guna mencapai tujuan tersebut.


3. Kemampuan berkomunikasi tanpa menimbualkan kesalahpahaman
Seorang pemimpin mesti memiliki kemampuan buat menerangkan tujuan yg akan dicapai kepada pihak lain & membuatnya menjadi menarik. Perihal tersebut bukanlah berarti ia mesti seorang orator yg peruasif.

4. Kesediaan buat mendengar secara reseptif
Sifat ini seringkali membedakan seorang pemimpin dgn seorang komandan. Terdapat adanya perbedaan antara mendengar dgn tertutup & mendengar dgn keiginan jujur buat mengerti & menggunakan sudut pandang orang lain.

5. Perhatian jujur terhadap manusia
Seorang pemimpin mesti memiliki perhatian jujur dalam kesejahteraan orang-orang dibawah kepemimpinannya.

6. Memahami manusia & reaksi mereka
Seorang pemimpin mesti memahami manusia & mengetahui mengapa mereka bertindak dgn cara tertentu.

7. Objektivitas
Seorang pemimpin mesti hati-hati & bersikap secara objektif & jangan membiarkan sentimen pihak lain mempengaruhi perasaannya sendiri.

8. Kejujuran
Seorang pemimpin mesti jujur, ia tidak dapat membiarkan orang-orang bertanya tentang apa yg sedang dipikirkannya.



BAB IV
PENGKLASIFIKASIAN PEMIMPIN

Kita dapat menggunakan macam-macam cara atau patokan buat mengklasifikasikan pemimpin-pemimpin, antara lain:

A. Menurut hierarki kedudukan dapat bedakan menjadi:
1. Pemimpin teras;
2. Pemimpin tingkat menengah;
3. Pemimpin tingkat bawah.

B. Menurut bidang garapannya dapat dibedakan menjadi:
1. Pemimpin bidang ekonomi;
2. Pemimpin bidang agama;
3. Pemimpin bidang politik;
4. Pemimpin bidang pendidikan;
5. Pemimpin bidang adat.

C. Ditinjau dari sudut scope jangkauannya dapat disebut adanya:
1. Pemimpin lokal;
2. Pemimpin regional;
3. Pemimpin nasional;
4. Pemimpin internasional.
Kita juga dapat membedakan pemimpin menjadi;
1. Pemimpin desa;
2. Pemimpin kota.

D. Ditinjau dari sudut peranan mereka sehubungan dgn perubahan sosial dapat disebut:
1. Pemimpin tradisional (konservatif);
2. Pemimpin modern.
E. Menurut arti kepemimpinan mereka, dapat digunakan pembagian:
1. Pemimpin primer;
2. Pemimpin sekunder;
3. Pemimpin tersier.

F. Menurut dipilih atau tidak dipilihnya mereka, dapat dibedakan adanya:
1. Pemimpin yg dipilih;
2. Pemimpin yg tidak dipilih (karena keturunan).

G. Menurut scope kepemimpinan dapat dibedakan:
1. Pemimpin monomorfik yaitu pemimpin dalam satu bidang saja
2. Pemimpin polimorfik yaitu pemimpin yg bergerak dalam berbagai bidang.

H. Menurut sifat pribadi pemimpin itu dapat dibedakan:
1. Pemimpin paternalistik (kebapaan)
2. Pemimpin otokratik
3. Pemimpin demokratik;
4. Pemimpin kharismatik.

I. Tujuan dari sudut peranan pokok pemimpin menghasilkan pembagian sebagai berikut:
1. Pemimpin sebagai “Intoducer”
2. Pemimpin sebagai “Legitimizer”
3. Pemimpin sebagai “Implementer”

J. Pemimpin dalam bidang pertumbuhan ekonomi dapat dibagi dalam:
1. Pemimpin tipe “Manager”
2. Pemimpin tipe “Entrepreneur”


BAB V
CIRI-CIRI PEMIMPIN

Riset yg telah dilakukan dalam bidang psikologi kepemimpinan menghasilkan suatu hasil yg dapat dijadikan pijakan dalam menentukan ciri seorang pemimpin. Seorang pemimpin biasanya memiliki intelegensia yg lebih tinggi dibandingkan dgn pengikutnya. Kesulitan yg sangat pokok yg dihadapi oleh orang yg sangat intelegen adalah persoalan komunikasi. Seorang pemimpin dapat memotivasi para pengikutnya, sehingga para pengikutnya dapat mengerti apa yg diinginkan oleh pemimpin tersebut.

Pemimpin biasanya memiliki kemampuan verbal yg sangat luar biasa, sehingga dapat mengkomunikasikan apa yg diinginkannya kepada para pengikutnya.
Adanya dorongan luar biasa dalam dirinya buat memenuhi keinginan-keinginannya. Sehingga timbul keinginan buat memimpin orang agar semua keinginannya dapat terpenuhi.
Seorang pemimpin mengerti pentingnya kerjasama. Mereka yg mencapai sukses dalam peranan kepemimpinan adalah mereka yg berhasil menggerakan pengikut mereka buat bekerjasama.


BAB VI
FUNGSI-FUNGSI SEORANG MANAJER

1. PERENCANAAN (PLANNING)
Pada umumnya perencanaan meliputi :
a. Hal-perihal yg akan dilaksanakan pada masa yg akan datang
b. Mangkonkretkan & mengefektifkan hal-perihal tersebut
c. Pengkoordinasian
Perencanaan dalam arti luas dapat berarti bahwa melihat kedepan. Jadi penetapan waktu juga mencakup pengkoordinasian metode-metode & alat-alat didalamnya termasuk:
- Persiapan pekerjaan
- Pembagian kerja
- Penetapan urutan tindakan

2. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
Pengorganisasian berhubungan dgn kegiatan mengusahakan agar sekelompok manusia bekerja sama kearah pencapaian sasaran tertentu, berhubungan pula dgn perincian tugas jabatan atau hak dalam suatu kerangka yg secara keseluruhan diharapkan dapat mencapai sasaran dgn efisien.

3. MENGGERAKAN (ACTUATING)
Tindakan perencanaan & juga pengorganisasian belumlah akan memberikan hasil nyata, sebelum kita melaksanakan aktifitas yg berhubungan dengannya. Problem yg lazim dihadapi oleh para menajer sebuah perusahaan adalah:
- Bagaimana cara mengusahakan agar anggota-anggota organisasi yg bersangkutan bekerjasama secara lebih eafisien;
- Bagaimana mereka mengembangkan skill & kemampuan mereka;
- Bagaimana mereka menjadi wakil baik organisasi yg bersangkutan.

4. PENGAWASAN (CONTROLLING)
Proses manajemen dapat dikatakan selesai apabia proses pengawasan telah dilaksanakan dgn baik, juga mencakup masalah-masalah berikut:
- Membandingkan kejadian-kejadian dgn rencana-rencana yg sebelumnya dibuat;
- Mengadakan koreksi-koreksi yg perlu dilakukan apabila kejadian-kejadian dalam kenyataan ternyata menyimpang dari rencana-rencana.

PENUTUP
SIMPULAN

Kepemimpinan bukanlah suatu bakat alam yg dimiliki oleh orang yg dilahirkan dgn sifat kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan keterampilan yg dapat dimiliki oleh semua orang dgn cara mengembangkan keterampilan kepemimpinannya.
Kepemimpinan merupakan suatu pengaruh seorang pemimpin yg dimilikinya buat mempengaruhi orang lain agar dapat melakukan keinganan seorang pemimpin tersebut.
Keahlian seorang pemimpin itu diantaranya yaitu adanya keinginan seorang pemimpin buat mencapai tujuannya dgn jalan menyuruh orang lain agar dapat melakukan apa yg disuruhnya. Sehingga kepemimpinan merupakan suatu keahlian yg dimiliki seseorang agar orang yg dipimpinnya melakukannya yg diinginkannya.
Keahlian berkomunikasi yg luar biasa merupakan salah satu faktor yg sangat berpengaruh bagi seorang pemimpin buat dapat mengkomunikasikan apa yg diinginkannya.
Tugas utama pemimpin adalah membimbing & memimpin orang-orang yg dipimpinnya agar mencapai tujuan bersama yg telah ditetapkan. Kepemimpinan bukanlah sebuah sifat pemaksaan kehendak dgn cara-cara yg cenderung otoriter.
Pimpinan merupakan sebuah model bagi para bawahannya dalam bersikap, sehingga seorang pemimpin mesti memenuhi kualifikasi pemimpin yg baik & ideal agar sasaran yg telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara bersama-sama.
Dalam fungsi manajemen yg secara sederhana meliputi Planning, Organizing, Actuating & Controlling maka peranan seorang pemimpin sangat besar pengaruhnya bagi kelangsungan tujuan suatu organisasi.
Dalam fungsi perencanaan seorang pemimpin mesti dapat memberikan gambaran mengenai masa depan, sehingga dapat merencanakan tujuan apa yg ingin dicapai secara bersama-sama.


Sedangkan dalam fungsi pengorganisasian seorang pemimpin mesti mampu membuat perincian-perincian tugas semua orang yg dipimpinnya agar dapat melaksanakan tugasnya berdasarkan dgn tugas yg telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam fungsi menggerakan seorang pimpinan mesti dapat memotivasi setiap bawahannya agar setiap tugas yg telah dibebankan kepada bawahannya dapat dilaksanakan dgn baik.
Semua fungsi manajemen belumlah sempurna tanpa adanya fungsi pengawasan. Dgn begitu semua fungsi manajemen dapat diawasi & juga dipantau agar setiap rencana yg telah ditetapkan tidak melenceng. Sehingga dapat mencapai tujuan yg diharapkan semua pihak.

