PENGARUH PENGUASAAN TEORI BERBICARA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS 2 SMP NEGERI 8 SERANG

PENGARUH PENGUASAAN TEORI BERBICARA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS 2 SMP NEGERI 8 SERANG



  1. Latar Belakang Masalah

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan kegiatan memberikan pengalaman belajar buat mencapoai suatu tujuan pembelajaran biasanya guru melakukan sebuah kegiatan yg disebut kegiatan belajar mengajar. Kawasan yg ingin dicapai tersebut biasanya adalah pengetahuan, sikap & keterampilan. Dalam perihal ini seorang guru membekali dirinya dgn seni memberikan pengalaman belajar.

Strategi belajar mengajar yg baik adalah strategi yg efisien, efektif & dapat mencapai tujuan belajar dgn upaya pembuktian usaha belajar dari siswa. Seperti dijelaskan Roestiyah dijelaskan bahwa dalam proses belajar mengajar, guru mesti memiliki strategi belajar mengajar, guru mesti memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif & efisien, mengenai pada tujuan yg diharapkan Roestiyah , (1998:1).

Pemilihan pola kegiatan belajar mengajar sangat penting dilaksanakannya penguasaan teori pidato. Walaupun setiap guru mengetahui bahwa teori pidato sangat penting buat pengembangan keterampilan berbicara. Namun dalam kenyataannya masih banyak guru atau siswa yg tidak dapat menerapkan & menyerap bahan ajar berbicara pada pembelajaran keterampilan berbicara dikelas.

Masih terdapatnya siswa yg kesulitan buat dapat tampil dimuka & di kelas memaparkan ide pikirannya kepada pendengar atau pemirsa. Tampil prima di depan khayalak memang membutuhkan keterampilan khusus yg tidak diperoleh secara cepat, namun melalui latihan-latihan & pembiasaan. Selain itu tatakrama berbicara juga mesti diperhatikan dgn serius, karena akan mempengaruhi kualitas pembicaraan. Banyak isi pembicaraan yg baik, jika tidak dibawakan dgn baik akan memperoleh hasil yg jelek, sebaliknya isi pembicaraan yg biasa-biasa saja tapi karena dibawakan secara baik akan menghasilkan sambutan pendengar yg baik pula.

Keadaan yg seperti ini disebabkan diantarnya oleh kemampuan guru bidang studi bahasa Indonesia yg belum dapat memberikan penjelasan mengenai teori-teori pidato yg sebenarnya. Agar kemampuan siswa dapat bentuk performasi lebih baik, perlu adanya perbaikan pembelajaran teori pidato dalam bidang studi bahasa Indonesia.

Penguasaan teori pidato adalah penguasaan kebahasaan dibidang kompetensi (kemampuan dasar) dari performansi (keterampilan praktis) sekaligus. Artinya seseorang yg belajra teori pidato yg telah dipelajarinya. Namun demikian, tidaklah lengkap apabila seseorang tersebut belum dibuktikan dgn kemampuan keterampilan berbicaranya. Dgn kata lain, jika seorang pembelajar teori pidato tersebut dapat menguasainya melalui keterampilan berbahasa diantaranya keterampilan berbicara.

Bentuk performansi bahasa diantaranya adalah keterampilan berbicara. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa keterampilan berbicara adalah bagian dari keterampilan berbahasa yg merupakan catur tunggal yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca & menulis. Keterampilan berbicara yg penulis maksud adalah keterampilan berbicara berkaitan dgn permasalahan tersebut di atas, kemampuan berbicara sebagai bentuk performansi berbahasa sangat erat hubungannya dgn penguasaan teori pidato. Karena seseorang yg dapat berbicara diantaranya adalah mempunyai kemampuan dasar tentang teori-teori berbicara. Semakin seseorang berkemampuan menguasai teori-teori berbicara semakin baik pula ia dalam keterampilan berbicara. Hanya teori dilapangan masih banyak kita dapatkan orang menyampaikan pidato dgn tidak terarah. Perihal ini mencerminkan betapa lemahnya seseorang tersebut dalam menguasai teori berbicara. Artinya antara penguasaan teori pidato dgn keterampilan berbicara terdapat kaitan yg erat.

Berdasarkan latar belakang masalah yg penulis kemukakan di atas maka penulis ingin mengadakan penelitian dgn judul “Pengaruh Penguasaan Teori Berbicara Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Kelas 2 SMP Negeri 8 Serang.”


  1. Kajian Yg Relevan

Penelitian tentang berbicara telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti antara lain dari judul pertama yaitu tentang uji coba pembelajaran berbicara dgn metode problem solving di kelas 3 MTs Negeri Model Padarincang Tahun Pelajaran 2003/2004. Dalam penelitian ini penulis tidak menemukan metode penelitian yg sama dgn judul yg sedang penulis teliti ini lebih menekankan pada metode problem solving. Judul kedua yg penulis temukan yaitu Pembelajaran Kalimat Aktif Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas II SMA Negeri 1 Pontang Tahun Pelajaran 2004/2005. Dilihat dari masalahnya judul ini melihat kepada kemampuan berbicara, & keterampilan membuat kalimat. Metodenya menggunakan metode uji coba. & judul yg ketiga yaitu Analisis Kemampuan Berbicara Siswa Kelas 3 SMA YP 17 Serang Tahun Ajaran 2003/2004 judul ini lebih menekankan pada kemampuan berbicaranya saja.

Berdasarkan paparan di atas penulis berkeyakinan bahwa peneliti yg akan penulis lakukan berbeda dgn penelitian sebelumnya baik ditinjau dari segi fokus permasalahan maupun kajiannya, walaupun ada kesamaan dalam perihal pembahasan yaitu mengenai berbicara. Walaupun begitu penulis sadar akan keterbatasan kemampuan mungkin saja ada hal-perihal yg sangat mirip dgn kajian penelitian yg akan penulis lakukan tapi itu semua berada dalam batas kelemahan atau kesadaran penulis.


  1. Identifikasi Masalah

Memilih masalah penelitian adalah suatu langkah awal dari suatu kegiatan penelitian Arikunto, (2002:27). Berdasarkan dari latar belakang masalah penulis menemukan masalah-masalah sebagai berikut:

    1. Masih terdapatnya siswa yg kesulitan buat dapat tampil dimuka & dikelas memaparkan ide pikirannya kepada pendengar atau pemirsa

    2. Masih kurangnya penguasaan kebahasaan dibidang kompetensi

    3. Masih banyak yg penulis temukan orang yg menyampaikan pidato dgn tidak teratur.


  1. Batasan & Rumusan Masalah

4.1 Batasan Masalah

Dari latar belakang masalah yg telah dikemukakan di atas, penulis mencoba membatasi penelitiannya sebagai berikut:

  1. Teori berbicara

  2. Kemampuan berbicara siswa

  3. Pengaruh penguasaan teori berbicara terhadap kemampuan berbicara


4.2 Rumusan Masalah

Dari masalah yg telah dibatasi di atas, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana penguasaan teori berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang ?

  2. Bagaimana kemampuan berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang?

  3. Adakah pengaruh penguasaan teori berbicara terhadap kemampuan brbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang ?


  1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah rumusan kalimat yg menunjukkan sesuatu perihal yg diperoleh setelah penelitian selesai Arikunto, (2002:52). Pada penelitian ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut:

    1. Buat mendapat gambaran tentang penguasan teori berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang

    2. Buat mendapat gambaran tentang kemampuan berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang

    3. Buat melihat adanya pengaruh penguasaan teori berbicara terhadap kemampuan berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang


  1. Anggapan Dasar & Hipotesis

6.1 Anggapan Dasar

Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak pemikiran yg kebenarannya diterima oleh penyelidik Arikunto, (2002:60). Dalam penelitian ini penulis mempunyai anggapan dasar sebagai titik tolak pemikiran sebagai berikut:

    1. Isi sebuah karangan diwujudkan oleh kelompok kalimat yg merupakan satu kesatuan maksud yg disebut paragraf Syamsuddin, AR. (1994:29).

    2. Kemampuan menguasai teori berbicara dapat dijadikan modal dasar

    3. Kemampuan berbicara salah satunya didasarkan pada kemampuan menguasai teori berbicara.

6.2 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian Sudjana, (1992:42). Hipotesis mesti jelas, terbatas sehingga dapat diuji & memberi petunjuk bagaimana pengujian mesti dilakukan. Adapun rumusan masalah hipotesis yg penulis buat adalah sebagai berikut:

    1. Penguasaan berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang cukup baik

    2. Kemampuan berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang cukup baik

    3. Terhadap pengaruh penguasaan teori berbicara terhadap kemampuan berbicara siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang


  1. Kerangka Teori

7.1 Pengertian Berbicara

Menurut Tarigan, (1987:15) berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata buat mengekspresikan, menyatakan beserta menyampaikan pikiran, gagasan, & perasaan. Tujuan utama berbicara adalah buat berkomunikasi. Komunikasi dapat mempersatukan individu-individu ke dalam kelompok-kelompok dgn jalan menyampaikan konsep-konsep umum, menciptakan suatu kesatuan lambang-lambang yg membedakannya dari kelompok-kelompopk lain, & menetapkan suatu tindakan tersebut, beserta tidak akan dapat bertahan lama jika tidak masyarakat-masyarakat bahasa.

Berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yg berkembang pada kehidupan anak, yg hanya didahului oleh keterampilan menyimak, & pada masa tersebutlah kemampuan berbicara atau berujar dipelajari Tarigan, (1981:3).


7.1.1 Berbicara Sebagai Suatu Cara Berkomunikasi

Manusia adalah mahluk sosial, & tindakannya yg pertama & yg paling penting adalah tindakan sosial, suatu tindakan tempat saling mempertukarkan pengalaman, saling mengemukakan & menerima pikiran, saling mengutarakan perasaan, atau saling mengekspresikan beserta menyetujui suatu pendirian atau keyakinan. Oleh karena itu maka didalam tindakan sosial haruslah terdapat elemen-elemen yg umum, yg sama-sama di setujui & dipahami oleh sejumlah orang yg merupakan suatu masyarakat. Buat menghubungkan anggota masyarakat maka diperlukan komunikasi Tarigan, (1981:8).

Anderson (dalam Tarigan, 1981: 9) mengemukakan adanya 8 prinsip dasar, yaitu:

    1. Bahasa adalah suatu sistem

    2. Bahasa adalah vokal (bunyi ujaran)

    3. Bahasa tersusun dari lambang-lambang mana suka (arbity symbols)

    4. Setiap bahasa bersifat unik, bersifat khas

    5. Bahasa dibangun dari kebiasaan-kebiasaan

    6. Bahasa adalah alat berkomunikasi

    7. Bahasa berhubungan dgn kebudayaan tempat berada

    8. Bahasa itu berubah-ubah.

Komunikasi dapat dipandang sebagai suatu komunikasi perbuatan-perbuatan atau tindakan-tindakan serangkaian unsur-unsur yg mengandung maksud & tujuan. Komunikasi bukan merupakan suatu kejadian, peristiwa, sesuatu yg terjadi, komunikasi adalah sesuatu yg fungsional, mengandung maksud & dirancang buat menghasilkan beberapa efek atau akibat pada lingkungan para penyimak & para pembaca. Brown (dalam Tarigan, 1981:10-11).

Halliday (dalam Tarigan, 1981:11) mengemukakan adanya tujuh jenis fungsi bahasa, yaitu:

  1. Fungsi instrumental bertindak buat menggerakkan beserta memanipulasikan lingkungan, menyebabkan peristiwa-peristiwa tertentu terjadi.

  2. Fungsi regulasi atau fungsi pengaturan dari bahasa merupakan pengawasan terhadap peristiwa-peristiwa.

  3. Fungsi repersentasional adalah penggunaan bahasa buat membuat pernyataan-pernyataan, menyampaikan fakta-fakta & pengetahuan, menjelaskan atau melaporkan dalam pengertian “menggambarkan” realitas yg terlihat oleh seseorang.

  4. Fungsi interaksional bahasa bertindak buat menjamin pemeliharaan sosial. Malinowski mempergunakan istilah “phatic communion” yg mengacu kepada kontak komunikatif antara sesama manusia yg semata-mata mengizinkan mereka mendirikan kontak sosial beserta menjaga agar saluran-saluran komunikasi itu tetap terbuka, merupakan bagian dari fungsi interaksional bahasa.

  5. Fungsi personal membolehkan seorang pembicara menyatakan perasaan, emosi, kepribadian, reaksi-reaksi yg terkandung dalam hati sanubarinya.

  6. Fungsi heuristik melibatkan bahasa yg dipergunakan buat memperoleh pengetahuan, mempelajari lingkungan. Fungsi-fungsi neuristik sering kali disampaikan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yg menuntut jawaban. Fungsi neuristik ini dalam pertanyaan-pertanyaan “mengapa” mengenai dunia sekeliling mereka.

  7. Fungsi imajinatif bertindak buat menciptakan sistem-sistem atau gagasan-gagasan imajiner. Mengisahkan cerita-cerita dongeng, membuat lelucon-lelucon, atau menulis novel merupakan kegiatan yg mempergunakan fungsi imajinatif bahasa.

Ketujuh fungsi bahasa yg ditelusuri beserta dirangkumkan oleh Halliday itu kita sebut dgn istilah sapta guna bahasa.

7.2 Batasan & Tujuan Berbicara

Ujaran (Speech) merupakan suatu bagian yg integral dari keseluruhan personalitas atau kepribadian, mencerminkan lingkungan sang pembicara, kontak-kontak sosial & pendidikannya.

Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata buat mengekspresikan, menyatakan beserta menyampaikan pikiran, gagasan & perasaan Tarigan, (1981:15).

Tujuan utama dari berbicara adalah buat berkomunikas. Agar dapat menyampaikan pikiran secara efektif, maka seyogyanyalah sang pembicara memahami makna segala sesuatu yg ingin dikomunikasikan.


7.3 Ragam Seni Berbicara

Karena pembicaraan kita pada bab-bab selanjutnya lebih ditekankan pada seni berbicara atau berbicara terapan maka ada baiknya kita mengenal ragam-ragam seni berbicara terlebih dahulu.

Secara garis besar, maka berbicara (speaking) dapat dibagi atas:

  1. Berbicara dimuka umum pada masyarakat yg mencakup empat jenis, yaitu:

    1. Berbicara dalam situasi-situasi yg bersifat memberitahukan atau melaporkan yg bersifat informatif

    2. Berbicara dalam situasi-situasi yg bersifat kekeluargaan, persahabatan (fellow ship speaking)

    3. Berbicara dalam situasi-situasi yg bersifat membujuk, mengajak, mendesak, meyakinkan (pensuasive speaking)

    4. Berbicara dalam situasi-situasi yg bersifat merundingkan dgn tenang & hati-hati (deliberative speaking).

  2. Berbicara pada konferensi yg meliputi:

  1. Diskusi kelompok yg dapat dibedakan atas:

    1. Tidak resmi (informal)

    2. Resmi

  1. Prosedur parlementer

  2. Debat


  1. Metode & Teknik Penelitian

Dalam penelitian ini teknik yg digunakan penulis adalah studi korelasi. Studi korelasi yaitu penelitian deskriptif yg bertujuan menetapkan besarnya hubungan antara variabel-variabel Furchan, (1982:429). Adapun teknik yg digunakan dalam pengumpulan data adalah:

    1. Teknik tes, dilakukan buat mencari & mengumpulkan data dgn cara memberikan tugas tertulis tentang:

  1. Penguasaan teori berbicara

  2. Kemampuan berbicara

    1. Teknik pengolahan data

Agar diperoleh simpulan atas penelitian yg dilakukan, & menghasilkan data yg akurat perlu dilaksanakan analisis data. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis data dgn rumus korelasi product moment yaitu:

Hasil yg diperoleh akan menegaskan bagaimana kedudukan kausal antara variabel-variabel yg diselidiki.


  1. Populasi & Sampel

Penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga atau subyek tidak terlalu banyak. Bila populasi terlalu banyak penelitian dilakukan terhadap sampel tapi hasilnya dapat menaksirkan populasi.

Dari pengertian di atas, penulis menentukan populasi penelitian sebagai berikut. Seluruh siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang, yg berjumlah 4 kelas atau 107 siswa. Adapun dari populasi tersebut diambil sampel secara acak pada tiap kelas 10% atau setiap kelas diambil 4 siswa x 4 kelas = 16 siswa.


  1. Definisi Operasional

    1. Kemampuan berbicara adalah salah satu aspek keterampilan berbahasa selain berbicara yaitu menyimak, membaca & menulis yg mesti dikuasai oleh siswa kelas 2 SMP Negeri 8 Serang.

    2. Yg dimaksud dgn kemampuan berbicara dalam penelitian ini adalah kemampuan mengutarakan ide-ide atau gagasan yg merupakan proses encoding dari si pembicara.

9. Jadwal Penelitian

No

Tahap

Kegiatan

Bulan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

1.

Persiapan

Peneteapan objek penelitian







Pengajuan proposal







Seminar proposal







Perbaikan proposal







Pengesahan proposal







Penentuan pembimbing







Bimbingan intensip proposal







2.

Penyusunan skripsi

a. Pengumpulan data







b. Analisis Data







c. Menyusun Skripsi







d. Bimbingan Bab 1







e. Bimbingan Bab 2







f. Bimbingan Bab 3







g. Bimbingan Bab 4







h. Bimbingan Bab 5







3.

Ujian skripsi sidang skripsi

a. Penggandaan skripsi







b. Pendaftaran ujian skripsi







c. Presentase hasil penelitian/

skripsi pada penguji







4.

Revisi skripsi

a. Perbaikan skripsi







b. Penjili& skripsi







c. Penyerahan laporan skripsi











Kajian emansipasi perempuan dalam novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang & rencana pemelajarannya di SMA

BAB 1

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Pemelajaran sastra di sekolah, khususnya pemelajaran novel, lebih menitik beratkan pada karya sastra Indonesia, yakni karya sastra yg diciptakan atau dihasilkan oleh pengarang / sastrawan yg berasal dari Indonesia.

Hampir semua siswa di sekolah lebih banyak mengetahui karya-karya sastra Indonesia saja, padaperihal jika diamati dgn cermat maka akan diketahui bahwa selain karya-karya sastra Indonesia masih ada satu jenis karya sastra lagi di Indonesia ini, yakni karya sastra Perankan Tionghoa, bahkan menurut Salmon 1985 : 15 (dalam Faruk dkk, 2000: 16), hasil karya sastra Peranakan Tionghoa lebih banyak dari karya sastra yg dihasilkan oleh Balai Pustaka. Karya-karya sastra Peranakan Tionghoa itu sendiri berjumlah 3005 buah dgn jumlah pengarang & 806 orang, sedangkan karya sastra Balai Pustaka berjumlah 770 buah. Namun demikian, karya sastra Peranakan Tionghoa ini tidak banyak dikenal secara luas, sebagai bagian dari sastra Indonesia.

Dalam khazanah kesusastraan Indonesia modern, karya sastra Peranakan Tionghoa ini merupakan fenomena kultural yg sangat menarik buat diperhatikan & dikaji secara serius & tuntas. Selain fenomena kultural, karya sastra Peranakan Tionghoa juga dapat dikaji dari aspek-aspek yg lain yg terdapat dalam sebuah karya sastra seperti novel.

Karya sastra Peranakan Tionghoa dianggap penting buat diteliti karena adanya beberapa alasan. Pertama, dgn pemahaman mengenai karya sastranya mungkin sekali akan diperoleh gambaran / peta kasar mengenai sastra Peranakan Tionghoa secara keseluruhan, sebuah gambaran / peta yg pada gilirannya akan sangat berguna buat membimbing & memberi arah bagi penelitian berikutnya. Kedua, karya sastra Peranakan Tionghoa itu sekaligus akan memberikan gambaran mengenai respon masyarakat / pembaca terhadap karya sastra yg di telitinya.

Dgn masih terikatnya peranakan Tionghoa pada tradisi kultural dari negeri asalnya, maka akan menjadi seakan hidup di dalam sebuah kantong budaya yg tersendiri dari kebudayaan setempat. Akan tetapi, perihal itu tidak dgn sendirinya berarti interaksi budaya antara keduanya terabaikan. Di satu pihak orang-orang peranakan Tionghoa sesungguhnya ikut menikmati kebudayaan Indonesia seperti wayang, sedangkan di lain pihak penduduk Indonesia juga mengapresiasi karya-karya sastra peranakan Tionghoa seperti yg terbukti dari amat populernya cerita “San Pek Eng Tay” di kalangan masayarakat Indonesia.

Seperti telah disinggung di atas, bahwa masyarakat Indonesia banyak yg mengapresiasi karya sastra Peranakan Tionghoa seperti novel maupun drama San Pek Eng Tay yg ditulis oleh sastrawan peranakan / keturunan Tionghoa.

Ada sebagian masyarakat Indonesia yg mengapresiasi sekaligus meneliti mengenai karya sastra Peranakan Tionghoa seperti novel. Novel Tionghoa yg diapresiasi & sekaligus diteliti oleh masyarakat Indonesia di antaranya yaitu novel San Pek Eng Tay.

Novel San Pek Eng Tay ini banyak diteliti oleh seorang peneliti dari pandangan yg berbeda, bahkan cerita dari kisah San Pek Eng Tay ini terdapat beragam pandangan / pendapat orang yg berbeda setelah orang tersebut membaca & memahami isi cerita dari novel San Pek Eng Tay itu sendiri. Namun sebagian atau bahkan banyak yg menilai & menyimpulkan bahwa kisah San Pek Eng Tay ini lebih banyak menceritakan percintaan antara San Pek dgn Eng Tay. Akan tapi sebenarnya ada perihal yg lebih penting buat menilai atau menyimpulkan kisah cerita dari sebuah novel San Fek Eng Tay ini, misalnya mengenai perjuangan hidup / emansipasi seorang wanita dalam perihal ini Eng Tay.

Emansipasi dalam sebuah novel menunjukan arti penting dari sebuah novel yg lebih menitik beratkan ada permasalahan perempuan, apalagi jika si pengarang novel tersebut ingin memberitahukan kepada pembaca betapa pentingnya & berharganya sebuah emansipasi dari seorang perempuan buat dapat mengakhiri sebuah penindasan terhadap kaumnya.

Dgn adanya karya sastra Peranakan Tionghoa ini maka sebenarnya dapat digunakan dalam pemelajaran sastra di sekolah, karena karya sastra Peranakan Tionghoa ini bukanlah sebuah karya sastra yg sulit buat dijadikan bahan pemelajaran oleh siswa di sekolah, khususnya bahan pemelajaran sastra di jenjang Sekolah Menengah Atas.

Namun perlu juga diperhatikan oleh seorang guru bahasa & sastra akan halnya karya sastra Peranakan Tionghoa yg kelak akan diajarkan pada murid-murid di sekolah.

Bertolak dari latar belakang diatas, maka penulis mencoba menganalisis sebuah karya sastra Peranakan Tionghoa dalam perihal ini novel dgn judul “Kajian emansipasi perempuan dalam novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang & rencana pemelajarannya di SMA”.


1.2 Kajian yg Relevan

Dalam penelitian ini, penulis mencoba menganalisis terlebih dahulu mengenai penelitian-penelitian yg ada kaitannya dgn judul penelitian yg akan penulis lakukan atau dgn kata lain menganalisis penelitian yg sejenis atau sering disebut dgn “Kajian Yg Relevan”.

Dalam kajian yg relevan ini bertujuan agar penelitian yg dilakukan oleh penulis terbukti bukan merupakan hasil penelitian yg meniru dari hasil penelitian orang lain, selain itu kajian yg relevan dimaksudkan buat mengetahui masalah-masalah apa saja yg terdapat dalam penelitian yg sudah diteliti oleh peneliti sebelumnya, metode seperti apa yg digunakan, teori apa saja yg ada dalam penelitian tersebut, beserta hasil simpulan penelitian dari penelitian yg sudah ada sebelumnya.

Sebagaimana yg sudah dibahas pada penelitian sebelumnya yg sejenis dgn penelitian yg akan penulis lakukan, maka penelitian yg akan penulis bahas ini mengenai kajian emansipasi perempuan dalam novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang & rencana pemelajarannya di SMA. Mengacu pada judul penelitian penulis tersebut, kajian yg relevan yg membahas tentang emansipasi perempuan ini dapat terlihat dari buku maupun skripsi.

Penelitian mengenai emansipasi perempuan dapat dilihat pada buku yg ditulis oleh A. Nunuk P. Murniati dgn judul “Getar Gender”. Dalam buku tersebut A. Nunuk P. Murniati selaku penulis mencoba mengamati masalah perbedaan kedudukan / peranan antara perempuan dgn laki-laki. Dalam buku itu juga A. Nunuk P. Murnati menjelaskan bahwa masalah perempuan sejajar dgn masalah penindasan & ketidakadilan sosial, dgn demikian, hak asasi manusia, termasuk hak asasi perempuan, hanya bisa diwujudkan dgn penegakkan keadilan & kesetaraan gender.

Penelitian serupa juga dilakukan oleh Sugihastuti dalam buku “Rona Bahasa & Sastra Indonesia”, pada penelitian tersebut yg berkaitan dgn kajian emansipasi perempuan intinya membahas tentang lima konsep permasalahan yg berhubungan dgn perbedaan gender.

Dari kelima konsep permasalahan gender tersebut, Sugihastuti selaku penulis menjelaskan secara rinci kelima konsep tersebut. Pertama adalah “perbedaan gender” yaitu perbedaan dari atribut-atribut sosial, karakteristik, perilaku, penampilan, cara berpakaian, harapan & peranan, & hal-perihal lainnya yg dirumuskan buat perorangan menurut ketentuan kelahiran. Kedua “kesenjangan gender” yaitu perbedaan dalam hak berpolitik, memberikan suatu cara & bersikap antara pria & perempuan. Ketiga “Genderzation” yaitu pengacuan konsep pada upaya menempatkan jenis kelamin pada pusat perhatian identitas diri & pandangan dari & terhadap orang lain. Misalnya “ pelacur” dalam bahasa Indonesia menunjuk pada penjaja seks perempuan & “gigolo”pada penjaja seks laki-laki. Keempat “identitas gender” yaitu gambaran tentang jenis kelamin yg seharusnya dimiliki & ditampilkan oleh tokoh yg bersangkutan. Perwuju& dari perihal ini adalah timbulnya perbedaan perilaku sesuai dgn karekteristik biologisnya. Kelima “gender role” yaitu peranan perempuan atau peranan laki-laki yg diaplikasikan secara nyata.

Selain itu, penelitian tentang emansipasi perempuan juga dapat terlihat pada skripsi yg berjudul Kajian Feminisme Novel Swastika karya Maya Wulan sebagai Upaya Memilih Bahan Pembelajaran Sastra di SMA oleh Antun Nuraini Universitas Sultan Ageng Turtayasa Tahun 2005.

Atau pada skripsi yg berjudul Kajian Feminisme Terhadap Novel Gadisku Kekasihku karya Toeti Senja & Model Rencana Pemelajarannya di SMA oleh Ira Farida Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2004.

Inti pembahasan pada kedua penelitian itu menjelaskan mengenai perbedaan gender & ketimpangan posisi perempuan yg cenderung dinomorduakan karena adanya anggapan bahwa secara universal perempuan berbeda dgn laki-laki. Dgn adanya permasalahan yg sama pada kedua penelitian tersebut, maka diperlukan adanya gagasan atau ide-ide feminisme (keperempuanan / kewanitaan) buat dapat menyetarakan posisi / kedudukan wanita dgn laki-laki di masyarakat.

Berdasarkan beberapa penelitian atau kajian relevan yg telah penulis baca, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa permasalahan perempuan merupakan suatu penindasan terhadap hak asasi manusia, maka buat memecahkan permasalahan perempuan tersebut perlu diadakannya suatu tindakan dari kaum perempuan yg berupa emansipasi perempuan yg bertujuan buat menyetarakan posisi / kedudukan perempuan dgn laki-laki, sehingga hak asasi perempuan dapat diterima oleh wanita dgn tidak adanya penindasan.


    1. Fokus Penelitian

Fokus penelitian dalam penelitian ini mengenai kajian Emansipasi Perempuan dalam Novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang & Rencana Pemelajarannya di SMA.


    1. Pertanyaan Penelitian

Dalam sebuah penelitian pasti ada masalah. Masalah dalam penelitian ini penulis rumuskan dalam pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah terdapat perilaku tokoh-tokoh wanita dalam novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang yg sesuai dgn sikap emansipasi perempuan ?

  2. Apakah novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang sesuai buat dijadikan bahan pemelajaran apresiasi sastra di SMA ?

  3. Rencana pemelajaran seperti apakah yg tepat buat mengajarkan novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang di SMA ?


    1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah suatu perihal dalam penelitian yg ingin dicapai. Tujuan mesti diperjelas agar arah penelitian dapat mencapai sasaran yg diharapkan (Pradopo, 2001: 25).

Tujuan yg ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Buat mengetahui gambaran mengenai perilaku tokoh-tokoh wanita dalam novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang yg sesuai dgn sikap emansipasi perempuan.

  2. Buat menemukan kesesuaian novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang sebagai bahan pemelajaran apresiasi sastra di SMA.

  3. Buat menemukan ketepatan rencana pemelajaran novel San Pek Eng Tay karya Oey Kim Tiang di SMA.






PENGARUH PERUBAHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN KEBUTUHAN MODAL KERJA PADA PT. GUDANG GARAM JAKARTA Tbk

BAB I
PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang Masalah

Peningkatan kegiatan ekonomi & pembangunan di negara-negara yg sedang berkembang tidak kecuali di Indonesia. Merupakan usaha yg mesti dilaksanakan guna meningkatkan produksi & pendapatan nasional beserta meningkatkan taraf hidup penduduknya. Didirikan perusahaan baik perusahaan nasional maupun swasta merupakan usaha pemerintah dalam meningkatkan perkembangan ekonomi. Namun krisis ekonomi sedang dihadapi bangsa indonesia disaat ini mengakibatkan banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya, bahkan tidak sedikit yg menutup usahanya.
Suatu perusahaan didirikan buat jangka waktu yg tidak terbatas sehingga buat memenuhi tuntutan itu, perusahaan mesti dapat menjalankan fungsi manajemen secara efektif agar dapat bertahan & bersaing dgn perusahaan yg lain. Manajemen modal kerja merupakan perihal yg sangat penting agar kelangsungan hidup suatu perusahaan dapat dipertahankan.
Seperti yg dikutip dari Eugene F. Brigham & Joel F. Houston ( 2001:154 ) Manajemen modal kerja tampaknya tidak sepenting penganggaran modal, dividen, & keputusan lain menentukan arah jangka panjang perusahaan. Akan tetapi, dalam dunia persaingan global yg ketat dewasa ini, manajemen modal kerja mendapatkan perhatian yg makin meningkat dari manajemen yg berusaha keras buat mencapai efisiensi puncak.
“modal kerja ( working Capital ) adalah investasi-investasi perusahaan pada aktiva jangka pendek, yaitu kas, sekuritas yg mudah dipasarkan, persediaan & piutang usaha”.
Eugene F. Brigham & Joel F. Houston ( 2001:150).
Modal kerja yg disediakan dalam perusahaan jumlahnya mesti sesuai dgn kebutuhan operasi perusahaan. Jumlah modal kerja yg besar dapat menjadikan tingkat likuiditas perusahaan menjadi aman. Namun modal kerja yg jumlahnya terlalu besar sebenarnya dapat merugikan perusahaan karena akan terdapat modal kerja yg tidak produktif terlebih lagi jika modal kerja tersebut berasal dari pinjaman, perihal ini sangat merugikan bagi perusahaan karena mesti menanggung beban bunga pinjaman.
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka penulis merasa tertarik buat melakukan penelitian yg hasilnya dituangkan dalam bentuk skripsi dgn judul “PENGARUH PERUBAHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN KEBUTUHAN MODAL KERJA PADA PT. GUDANG GARAM JAKARTA Tbk”

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut, yaitu :
  1. Bagaimana perubahan penjualan pada PT. Gudang Garam Jakarta Tbk ?
  2. Bagaimana tingkat modal kerja pada PT.Gudang Garam Jakarta Tbk ?
  3. Seberapa besar pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan modal kerja pada PT. Gudang Garam Jakarta Tbk ?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dgn tujuan sebagai berikut :
  1. Buat mengetahui bagaimana perubahan penjualan pada PT. Gudang Garam Jakarta Tbk.
  2. Buat mengetahui bagaimana tingkat modal kerja pada PT. Gudang Garam Tbk.
  3. Buat mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan penjualan terhadap perubahan modal kerja pada PT. Gudang Garam Jakarta Tbk.

1.3 Kegunaan Penelitian
Penelitian yg dilakukan diharapkan dapat berguna bagi semua pihak. Terutama bagi pihak yg memiliki kepentingan langsung dalam permasalahan yg dikaji dalam penelitian ini. Adapun hasilnya kiranya dapat berguna bagi :
  1. Penulis :
    1. Menambah pengalaman yg berharga bagi penulis.
    2. Sebagai wahana aplikatif dalam rangka menerapkan teori yg telah dipelajari.
    3. Menumbuhkan & meningkatkan kemampuan dalam melakukan penelitian.
  2. Perusahaan :
Sebagai bahan acuan pimpinan & manajemen perusahaan bila kemudian hari mengambil keputusan terhadap masalah yg penulis teliti.
  1. Pihak lain :
Penelitian ini berguna sebagai wahana pembelajaran terutama bagi para mahasiswa sebagai dasar pembanding dalam rangka melakukan penelitian lebih lanjut pada bidang ini, beserta bagi pihak yg memerlukan referensi yg terkait dgn isi skripsi ini, baik itu sebagai bahan bacaan atau sebagai literatur.

1.4 Kerangka Pemikiran
Suatu perusahaan pada dasarnya mempunyai tujuan buat memperoleh keuangan yg lebih besar dari setiap operasi perusahaan. Buat itu, maka perusahaan mesti mampu meningkatkan pendapatannya. Salah satu langkah yg mesti dilakukan oleh perusahaan adalah dgn meningkatkan volume penjualan barang atau jasa yg dihasilkannya.
Dalam rangka usaha buat memperbesar volume penjualan, banyak perusahaan yg menjual produknya secara kredit. Selain itu persaingan yg semakin ketat dimana banyak perusahaan menggunakan sistem penjualan kredit, menuntut perusahaan buat menjual produknya secara kredit agar dapat bersaing dgn perusahaan lain sehingga dapat memperbesar tingkat penjualannya & dgn penjualan yg lebih tinggi, tentunya perusahaan akan memperoleh keuntungan yg lebih besar.
Pada umumnya, perusahaan lain lebih menyukai penjualan produknya secara tunai, perihal ini dilakukan buat menghindari resiko tidak tertagihnya piutang. Suatu perusahaan yg memiliki piutang dalam jumlah yanmg besar akan menghadapi masalah yaitu tidak tertagihnya sebagian atau seluruh piutang, terlambatnya waktu pelunasan atau pembayaran piutang & tertanamnya modal kerja dalam piutang sehingga tidak memberikan keuntungan.
Kerangka pemikiran diatas dapat penulis gambarkan dalam hubungan antar variabel sebagai berikut :
Produksi


Barang / jasa





penjualan
Jumlah kebutuhan modal kerja





1.5 Hipotesis
Berawal dari sebuah kerangka pemikiran diatas, digunakan hipotesis sebagai dugaan sementara bahwa terdapat pengaruh yg signifikan antara perubahan penjualan dgn kebutuhan modal kerja pada PT. Gudang Garam Jakarta Tbk.








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

    1. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dalam banyak perihal berkaitan dgn pembuatan keputusan, dimana lingkup keuangan itu sendiri sangat luas & dinamis. Manajemen keuangan membicarakan pengelolaan keuangan, yg pada dasarnya dapat dilakukan baik oleh individu, perusahaan maupunpemerintah. Keputusan-keputusan keuangan dimaksudkan buat meningkatkan kemakmuran pemilik perusahaan yg ditandai oleh meningkatnya nilai perusahaan atau harga saham (bagi perusahaan yg go publik).
Menurut Saud Husnan (2001:4), Manajemen adalah segala sesuatu yg berhubungan dgn pembuatan keputusan keuangan yg menyangkut kegiatan perencanan, analisis, pengendalian kegiatan keuangan.
Drs. R Sartono dalam bukunya Teori Manajemen Keuangan, mengemukakan bahwa:
“Manamejemen keuangan merupakan sebagai manajemen dana baik yg berkaitan dgn pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana buat pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efisien.”

    1. Pengertian Penjualan
Penjualan adalah lebih menekankan pada hasil produk perusahaan, dgn menggunakan sasaran penjualan & promosi penjualan kemudian ditunjukan buat mendorong volume penjualan yg mengguntungkan.

    1. Macam-macam Penjualan
  1. Penjualan Bruto
Penjualan Bruto penjualan dapat terdiri dari penjualan tunai & penjualan kredit. Penjualan kotor “adalah kuantitas barang yg yg terjual dikali harga jual barang”
Penjualan ini merupakan transaksi dari :
  1. penjualan barang
  2. penjualan jasa dan
  3. Menggunakan aktifa perusahaan oleh pihak–pihak lain yg menghasilkan barang, reyalti & dividen.
  1. Penjualan Bersih
Penjualan bersih , merupakan selisih dari penjualan kotor perusahaan dgn pengambilan penjualan ( retur ) atau potongan pernjualan (discon). Jika ada barang yg dikembalikan (retur ) nilainya mesti dikurangi dgn penjualan kotor dgn periode tersebut.

    1. Pengertian Modal
Seperti yg dikutip dari Eugene F. brigham & joel F. houston (2001 : 154 )
Modal ( working Capital )adalah investasi –investasi perusahaan pada aktiva jangka pendek , yaitu kas, sekuritas yg mudah dipasarkan, persediaan & piutung usaha.
Modal kerja kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancar.
Modal kerja dimaksudkan buat membiayai operasi perusahaan sehari–hari & modal kerja tersebut masih menjalankan kegiatan usaha.
Jenis – jenis Modal
  1. modal kerja permanen ( permanen Working Capital ) yaitu modal kerja yg seharusnya tetap ada dalahperusahaan buat menjalankan fungsai secara terus menerus diperlukan buat kelancaran operasi perusahaan
  2. modal kerja variabel (variabel Woking capital) yaitu modal kerja yg jumlahnya berubah –ubah yg diakibatkan karena perubahan keadaan.





BAB III
METOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini adalah pada PT. Gudang Garam Jakarta Tbk.

3.2 Metode Penelitian
Penelitian yg penulis lakukan menurut Hadari Nawawi(1993:63) dikatagorikan dgn menggunakan metode deskriptif & metode verifikatif. Metode deskriptif adalah penelitian yg dimaksudkan buat memberi gambaran & menerangkan keadaan perusahaan pada masa lalu yg digambarkan melalui laporan keuangan, sedangakan metode verifikatif adalah metode yg dapat menguji kebenaran dari hasil hipotesis yg terjadi antara kedua variabel yg nantinya akan menghasilkan kesimpulan.

3.3 Jenis & Sumber Data
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan dua macam jenis & sumber data, yaitu :
  1. Data primer
Merupakan data yg didapat atau dikumpulkan langsung dgn melakukan penelitian dgn objek yaitu mempelajari & menganalisis dokumen-dokumen beserta catatan-catatan perusahaan yg berkaitan dgn topic & permasalahan penelitian.
  1. Data sekunder
Merupakan data yg didapat atau dikumpulkan melalui studi literatur atau studi kepustakaan dgn cara meneliti, mengkaji, mempelajari beserta menelaah literatur & informasi yg berhubungan dgn penulisan ini.

3.4 Metode Analisis Data
Buat menganalisis data & uji hipotesis dalam penelitian ini penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut :
  1. Analisis korelasi
Buat mengukur besarnya pengaruh X terhadap varibel Y dgn rumus :

r = nxy – (x) (y) _____
√ { nx² - (x²) } { ny² - (y²)}

Keterangan :
r = Koefisien korelasi produk moment.
n = Jumlah Sampel berdasarkan tahun analisa
x & y = masing-masing variabel yg dihitung (dimana variabel X adalah rentabilitas dan variabel Y adalah kinerja keuangan).
Nilai rs akan begerak antara antara –1 ≤ r ≤ 1
- Jika rs = 0 maka tidak ada hubungan antara variabel X & variabel Y
- Jika rs =1 maka hubungan antara variabel X & variabel Y adalah sempurna & positif, artinya kedua variabel mempunyai keterkaitan yg sangat erat.
  • Jika rs = -1 maka hubungan antara variabel X & variabel Y adalah sempurna & negatif, artinya apabila salah satu variabel dinaikkan maka akan berakibat penurunan terhadap variabel lainnya.
Penentuan kuat lemahnya koefisien korelasi tersebut adalah :
Besarnya Nilai (r)
Interprestasi
<>
0,20 - 0,39
0,40 – 0,59
0,60 – 0,79
0,80 – 1,00
Tidak erat
Kurang erat
Cukup erat
Erat
Sangat erat

2. Analisis Regresi
Penentuan bentuk persamaan yg sesuai guna meramal rata-rata Y melaui X tertentu atau rata-rata X melalui Y tertentu beserta menduga selisih kesalahan. Dapat digunakan rumus sebagai berikut:

Y = a + bx
Dimana :
b = nxy – (x) (y)
(x²) (y²)
a = y – b (x)
n

Keterangan :
Y = variabel terikat (kinerja keuangan)
a = parameter konstanta
b = lereng garis yg berkaitan dgn variabel X,
n = jumlah data
X= variabel bebas (rentabilitas)

3. Koefisien Determinan
Adapun buat mengukur besarnya pengaruh X (variabel bebas) terhadap Y (variabel terikat) digunakan analisa koefisien determinan :

KD = r² . 100%

Keterangan :
KD = Koefisien Determinan
r = Koefisien Korelasi

3.5 Rancangan Uji Hipotesis
  1. Hipotesis Statistik
Ho: ρ = 0, artinya ada hubungan antara kenaikan rentabilitas dgn kinerja keuangan.
Hi: ρ ≠ 0, artinya tidak ada hubungan antara kenaikan rentabilitas dgn kinerja keuangan.

  1. Penentuan Nilai t hitung & t table
t hitung = r √ n-2__
√ 1 - r²
Keterangan :
α = 5% atau = 0.05
t table = α / 2 (n – 2)

  1. Kriteria Uji Hipotesis
a. Jika t hitung ≤ t table, maka Ho diterima.
Artinya, tidak terdapat hubungan yg erat antara rentabilitas dgn kinerja keuangan perusahaan.
b.jika t hitung > t table, maka Ho ditolak
Artinya, terdapat hubungan yg erat antara rentabilitas dgn kinerja keuangan perusahaan.

3.6 Langkah-langkah Penelitian


Langkah-langkah yg akan ditempuh dalam penelitian ini adalah :
  1. Membuat proposal
  2. Membuat instrumen penelitian
  3. Melakukan observasi
  4. Mencari data
  5. Melakukan pengolahan data
  6. Membuat kesimpulan

3.7 Penutup.
Demikian proposal penelitian ini diajukan buat menjadi bahan pertimbangan & kerjasama dgn pihak yg dimaksud dalam penelitian ini, sekaligus sebagai bahan acuan buat melakukan penelitian yg akan dilakukan oleh penulis buat memenuhi syarat kelulusan jenjang pendidikan S1, di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten.

PENGARUH KEBUTUHAN MODAL KERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. X

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Di era perkembagan bebas disaat ini, pengusaha indonesia bukan lagi mesti bersaing.
Dgn para pengusaha DN namun tuk persaingan yg dihadapi lebih majemuk lagi. Kondisi tersebut ikut memicu tuk persaingan di sektor industri . suatu perusahaan umumnya didirikan bertujuan buat memperoleh kemampulabaan yg maksimal agar kelangsungan hidup perusahaan dapat dipertankan & berkembang dgn baik dalam pencapaian tujuan perusahaan tersebut manajemen atau pimpinan perusahaan selalu dihadapkan pada berbagai masalah. Baik yg bersifat tekhnis, administratif maupun financial. Oleh karena itu pimpinan atau pihak manajemen perusahaan mesti mengambil keputusan yg rasional & dapat dipertanggung jawabkan & pengambil keputusan tersebut memerlukan gambaran yg jelas mengenai permasalahan yg dihadapi.
Salah satu masalah yg sering dihadapi oleh manajemen adalah masalah pembelanjaan. Fungsi pembelanjaan sangat penting, karena menyangkut seluruh kegiatan perusahaan yg berhubungan dgn usaha buat memperoleh dana & menggunakan dana tersebut Secara efektif & efisien. Buat setiap efektifitas yg dilakukan tersebut tentunya memerlukan pembiayaan yg dikeluarkan dari sumber permodalan, baik berupa modal kerja maupun modal investasi. Modal kerja yg tidak mencukupi akan membuat perusahaan tidak dapat menjalankan aktivitas perusahaan secara optimal & jika modal kerja yg tersedia berlebihan, perihal ini mengakibatkan penggunaan modal kerja tidak produktif. Perihal ini berarti bahwa setiap perusahaan mesti mampu memanfaatkan modal kerja secara optimal sesuai kebutuhan dalam menjalankan aktifitasnya.
Bambang Riyanto (1984 : 3) memberikan suatu batasan mengenai pembelanjaan : “Pembelanjaan dalam artian luas meliputi semua aktivitas perusahaan dalam usaha mendapatkan dana yg dibutuhkan & usaha buat menggunakan dana tersebut secara efisien.”
Sedangkan modal diartikan oleh Alex S. Nitisemito (1983 : 30)
Modal adalah elemen – elemen dalam aktifa suatu neraca yg berupa uang kas, bahan baku, mesin, gedung & sebagainya. Sedangkan sumber dana modal adalah apa yg dapat dilihat dalam pasiva suatu neraca yaitu : hutang lancar, hutang jangka panjang & modal sendiri”
Pengertian diatas dapat dikatakan bahwa modal yg menunjukkan bentuknya disebut modal aktif & berdasarkan fungsi bekerjanya aktiva dalam perusahaan, modal aktiva dibedakan dalam dua bentuk yaitu :
  1. modal kerja (Working Capital Assets)
  2. modal tetap (Fixed Capital Assets)
dalam penulisan ini konsep modal kerja yg digunakan adalah konsep modal kotor (Gross Working Capital) yaitu jumlah keseluruhan aktiva lancar. Mengingat akan pentingnya modal kerja bagi suatu perusahaan dalam menjalankan operasionalnya, maka perlu dievaluasi kebutuhan modal kerja perusahaan tersebut buat mengetahui pengelolaan modal kerja terhadap kinerja suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuntungan perusahaan yg terdiri dari neraca & laporan laba/rugi. Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengemukakan judul “ PENGARUH KEBUTUHAN MODAL KERJA TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN PADA PT. X”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut, yaitu :
  1. Bagaimana pengaruh modal kerja pada PT. X ?
  2. Bagaimana tingkat kinerja perusahaan pada PT. X ?
  3. Apakah ada pengaruh kebutuhan modal kerja terhadap kinerja perusahaan pada PT. X ?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dgn tujuan sebagai berikut :
  1. Buat mengetahui bagaimana kebutuhan modal kerja pada PT. X.
  2. Buat mengetahui bagaimana tingkatkinerja perusahaan pada PT. X.
  3. Buat megetahui apakah ada pengaruh kebutuhan modal kerja terhadap perusahaan pada PT. X.

D. Kegunaan Penelitian
Penelitian yg dilakukan diharapkan dapat berguna bagi semua pihak. Terutama bagi pihak yg memiliki kepentingan langsung dalam permasalahan yg dikaji dalam penelitian ini. Adapun hasilnya kiranya dapat berguna bagi :
  1. Penulis :
Sebagai sarana penambah wawasan ilmu pengatahuan dibidang menejemen keuangan & pula sebagai bahan pembanding antara teori yg pernah diperoleh selama mengikuti perkuliahan dgn di lapangan.

  1. Perusahaan :
Sebagai acuan pimpinan & manajemen perusahaan bila kemudian hari mengambil keputusan terhadap masalah yg penulis teliti.
  1. Pihak lain :
Penelitian ini berguna sebagai wahana pembelajaran terutama bagi para mahasiswa sebagai dasar pembanding dalam rangka melakukan penelitian lebih lanjut pada bidang ini, beserta bagi pihak yg memerlukan referensi yg terkait dgn isi skripsi ini, baik itu sebagai bahan bacaan atau sebagai literatur.

E. Kerangka Pemikiran
Tujuan didirikanya perusahaan pada umumnya adalah buat memperoleh laba usaha yg sebesar – besarnya. Laba merupakan keuntungan yg akan didapat oleh perusahaan sebagai hasil usahanya.
Dalam kondisi semakin besar modal kerja,semakin kecil resiko yg dihadapi perusahaan. Dgn artian lisan semakin besar modal kerja, semakin likiud perusahan ( Bustanul Arifin ,SE 2001 : 124 )
Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin besar pula laba yg akan diperoleh perusahan & besar kecilnya laba yg diperoleh tergantung dari sebagai jumlah aktiva lancar ( Modal kerja kuantitatif ) yg dimiliki perusahan buat membiayai operasi perusahaannya tanpa menggangu likuiditasnya.
Kerangka pemikiran diatas dapat penulis gambarkan sebagai berikut :
Modal Kerja


Modal kerja
Bersih
Modal Kerja Kotor

Operasi Perusahaan


Laba / Rugi
Perusaan








F. Hipotesis
Berawal dari sebuah kerangka pemikiran diatas, digunakan hipotesis sebagai dugaan sementara bahwa terdapat pengaruh yg signifikan antara perubahan kebutuhan modal kerja terhadap kinerja perusahaan pada PT. X.

G. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini adalah pada PT. XX

H. Metode Penelitian
Penelitian yg penulis lakukan menurut Hadari Nawawi(1993:63) dikatagorikan dgn menggunakan metode deskriptif & metode verifikatif. Metode deskriptif adalah penelitian yg dimaksudkan buat memberi gambaran & menerangkan keadaan perusahaan pada masa lalu yg digambarkan melalui laporan keuangan, sedangakan metode verifikatif adalah metode yg dapat menguji kebenaran dari hasil hipotesis yg terjadi antara kedua variabel yg nantinya akan menghasilkan kesimpulan.

I. Jenis & Sumber Data
Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan dua macam jenis & sumber data, yaitu :
  1. Data primer
Merupakan data yg didapat atau dikumpulkan langsung dgn melakukan penelitian dgn objek yaitu mempelajari & menganalisis dokumen-dokumen beserta catatan-catatan perusahaan yg berkaitan dgn topic & permasalahan penelitian.
  1. Data sekunder
Merupakan data yg didapat atau dikumpulkan melalui studi literatur atau studi kepustakaan dgn cara meneliti, mengkaji, mempelajari beserta menelaah literatur & informasi yg berhubungan dgn penulisan ini.

J. Metode Analisis Data
Buat menganalisis data & uji hipotesis dalam penelitian ini penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut :
  1. Analisis korelasi
Buat mengukur besarnya pengaruh X terhadap varibel Y dgn rumus :

r = nxy – (x) (y) _____
√ { nx² - (x²) } { ny² - (y²)}

Keterangan :
r = Koefisien korelasi produk moment.
n = Jumlah Sampel berdasarkan tahun analisa
x & y = masing-masing variabel yg dihitung (dimana variabel X adalah rentabilitas dan variabel Y adalah kinerja keuangan).
Nilai rs akan begerak antara antara –1 ≤ r ≤ 1
- Jika rs = 0 maka tidak ada hubungan antara variabel X & variabel Y
- Jika rs =1 maka hubungan antara variabel X & variabel Y adalah sempurna & positif, artinya kedua variabel mempunyai keterkaitan yg sangat erat.
  • Jika rs = -1 maka hubungan antara variabel X & variabel Y adalah sempurna & negatif, artinya apabila salah satu variabel dinaikkan maka akan berakibat penurunan terhadap variabel lainnya.
Penentuan kuat lemahnya koefisien korelasi tersebut adalah :
Besarnya Nilai (r)
Interprestasi
<>
0,20 - 0,39
0,40 – 0,59
0,60 – 0,79
0,80 – 1,00
Tidak erat
Kurang erat
Cukup erat
Erat
Sangat erat

2. Analisis Regresi
Penentuan bentuk persamaan yg sesuai guna meramal rata-rata Y melaui X tertentu atau rata-rata X melalui Y tertentu beserta menduga selisih kesalahan. Dapat digunakan rumus sebagai berikut:
Y = a + bx
Dimana :
b = nxy – (x) (y)
(x²) (y²)
a = y – b (x)
n

Keterangan :
Y = variabel terikat (kinerja keuangan)
a = parameter konstanta
b = lereng garis yg berkaitan dgn variabel X,
n = jumlah data
X= variabel bebas (rentabilitas)

3. Koefisien Determinan
Adapun buat mengukur besarnya pengaruh X (variabel bebas) terhadap Y (variabel terikat) digunakan analisa koefisien determinan :
KD = r² . 100%

Keterangan :
KD = Koefisien Determinan
r = Koefisien Korelasi

K. Rancangan Uji Hipotesis
  1. Hipotesis Statistik
Ho: ρ = 0, artinya ada hubungan antara kenaikan rentabilitas dgn kinerja keuangan.
Hi: ρ ≠ 0, artinya tidak ada hubungan antara kenaikan rentabilitas dgn kinerja keuangan.
  1. Penentuan Nilai t hitung & t table
t hitung = r √ n-2__
√ 1 - r²
Keterangan :
α = 5% atau = 0.05
t table = α / 2 (n – 2)

  1. Kriteria Uji Hipotesis
a. Jika t hitung ≤ t table, maka Ho diterima.
Artinya, tidak terdapat hubungan yg erat antara rentabilitas dgn kinerja keuangan perusahaan.
b.jika t hitung > t table, maka Ho ditolak
Artinya, terdapat hubungan yg erat antara rentabilitas dgn kinerja keuangan perusahaan.

L. Langkah-langkah Penelitian



Langkah-langkah yg akan ditempuh dalam penelitian ini adalah :
  1. Membuat proposal
  2. Membuat instrumen penelitian
  3. Melakukan observasi
  4. Mencari data
  5. Melakukan pengolahan data
  6. Membuat kesimpulan
M. Penutup.
Demikian proposal penelitian ini diajukan buat menjadi bahan pertimbangan & kerjasama dgn pihak yg dimaksud dalam penelitian ini, sekaligus sebagai bahan acuan buat melakukan penelitian yg akan dilakukan oleh penulis buat memenuhi syarat kelulusan jenjang pendidikan S1, di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten.

Archives

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet