KEGIATAN P2KK/OSPEK UNTIRTA 2008-2009

KESEWENANG-WENANGAN SENIOR WAKTU OSPEK

Setiap tahun ajaran baru, perguruan tinggi negeri akan melaksanakan hajatan besar. Hajatan yg disebut ospek atau P2KK di Untirta itu selalu mengingatkan akan perilaku perploncoan pada mahasiswa baru. Tindakan senior yg sewenang-wenang nampak jelas terasa diwaktu ospek tersebut.

Pemberian tugas yg begitu banyak & sangat memberatkan mahasiswa baru nampak sebagai salah satu contoh kesewenang-wenangan senior, tidak hanya itu mahasiwa diwajibkan datang pada pagi-pagi buta bahkan yg lebih parah lagi para mahasiwa Fakultas Teknik menyuruh junior datang jam 3 pagi, padaperihal mereka baru pulang dari ospek tengah malam.

Waktu keberangkatan & tugas-tugas yg diberikan dirasakan sangat memberatkan mahasiwa, selain menghabiskan tenaga, waktu juga biaya. Buat mahasiswa yg tinggal dilingkungan kampus mungkin tidak begitu berat berbeda dgn mahasiwa yg tinggal di wilayah yg jauh dari kampus missal luar kota, jam 3 pagi tidak mungkin mendapatkan kendaraan dgn mudah buat menuju kampus. Setelah hampir tiba di kampus para mahasiswa baru dalam jarak radius 0.5 – 1 KM mahasiswa diturunkan dari kendaraannya baik dari angkot bis & lain-lain. Mereka dipaksa jalan kaki menuju kampus mereka.

Itulah sedikit gambaran kesewenang-wenangan senior pada mahasiswa baru, mungkin anda yg mahasiswa / Maba yg bisa merasakan sendiri & bisa bercerita lebih panjang lebar.

Memang sebenarnya ospek/P2KK adalah sebuah niatan yg sangat mulia buat penyambutan mahasiswa baru, karena ospek digagas buat mengenalkan kehidupan kampus, sistem pendidikan yg baru bagi mereka, seperti SKS, perhitungan IP & lainnya yg sebelumnya tidak pernah mereka temukan di sekolah. Upaya buat membina disiplin yg menjadi salah satu poin penting mudah-mudahan membuat mahasiswa menjadi tertib dalam mencari ilmu & belajar. Saya percaya kegiatan semacam ini tidak membahayakan buat kampus Untirta & semoga OSPEK selalu bermanfaat buat kita semua & kesewenang-wenangan hanya wacana belaka.


ANALISIS ASPEK PSIKOLOGIS ANAK DALAM NOVEL A CHILD IT KARYA DAVE PELZER

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Anak adalah amanah & karunia Tuhan YME, yg dalam dirinya melekat harkat & martabat sebagai manusia seutuhnya. Oleh karena itu, anak juga memiliki hak asasi manusia yg diakui oleh masyarakat bangsa-bangsa di dunuia & merupakan landasan bagi kemerdekaan, keadilan & perdamaian diseluruh dunia. Diakui dalam masa pertumbuhan secara fisik & mental, anak membutuhkan perawatan, perlindungan yg khusus, beserta perlindungan hukum baik sebelum maupun sesudah lahir. Disamping itu, patut diakui bahwa keluarga merupakan lingkungan alami bagi pertumbuhan & kesejahteraan anak. & bahwa buat perkembangan kepribadian anak secara utuh & serasi membutuhkan lingkungan keluarga yg bahagia, penuh kasih sayg & pengertian. Negara Indonesia sebagai negara anggota PBB yg tidak menyatakan diri sebagai negara anggota PBB yg telah menyatakan diri sebagai negara pihak konvensi PBB tentang Hak Anak (convention on the rights of the chilid) sejak Agustus 1990, dgn demikian menyatakan keterkaitannya buat menghormati & menjamin hak anak tanpa diskriminasi dalam wilayah hukum Republik Indonesia. & diperkuat dgn dikeluarkannya Undang-undang No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak. Namun pada kenyataannya, masih banyak anak yg dilanggar haknya, & menjadi korban dari berbagai bentuk tindak kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, diskriminasi bahkan tindakan yg tidak manusiawi terhadap anak, tanpa ia dapat melindungi dirinya, & tanpa perlindungan yg memadai dari keluarganya, masyarakat, & pemerintah.

Masalah kekerasan pada anak baik fisik maupun psikis yg terjadi di Indonesia memang sangat memprihatinkan. Dalam setiap kasus yg ada, mayoritas korbannya adalah anak-anak yg berusia di bawah 8 tahun. Perihal ini banyak mengundang simpati masyarakat Indonesia. Upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini mungkin, yakni sejak dari janin dalam kandungan sampai anak berumur 18 (delapan belas) tahun. Bertitik tolak dari konsepsi perlindungan anak yg utuh, menyeluruh, & komperhensif. Undang-undang ini melibatkan kewajiban memberikan perlindungan kepada anak berdasarkan asas-asas sebagai berikut :

a. Nondiskriminasi;

b. Kepentingan yg terbaik bagi anak;

c. Hak buat hidup, kelangsungan hidup, & perkembangan; dan

d. Penghargaan terhadap pendapat anak.

Dalam melakukan pembinaan, pengembangan & perlindungan anak, perlu peran masyarakat, baik melalui lembaga perlindungan anak, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, dunia usaha, media massa, atau lembaga pendidikan.

2. Identifikasi Masalah

Kekerasan fisik baik psikis pada anak & kerawanan-kerawanan beserta pelanggaran hak anak sudah saatnya menuntut perhatian semua pihak secara sungguh-sungguh, karena selain mengancam kelangsungan hidup, juga mengancam ketahanan sosial yg pada gilirannya berkembang menjadi ketahanan nasional sebagai suatu bangsa.

Masalah yg dapat diidentifikasi penulis sebagai berikut :

1. Mengapa kekerasan baik secara fisik maupun psikis pada anak diseluruh dunia semakin meningkat?

2. Faktor apa saja yg menyebabkan terjadinya kekerasan baik secara fisik maupun psikis pada anak?

3. Apakah dgn mengalami kekerasan fisik & psikis pada anak dapat menimbulkan trauma yg berkepanjangan?

4. Dampak apa sajakah yg dapat terjadi pada anak, yg mengalami kekerasan baik secara fisik maupun psikis?

5. Langkah apa sajakah yg sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia khususnya, buat menghentikan kekerasan baik fisik maupun psikis pada anak?

3. Fokus

Buat meneliti seluruh identifikasi masalah di atas memerlukan suatu usaha dari peneliti, jika peneliti memiliki keterbatasan-keterbatasan kemampuan maka penelitian hanya akan dibatasi pada :

  1. Dampak apa sajakah yg dapat terjadi pada anak, yg mengalami kekerasan baik secara fisik maupun psikis?
  2. langkah apa saja yg sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia khususnya, buat menghentikan kekerasan baik fisik maupun psikis pada anak?

Subfokus

Berdasarkan identifikasi masalah, batasan masalah yg telah ditulis di atas, maka penulis merumuskan masalahnya yaitu “Suatu Analisis Novel Dave Pelzer Psikologis Perkembangan Anak yg mengalami Kekerasan Baik Secara Fisik maupun Psikis”.

4. Tujuan Penelitian

Tujuan yg hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :

  1. Buat memeroleh bahan-bahan & data yg berguna dalam penyusunan skripsi ini sebagai salah satu syarat buat memenuhi kewajiban dalam menyelesaikan studi di Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Jurusan Bahasa & Sastra Indonesia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.
  2. Berdasarkan penelitian ini diharapkan akan dapat menghasilkan hal-perihal yg bermanfaat, yaitu :

a. Buat memeroleh pengetahuan yg mendalam mengenai tindak kekerasan baik fisik maupun psikis pada anak

b. Buat mengetahui dampak apa saja yg terjadi pada anak, yg mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis.

5. Tinjaun Teori

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua (1995 : 792) pengertian psikologis adalah berkenaan dgn psikologi & bersifat kejiwaan. Jadi, psikologis anak adalah ilmu yg berkaitan dgn proses-proses mental baik normal maupun abnormal & pengaruhnya pada perilaku anak atau ilmu pengetahuan tentang gejala & kegiatan-kegiatan jiwa pada anak.

Di indonesia kekerasan pada fisik maupun psikis yg terjadi pada anak semakin meningkat. Mencermati permasalahan anak yg membutuhkan perhatian yg serius dari semua pihak baik keluarga, atau prakarsa departemen sosial RI, Tokoh masyarakat, perguruan tinggi, organisasi non-pemerintah & pemerintah, media massa & kalangan profesi beserta dukungan UNICEF pada tanggal 26 Oktober 1998 dibentuklah Komisi Nasional Perlindungan Anak. Bersamaan dibentuknya Komnas Perlindungan Anak, Forum Nasional memberikan mandat kepada Komnas perlindungan Anak buat melakukan serangkaian kegiatan/program perlindungan anak termasuk memperkuat mekanisme nasional buat mewujudkan situasi dari kondisi yg kondusif bagi perlindungan anak demi masa depan yg lebih baik. Program yg dimandatkan forum nasional tersebut adalah program pemantapan lembaga perlindungan anak, program pendidikan & pelatihan, bantuan hukum & konseling beserta program penguatan kelembagaan/program kerja tehnis.

Diberlakukanya UU No. 32/2002 tentang perlindungan anak seolah menjadi anti klimaks dari banyak aktivis perlindungan anak. Padaperihal UU ini saja tidak cukup buat menurunkan tingkat kejadian kekerasan pada anak. UU ini juga belum dapat diharapkan buat mempunyai efek deteran karena belum banyak dikenal oleh aparat maupun masyarakat. Oleh karena itu, kekerasan terhadap anak akan tetap berlanjut & jumlah kejadiannya tidak akan menurun karena sikon hidup disaat ini sangat sulit & kesulitan ekonomi akan memicu berbagai ketegangan dalam rumah tangga yg akan merugikan pihak-pihak yg paling lemah dalam keluarga itu. Anak adalah pihak yg paling lemah dibanding anggota keluarga yg lain.

6. Metode & Teknik Penelitian

Buat dapat mengetahui & membahas suatu permasalahan maka diperlukan adanya pendekatan dgn mempergunakan metode-metode tertentu yg bersifat ilmiah. Metode penelitian yg digunakan penulisan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

1. Spesifikasi Penelitian

Spesifikasi penelitian ini dilakukan secra deskriptip analitis berupa penggambaran, penelaahan & penganalisaan, metode ini memiliki tujuan buat memberikan gambaran yg sistematis, faktual beserta akurat dari objek penelitian itu sendiri.

2. Jenis Data & Variabel

Jenis data yg dikumpulkan berupa data yg bersifat kualitatif yg terdiri dari data sekunder. Data sekunder diambil dari membaca buku & literatur lainnya yg terdiri atas :

a. Novel A Child called It, Karya Dave Pelzer.

b. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang perlindungan anak yg dilengkapi dgn Kepres nomor 77 tahun 2003 tentang komisi nasional perlindungan anak.

c. Manhak pendidikan anak muslim.

d. Data dari internet.

3. Teknik Pengumpulan Data

a. Teknik observasi, yaitu dgn melakukan pengamatan langsung terhadap anak yg mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis.

b. Teknik kepustakaan, yaitu dgn membaca buku yg berkaitan & berhubungan dgn psikologis anak.

7. Data & Sumber Data

Sesuai dgn masalah yg diselidiki dalam penelitian ini, maka yg menjadi sumber data adalah novel A Child Challed it yg penulis tetapkan sebagai data, & sumber data dari penelitian ini adalah psikologis perkembangan anak yg mengalami kekerasan baik fisik maupun psikis.

PENGGUNAAN MEDIA POSTER TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 PANIMBANG

PENGGUNAAN MEDIA POSTER TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 PANIMBANG

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

1. Latar Belakang Masalah

Sastra dipandang sesuatu yg dihasilkan & dinikmati beserta dapat disajikan dalam berbagai cara, yaitu langsung diucapkan lewat radio, majalah, buku & sebagainya. Bahan pokok dalam pengajaran sastra adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Salah satu hasil karya sastra adalah puisi yg merupakan seni kreatif yg menggunakan bahasa sebagai medianya buat menyampaikan pikiran & perasaan.

Pengajaran apresiasi puisi yg diajarkan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama kurang mendapat perhatian dari para siswa. Perhatian yg kurang terhadap pengajaran puisi ini menyebabkan kurang akrabnya siswa dgn puisi ini. Guru sendiri cenderung menghindarinya karena kesulitan buat mengajarnya. Karena belum menentukan metode & alat bantu yg tepat pengajaran puisi. Hambatan terbesar dalam mempelajari puisi adalah adanya anggapan dari para siswa bahwa puisi tidak ada gunanya.

Penggunaan poster dalam pengajaran puisi diharapkan dapat menarik perhatian siswa karena poster memiliki warna yg menarik & memiliki daya tarik yg khusus. Pemberian poster bisa disertai dgn ilustrasi berupa uraian & pernyataan. Perihal ini selain menarik perhatian siswa juga dapat membuat keterangan-keterangan menjadi lebih memudahkan pemahaman siswa. Poster yg dipakai tentunya mesti disesuaikan dgn tema yg sedang diajarkan agar siswa dapat menghubungkan dgn konsep yg sudah ada. Bila pemakaian poster disesuaikan dgn tema dalam bidang studi bahasa Indonesia, maka anak akan terbiasa buat latihan menulis puisi.

Penggunaan poster dalam hubungannya dgn pembelajaran puisi dapat membantu daya nalar siswa buat menjelaskan apa yg dilihatnya yg kemudian dituliskan lewat kalimat sebagai kata kunci buat menulis puisi. Melalui poster siswa melihat, memperhatikan beserta akhirnya mengemukakan ide melalui fakta yg nampak lewat poster. Dgn demikian poster bukan hanya sebagai alat bantu tapi dapat membantu penafsiran siswa tentang obyek yg sedang diamatinya.

Berdasarkan uraian di atas, perlu diuji apakah benar penggunaan media poster dalam pembelajaran puisi hasilnya akan lebih baik dibandingkan dgn pembelajaran puisi yg hanya diberikan dgn ceramah, uraian & pernyataan. Buat mengadakan kajian secara relevan dibutuhkan informasi. Penulis mengadakan kajian secara relevan dibutuhkan informasi. Penulis mengadakan kajian dgn cara diantaranya hasil penelitian yaitu :

1) Uji Coba pembelajaran puisi sajak seonggok jagung karya rendra dgn teknik parafrase di kelas 1 M.A. Al-Inayah Cilegon tahun pembelajaran 2002/2003, oleh Mutmainah, NPM 32981020 tahun 2003. Dalam perihal ini saudara Mutmainah mengkaji masalah pembelajaran memparafrasekan puisi sajak seonggok jagung karya Rendra, 2) Pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap perestasi belajar Indonesia siswa kelas 2 SLTP YPPM Cikupa tahun pelajaran 2003/2004, oleh Jajang Hendriyadi, NPM 990043. Dalam perihal ini saudara Jajang Hendriyadi mengkaji masalah pemilihan media pembelajaran, penggunaan media pembelajaran & pengaruh media pembelajaran, 3) Perbedaan kemampuan menulis puisi dgn menggunakan media poster & tidak menggunakan media poster pada siswa SLTP kelas 1 di SLTPN 266 Jakarta Utara, oleh Kurniasih tahun 2003. Dalam perihal ini saudara Kurniasih meneliti adakah perbedaan kemampuan menulis puisi dgn teknik menggunakan media poster & teknik tidak menggunakan media poster. Adapun judul penelitian yg akan dilakukan oleh penulis adalah mengenai penggunaan media poster terhadap pembelajaran puisi di kelas 2 SMP Negeri 1 Panimbang.

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang maka timbul beberapa masalah yg dapat diidentifikasi penelitian antara lain :

1) Persiapan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster.

2) Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster

3) Hasil pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster

4) Adakah perbedaan menulis puisi antara menggunakan media poster & tanpa menggunakan poster.

3. Batasan & Rumusan Masalah

3.1 Batasan Masalah

1) Persiapan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri Panimbang 1 tahun pelajaran 2007/2008.

2) Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pa da siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang tahun pelajaran 2007/2008.

3) Hasil pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang tahun pelajaran 2007/2008.


3.2 Rumusan Masalah

1) Bagaimana persiapan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang tahun pelajaran 2007/2008?

2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 panimbang tahun pelajaran 2007/2008?

3) Bagaimana hasil pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 panimbang tahun pelajaran 2007/2008?

4. Tujuan Penelitian

1) Buat mengetahui posteran persiapan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang tahun pelajaran 2007/2008.

2) Buat mengetahui gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas V111 SMP Negeri 1 Panimbang tahun pelajaran 2007/2008.

3) Buat mengetahui hasil pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang tahun pelajaran 2007/2008.

5. Anggapan Dasar & Hipotesis

5.1 Anggapan Dasar

1) Persiapan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster.

2) Pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster.

3) Hasil pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster.

5.2 Hipotesis

Sudjana (1995 : 37) menyatakan bahwa hipotesis adalah sebagai pendapat yg kebenarannya masih rendah atau kadar kebenarannya masih belum meyakinkan sehingga perlu diuji atau dibuktikan kebenarannya secara empiris.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh yg signifikan dari media pembelajaran terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia.

Menurut Arikunto (2006: 71), hipotesis merupakan suatu jawaban yg bersifat sementara terhadap masalah penelitian sampai terbukti melalui data yg terkumpul.

Pada hakikatnya hipotesis adalah jawaban sementara atau dgn jawaban dari suatu masalah. Sebagai jawaban sementara atau dugaan sudah pasti jawaban tersebut belum tentu benar & karenanya perlu dibuktikan atau diuji kebenarannya. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis puisi dgn menggunakan media poster akan berhasil.

6. Kerangka Teori

6.1 Pengertian Puisi

Menurut Wirojosoedarno (Pradopo, 2005:5) puisi itu karangan terikat oleh: (1) banyak baris dalam tiap bait (Kumplet/Strota, suku karangan); (2) banyak baris dalam tiap bait; (3) banyak suku kata dalam tiap baris; (4) rima; & (5) irama.

Dari beberapa pendapat di atas bahwa puisi adalah imajinasi seseorang dari lubuk hati yg paling dalam yg menuangkan ke dalam tulisan & bisa menghasilkan satu karya sastra dalam bentuk puisi. Puisi juga bisa dikatakan ungkapan hati buat menyampaikan informasi dgn makna yg tersirat. Puisi rangkaian kata-kata yg indah & mempunyai sejuta rasa & penuh arti.

Dapat disiimpulkan pendapat dari beberapa pakar bahwa puisi adalah ragam sastra yg bahasanya terikat oleh irama, rima, matra beserta penyusunan larik & bait. Keindahan puisi terletak pada persamaan bunyi & iramanya. Hasil cipta manusia, yg terdiri atas beberapa baris, yg memperlihatkan pertalian makna yg membentuk bait.

6.2 Unsur-unsur Hakikat Puisi

Unsur-unsur yg termasuk dalam hakikat puisi menurut I.A. Richard dalam Situmorang (1983 : 12) adalah sebagai berikut :

1) Tema adalah suatu pokok persoalan yg dikemukakan oleh penyair, setiap puisi pasti memiliki tema, walaupun penyair menyembunyikan tema tersebut.

2) Rasa adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yg terdapat dalam puisinya. Setiap orang mempunyai sikap, pandangan, watak tertentu dalam menghadapi sesuatu.

3) Nada adalah sikap penyair terhadap pembacanya, atau penikmat karya puisinya itu. Bagaimanakah penyair itu memandang sesuatu dgn nada rendah hati, angkuh atau agresif. Semua itu dapat diketahui oleh pembacanya, setelah menikmati karyanya itu. Lembut & kerasnya makna yg dikumandangkan penyair, melalui karyanya itu, banyak dipengaruhi oleh sifat & watak penyair itu sendiri.

4) Tujuan adalah amanat yg disampaikan penyair melalui karyanya. Tujuan penyair dalam karyanya, banyaknya dipengaruhi oleh pekerjaan, cita-cita, & pandanan hidup beserta keyakinan agama.


6.3 Pengertian Menulis

Menurut Tarigan (Hasani, 2005:1) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yg menggambarkan suatu bahasa yg dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa & grafik tersebut. Rusyana (Hasani, 2005:1) menyatakan bahwa wujud.

Pengutaran sesuatu secara tersusun dgn mempergunakan bahasa disebut karangan.

Menurut Syamsudin (Hasani, 2005:1) Menulis adalah aktivitas seseorang dalam menuangkan ide-ide, pikiran, & perasaan secara logis & sistematis dalam bentuk tertulis sehingga pesan tersebut dapat dipahami oleh para pembaca

Menurut Hasani (2005:2) menulis merupakan keterampilan berbahasa yg dipergunakan buat berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis merupakan kegiatan yg produktif& ekspresif, sehingga penulis mesti mampu memanfaatkan kemampuan dalam menggunakan tata tulis, struktur bahasa, & kosakata.

6.4 Media Pembelajaran Bahasa Indonesia

6.4.1 Pengertian Media Pembelajaran

Arsyad mengemukakan bahwa media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yg mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yg dapat merangsang siswa buat belajar (2003 : 4). Arief, dkk. (2003 : 6) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yg dapat digunakan buat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian & minat beserta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Media pembelajaran segala sesuatu yg dapat digunakan buat menyalurkan sebuah pesan pengirim ke penerima mempengaruhi terhadap daya nalar seseorang buat menuangkan ide /gagsan dalam sebuah tulisan,

6.4.2 Fungsi Media Pembelajaran

Fungsi media pembelajaran buat memudahkan para pengajar untuk menyampaikan secara tepat & efisien kepada siswa.

Fungsi utama media pembalajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yg turut mempengaruhi iklim, kondisi, & lingkungan belajar yg ditata & diciptakan oleh guru (Arsyad, 2003 : 15).

Fungsi media pembelajaran, yg ikut mempengaruhi situasi, kondisi & lingkungan belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yg telah diciptakan & didesain oleh guru (Angkowo & Kosasih, 2007:27).

Hamalik (Arsyad, 2006 : 15) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan & minta yg baru, membangkitkan motivasi & rangsangan kegiatan belajar, & bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Dalam penggunaan media mesti disesuaikan dgn psikologis siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dgn yg diharapkan oleh guru materi yg disampaikan dapat dilakukan dgn tepat oleh siswa.

6.4.3 Dasar-dasar Penggunaan Media Pembelajaran

Sudjana (2003 : 68) bahwa perkembangan konsep teknologi pembelajaran dari komunikasi audio-visual menuju ke pendekatan sistem, disebabkan oleh adanya pemikiran yg memandang teknologi pendidikan sebagai suatu pendekatan sistem di dalam proses belajar mengajar yg dipesatkan pada desain, implementasi & evaluasi terhadap proses mengajar & belajar.

Mulyasa (2004 : 148) mengemukakan bahwa pembaruan pembelajaran tidak mesti disertai dgn pemakaian perlengkapan yg serba hebat. Dalam rangka pembangunan pendidikan guru & pengembangan karier pendidikan seperti di atas perlu ditekankan pentingnya pengembangan cara-cara baru yg efektif & sesuai dgn kemampuan masing-masing pebeserta didik.

Adapun media yg penulis gunakan gambar (poster) pemakaian media tersebut buat menunjang pembelajaran.

6.4.4 Kriteria Penggunaan Media dalam Pembelajaran Bahasa

Leshin, dkk. (dalam Arsyad, 2006 : 81-96) mengklasifikasi penggunaan & pengembangan media pembelajaran ke dalam beberapa bagian, yaitu :

1) Media berbasis manusia

Media berbasis manusia merupakan media tertua yg digunakan buat mengirimkan & mengkomunikasikan pesan atau informasi. Salah satu contoh yg terkenal adalah gaya tutorial Socrates. Sistem ini tentu dapat menggabungkan dgn media visual lain.

2) Media berbasis cetakan

Materi pembelajaran berbasis cetakan yg paling umum dikenal adalah buku teks, buku penuntun, jurnal, majalah, & lembaran lepas.

3) Media berbasis visual

Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yg sangat penting dalam proses belajar mengajar.

4) Media berbasis audio-visual

Media visual yg menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan buat memproduksinya.

5) Media berbasis komputer

Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut :

a) Merencanakan, mengatur & mengorganisasikan, & menjadwalkan pekerjaan;

b) Mengevaluasi siswa (tes);

c) Mengumpulkan data mengenai siswa;

d) Melakukan analisis statistik mengenai data pembelajaran; dan

e) Membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan).

Kriteria pemeliharaan media mesti dikembangkan sesuai dgn tujuan yg ingin dicapai, kondisi & keterbatasan yg ada dgn mengingat kemampuan & sifat-sifat khasnya (karakteristik) media yg bersangkutan. Pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteksnya bahwasanya media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Karena itu, meskipu tujuan & isinya sudah diketahui, faktor-faktor lain seperti karakteristik siswa, strategi belajar mengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi waktu & sumber, beserta prosedur penilaiannya mesti dipertimbangkan (Ely dalam Arief, 2003 : 83).


6.4.5 Media Poster

Poster adalah salah satu media yg terdiri dari lambang kata atau simbol yg sangat sederhana, & pda umumnya mengandung anjuran atau larangan (Depdikbud, 1988:50). Menurut Sudjana & Rivai (2002:51) poster adaah sebagai kombinasi visual dari rancangan yg kuat, dgn warna, & pesan dgn maksud buat menangkap perhatian orang yg lewat tapi cukup lama menanamkan gagasan yg berarti didalam ingatannya.

Poster disebut juga plakat, lukisan atau gambar yg dipasang telah mendapat perhatian yg cukup besar sebagai suatu media buat menyampaikan informasi, saran, pesan & kesan, ide & sebagainya (Rohani, 1997:76-77).

Poster terdapat kelebihannya dgn harganya terjangkau oleh seorang guru tapi ada juga kelemahannya dikarenakan media poster berdimensi dua, sehingga sukar buat melukiskan sebenarnya.

7. Metode & Teknik Penelitian

7.1 Metode Penelitian

Menurut Semi (2002:241)metode penelitian merupakan cara atau alat yg digunakan dalam penelitian.Metode yg digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen.

Menurut Campbell & stanley (Arikunto,2006:84)membagi jenis-jenis desain berdasarkan metode ini menjadi dua, yaitu pre eksperimental design & true eksperimental design.Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan desain pre eksperimental karena penulis akan menggunakan kelas eksperimen tanpa kelas kontrol.

7.2 Teknik Penelitian

1) Studi pustaka, yaitu mencari data mengenai hal-perihal atau variabel berupa buku & informasi lain yg berupa catatan.

2) Uji coba pembelajaran menulis puisi dgn media poster (poster).

3) Tes, digunakan buat memperoleh data belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran.

7.3 Teknik Analisis data

1) Persiapan

Kegiatan persiapan meliputi langkah-langkah :

a. Mengecek nama & kelengkapan identitas siswa

b. Mempersiapkan lembar instrumen

c. Mengecek kelengkapan data, termasuk mempersiapkan & melihat kembali lembaran instrumen yg telah disiapkan


9. Definisi Operasional

1) Yg dimaksud dgn pembelajaran ialah interaksi antara guru & siswa dgn proses belajar mengajar dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang tahun ajaran 2007/2008

2) Yg dimaksud dgn penggunaan media poster dalam penelitian ini adalah gambar poster yg dimaksudkan sebagai referensi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Panimbang sebagai objek penelitian.

BIODIVERSITAS ALGA MAKRO DIPULAU DUA SERANG -BANTEN

BIODIVERSITAS ALGA MAKRO DIPULAU DUA SERANG -BANTEN

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Alga terdapat hampir pada semua perairan dunia, yg mengambang pada permukaan kolam. pita-pita panjang hijau kebiru biruan melekat pada batu karang, pita-pita rimbun pada rumput taut ditemukan di batu-batu karang lepas pantai. Kebanyakan alga termasuk filum Thallophyta anggota kelompok ini tidak mempunyai akar, batang & daun sejati & termasuk tumbuhan paling primitive. Akan tetapi, ganggang menyerupai tumbuhan bentuk lebih tinggi, yaitu memiliki klorofil. Sehingga dapat menyerap energi pancaran sinar matahari & dapat membuat makanan dgn proses fotosintesis.

Alga sejak lama telah digunakan oleh beberapa bangsa sebagai sumber protein & zat-zat buat kesehatan dalam makanan. Di Negara Asia selama berabad-abad alga laut inerupakan bahan makanan yg dominan dgn produksi beberapa ton pertahun (Santilan, 1988).

Pada tahun 1984 Menteri Kehutanan mengeluarkan SK No. 253/Kpts-II/1984 yg menetapkan Pulau Dua sebagai Cagar Alam dgn luas 30 hektare. Secara administratif pulau Dua termasuk Kabupaten Serang, Banten, dgn geografisnya 106 -21’ BT & 6 01 LS. Curah hujan rata-rata 1500-2000 mm per tahun yg terbasah.

Januari & Agustus merupakan bulan terkering dgn temperatur rata-rata 26 C. Ketinggian pulau antara 0-10 m dpl (Hoogerwerf, 1949), bagian barat pulau tanahnya agak kering sedangkan timur umumnya rendah & berawa. Tanah dgn kandungan pasir yg tinggi tidak mampu menahan air hujan sehingga tanah di pulau ini umumnya kering. Sumber air tawar tidak ada. Air rawa berasal dari laut yg menggenangi ketika pasang.

Pulau Dua memiliki lebih dari 85 jenis tumbuhan yg tumbuh, tapi yg umum & yg mendominasi jenis api-api (Avicennia marina), bakau (Rhizopora apiculata), & Diospyros maritime di timur & sedikit bakau. Bahkan pada garis pantai timur menghadap utara dijumpai formasi tumbuhan api-api yg muda, kemungkinan pengaruh perluasan pulau. Pada pantai timur di tempat terbuka kumpulan beluntas (Pluchea indica less) & beberapa semak kecil lainnya. Lebih ke arah laut, rumput tembaga/gelang laut (Sesuvium portulacastrum L), & rerumputan berdaun tajam beserta rumput angin (Spinifex littoreus Merr).

Makin ke dalam pulau pada rawa-rawa didominasi api-api diselingi bakau (Rhizophora apiculata) & Sonnerata sp. Ki duduk, ki getah & waru laut (Hibiscus tiliaceus L.). Sementara di sebelah utara, tanahnya berpasir & kering beserta lebih tinggi. Tumbuhan yg dapat dijumpai Ki ribut, Ki hoy, tulang ayam, kekapasan beserta sawo kecik (Manilkara kauki Dub). Tebing pantai dihiasi dgn dadap (Erythrina veriegata L) waru laut & kepuh (Sterculia foetida).

Semak menghuni di tempat yg terbuka. Ada juga lalang kapan (Wedelia biflora D.C), & pace (Morinda citrifolia L.). G. Randy Milton seorang ahli burung yg mengadakan penelitian sejak Oktober 1983 hingga Juni 85 mengatakan dalam laporannya, jumlah burung di Pulau Dua lebih dari 14 ribu ekor dari 90 jenis. Sedangkan yg migran sekitar 29 dari 90 jenis tersebut. Menurut Yus Rusila Noor yg juga melakukan penelitian selama dua tahun dari tahun 2000, disaat ini di Pulau Dua tercatat sekitar 108 jenis (Tomi, 2004)

Selain itu juga di Pulau Dua seperti yg telah diceritakan diatas terdapat pantai yg di dalamnya terdapat karang & alga, alga yg teramati secara sekilas ada beberapa macam alga, namun keanekaragaman alga makro di Cagar Alam Pulau Dua belum diketahui jumlah & jenisnya (belum teridentifikasi), Dari uraian tersebut maka diperlukan suatu observasi lapangan buat dapat mengetabui berbagai macam jenis alga yg mendominasi alga di daerah tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana keanekaragaman alga yg ada di Pulau Dua

2. Apa saja spesies alga yg terdapat pada setiap plot.

3. Apakah alga yg mendominasi di Pulau Dua

1.3 Tujuan penelitian

1. Mengetahui keanekaragaman alga yg ada di Pulau Dua

2. Menghitung berbagai spesies alga pada setiap plot.

3. Menghitung dominansi alga yg ada di Pulau Dua

1.4 Manfant Hasil Penelitian

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan inforniasi mengenai keanekaragaman alga makro yg ada di Pulau Dua & mengctahui nama spesies alga makro yg ada di Pulau Dua beserta diharapkan dapat diterapkan sebagai salah saw alat bantu identifikasi alga makro.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Alga

Alga adalah organisme berkloroplas yg dapat mneghasilkan oksigen mclalui proses fotosintesis. Ukuran alga beragam & beberapa micrometer sarnpai beberapa meter panjangnya. Alga tersebar luas di alam & dijumpai hanipir di segala macam lingkungan yg terkena sinar matahari (Pelczar & Chan, 1986).

Kebanyakan alga adalah organisme akuatik yg tumbuh pada air tawar atnu air laut. Beberapa .icnis alga fotosintetik yg menggunakan CO sebagai sumber karbon dapat tumbuh dgn baik di tempat gelap (lengan mcnggunnkun senyawa organic sebagai sumber karbon, jadi bcrubah & metabol isme fotosintesis menjad I metabolisme pernafasan & perubahan mi bergantung pada keberadaan matahari (Stanier et al, 1976).

Alga menyimpan hasil kegiatan fotosintesis sebagal hasil bahan makanan cadangan didalam selnya. Sebagal contoh adalah alga hijau yg dapat menyimpan pati seperti pada tumbuhan tingkat tinggi (Pelezar & Chan, I 986).

2.2 Jenis-jenis Alga

Tumbuhan alga merupakan tumbuhan tahun yg hidup di air, baik air tawar maupun air laut, setidak-tidaknya selalu menempati habitat yg lembab atau basah.

Tubuh alga menunjukkan keanekaragaman yg sangat besar, tapi sernua selnya selalau jelas mempunyal inti & plastida & dalam plastidnya terdapat zat-zat warna derivat kiorofil yaltu kiorofil a, b atau kedua-duanya. Selain derivat-derivat klorofil terdapat pula zat-zat warna lain yg justru kadang-kadang lebih inenonjol & menyebabkan ketompok-kelompok ganggang tertentu diberi nama menurut warna tadi.

Zat-zat warna tersebut berupa fikosianin (berwama biru), fikosantin (berwarna pirang), fikoeritrin (he merah). Disamping itu juga diternukan zat-7.at warna santofli & karoten. Alga dibedakan dalam 5 kelas ya.itu:

1. Cyanophyceae (Alga hijau-biru)

2. Chlorophyceae ( Alga hijau)

3. Chrysophyceae ( Alga keemasan)

4. Phaeophyceae ( Alga coklat)

5. Rhodophyceae (Alga merah)

6. Chlorophyceac (Alga hitam)

Alga hijau dad kelas Clorophycene dad divisi Clorophyta memiliki sel-sel kloroplas yg berwarna hijau. mengandung kiorofil a & b beserta karcionoid. Pada kloroplas terdapat pirenoid hash asimilasi berupa tepung & lemak. Cloropyceae terdiri atas scI kecil yg merupakan koloni berbentuk benang yg bercabang-cabang atau tidak adapula yg membentuk koloni yg menyerupai kormus tumbt ban tingkat tiriggi. Biasanyan hidup dalarn air tawar, menempatkan suatu bentos. Yg bersel besar & ada pula yg hisup di air taut, terutama dekat pantai.

Rhodophyceac ( Alga merah)

Alga rnerĂ¡h dad kelas Rhodopyceac divisi tumbuhan Rhodophycota rnendapatkan warna & pigmen meru phycoerythrin. Jenis mi terdapat di perairan terutama di lautan. Yg tumbuh di air tawar terdapat pada aliran artis yg dingin don cepat.

Meskipun disebut alga merah sebenarnya jenis mi menunjukan variasi warna yg luas termasuk berbagai bayangan merah. cokiat & ungu. E3chcrapa alga merah sepcrti genus /‘or/lyra yg berwarna hitarn sedangkan yg lain seperti genus Bangia hampir tidak memiliki warna. Pewarnaan yg mengesankan & banyak spesies mi dikarenakan adanya pigmen biru, phycocianin dalam berbagai perbandingan sebagai tam bahan terhadap phycoerythrin.

Tumbuhan mi bersel banyak jenis-jenis mi, terdapat datam bentuk filamen, pita atau lembaran & pertumbuhan seperti tumbuhan paku atau seperti bulu. Pada umumnya memiliki ukuran yg bervaniasi antara sepertiga meter atau lebih. Hampir semua spesies yg hidup di taut tumbuh melekat pada benda padat di air dgn alat pernegang atau I ilarnen khusus. Praktis pada semua spesies te:dapat pergiliran kcturunan. Spora atau sd kelamin tidak dilengkapi flagel. Sd kelarnin jantan mengambang secara pasif di air sampai terjadi k.ontak dgn sd telur, yg selanjutnya membuahi set telur tersebut.

Seperti halnya kelompok alga lainnya ganggang merah menyediakan makanan dalam jumlab l bagi ikan da hewan lain yg hidup di taut. Jenis mi juga menjadi bahan makanan buat manusia khtisusnynn di Enopa & Timur j Diantara aneka jenis yg dapat di makan antara lain alga I rtand ia ( (‘/zondrus crispzis ) & layer (beberapa spesics dar genus Porphyra). Alga Irtandia jtiga digunakan sebagai obat penyamak kulit & semir sepatu.

Sebagian & alga rnerah mengetuarkan zat kapur buat membantu membangun banyaknya terumbu karang di Samudia India & di berbagai wilayah dunia lain. Ganggang merah juga telah berperan hagi terbentuknya karang di waktu pembentukan burnt masa lampau yg rnenandai mulainya zaman Ordovician.

Phaeophyceae (Alga cokelat)

Alga coklat atau Phaeophyceae (divisi Phaeophycota) memiliki warna khusus karena mengandung pignien coklat atau fukosantin yg secara normal menyelubungi warna h & kiorofil pada jaringan.

Hampir semua alga cokiat adalah rumput taut. Jenis ini menunjukkan aneka ragam struktur yg cukup banyak sebagian berbentuk filamen, tembaran atau pita. Spesies tertentu pada kelas mi memiliki struktur yg menyerupai daun & batang tumbuhan tingkat lembaran yg mengambang, jenis mi khususnya terdaput di wilayah Samudra Atlantik.

2.3 Manfaat Alga

Adapun alga makro yg potensinya belum dapat digall lebih dalarn, maka dcngan perkeinbangan penelitian selanjutnya tidak hanya alga yg sudab biasa dibudidayakan tapi juga dgn alga-alga yg belum teridentilikasi potensi-potensi secara ekonomi. Maka dgn mengambil iiilai rnanfaatnya diharapkan dapat mengg potensinya lchih dalam, diantaranya

1. Dapat meningkatkan produksi yg berkaitan dgn produksi alga sekaligus akan meningkatkan pendapatan nelayan/petani ikan.

2. Menjamin adanya kesinambungan basil yg pasti sehingga dapat memperlancar pcnycdiaan bahan baku bagi ti atau ndustri pengolahan selai

3. Mcningkatkan mutu dgn cara pengolahan yg Iebih balk.

4. Mcningkatkan kebutuhan masyarakat akan gizi bagi kesehatan IUE)Uh.

5. Menciptakan lapangan kerja baru hagi masyarakat (terutama yg tinggal di daerah pantai).

6. Mempertahankan kelestarian sumber daya hayati perairan.

7. Menghemat devisa Negara bila telab diolah menjadi bahan olahan, karcna akan mengurangi impor bahan olahan yg selarna mi teruS bertam bah..

8. Meningkatkan devisa Negara & hasil ekspor.

(Tjitrosoeporno, 2005)

2.4 Deskripsi Pulau Dua

Pada tahun 1984 Menteri Kehutanan mengeluarkan SK No. 253/Kpts-II/1984 yg menetapkan Pulau Dua sebagai Cagar Alam dgn luas 30 hektare. Secara administratif pulau Dua termasuk Kabupaten Serang, Banten, dgn geografisnya 106 -21’ BT & 6 01 LS. Curah hujan rata-rata 1500-2000 mm per tahun yg terbasah.

Januari & Agustus merupakan bulan terkering dgn temperatur rata-rata 26 C. Ketinggian pulau antara 0-10 m dpl (Hoogerwerf, 1949), bagian barat pulau tanahnya agak kering sedangkan timur umumnya rendah & berawa. Tanah dgn kandungan pasir yg tinggi tidak mampu menahan air hujan sehingga tanah di pulau ini umumnya kering. Sumber air tawar tidak ada. Air rawa berasal dari laut yg menggenangi ketika pasang.

Pulau Dua memiliki lebih dari 85 jenis tumbuhan yg tumbuh, tapi yg umum & yg mendominasi jenis api-api (Avicennia marina), bakau (Rhizopora apiculata), & Diospyros maritime di timur & sedikit bakau. Bahkan pada garis pantai timur menghadap utara dijumpai formasi tumbuhan api-api yg muda, kemungkinan pengaruh perluasan pulau. Pada pantai timur di tempat terbuka kumpulan beluntas (Pluchea indica less) & beberapa semak kecil lainnya. Lebih ke arah laut, rumput tembaga/gelang laut (Sesuvium portulacastrum L), & rerumputan berdaun tajam beserta rumput angin (Spinifex littoreus Merr).

Makin ke dalam pulau pada rawa-rawa didominasi api-api diselingi bakau (Rhizophora apiculata) & Sonnerata sp. Ki duduk, ki getah & waru laut (Hibiscus tiliaceus L.). Sementara di sebelah utara, tanahnya berpasir & kering beserta lebih tinggi. Tumbuhan yg dapat dijumpai Ki ribut, Ki hoy, tulang ayam, kekapasan beserta sawo kecik (Manilkara kauki Dub). Tebing pantai dihiasi dgn dadap (Erythrina veriegata L) waru laut & kepuh (Sterculia foetida).
Semak menghuni di tempat yg terbuka. Ada juga lalang kapan (Wedelia biflora D.C), & pace (Morinda citrifolia L.). G. Randy Milton seorang ahli burung yg mengadakan penelitian sejak Oktober 1983 hingga Juni 85 mengatakan dalam laporannya, jumlah burung di Pulau Dua lebih dari 14 ribu ekor dari 90 jenis. Sedangkan yg migran sekitar 29 dari 90 jenis tersebut. Menurut Yus Rusila Noor yg juga melakukan penelitian selama dua tahun dari tahun 2000, sampai disaat ini di Pulau Dua tercatat sekitar 108 jenis burung (Tomi, 2004).

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu & Tempat

Penelitian ini akan dilaksanakan selama satu bulan yaitu & pertengahan juni sampai juli 2007. Tempat penelitian akan dilaksanakan di pantai Cagar Alam Pulau Dua Serang-Banten

3.2 Metode Penelitian

Dalam penelitian mengenai alga metode yg digunakan selain. studi pustaka juga dgn pengamatan secara langsung (observasi) di Pulau Dua Serang-Banten. Dgn membuat plot-plot sebanyak 20 (dua puluh) buah di sepanjang pinggiran pantai terutama pada waktu air laut surut. Pembuatan plot ini dimaksudkan buat mengetahui banyaknya keanekaragaman spesies alga yg ada pada setiap plot.

3.2.1 Prosedur Penelitian

Prosedur/cara kerja yg digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Penentuan lokasi

Penelitian ini dilakukan di pantai Cagar Alam Pulau Dua, plot yg dibuat sebanyak 20 plot dgn ukuran 1x1m2 di sepanjang pantai Pulau Dua.

2. Pengamatan

Pengamatan dilakuakan pada minggu ketiga bulan Juni sampai denga Bulan Juli, dihitung tiap plot ada berapa spesies alga, & mengklasifikasikannya

3. Analisis data

Data yg telah diperoleh dianalisis dgn metode indeks simpson

4. Membuat kesirnpulan

5. Membuat laporan hasil penelitian

3.4 Instrumen Penelitian


Instrumen yg digunakan berupa bahan & alat penelitian. Berikut ini merupakan bahan & alat penelitian yg digunakan:

Alat & bahan

1. patok

2. tali rapia

3. kantong plastik

4. kamera digital

5. pisau

6. formalin

3.5 Analisis Data


Dari data diatas diketahui bahwa adalah indeks donilnansi & ni adalah jumlah individu spesies ke-i. Bila suatu komunitas mempunyai keanekaragaman jenis yg tinggi maka akan mcrnpunyai dominansi yg rendah.

PEMBUATAN MEDIA AGAR & STERILISASI

PEMBUATAN MEDIA AGAR & STERILISASI

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Buat menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita mesti dapat menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dgn alami atau dgn bantuan manusia. Mikroorganisme yg dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yg disebut media. Buat melakukan perihal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yg diisyaratkan oleh bakteri & juga macam lingkungan fisik yg menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.

Alat-alat yg digunakan dalam perkembangbiakan inipun mesti disterilisasikan terlebih dahulu. Perihal tersebut dimaksudkan agar tidak ada mikroorganisme lain, yg tidak diinginkan, tumbuh dalam media tersebut, sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yg akan dibiakkan dalam media tersebut.

(Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi)

B. Tujuan Praktikum

1. Mengetahui cara membuat media pertumbuhan mikrorganisme

1. Mengetahui jenis & kegunaan media

2. Mengetahui cara mensterilkan media

II. TINJAUAN PUSTAKA

Mikroorganisme dapat ditumbuhkan & dikembangkan pada suatu substrat yg disebut medium. Medium yg digunakan buat menumbuhkan & mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut mesti sesuai susunanya dgn kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yg bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yg sangat sederhana yg hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yg sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya. (Volk, & Wheeler,1993 . Mikrobiologi Dasar Jilid 1).

Akan tapi yg terpenting medium mesti mengandung nutrien yg merupakan substansi dgn berat molekul rendah & mudah larut dalam air. Nutrien ini adalah degradasi dari nutrien dgn molekul yg kompleks. Nutrien dalam medium mesti memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yg meliputi air, karbon, energi, mineral & faktor tumbuh.

(Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi)

Berdasarkan konsistensi atau kepadatannya, medium dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

a. Medium cair/broth/liquid medium

Contoh : air pepton, nutrient broth, lactosa

b. Medium setengah padat (semi solid medium)

Contoh : sim agar, cary & brain agar

c. Medium padat (solid medium)

Contoh : endo agar, PDA, Nutrient agar

(Ani Murniati, 2000. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi)

Medium semi solid & solid menggunakan bahan pemadat (seperti amilum, gelatin, selulosa & agar-agar). Buat medium padat/solid kita dapat menggunakan agar-agar dgn kadar 1,5%-1,8%, & pada medium semi solid kadarnya setengah dari medium padat, sedangkan pada medium cair tidak diperlukan pemadat.

(Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi)

Agar biakan bakteri dapat dibuat, maka medium & alat-alat yg diperlukan mesti disterilisasi sebelum inokulasi. Sterilisasi yaitu suatu proses buat mematikan semua organisme yg dapat menjadi kontaminan. Metode yg lazim digunakan buat mensterilisasikan media & alat-alat ialah dgn pemanasan. Jika panas digunakan bersama-sama dgn uap air disebut sterilisasi basah (menggunakan autaklaf), sedangkan jika tanpa uap air disebut sterilisasi kering (menggunakan oven).

(Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi)

III. METODE PRAKTIKUM

A. Alat & bahan

- Beaker glass

- Batang penggaduk

- PH indikator

- Pisau

- Talenan

- Neraca

- Kapas

- Alumunium Foil

- Labu erlenmeyer

- Kompor gas

- Dandang

- Kain basa

- Kentang

- Dekstrose

- Agar bubuk

- Aquadest

B. Cara Kerja


1. Semua alat & bahan yg digunakan disiapkan didekat api

2. Jarum inokulasi dibakar di atas api sampai kawatnya pijar, kemudian biarkan menjadi dingin sekitar 30 detik

3. Koloni bakteri diambil dgn menggunakan jarum inokulasi yg telah disiapkan sebelumnya, kemudian dgn tangan kiri, agar miring diambil & dibuka sumbatnya menggunakan jari kelingking kanan, mulut tabung yg telah dilepas sumbatnya, dipanaskan dgn cara didekatkan di atas api.

4. Jarum inokulasi yg sudah mengandung bakteri dimasukkan ke dalam tabung agar miring lalu digoreskan di atas permukaan agar secara zig zag kemudian dipanaskan kembali mulut tabungnya & ditutup kembali

5. Tabung reaksi tersebut diberi nama bakteri, nama kelompok & waktu

6. Tabung reaksi dinungkus dgn alumuniun foil

§ Pembuatan Media Miring

1. Media agar yg ada di beaker glass dipanaskan, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi sambil didekatkan di bunsen

2. tabung reaksi ditutup dgn kapas lalu dibungkus dgn plastik

IV. HASIL & PEMBAHASAN

A. Pembiakan Mikroorganisme

Tabel Pengamatan

Koloni yg tumbuh

Mikroba dari telapak tangan

Hari ke 1, jumat; pkl 15.10

Hari ke 2, sabtu

Hari ke 5, selasa; pkl 12.00

Ada/Tidak

Jumlah

Macam

warna

Tidak ada yg tumbuh


Ada yg tumbuh

2 koloni jamur

2 macam koloni jamur

1 berwarna hitam

2. berwarna hijau keputihan

Pada praktikum pembiakan mikroorganisme kali ini, hanya dihasilkan jamur. Perihal tersebut mungkin dikarenakan medium yg digunakan berupa medium PDA yg biasa digunakan sebagai media pembiakan jamur. Jamur yg terdapat atau tumbuh dalam media PDA tersebut terdiri dari 2 koloni jamur yg berbeda jenisnya. Koloni pertama berukuran lebih kecil, berwarna hijau keputihan & terlihat sangat halus seperti buludru. Koloni kedua berukuran lebih besar & lebar, berwarna hitam.

B. Isolasi Biakan Murni

Bakteri yg diisolasi kedalam media agar miring yaitu bakteri Streptococcus thermo & Lactobacillus bulgaricus. Setelah media agar miring tersebut diamati dari hari pertama sampai hari kelima tidak ditemukan koloni bakteri yg tumbuh. Perihal tersebut mungkin disebabkan karena biakan bakteri yg digunakan berasal dari bakteri yg disimpan tahun lalu, jadi kemungkinan biakan bakteri telah mati.

V. KESIMPULAN

Mikroba yg tumbuh pada medium PDA berupa jamur, jamur yg tumbuh terdiri dari dua jenis jamur yg berbeda. Jamur-jamur tersebut menunjukkan sifat-sifat yg berbeda. Perihal tersebut dapat dilihat dari warna yg dihasilkan oleh jamur, ukuran koloni, & bentuk koloni jamur tersebut.

Biakan murni didapat dari suatu biakan bakteri campuran. Biakan murni tersebut diinokulasikan di dalm medium agar miring. Cara memindahkan bakteri tersebut dgn menggunakan jarum inokulasi yg dioleskan kepermukaan medium agar miring tersebut secara zigzag. Jika berhasil maka dalam tabung yg berisi media tersebut hanya akan terlihat satu jenis bakteri yg tumbuh & berkembang.

Archives

Categories

20HadiahLebaran aceh active Ada ada saja adsense aids anak antik Artikel Artis asma Bahasa bahasaindonesia baju band batuk bayi bekas belajar bencana Berita Berita Ringan big panel biologi bisnis bisnis online Blog Bola budidaya buku bunga burner burung cerai Cerpen chandra karya Cinta ciri cpns cuti cv daerah desain diare diet coke diet plan dinas domisili ekonomi email euro exterior fashion fat Film FISIP foke forex format FPI furniture gambar game gejala gempa geng motor geografi gigi ginjal Girlband Indonesia graver GTNM gunung gurame guru haga haki hamil harga hasil hepatitis hernia hiv Hukum hunian ibu ijin ikan indonesia Info Informasi Information Inggris Inspirational interior Internet Intertainment izin jadwal jakarta janin jantung jati Joke jokowi kamar kamarmandi kampus kantor. karyailmiah keguguran kemenag kemenkes kendala kerja kesanggupan kesenian kesepakatan keterangan kisi kkm klaim Komik Komputer kontrak kop korea lagu lamaran lambung legalisir lemari Lifestyle ligna Linux lirik Lirik Lagu Lowongan Kerja magang mahasiswa makalah Malignant Fibrous Hystiocytoma marketing Matematika mebel medan meja melahirkan menikah merk mesothelioma mesothelioma data mimisan mimpi minimalis Misteri mobil modern modul motivasi motor mp3 mual mulut mutasi Naruto news ngidam nikah nisn noah nodul nomor surat Novel novil Olah Raga Olahraga olympic opini pagar panggilan paper paspor paud pelatihan pembelian pemberitahuan pemerintah penawaran pendidikan pengantar pengertian pengesahan pengetahuan pengumuan pengumuman pengumumna Pengunduran pengurusan penyakit penyebab perjanjian perkembangan Permohonan pernyataan perpanjangan persiapan bisnis Pertanian perumahan perusahaan perut peta phones photo Pidato pilkada pimpinan pindah plpg PLS postcard pringatan Printer Tips profil Profil Boyband properti property proposal prumahan Psikologi-Psikiater (UMUM) Puisi quote Ramalan Shio rekomendasi relaas resensi resignation resmi Resume rpp ruang rumah rupa sakit sambutan Sanitasi (Penyehatan Lingkungan) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) second sejarah sekat sekolah Selebritis seni sergur series sertifikat sinopsis Sinopsis Film Sistem Endokrin Sistem Immunologi Sistem Indera Sistem Integumen Sistem Kardiovaskuler Sistem Muskuloskeletal Sistem Neurologis Sistem Pencernaan Sistem Perkemihan Sistem Pernafasan sitemap skripsi sm3t smd sni snmptn soal Software sosial springbed starbol stnk sukhoi sumatera surabaya surat suratkuasa Surveilans Penyakit tafsir tahap Tahukah Anda? tanda tas television teraphy Tips Tips dan Tricks Seks Tips Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tips Kecantikan Tips Kesehatan Umum toko Tokoh Kesehatan top traditional tsunami tugas ucapan ujian uka un undangan undian universitas unj unm unp upi uu Video virus walisongo wanita warnet