Merakit Instalasi Pemurni Air

Merakit Instalasi Pemurni Air
Makhluk hidup, khususnya manusia, tidak akan mampu bertahan tanpa air. Karena air merupakan salah satu elemen dasar kehidupan selain tanah, udara, & api (cahaya). Air menjadi barang sangat berharga pada musim kemarau. Oleh penyebab itu, orang berani membayar berapa pun buat air, walau harga per liter air lebih maperihal dari bensin.

Prinsip pemurnian air yg ada disaat ini secara teoritis tidak banyak berbeda dgn apa yg telah dilakukan masyarakat zaman dulu seperti menggunakan pasir, ijuk, & tawas. Namun, dgn perkembangan teknologi, instalasi dapat dikemas menjadi lebih sederhana & praktis (bisa digantung di tembok) dgn kemampuan pemisahan lebih baik.

Pemurnian air dimulai dari mencari sumber air baku yg layak. Sumber air baku bisa diperoleh dari sumur, mata air, sungai (di bagian hulu), atau air PAM, dgn tampak fisik tidak berbau, tidak berwarna, & tidak berasa. Makin baik mutu air baku, makin ringan beban kerja sistem.
Artinya, umur sistem akan lebih lama. Sebaiknya, air baku sebelum dimurnikan diperiksa pH-nya terlebih dahulu dgn menggunakan kertas pH. Perihal ini dilakukan buat memprediksi kolom mana yg bebannya akan lebih berat.

Buat memurnikan, air baku dipompakan ke dalam kolom. Pompa yg digunakan tidak perlu dgn pompa dgn tekanan tinggi. Terkadang, kalau air PAM lancar atau ada bak penampung air yg letaknya lebih tinggi, air & keran bila langsung di alirkan ke kolom. Usahakan menggunakan laju alir selambat mungkin agar proses pemisahan sempurna.

Tahap pemurnian berikutnya adalah pemisahan molekul-molekul yg bermuatan (positif & negatif), berturut-turut dgn menggunakan resin penukar kation & resin menukar anion. Pada kedua tahap ini, ion-ion logam, nonlogam, & protein dipisahkan.


Tergantung Keperluan
Buat mengetahui kualitas air maka bisa dilihat dari alat ukur hantaran atau hambatan & pH larutan. Bila hambatan besar (lebih besar dari 18,3 Megaohm cm) & pH netral, maka kualitas air setara dgn aquabides dgn tingkat kemurnian 99,99 persen. Selayaknya tiap-tiap rumah sakit di Indonesia, khusus buat keperluan operasi, memiliki instalasi pemurni air jenis ini agar tidak ada pasien terjangkit penyakit lain gara-gara air.

Buat keperluan rumah tangga, air dgn hambatan sampai 5 Megaohm cm masih layak dipakai. Di sini air mengandung masih dalam jumlah kecil mineral misalnya kalsium, magnesium, natrium, kalium, silikon, klorida, sulfat, atau karbonat. Namun perlu diperiksa agar kadar mineral tidak melebihi 130 mg/I. Buat daerah Bandung & sekitarnya, Laboratorium Kimia Analitik ITB bisa membantu mengidentifikasi jenis & kadar logam yg terlarut dalam air.

Perawatan
Sebaliknya, jika sumber air & daerah rawa yg relatif lebih asam, maka beban resin penukar menukar anion lebih berat. Kesemuanya bisa diperiksa dgn mudah dgn menggunakan kertas pH atau daya hantar larutan.

Jika harga pH mendekati harga limit jenuh resin, maka resin tidak bisa dipakai. Namun, resin masih bisa diregenerasi/dipakai ulang. Caranya adalah dgn mencucinya seperti cara mengaktifkan resin di atas.

Keuntungan lain dari penggunaan sistem pemurni air ini adalah penghematan waktu & energi, karena tidak perlu lagi merebusnya. Buat keluarga yg terpaksa mesti diet garam/mineral karena penyakit jantung atau ginjal misalnya, maka sistem pemurnian air di atas bisa membantu.

Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN

JUDUL
Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN 5 Serang.





BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan salah satu negara yg sedang membangun. Dgn pembangunan, Indonesia dapat sejajar dgn bangsa-bangsa yg sudah maju buat melakukan suatu pembangunan sangatlah diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yg cerdas & terampil di bidangnya masing-masing. Kecerdasan & keterampilan tersebut dapat dikembangkan dgn adanya pendidikan.

Perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi memacu pengelola pendidikan buat melakukan usaha guna meningkatkan mutu pendidikan. Ketika pendidikan ingin dikatakan bermutu atau maju prestasinya dapat dilihat secara objektif & jelas. Basis pendidikan yg mengarah pada perkembangan teknologi salah satunya adalah matematika. Seperti yg dikatakan oleh Morris Kline (Simanjuntak L, 1993: 64) bahwa jatuh bangunnya suatu negara dewasa ini bergantung dari kemajuan di bidang matematika. Karena pentingnya perihal tersebut maka banyak negara yg telah maju, menjadikan matematika sebagai suatu basis dalam pembangunan negaranya. Namun apabila melihat kondisi pendidikan di Indonesia dari dahulu sampai pada disaat ini masih sangat memprihatinkan, perihal ini dapat dilahat dari rendahnya prestasi belajar matematika pada setiap jenjang pendidikan. Perihal ini juga dapat dibuktikan dgn banyaknya siswa yg memperoleh nilai pada Ujian Akhir Nasional (UAN). Khususnya mata pelajaran matematika, nilai siswa SMP pada tahun ajaran 2005/2006 di bawah standar nilai kelulusan yg telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 4,25 sehingga sangat dibutuhkan suatu upaya dari seorang pendidik agar masalah tersebut dapat diatasi & juga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.

Dalam upaya meningkatkan prestasi siswa terhadap matematika sangat dibutuhkan trik atau metode yg mesti dikuasai & dilakukan oleh setiap pendidik, khususnya pendidik pelajaran matematika. Perihal ini perlu dilakukan karena sebagian besar siswa menganggap bahwa matematika adalah suatu pelajaran yg sulit buat dipahami & membosankan sehingga dapat menyebabkan banyak sekali siswa tidak menyukai pelajaran matematika pada akhirnya dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Seperti yg dikatakan oleh Suyatno (Asmin, 2003:1) bahwa perihal yg banyak dapat menyebabkan siswa tidak menyukai pelajaran matematika adalah penyampaian guru yg cenderung bersifat monoton, hampir tanpa variasi kreatif.

Sejauh ini dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yg semakin lama
semakin terpuruk ini, dgn adanya kelulusan yg kurang qualified, dalam perihal ini pemerintah telah merumuskan kurikulum baru, yaitu yg di kenal dgn Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini telah di revisi lagi oleh pemerintah dgn nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kurikulum ini telah diberlakukan oleh pemerintah pada bulan juni tahun 2006. Menurut Ba& Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kurikulum baru ini akan memberikan kesempatan buat berkreasi, yakni berkreasi mengembangkan kurikulum berdasarkan standar isi & kompetensi kurikulum inti yg diatur oleh pemerintah. (Nugroho Hendy ; 2006 : 1).

Kurikulum 2006 yg disusn oleh Ba& Standar Nasional Pendidikan (BSNP) secara substansial sama dgn Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yg ditetapkan 2004 lalu. Perbedaannya, kurikulum 2006 tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar dikelas, guru & sekolah bebas mengembangkannya sendiri sesuai dgn kondisi murid & daerahnya.

Menurut Djaali (Zatnika; Media Indonesia : 1) Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sendiri belum terlaksana secara optimal. Pemberlakuan kurikulum 2006 diharapkan makin mengukuhkan eksistensi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).

Menurut Kepala Dinas P&K Jawa Timur, Dr. Rasiyo.Msi. (Surya Online :1) Dibuatnya kurikulum 2006 ini merupakan suatu bentuk implementasi peraturan pemerintah N0. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Rasiyo juga menegaskan bahwa kurikulum 2006 ini memberikan keleluasaan kepada sekolah buat dapat menentukan materi sendiri, kegiatan pembelajaran & indikator yg mesti dicapai oleh murid.

Pembelajaran kooperatif atau yg sering disebut dgn belajar secara berkelompok ini memiliki berbagai macam tipe, namun yg ingin diterapkan dalam penelitian ini adalah tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) yg dapat digunakan buat meningkatkan & mengefektifkan implementasi kurikulum 2004.

Ruang kelas merupakan suatu tempat yg sangat baik buat kegiatan kooperatif Learning (Suherman, 2003:259). Metode kooperatif ini tampaknya akan dapat melatih para siswa buat mendengarkan pendapat-pendapat orang lain & temuan-temuan dalam bentuk tulisan. Di dalam ruang kelas para siswa dapat diberi kesempatan berkarya dalam kelompok-kelompok kecil, buat menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah secara bersama.

Kooperatif dalam matematika juga akan dapat membantu para siswa meningkatkan sikap positif siswa dalam metematika (Suherman, 2003:259) para siswa secara individu membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya, buat menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga akan mengurangi bahkan menghilangkan rasa cemas terhadap matematika (math a xietiy), yg banyak dialami para siswa .dgn menonjolkan interaksi dalam kelompok. Model belajar kooperatif learning tipe Team Asccelerated Intriction (TAI) dapat membuat siswa menerima siswa lain yg berkemampuan & berlatar belakang yg berbeda. Metode ini juga telah terbukti dapat meningkatkan berfikir kritis beserta meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah.

Buat menjamin heterogenitas keanggotaan kelompok, maka gurulah yg membentuk kelompok-kelompok tersebut. Jika siswa dibebaskan membuat kelompok sendiri maka biasanya siswa akan memilih teman-teman yg sangat disukainya. Ukuran besar kecilnya kelompok akan mempengaruhi kemampuan produktifitas kelompoknya. Ukuran kelompok ideal pada tipe TAI ini adalah 3 sampai 5 orang.

Dgn menggunakan metode Kooperatif Learning tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) ini, diharapkan dalam proses pembelajaran siswa tidak merasa jenuh & diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa. Prestasi belajar juga dapat dicapai dgn perjuangan yg tidak mengenal lelah & putus asa yg sesuai dgn ungkapan “tidak ada sesuatu yg dapat dicapai tanpa kerja keras”.

Sebelumnya, sudah banyak penelitian yg telah dilakukan buat menguji keefektifan dari penerapan kooperatif learning tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) dalam pembelajaran matematika di sekolah-sekolah. Namun masih sedikitnya yg menguji tentang ada tidaknya pengaruh kooperatif learning tipe Team Accelerated Instrucsion (TAI) ini terhadap prestasi belajar siswa. Maka penelitian akan dilakukan buat dapat menguji sejauh mana “pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika SMP”.

2. Identifikasi Masalah
3. Pembatasan & Rumusan Masalah
3.1 Pembatasan Masalah
Masalah yg timbul dalam penelitian ini cukup banyak, tapi tidak semua masalah akan dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini hanya dibatasi pada pengajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama dalam perihal ini SMPN 5 Serang kelas VIII, semester ganjil tahun ajaran 2006/2007 buat materi Sistem Persamaan Linear dgn Dua Variabel, menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI).

3.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan klasifisikasi masalah & pembatasan masalah yg ada, maka masalah yg akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh pendekatan kooperatif tipe TAI (Team Accelerated Intrucsion) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP?”

4. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:
1. Ikut beserta dalam usaha menciptakan suatu pembelajaran yg menyenangkan & dapat bermakna bagi siswa guna peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
2. Buat memperoleh alternatif pendekatan pembelajaran yg sesuai buat siswa SMPN 5 Serang kelas VIII dalam upaya mengembangkan & meningkatkan kemampuan siswa buat memahami materi pelajaran, beserta menyelesaikan soal-soal yg berhubungan dgn materi Sistem Persamaan Linear dgn Dua Variabel.
3. Buat mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dgn menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa.


5. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:
1. Bagi guru matematika, dapat memberikan alternatif pengajaran buat diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
2. Bagi siswa, pembelajaran dgn menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) ini dapat merangsang kemampuan berfikir kritis, kreatif, inovatif & membantu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
3. Bagi peneliti sejenis, dapat menjadi salah satu dasar & masukan dalam upaya mengembangkan penelitian-penelitian selanjutnya.

6. Sistematika Penulisan




BAB II
DESKRIPSI TEORI & HIPOTESIS PENELITIAN
1. Deskripsi Teori
1.1 Hakekat Belajar
Buat memperoleh pengertian yg objektif tentang belajar, terutama belajar di sekolah, perlu dirumuskan secara jelas pengertian belajar. Belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi termasuk oleh ahli psikologi pendidikan.

Menurut pengertian secara psikologis (Slameto, 2003:2) belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku yaitu sebagai hasil dari interaksi dgn lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, atau dgn kata lain belajar (Hamalik, 36:2001) adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.

Menurut pengertian di atas, belajar adalah merupakan suatu proses di mana seseorang mendapatkan suatu pengetahuan & pemahaman yg diiringi dgn latihan sebagai penguatan yg akan membawa seseorang kepada sebuah prilaku berbeda dari sebelumnya, & prilaku tersebut bersifat tetap & berlaku lama & melekat pada dirinya sehingga pada akhirnya akan menjadi sifat & pola prilakunya.

Perubahan terjadi karena sikap seorang siswa yg senantiasa berinteraksi dgn lingkungannya. Lingkungan tempat siswa terdiri dari lingkungan sekolah & lingkungan luar sekolah, di mana siswa mendapatkan pengaruh yg dapat menjadi suatu pengalaman bagi dirinya & hasilnya nanti didapat sebagai hasil belajar.

Belajar merupakan prilaku yg kompleks (Dimyati, 2002:38). Skinner misalnya memandang prilaku belajar dari segi prilaku teramati. Oleh karena itu, ia mengemukakan pentingnya program pembelajaran. Gagne memandang kondisi internal belajar & kondisi eksternal belajar yg bersifat interaktif. Rogers mengemukakan pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dalam belajar, dimana pelajar memiliki kekuatan menjadi manusia, belajar perihal yg bermakna, menjadikan bagian yg bermakna bagi diri, bersikap terbuka, berpartisipasi & bertanggung jawab, belajar mengalami kesinambungan dgn penuh kesungguhan.

Belajar juga merupakan tindak interaksi antara pelajar & pembelajaran yg memiliki tujuan. Oleh karena itu, berupa akibat interaksi, maka belajar di dinamiskan (Dimyati, 2002: 39). Pendinamisan belajar terjadi oleh prilaku belajar & lingkungan pelajar. Dinamika pelajar yg bersifat internal, terkait dgn peningkatan hierarki ranah-ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kesemuanya itu terkait dgn tujuan pembelajaran.

Di dalam belajar terdapat tiga masalah pokok, yaitu:
a. Masalah mengenai faktor-faktor yg mempengaruhi terjadinya belajar
b. Masalah bagaimana belajar itu berlangsung & prinsip mana yg dilaksanakan
c. Masalah mengenai prestasi belajar.

Dua masalah pokok yg pertama tersebut berkenaan dgn proses belajar yg sangat berpengaruh kepada masalah pokok yg ketiga. Dgn demikian, bagaimana peristiwa terjadinya proses belajar akan menentukan prestasi belajar seseorang.

1.2 Hakekat Prestasi Belajar
Dalam proses belajar mengajar, siswa mengalami suatu perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan, & sikap. Adanya perubahan ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yg dihasilkan dari kegiatan mengerjakan soal ulangan & mengerjakan tugas yg diberikan oleh guru.

Kata prestasi belajar mengandung dua kata yaitu prestasi & belajar yg mempunyai arti berbeda. Oleh karena itu, sebelum pengertian prestasi belaja dibicarakan, ada baiknya kedua kata itu dijelaskan satu-persatu.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah (PR. Cybermedia, 2002:1) prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan & kemajuan murid yg berkenaan dgn penguasaan bahan pengajaran yg disajikan kepada mereka & nilai-nilai yg terdapat di dalam kurikulum. Sedangkan belajar merupakan perubahan tingkah laku buat mencapai tujuan & tidak tahu menjadi tahu atau dapat dikatakan sebagai proses yg menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku & kecakapan seseorang.

Selanjunya menurut Abdurrahman Saleh (PR.Cybermedia, 2002:1) memberikan prestasi belajar adalah yg dicapai siswa dari mempelajari tingkat ilmu penguasaan tertentu dgn alat ukur berupa evaluasi yg dinyatakan dalam bentuk angka huruf atau angka simbol-prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai indikator kualitas & kwantitas pengetahuan yg dikuasai anak didik dalam memahami mata pelajaran di sekolah.

Prestasi belajar bukan hanya semata-mata karena faktor kecerdasan (intelegensia) siswa saja, tapi ada faktor lain yg dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut. Faktor-faktor yg dimaksud tersebut dibagi menjadi dua yakni faktor intern & faktor ekstern faktor-faktor yg dimaksud adalah seperti yg dikemukakan oleh Hana Sujadna (PR.Cybermedia, 2002: 1)
a. Faktor intern, yaitu faktor yg terdapat dalam diri individu itu sendiri, antara lain adalah kemampuan yg dimiliki, minat & motivasi beserta faktor-faktor lainnya.
b. Faktor ekstern, yaitu faktor yg berada diluar individu diantaranya lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat.

Sehubungan dgn perihal tersebut diatas, agar siswa dapat memperoleh prestasi belajar yg seoptimal mungkin maka siswa perlu meningkatkan kemampuan minat & motivasi yg ada dalam dirinya.demikian pula halnya dgn faktor yg ada diluar diri siswa. Faktor ini dapat mendorong & menghambat siswa dalam proses belajar. Lingkungan keluarga, sekolah & masyarakat dapat memberikan dukungan kepada siswa didalam belajar. Di antara ketiga lingkungan tersebut lingkungan sekolah merupakan lingkungan yg terpenting yg berfungsi sebagai lingkungan kedua yg sangat mendukung dalam mendidik anak atau siswa setelah lingkungan utama yaitu lingkungan keluarga. Minat siswa terdapat suatu pelajaran bisa menjadi salah satu faktor yg menyebabkan peningkatan prestasi belajar siswa. Minat siswa menurut Winkel (Pr. Cybermedia, 2002: 2) termasuk faktor yg berpengaruh pada prestasi belajar yg termasuk faktor ekstern.

1.3 Pembelajaran Kooperatif
1.3.1 Pengertian pembelajaran kooperatif & ciri-ciri pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif diambil dari bahasa inggris “Cooperate” yg artinya bekerja bersama-sama (Echols, 2003:147), dgn demikian pembelajaran kooperatif pola adalah belajar siswa yg saling bekerja sama dgn teman sebaya.

Menurut Slavin ( Bennett, 2003:5 ) bahwa pembelajaran kooperatif adalah sebagai salah satu metode pengajaran dimana siswa bekerja pada kelompok-kelompok kecil buat membantu satu sama lainnya dalam memahami suatu pokok pembahasan. Siswapun diharapkan saling membantu, berdiskusi & berargumen dgn yg lainnya, sehingga dapat menekan perbedaan pemahaman & pengetahuan dalam mempelajari suatu pokok bahasan.

Berdasarkan definisi tersebut dapat dijelaskan kembali bahwa, pembelajaran kooperatif adalah suatu variasi metode pelajaran yg membimbing siswa dalam sebuah kelompok kecil di dalam kelompok tersebut siswa saling berdiskusi & berargumen beserta membantu teman sekelompok yg mengalami kesulitan dalam memahami materi. Target dari hasil diskusi & argumentasi tersebut, akan dapat membawa siswa kepada sebuah pemahaman & pengetahuan tentang materi yg diajarkan. Kegiatan tersebut akan membantu siswa yg lemah memahami materi & memberikan penguatan kepada siswa yg pintar buat dapat memahami materi.

Seperti yg telah ditelaah oleh Slavin pada tahun (Ibrahim, 2000:16) bahwa pembelajaran kooperatif dapat digunakan secara efektif pada setiap level buat mengajar setiap sains pokok bahasan pelajaran, seperti pada bidang studi matematika, membaca, menulis hingga sains yg bersifat kemampuan dasar sampai masalah yg kompleks. Kunci utama dalam pembelajaran kooperatif adalah peran guru dalam pengorganisasian kelas, menggunakan interaksi. Adapun unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif adalah:
a. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “Sehidup sepenanggungan bersama “.
b. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu dikelompoknya, seperti milik mereka sendiri
c. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompok nya memiliki tujuan yg sama.
d. Siswa haruslah membagai tugas & tanggung jawab yg sama diantara anggota kelompoknya.
e. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah / penghargaan yg juga akan diberikan buat semua anggota kelompok.
f. Siswa membagi kepemimpinann & mereka membutuhkan keterampilan buat belajar bersama selama proses belajarnya.
g. Siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yg ditangani dalam kelompok kooperatif (Ibarahim, 2000:6).

Mengamati uraian di atas sangat penting bagi seorang guru buat menerapkan strategi pembelajaran kooperatif, yg dapat memungkinkan siswa dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan buat dapat berhasil belajar dalam suatu kelompok, dgn mengembangkan penghargaan akan betapa pentingnya bekerja sama dalam suatu kelompok, & mampu mempriotaskan tujuan-tujuan kepentingan kelompok di atas tujuan-tujuan & kepentingan individual. Selain itu, kelompok juga akan terbiasa & mampu memahami apa saja yg mesti mereka lakukan & bagaimana mereka mesti menyelesaikan secara bersama-sama guna peningkatan prestasi belajar mereka secara individu & kelompok.

1.3.2 Student Team Learning (STL)
Beberapa jenis Student Team Learning (STL) yg telah dikembangkan (Asroni, 2002:1) adalah:
a. Student Teams-Achievement Divisions (STAD)
b. Team-Games-Tournament (TGT)
c. Team Accelerated Instruction (TAI)
d. Jigsaw: (jenis kumpulan yg dibentuk sama dgn kumpulan STAD & TGT)
1.3.3 Landasan Teori Pembelajaran Kooperatif
Landasan teori pembelajaran kooperatif ada pada 3 teori, (Ibrahim, 2000: 17) yaitu:
a. Teori Motivasi
Motivasi merupakan motor penggerak manusia buat berusaha & bekerja dalam mencapai tujuan yg diinginkan istilah ini sebenarnya sama dgn kata motif yg berarti dorongan. Banyak pakar yg sudah memberikan pendapatnya mengenai pengertian ataupun definisi kata tersebut. Walaupun definisi yg diberikan itu bermacam-macam tapi pada dasarnya arti & hakekatnya sama.

Eysenck (Dadang, 2000: 13) berpendapat bahwa “Motivasi dirumuskan sebagai suatu proses yg menentukan kegiatan, intensitas, konsistensi, beserta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yg rumit & berkaitan dgn konsep-konsep lain.”

Motivasi siswa pada pembelajaran kooperatif terutama terletak pada bagaimana bentuk kaidah atau struktur pencapaian tujuan disaat siswa melaksanakan kegiatan. Pada pembelajaran kooperatif siswa yakin bahwa tujuan mereka tercapai jika & hanya jika siswa yg lain juga akan mencapai tujan tersebut.

Dilihat dari alasan timbulnya motivasi, terdapat dua macam motivasi, yaitu motivasi ekstrinsik timbul karena adanya stimulasi dari luar & motivasi instrinsik timbul dari dalam diri individual umumnya karena kesadaran akan pentinnya sesuatu (Dalyono, 57:2005)

Dalam pembelajaran kooperatif kedua perihal tersebut sangat penting & sangat dibutuhkan. Motivasi ekstrinsik dapat muncul karena adalanya rasa tanggung jawab individu & kesempatan yagn sama dalam meraih kesuksesan. Motivasi dalam pembelajaran kooperatif bertujuan buat membangkitkan semangat siswa melakukan kerja yagn berhubungan dgn akademik, guna buat mencapai tujuan akhir dari kesuksesan kelompok dapat tercapai secara optimal.

b. Teori Perkembangan
Teori perkembangnan ini mengsumsikan bahwa interaksi antara siswa disekitar tugas-tugas yg sesuai, dapat meningkatkan penguasaan mereka terhadap konsep-konsep yg sulit.

c. Teori Kolaborasi Kognitif
Teori ini memiliki pandangan yg berbeda. Penelitian dalam psikologi kognitif telah menemukan bahwa supaya informasi dapat disimpan didalam memori & terkait dgn informasi yg sudah ada di dalam memori itu, maka siswa mesti terlibat dalam beberapa macam kegiatan terstruktur atau kolaborasi kognitif atas suatu materi (kemampuan mengajar guru, 2000:1)

Sebagai contoh siswa diperintah membuat suatu ikhtisar dari suatu mata pelajaran atau bidang studi merupakan suatu kegiatan yg lebih baik dari pada sekedar membuat catatan. Karena dalam pembuatan suatu ikhtisar dapat membuat siswa mengorganisasikan materi & dapat pula memilih materi yg penting , salah satu cara kolaborasi kognitif yg paling efektif yaitu dgn cara merealisasikan materi itu kepada orang lain.

1.3.4 Metode Teams Accelarated Instrucsion (TAI)
Pembelajaran kooperatif metode Teams Accecrated Instrucsion (TAI) merupakan gabungan dari belajar kooperatif & belajar individual , metode ini digunakan atau dirancang buat pengajaran metode matematika (Kooperatif pro kontra, 2000:1).

Adapun tahap-tahap dalam metode Team Accelerated Instruction (TAI) ini adalah sebagai berikut :
a. Penyajian kelas
Pengajaran yg dilakukan dgn posisi siswa duduk pada kelompoknya masing-masing.
b. Kelompok ( Team)
Kelompok dibuat beragam, berdasarkan kemampuan akademik, jenis kelamin, ras & etnik, yg tediri dari 4-5 orang pada setiap kelompoknya.
c. Kelompok Belajar (Teams Study)
Di dalam kelompok belajar ini memungkinkan siswa buat saling berdiskusi, berargumen & membuat antara satu dgn yg lainnya buat dapat memahami suatu pelajaran. Pada disaat guru memberikan soal latihan maka masing-masing anggota kelompok mengerjakannya secara individual, lalu mengecek hasil pekerjaannya dgn anggota lainnya di dalam kelompok. Jawaban yg benar akan diberitahukan oleh guru melalui kunci jawaban yg telah ada. Jika soal dalam satu tahap telah terselesaikan, maka ketahap selanjutnya, tapi jika siswa mengalami kesulitan & kekeliruan dalam penyelesaiannya maka ia mesti menyelesaikan soal lainya di tahap yg sama.
d. Test (test)
Adapun test yg dilakukan berupa pretest & postes. Pretes dilakukan buat dapat melihat kemampuan awal siswa sebelum materi diberikan oleh guru. Sedangkan pretest diberikan setelah menyelesaikan beberapa subpokok bahasan, atau pada akhir materi yg telah diajarakan. Dalam tes siswa mengerjakan secara individu tanpa bantuan rekan kelompok.
e. Penilaian Kelompok & Pengakuan Kelompok
Penilaian kelompok dilakukan di table score, masing-masing individu mempunyai kontribusi buat nilai kelompok yg didapat dari hasil kuis. Tim yg memenuhi kriteria penilaian akan mendapatkan pengakuan kelompok.

Setiap metode pelajaran sudah pasti ada kekurangan ada pula kelebihannya. Begitu pula pada pembelajaran kooperatif metode TAI (Team accelerated Instrasion), kekurangan terjadi ketika pengelolaan kelas yg dilakukan oleh guru kurang baik maka jalan proses pembelajarannya juga kurang baik. & ketika dilihat dari factor siswa adanya anggota kelompok yg pasif & tidak mau berusaha beserta hanya mengandalkan diri teman sekelompoknya. Perihal tersebut dapat terjadi, & oleh karena itu instruksi dari guru dgn pengawasan ketika dalam proses kelompok belajar mesti lebih ditingkatkan & tentunya dapat meminimalisasi efek kepasifan siswa.

2. Kerangka Berfikir
3. Hipotesis Penelitian
Hipotesis yg dapat diajukan dalam penelitian ini adalah “Penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe ‘Team accelerated intrucsion’ (TAI) memberikan pengaruh yg signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP “



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

1. Metode penelitian
Metode penelitian yg digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Di mana prestasi belajar yg merupakan data dari penelitian dikelompokan menjadi dua, yaitu prestasi belajar kelas eksperimen & kelas kontrol.

Kelompok kelas eksperimen adalah kelompok siswa yg pembelajarannya menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) & kelompok kelas kontrol adalah kelompok siswa yg pembelajarannya menggunakan pembelajaran biasa ( pembelajaran konvensional ).

Disain penelitiannya sebagai berikut :
A : O1 X1 O2
A : O1 X2 O2
Keterangan :
A = sampel acak
O1 = pretes
O2 = postes
X1 = perlakuan 1, yaitu pembelajaran matematika dgn menggunakan
Pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI)
X2 = perlakuan 2, yaitu pembelajaran matematika dgn menggunakan
pembelajaran biasa ( pembeljaaran konvensional ).
2. Instrumen Penelitian

Data yg diperlukan dalam penelitian ini adalah data yg berupa angka tentang prestasi belajar, peningkatan prestasi belajar buat mendapatkan data yg baik diperlukan instrument penelitian yg baik pula. Adapun instrumen penelitian yg digunakan dalam penelitian ini antara lain :
1) Tes awal ( pretes )
Pretes digunakan buat memperoleh informasi tentang kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen & kelas kontrol sebelum diberi perlakuan .
2) Tes akhir ( postes )
Tes akhir digunakan buat mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan akhir siswa pada kelas eksperimen & kelas kontrol sesudah diberi perlakuan.
Buat instrumen tes terlebih dahulu diuji cobakan agar dapat diketahui validitas, reliabilitas, daya pembeda & taraf kesukaran.
a. Validitas
Dalam penelitian ini, validitas dihitung dgn menggunakan rumus korelasi product moment dari pearson ( Surapranata, 2005 : 58 ) , yaitu :
r11 =

Nilai koefisien yg diperoleh diinterpretasikan buat mengetahui criteria klasifikasi validitas instrumen.
Klasifikasi koefisien korelasi
Korelasi Klasifikasi
0,80 < r11 =" R11" k =" Banyak" si2 =" Jumlah" st2 =" Varians" pi =" Pi" i =" Banyaknya" sm =" Skor" n =" Jumlah"> 0,7 Mudah
Sumber: Surapranata,2005:21
d. Daya Pembeda
Daya pembeda menurut indeks daya pembeda dapat dicari dgn menggunakan rumus :
D = PA - PB PA = Indeks kesukaran kelompok atas
D = Daya pembeda PB = Indeks kesukaran kelompok bawah

Kalisifikasi interpretasi daya pembeda tiap butir soal, adalah sebagai berikut:
Klasifikasi daya pembeda
D Klasifikasi
D ≤ 0,00 Sangat jelek
0,00 < oi =" Nilai" ei =" Nilai" k =" Banyak" f =" Keterangan" vb =" varians" vk =" varians" oi =" Nilai" ei =" Nilai" k =" Banyak" f =" Keterangan" vb =" varians" vk =" varians" t =" Mx" my =" Nilai" nx =" Banyaknya" ny =" Banyaknya" x =" Deviasi" y =" Deviasi">

D'masiv - merindukanmu

Intro :
C C7M F

Verse1 :
C C7M F
Saat aku tertawa diatas semua
C C7M F
Saat aku menangisi kesedihanku
Am G F
Aku.. ingin engkau selalu ada
Am G F G
Aku.. ingin engkau aku kenang

Chorus1 :
F Em
Selama aku masih bisa bernafas
Dm G
Masih sanggup berjalan
C
Ku kan slalu memujamu
F Em Am
Meski ku tak tau lagi engkau ada dimana
Dm G C
Dengarkan aku ku merindukanmu

Verse2 :
C C7M F
Saat aku mencoba merubah sgalanya
C C7M F
Saat aku meratapi kekalahanku
Am G F
Aku.. ingin engkau selalu ada
Am G F G
Aku.. ingin engkau aku kenang

Chorus2 :
F Em
Selama aku masih bisa bernafas
Dm G
Masih sanggup berjalan
C
Ku kan slalu memujamu
F Em Am
Meski ku tak tau lagi engkau ada dimana
Dm G Am
Dengarkan aku ku merindukanmu

Interlude :
Dm G F G

Back To Chorus2

Outro :
Dm F G C
Dengarkan aku ku merindukanmu

Wali - Egokah aku

Intro :
D G C Am D

Verse1 :
G Bm
Ku tak pernah merasa
C
Gundah dihatiku
G D
Ketika denganmu
G Bm
Saat kau kau belai rambutku
C
Kau temani aku
D
Kau basuh lukaku
Bm Em
Kini semua berlalu
Bm D
Karna engkau tak memilihku

Chorus :
G C
Salahkah aku mencintaimu
Am D
Walau ku tau ku tak dihatimu
G C
Egokah aku memilikimu
Am D
Walau ku tau kau tak memilihku
G C
Ku harap Tuhan cabut nyawamu
Am D
agar tak ada yang milikimu

Choda :
G C Am D

Verse2 :
G Bm
Sadarkah kini ku tak rela
C
Indahku tlah sirna
D
Mimpiku tak nyata
Bm Em
Kini semua berlalu
Bm D
Karna engkau tak memilihku

Back To Chorus

G C
Ku harap Tuhan cabut nyawamu
Am D
agar tak ada yang milikimu

Outro :
G C Am D G
Haaaaa... aaa... Haiaiaia.. Haiaiaia..

Video Mesum Fatma Trans TV Gemparkan Dunia Maya

Video porno Fatma Trans Tv yang beredar di Internet diduga pernah beredar pada tahun 2008. Saat ini untuk pencarian link download video tersebut membanjiri keywords di google.co.id. Inilah berita selengkapnya tentang video Fatma Trans TV :

Stasiun TRANS TV melapor ke Mabes Polri terkait beredarnya video asusila berjudul "fatma-transtv" di dunia maya, kata Head Of Marketing Public Relations TRANS TV, A. Hardiansyah Lubis di Mabes Polri, Kamis (15/7/2010).

"Kita melaporkan sekaligus mengklarifikasi sehubungan dengan beredarnya video asusila yang mengatasnamakan TRANS TV," ujar Hardiansyah.

TRANS TV mengetahui beredarnya video asusila berdurasi dua menit 34 detik yang mencatut nama salah satu karyawannya pada Rabu (14/7/2010), serta mendapat informasi dari beberapa orang.

"Filenya saja Fatma yang memang karyawan TRANS TV, tapi bukan yang mengirim video asusila tersebut," kata Hardiansyah.

Menurutnya, video asusila tersebut diperkirakan sudah lama beredar, tetapi kini itu sudah dianggap mencemarkan nama baik TRANS TV . Meski begitu perusahaan tidak mengetahui motif tindakan itu.

"Setelah kami telusuri, diketahui bahwa video porno yang beredar diambil dari sebuah situs porno oleh oknum tidak bertanggungjawab dan mengganti judul videonya menjadi "fatma-transtv" dengan tujuan menjatuhkan citra baik TRANS TV," kata Hardiansyah.

Gaby - Jauh Kau Pergi (Tinggal Kenangan) acc.

Intro :
D A Bm F#m G D Em A

Verse :
D A Bm F#m G D
Pernah ada rasa cinta antara kita
Em A
kini tinggal kenangan
D A Bm F#m
ingin kulupakan semua tentang dirimu
G D Em A
namun tak lagi kan seperti dirimu
D
oh bintangku

Chorus :
D A Bm F#m
jauh kau pergi meninggalkan diriku
G D Em A
disini aku merindukan dirimu
D A Bm F#m
kini kucoba mencari penggantimu
G D Em A
namun tak lagi kan seperti dirimu
D
oh kekasih

Back To Chorus, Verse, Chorus (2x)

Mulan Jameela - Wonder Woman

Intro :
E (4x)

Verse 1 :
G
Kamu tipu aku lagi
C
Mungkin sudah ke seribu kali
Am Em
Tak tau kapan akan berakhir
D C
Sgala penyiksaan ini

G
Kamu tampar aku lagi
C
Dengan penyakit lamamu
Am Em
Semakin lama akupun bisa
D C
Menjadi benar - benar gila

Chorus :
C G
Aku bukan wonder womenmu
D Em
Yang bisa terus menahan
Am F Em
Rasa sakit karna mencintaimu
C G
Hatiku ini bukanlah hati
D Em
yang tercipta dari besi dan baja
Am F Em
hatiku ini bisa remuk dan hancur

Verse 2 :
G
Kamu paksa aku
C
Menerima cintamu lagi
Am Em
Dengan segala tingkah lakumu
D C
Yang membuatku bingung

G
Kamu tahan aku
C
Dengan logikamu lagi
Am Em
Kau pikir aku akan mencair
D C
Dengan rayuanmu

Back To Chorus

Interlude :
G C Am Em Dm C (2x)

Back To Chorus (2x)

Outro :
E (4x)

ST12 - Puspa

Verse 1 :
C Em
Kau gadisku yang cantik
F C
Coba lihat aku disini
Dm G C
Disini ada aku yang cinta padamu
C Em
Kau gadisku yang yang manis
F C
Coba lihat aku disini
Dm G C
Disini ada aku yang sayang padamu

Bridge :
F G
Walau ku tau bahwa dirimu
Em Am
Sudah ada yang punya
Dm G
Namun kan ku tunggu sampai kau mau

Chorus :
C F
Wouo jangan - jangan kau menolak cintaku
G C
Jangan - jangan kau ragukan hatiku
Am Dm
ku kan slalu setia menunggu
F G
untuk jadi pacarmu
C F
Wouo jangan - jangan kau tak kenal cintaku
G C
jangan - jangan kau hiraukan pacarmu
Am Dm
Putuskan saja pacarmu
F G C
lalu bilang I Love You Padaku

Interlude :
C F G C Am Dm F G C

Back To Bridge, Chorus (2x)

Outro :
C F G C Am Dm F G C

Nidji - Akhir Cinta Abadi

Intro :
A E F#m D E

Verse 1 :
A E
akankah kau melihatku
F#m D E
saat ku jauh
A E
akankah kau merasakan
F#m D E
kehilanganku

Verse 2 :
D E
jiwaku yang telah mati
F#m D E
bukan cintaku
D E
janjiku slalu abadi
F#m D E
hanya milikmu

Chorus :
A E F#m D Bm
aku pergi dan takkan kembali
A E F#m D E
akhir dari cinta yang abadi

Choda :
D
ohh nananana
E
ohh nananana

Bridge :
A E F#m D E

Verse 3 :
A E
akankah kau melihatku
F#m D E
di akhir nanti
D E
jiwaku yang telah mati
F#m D E
bukan cintaku
D E
janjiku slalu abadi
F#m D E
hanya untukmu

Interlude :
F#m E D E (2x)

A E F#m D Bm
aku pergi dan takkan kembali
A E F#m D E
air mata untuk yang abadi
A E F#m D Bm
aku pergi ke alam yang suci
A E F#m D E
akhir dari abadi cintaku

Outro :
D
ohh nananana
E
ohh
A E F#m D Bm
aku pergi ke alam yang suci
A E F#m D E A
akhir dari cinta yang abadi

Wali - Orang Bilang

Intro :
D A Em A

Verse 1 :
D A
Kamu Bilang padaku bahwa kamu benar sayang
Em
Kau bilang aku kau akan selalu sayang
A
Dan kamu bilang aku cinta kamu sayang

Verse 2 :
D A
Kamu Bilang padaku bahwa kamu benar cinta
Em
Kau bilang aku kau akan selalu cinta
A
Dan kamu bilang aku sayang kamu cinta

Bridge 1 :
Bm F#m
Tapi orang bilang katanya kamu gak sayang
G
orang bilang katanya kamu gak cinta
D
orang bilang tentang kamu orang bilang

Bridge 2 :
Bm F#m
sekarang kamu bilang bahwa kamu paling sayang
G
sekarang bilang bahwa kamu paling cinta
A
sekarang bilang aku siap mati sayang

Choda :
Bm F#m G A

Back to Verse 1, Verse 2, Bridge 1, Bridge 2

Interlude :
Bm F#m G A (2x)

Back to Bridge 1, Bridge 2, Bridge 1

Outro :
Bm F#m
Tapi orang bilang katanya kamu gak sayang
G
orang bilang katanya kamu gak cinta
D
orang bilang tentang kamu orang bilang

Bm F#m
Tapi orang bilang katanya kamu gak sayang
G
orang bilang katanya kamu gak cinta
A
orang bilang tentang kamu orang bilang

Bm F#m
Tapi orang bilang katanya kamu gak sayang
G
orang bilang katanya kamu gak cinta
D
orang bilang tentang kamu orang bilang

ABG Bogor Pelaku Video Mesum Itu Dinikahkan Warga !

Pelaku Video The Jek Ngesbray ABG Bogor membuat Warga Desa Sukamulya meminta pasangan tersebut segera dinikahkan agar dampaknya tidak meluas dan memancing emosi warga.

Sekretaris Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Jejen, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan, dan mengecek kebenaran dari video mesum ini. Pihaknya juga telah mengundang pelaku bersama orangtuanya dan masyarakat untuk bermusyawarah, dan menyeselesaikannya secara kekeluargaan.

"Sampai saat ini kami melakukan pengecekan dan kebenaran video tersebut. Kita ingin menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Kami telah mengundang pelaku dan orangtuanya untuk bermusyawarah dan mencari jalan keluar terhadap isu beradarnya video mesum di warga kami ini," katanya.@Berita8

Balance Of Paymen (KETIDAK SEIMBANGAN)

BAB I

PENDAHULUAN

Posisi Balance Of Payment (BOP) yg ideal buat suatu negara adalah bila berada pada posisi surplus atau equilibrium yg nilai valasnya relative tinggi, sedangkan posisi yg dianggap kurang baik & selalu diusahakan buat diperbaiki melalui mekanisme adjustment BOP adalah posisi BOP yg defisit & nilai valas yg relatif rendah.

Mekanisme adjustment atau penyesuaian BOP yg defisit dapat dilakukan melalui beberapa cara yg secara teoritis akan tergantung pada sistem kurs valas yg digunakan oleh masing- masing negara.

Bentuk ketidakseimbangan (defisit atau surplus) neraca pembayaran dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan besar, yakni penyesuaian otomatis & penyesuaian melalui kebijakan. Mekanisme penyesuaian otomatis adalah berbagai proses penyeimbang atau penyesuaian yg bersumber dari neraca pembayaran itu sendiri, sehingga pemerintah tidak perlu mengambil tindakan atau intervensi secara khusus. Kebijakan penyesuaian adalah langkah-langkah tertentuyg diambil oleh pemerintah dgn tujuan pokok mengkoreksi ketidakseimbangan neraca pembayaran. Secara umum mekanisme-mekanisme penyesuaian otomatis tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni yg beroperasi terhadap harga-harga, & yg beroperasi terhadap pendapatan. Disamping itu, masih ada penyesuaian moneter otomatis. Adapun mekanisme penyesuaian harga otomatis tersebut adalah proses penyesuaian yg bertumpu pada perubahan-perubahan harga di negara yg mengalami defisit & juga dinegara yg mengalami surplus, & perubahan-perubahan harga itulah yg diandalkan buat menciptakan proses penyesuaian.



BAB II

PEMBAHASAN


1. Pengertian Ketidakseimbangan

Telah dikemukakan bahwa secara pembukuan atau accounting suatu Neraca Pembarayan Internasional atau NPI selalu seimbang. Lalu apa yg dimaksud dgn ketidakseimbangan itu? Buat mengetahui ketidakseimbangan tersebut, kita perlu membedakan transaksi NPI ke dalam :

1. Transaksi yg autonomous : yakni transaksi yg timbul dgn sendirinya bukan sebagai akibat dari adanaya trasaksi lain. Biasanya motif transaksi ini adalah buat mencari keuntungan. Transaksi dalam rekening yg sedang berjalan (current account) & capital jangka panjang pada umumnya termasuk ke dalam transaksi yg autonomous.
2. Transaksi yg induced/compensatory transaction : yakni transaksi yg timbul sebagai akibat adanya transaksi lain. Yg termasuk ke dalam transaksi ini adalah aliran modal (pemerintah) jangka pendek beserta aliran emas.


Suatu NPI (neraca pembayaran internasional) dikatakan tidak seimbang apabila transaksi autonomous debit tidak sama dgn transaksi autonomous kredit. Defisit apabila transaksi autonomous debit lebih besar daripada transaksi autonomous kredit, & surplus apabila transaksi autonomous debit lebih kecil daripada transaksi autonomous kredit.


2.2. Sebab-penyebab Suatu Negara Dapat Mengalami Ketidakseimbangan Dalam NPI

Ketidakseimbangan dapat timbul sebagai akibat dari beberapa factor, diantaranya : alam, kegiatan ekonomi swasta, kegiatan ekonomi/kebijakan pemerintah (sendiri & asing), yg mengakibatkan perubahan dalam permintaan & penawaran valuta asing. Sebagai contoh misalnya :

1. Ekspor & impor dapat berubah-ubah karena musim (seasonal disequilibrium).
2. Perubahan di dalam pendapatan sebagai akibat kebijaksanaan harga, tingkat bunga atau kesempatan kerja dari Negara lain dapat menimbulkan ketidakseimbangan (cyclical disequilibrium).
3. Kemajuan teknik (misalnya : penemuan karet syntethis) dapat menyebabkan ketidakseimbangan (deficit) Negara penghasil karet alam (structuraldisequilibrium).
4. Aliran modal sebagai akibat kegiatan spekulasi (destabilizing speculation).

Suatu negara dapat menempuh beberapa cara buat mengatasi ketidakseimbangan tersebut. Grafik di bawah ini dapat menjelaskan beberapa alternative tersebut.



Gambar 1. Alternatif buat Mengatasi Ketidakseimbangan NPI


Kesimbangan mula-mula adalah pada kurs OR0 & jumlah valuta asing yg diperdagangkan OX0. Keseimbangan ini terganggu, misalnya dgn bergesernya permintaan dari D0 ke D1. Pada tingkat kurs OR0 terdapat kelebihan permintaan valuta asing (defisit NPI) sebesar X0X1. Buat mengatasi ketidakseimbangan ini beberpa alternative yg dapat diambil oleh suatu Negara antara lain :

1. Membiarkan tingkat kurs naik menjadi OR1 (kurs yg berubah-ubah).
2. Membiarkan proses penyeimbangan berjalan secara otomatis melalui perubahan harga & pendapatan (kurs tetap/standar emas).
3. Pemerintah dapat menambah penawaran devisa di pasar dgn menggunakan cadangan yg dimiliki (pegged rate).
4. Kebijaksanaan deflasi (buat menurunkan ongkos produksi & harga) beserta mengurangi permintaan total & pendapatan guna menekan impor.
5. Melakukan pengawasan devisa (exchange control).

Sering terjadi suatu negara mengambil kebijaksanaan yg merupakan kombinasi dari alternative-alternatif di atas. Di bawah ini akan dijelaskan proses penyesuaian ketidaskseimbangan di dalam dua system kurs, yakni kurs yg berubah-ubah & kurs tetap. Beserta dua mekanisame lainnya yaitu mekanisme pendapatan & devaluasi.

2.3. System Kurs yg berubah-ubah

Proses penyeimbangan disequilibrium atau defisit/ surplus BOP, khususnya BOT di negara yg menganut sistem kurs mengambang dgn pengendalian pemerintah (managed float), dapat dilakukan dgn menjalankan kebijakan perubahan kurs yg disebut devaluasi atau revaluasi/ upvaluasi.

Devaluasi diartikan sebagai suatu tindakan pemerintah buat menurunkan nilai mata uangnya ( domestic currency) terhadap mata uang asing (foreign currency) yg bertujuan (dalam jangka waktu relative pendek ) buat hal-perihal sebagai berikut.

1. Mendorong ekspor & membatasi impor sehingga diharapkan dapat memperbaiki posisi BOP atao BOT menjadi equilibrium atau mendekati equilibrium.
2. Mendorong penggunaan produksi dalam negeri.
3. Dgn BOP yg equilibrium, diharapkan kurs valas dapat menjadi relatif stabil.
4. Revaluasi/ upvaluasi diartikan sebagai suatu tindakan pemerintah buat menaikkan nilai mata uangnya (domestic currency ) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency) yg dilakukan karena perekonomiannya sudah mencapai atau mendekati full employed atau terjadi kecenderungan inflasi. Kebijakan ini dalam jangka pendek bertujuan buat mengurangi aggregate demand & inflasi.

Dalam system kurs ini proses penyeimbangan terjadi melalui peruabahan kurs (devaluasi buat defisit & revaluasi buat surplus). Perubahan kurs ini disamping akan menimbulkan ongkos (riil) dalam proses penyesuaian produksi & konsumsi, juga tidak dapat dipastikan bahwa keseimbangan akan tercapai. Keberhasilan devaluasi buat menghilangkan atau mengurangi ketidakseimbngan tergantung pada elastisitas permintaan & penawaran valuta asing. Makin besar elastisitas (makin elastis) permintaan akan barang ekspor (dari negara lain) & impor suatu negara, devaluasi akan makin efektif. Perihal ini dapat ditunjukkan dgn gambar sebagai berikut :

Gambar (a) menunjukkan buat defisit sebesar FG, Indonesia mesti mendevaluasi rupiah sebesar EE’. Sedangkan gambar (b) buat deficit yg sama MN (= FG) perlu tindakan devaluasi yg lebih besar, yakni dari OP ke OP’. Sejalan dgn ini Marshall & Lerner mengemukakan suatu keadaan dalam mana devaluasi akan efektif atau tidak. Keadaan ini yg kemudian dikenal dgn nama “Marshall-Lerner” yg menyatakan bahwa apabila jumlah elastisitas permintaan akan ekspor & impor itu :

1. Lebih besar daripada satu, devaluasi akan memberikan perbaikan.
2. Sama dgn satu, devaluasi tidak memberikan efek apa-apa.
3. Lebih kecil dari satu, devaluasi akan merugi.

Dgn menggunakan anggapan bahwa penawaran dunia akan barang impor X negara A, R0S0, & penawaaran barang ekspor Y dari negara A, YS0 masing-masing elastis sempurna (negara A dianggap sebagai negara kecil, sehingga tidak mempunyai pengaruh terhadap harga ekspor & impornya), devaluasi akan menyebabkan bergesernya kurva permintaan dari D0D0 ke D1D1. & penawaran dari S0S0 ke S1S1. Turunnya pengeluaran valuta asing buat impor relative kecil penyebab elastisitas permintaannya (DD) juga kecil. Sedangkan turunnya penerimaan dari ekspor dikarenakan elastisitas permintaannya kecil sehingga kerugian penerimaan dari jumlah yg diekspor sebelum devaluasi (OY0EP0) sebesar FE P0P1 lebih besar daripada tambanya penerimaan Y0Y1E1F. Dgn demikian jelas bahwa elastisitas permintaan yg kecil (inelastis) menyebabkan devaluasi akan menambah defisit dalam neraca perdagangan.

Masalah lain yg timbul adalah dalam hubungannya dgn penggunaan indeks harga. Indeks harga pada umumnya tidak dapat menggambarkan komposisi beserta kualitas barang. Sebagai contoh, pada tahun 1970 Amerika mengekspor pesawat terbang jumbo jet dgn harga yg jauh lebih tinggi daripada harga pesawat sebelumnya, sehingga indeks harga ekspor Amerika naik. Padaperihal dalam analisa ekonomi yg penting adalah ongkos angkut per orang buat setiap pesawat. Dalam perihal ini jumbo jet akan menurunkan ongkos per penumpang. Jadi, meskipun indeks harga menunjukkan kenaikan, kenyataannya menunjukkan penurunan. Dgn contoh ini jelas bahwa indeks harga yg dipakai dalam penaksiran elastisitas tidak dapat mengambarkan karakteristik dari barang-barang yg diperdagangkan, yg sangat menentukkan intensitas permintaan.


2.4. System Kurs Tetap

Kurs tetap terutama terjadi pada system standar emas. Suatu negara dikatakan memakai system standar emas apabila :

* Nilai mata uangnya dijamin dgn nilai seberat emas tertentu.
* Setiap orang boleh membuat beserta melebur uang emas.
* Pemerintah sanggup membeli atau menjual emas dalam jumlah yg tidak terbatas pada harga tertentu (yg sudah ditetapkan pemerintah).

Didalam standar emas penyeimbangna kembali suatu NPI dapat terjadi secara otomatis. Proses otomatis ini melalui suatu mekanisme yg disebut “specie flow”. Mekanisme ini bekerja sebagai berikut : apabila terjadi defisit dalam NPI (ekspor <>

Dgn sistem kurs tetap, nilai suatu mata uang ditentukan berdasarkan gold excange standard sesui dgn Bretton Woods system. Dalam perihal ini, mekanisme adjustment posisi BOP dapat terjadi melalui mekanisme otomatis berdasarkan teori David Hume tentang “ price-specie-flow mechanism ” sebagai berikut :

1. Bila BOP defisit berarti X<> X
2. Karena masih berlaku nilai kurs tetap atau gold exchange standard, maka akibatnya jumlah emas atau logam mulia (LM) akan makin menurun karena banyak dikirim ke luar negeri.
3. Karena emas masih digunakan sebagai likuiditas atau alat pembayaran, sedangkan jumlahnya semakin menurun (emas / LM), maka money supply (Ms) di dalam negeri makin berkurang.
4. Karena supply money makin berkurang, maka harga- harga di dalam negeri akan menurun pula.
5. Menurunnya harga (price) dalam negeri, khususnya terhadap harga barang ekspor (Px), akan menyebabkan jumlah ekspor (Qx) akan naik.
6. Di lain pihak, berkurangnya money supply di dalam negeri akan menyebabkan harga barang impor (Pm) di mata konsumen dalam negeri akan menjadi lebih maperihal sehingga jumlah impor (Qm) akan turun.
7. Karena jumlah ekspor (Qx) naik & di lain pihak jumlah impor (Qm) turun, maka melalui mekanisme ini akhirnya jumlah ekspor (Qx) akan menjadi sama atau bahkan lebih besar daripada jumlah impor (Qm) atau Qx ≥ Qm.

Akan tetapi, mekanisme otomatis buat penyeimbangan (adjustment ) BOP ini tidak dapat terjadi lagi karena pada umumnya sistem kurs tetap yg menggunakan standar emas ini tidak berlaku lagi sejak Dekrit Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971.

Sebagai contoh, misalnya terjadi kegagalan panen, negara A mengimpor lebih banyak bahan makanan sedang ekspornya tetap. Keadaan ini akan menimbulkan deficit dalam neraca pembayaran negara A, kecuali apabila negara A memperoleh pinjaman dari luar negeri buat menutup kelebihan impornya. Seandainya pinjaman tidak bisa diperoleh & deficit terjadi. Maka jumlah uang yg beredar (emas) didalam negeri menurun sebesar jumlah deficit neraca pembayaran tersebut, sedangkan jumlah uang yg beredar (emas) diluar negeri meningkat. Selanjutnya tingkat harga di dalam negeri menurun & tingkat harga di luar negeri meningkat. Karena barang-barang buatan dalan negeri menjadi lebih mahal, maka penduduk dalam negeri cenderung buat menjual barang produksinya di luar negeri (mengekspor lebih banyak) karene harga diluar negeri menguntungkan, & cenderung buat mengurangi pembelian barang-barang buatan luar negeri (mengimpor lebih sedikit) karena harga barang-barang buatan dalam negeri lebih murah.

Kedua proses ini, yaitu ekspor bertambah & impor menurun, akan terus berlangsung samapai deficit dalam neraca pembayaran yg semula timbul akhirnya hilang, & neraca pembayaran kembali seimbang (dilihat dari sudut pandang luar negeri pun ada proses serupa, karena harga diluar negeri meningkat & harga dalam negeri menurun, maka orangluar negeri cenderung buat mengimpor lebih banyak dari negeri yg mengalami defisit (ekspor dari negeri defisit meningkat) & cenderung buat mengekspor lebih sedikit ke nagara defisit (impor negara defisit menurun)).

Proses penyesuaian kembali ke arah keseimbangan neraca pembayaran bersifat otomatis. Proses in berlaku bagi ketimpangan yg berupa defisit maupun surplus proses penyesuaian otomatis dalam neraca pembayaran (dalam system standar emas penuh) disebut mekanisme Hume sering pula disebut species flow mechanism karena dimulai dgn adanya aliran (flow) emas (species) dari suatu negara ke negara lain.

Di samping proses penyeimbangn tersebut di atas, di dalam system kurs tetap, proses penyeimbangan dapat pula berjalan melalui perubahan pendapatan & pengeluaran (proses multiplier). Proses ini dapat dijelaskan dgn menggunakan model Keynes buat ekonomi terbuka.

Pertama-tama dimulai dgn ekonomi tertutup (belum ada perdagangan internasional). Misalnya, di dalam perekonomian tertutup ini terjadi penambahan pengeluaran investasi (Δ1) sebesar Rp. 10 juta. Pendapatan nasional akan bertambah atau tidak tergantung besarnya marginal propencity to consume (MPC), yakni bagian dari tambhan pendapatan yg digunakan buat membeli barang-barang konsumsi (ΔC/ΔY). Pabila diketahui bahwa besarnya MPC = ½ (artinya separo daripada tambahan pendapatan digunkan untukkonsumsi), maka tambah pendapatan nasional akan menjadi sebesar Rp 10 juta + Rp 5 juta + Rp 2,5 juta + Rp 0,625 juta = Rp 19,375 juta, atau dapat dinyatakan sebagai berikut :


Jika perekonomian sudah terbuka, maka sebagian daripada kenaikan pendapatan nasional tersbut digunkan buat membeli barang-barang luar negeri (impor). Bagian dari tambahan pendapatan nasional yg digunakan impor diosebut marginal propencity ti impor (MPM), yakni

Jadi dgn adanya impor tersebut maka tambahan pendapatan nasional akan naik dgn jumlah yg lebih kecil. Misalnya, besarnya MPM = ¼ maka tambahan pendapatan nasional sebesar Rp 10 juta, yg sebesar Rp 5 juta (½ x Rp 10 juta) digunkan buat menambah komsumsi. Dari tambahan konsumsi sebesar Rp 5 juta ini sebagian (Rp 2,5 juta) buat konsumsi barang luar negeri (impor). Tambahan pendapatan nasional akhirnya sebesar :

Rp 10 juta + Rp 2,5 juta + Rp 0,625 juta + ……….. = Rp 13 juta.

Secara simbolis besarnya angka pengganda (multiplier) dapat dihitung sebagai berikut :


2.5. Mekanisme Keseimbangan Pendapatan

Adanya ekspor beserta impor (yg besarnya tergantung atas pendapatan) sedikit menambah komplikasi model ekonomi makro dari Keynes. Keseimbangan pendapatan tercapai apabila jumlah pengeluaran sama dgn jumlah nilai yg dihasilkan. Hanya saja sekarang jumlah permintaan total tidak lagi sama dgn pengeluaran. Perihal ini disebabkan karena adanya ekspor & impor. Keseimbangan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :

Y = E + X – M

Ket. Y = Produksi nasional

E = Pengeluaran nasional (absorpsi).


Persamaan diatas dapat diartikan sebagai berikut :


Y = Permintaan agregat buat produksi nasional (AD)

= E (Y) + X – M (Y)


E (Y) = Pengeluaran nasional yg besarnya tergantung dari pendapatan. Ketergantungan terhadap pendapatan ini disebabkan karena salah satu komponennya, yakni konsumsi (C) tergantung dari pendapatan. E(Y) terdiri dari konsumsi (C), investasi dalam negeri (Id), & pengeluaran pemerintah (G).


Dgn modofikasi sederhana, persamaan tersebut di atas dirubah menjadi :

Y – C – G = (E – C – G) + (X – M)

S = Id + If


Persamaan terakhir menunjukkan bahwa tabungan (S) sama dgn investasi dalam negeri (Id) ditambah investasi luar negeri (If). Dgn demikian, keseimbangan pendapatan dapat pula berarti bahwa tabungan dikurangi investasi dalam negeri sama dgn invesatsi luar negeri .


S – Id = If = X – M


Persamaan ini menunjukkan bahwa dalam keadaan keseimbangan, S tidak perlu sama dgn Id & juga X tidak perlu sama dgn M. Yg penting adalah kesamaan :


S – Id = X – M


2.6. Devaluasi

Defisit neraca pembayaran di suatu negara dapat dikoreksi melalui depresiasi atau devaluasi atas mata uang dari negara yg bersangkutan. Istilah depresiasi yg kita gunakan dalam sistem moneter internasional yg tengah berlaku dalam sistem kurs mengambang. Depresiasi adalah peristiwa penurunan nilai tukar mata uang secara otomatis akibat bekerjanya kekuatan-kekuatan penawaran & permintaan atas mata uang yg bersangkutan dalam sistem pasar bebas. Sedangkan istilah devaluasi akan kita gunakan guna mengacu peningkatan secara sengaja kurs atau penurunan nilai tukarnya dari suatu mata uang oleh pemerintahnya. Artinya pemerintah sengaja secara sepihak mengubah angka kurs mata uangnya, dari besaran baku yg satu menjadi besaran baku yg yg lain. Namun mengingat dampak-dampak yg ditimbulkan oleh depresiasi & devaluasi secara umum sama saja, maka kedua istilah tersebut akan digunakan secara bergantian & pembedanya tidak terlalu dipermasalahkan.

Pada umumnya kebijakan devaluasi relatif lebih banyak digunakan oleh negara-negara berkembang dgn terlebih dahulu mendapat persetujuan dari IMF. Salah satu contohnya adalah devaluasi yg dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebanyak empat kali yg dapat dilihat pada table berikut.


Menurut “ Marshall- Lerner condition”, suatu kebijakan devaluasi akan dapat memperbaiki posisi BOP bila dipenuhi syarat sebagai berikut.

1. Devaluasi akan dapat memperbaiki BOP bila Ed + Es > 1
2. Devaluasi tidak akan memperbaiki posisi BOP bila Ed + Es = 1
3. Devaluasi justru akan memperburuk posisi BOP bila Ed + Es <>



BAB III

KESIMPULAN


Jadi suatu neraca pemabayaran yg tidak seimbang dapat diperbaiki dgn beberapa cara diantaranya dgn proses penyeimbangan kurs berubah-ubah atau kurs mengembang, proses penyeimbangan kurs tetap, mekanisme pendapatan keseimbangan, & devaluasi.

Defisit sebagai suatu kelebihan debet terhadap kredit dalam neraca transaksi berjalan, yg tidak dapat diimbangi oleh arus modal otonom sehingga memerlukan transaksi-transaksi pengimbang secara khusus seperti penarikan sebagian asset cadangan internasional, penarikan pinjaman luar negeri, atau depresiasi mata uang domestik.

Bentuk kurva permintaan & kurva penawaran dari negara yg mengalami defisit memang dapat menunjukan besar kecilnya devaluasi atau depresiasi atas mata uang domestiknya yg diperlukan demi mengurangi atau menghilangkan defisit pada neraca pembayaran.

Hilangnya sebagian cadangan emas dari Negara menunjukan deficit neraca pembayaran di Negara itu, yg selanjutnya pasti akan menurunkan tingkat uangnya. Lebih lanjut, perihal ini akan menyebabkan harga-harga domestic mengalami penurunan, sehingga harga-harga produknya menjadi lebih kompetitif & ekspor Negara itu pun meningkat & dalam waktu bersamaan impornya menurun. Proses ini akan teruis berlangsung samapai deficit neraca pemabyaran di Negara itu hilang. Proses yg sebaliknya akan terjadi di Negara yg mengalami neraca pembayaran. Namun, standar emas juga mengandung beberapa kelemahan fatal yg membuatnya tidak praktis sebagai cara pengorganisasian system moneter internasional dewasa ini.

PENGERTIAN AGROINDUSTRI

Agroindustri dapat diartikan dalam dua hal, yaitu pertama agroindustri adalah industri yg berbahan baku utama dari produk pertanian. Studi agroindustri pada konteks menekankan pada food processing management dalam suatu perusahaan produk olahan yg bahan baku utamanya adalah produk pertanian. Menurut FAO (Hicks, 1996), suatu industri yg menggunakan bahan baku dari pertanian dgn jumlah minimal 20% dari jumlah bahan baku yg digunakan adalah agroindustri. Arti yg kedua adalah bahwa agroindustri itu diartikan sebagai suatu tahapan pembangunan sebagai kelanjutan dari pembangunan pertanian, tapi sebelum tahapan pembangunan tersebut mencapai tahapan pembagunan. Oleh karena itu, dapat dimengerti kalau pada rencana pembangunan lima tahun (REPELITA) VI sebagai tahap awal pembangunan jangka panjang kedua (PJP-II) diarahkan sebagai peletakan dasar buat meningkatkan sumber daya manusia, menumbuhkan sikap kemandirian & pengembangan pertanian yg mengarahkan pada industri pertanian, (Soekartawi 2001).

Makna berkelanjutan (Sustainable) yg didampingi kata agroindustri tersebut, maka pembangunan agroindustri yg berkelanjutan (Sustainable agroindustrial development) adalah pembangunan agroindustri yg mendasarkan diri pada konsep berkelanjutan, dimana agroindustri yg dimaksudkan dibangun & dikembangkan dgn memperhatikan aspek-aspek manajemen & konservasi sumber daya alam. Semua teknologi yg digunakan beserta kelembagaan yg terlibat dalam proses pembangunan tersebut diarahkan buat memenuhi kepentingan manusia masa sekarang maupun masa mendatang. Jadi teknologi yg digunakan sesuai dgn daya dukung sumber daya alam, tidak ada degradasi lingkungan, secara ekonomi menguntungkan & secara sosial diterima oleh masyarakat (Soekartawi 1998, FAO, 1989, Sajise, 1996 ). Dari definisi ini ada beberapa ciri dari agroindustri yg berkelanjutan, yaitu pertama produktivitas & keuntungan dapat dipertahankan atau ditingkatkan dalam waktu yg relatif lama sehingga memenuhi kebutuhan manusia pada masa sekarang atau masa mendatang. Kedua, sumber daya alam khususnya sumber daya pertanian yg menghasilkan bahan baku agroindustri dapat dipelihara dgn baik & bahkan terus ditingkatkan karena berkelanjutan kerajinan tersebut sangat tergantung dari tersedianya bahan baku. Ketiga, dampak negatif dari adanya pemanfatan sumber daya alam & adanya kerajinan dapat diminimalkan (Soekartawi, 2001).

Kemajuan ilmu & teknologi yg mempengaruhi corak berpikir produsen, konsumen & pelaku pembangunan pertanian dgn memperhatikan pada empat aspek seperti yg disebutkan diatas, yaitu:
1) Pemanfaatan sumber daya dgn tanpa merusak lingkungannya .
2) Pemanfatan teknologi yg senantiasa berubah.
3) Pemanfaatan institusi (kelembagaan) yg saling menguntungkan dan
4) Pemanfaatan budaya (cultural endowment) buat keberhasilan pembangunan pertanian (Soekartawi, 2005).

Keempat aspek inilah yg banyak menentukan keberhasilan pembangunan pertanian yg berkelanjutan.

Archives

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet